
Keesokan harinya Kenzo sudah siap dengan mobilnya untuk mengantarkan istri dan anaknya.
" Sayang.. Semua sudah siap ayo cepat naik "
" Kau sendiri yang mengemudi hari ini sayang? "
" Iya aku mengemudi sendiri hari ini,hari ini Dori sedang libur " Sambil membukakan pintu mobil mempersilahkan Julian dan Alena masuk.
" Terima kasih sayang.. "
Dalam perjalanan Kenzo terus memandangi Alena sedangkan Julian tertidur..
" Sayang.. "
" Hmmm ya? "
" Kau akan kembali setelah urusanmu selesai bukan? "
" Sayang kau ini menanyakan apa ? Tentu aku akan kembali,kecuali kau tidak ingin aku kembali.." Sambil tertawa kecil.
" Jika nanti kau bertemu masa lalu mu,bagaimana? Aku takut dia akan tau tentang Julian lalu dia mengambilmu dan Julian dariku.. " Dengan wajah muram.Kenzo mengingat jelas ketika Alena bermimpi dia memanggil nama Zayden.Kenzo berpikir setelah kebersamaannya bahkan selama 4 tahun ini Alena masih mengingat Zayden.
Deeggg... Dada Alena terasa sesak,dalam pikirnya apakah Kenzo takut aku tergoda bahkan kembali pada Zayden setelah semua yang dilakukannya padaku.
" Sayang..apa yang harus kau takutkan,kau lebih tampan,kau lebih lembut,kau bahkan menyayangi Julian,kau lebih segalanya dari dia,kau adalah suamiku Kenzo Marvelo dan dia bukan siapa-siapa Bagiku..dia hanya masalalu.. " Sambil memegang tangan Kenzo
" Kau mencintaiku Alena? "
" Sayang.. Kita bukan remaja 17 Tahun,pertanyaan macam apa ini?" Sambil tertawa lepas..
" Tentu aku mencintaimu bahkan sangat mencintaimu.. " Sambungnya Sambil tersenyum dan menatap Kenzo..
Padahal dalam hatinya tersimpan setitik kerinduan ingin melihat Zayden,bagaimanapun mantannya adalah ayah dari anaknya.. Dan diantara mereka pernah ada cinta.. Meskipun sekarang lebih banyak rasa benci dibanding cintanya.
Sesampainya dibandara,Kenzo terus saja memegang tangan Alena tanpa dilepasnya sedetikpun.. Semua orang tertuju pada mereka.
" Lihatlah bukankah itu Tuan Kenzo dan Istrinya? Ohh ya ampun,apakah itu putra mereka? Sangat tampan dan lucu " Sahut salahseorang disana..
" Baiklah sayang kita berangkat dulu.. "
" Aku akan kesepian disini tanpa kalian.. "
" Anak Daddy jagoanku sudah pandai sekarang,baiklah Daddy percaya padamu.. Jangan nakal ok.. " Sambil mencium pipi Julian lalu mencium kening Alena..
" Hati-hati sayang..." Sambil melambaikan tangannya..
Didalam pesawat Alena terdiam,mengingat hal lucu dan romantisnya dengan Kenzo.. Dia tersenyum sendiri,sampai tak menyadari Julian memperhatikannya..
" Mommy are you ok? " Sambil menatap..
" Ya sayang mommy baik baik saja " Sambil mengelus rambut Julian
" Aku lihat mommy tersenyum sendirian,apa yang mommy pikirkan "
" Ahhh anaku ini terlalu cerdas dan menggemaskan " Gumamnya dalam hati
" Mommy memikirkan Daddy sayang.. "
" Ohh Daddy lagi.. Baru saja kalian berpisah beberapa menit yang lalu " Tertawa Sambil menutup mulutnya dengan tangannya ..
" Sudahlah sekarang kau tidur ok,agar kita cepat sampai.. "
" Baiklahh.... " Julian pun memejamkan matanya begitupun dengan Alena
Disisi lain Zayden terus menatap foto Alena..
" Alena,kemana ku selama ini ? Kau dimana? Aku rindu sangat merindukanmu.. Aku ingin menebus kesalahanku,apa yang harus aku lakukan Alena,mereka tak mau memberitahuku tentang keberadaanmu. Mereka hanya bilang kau sudah menikah,Alena aku tak rela kau menikah dengan pria lain Alena.Tapi aku terlalu malu untuk meminta kau kembali padaku " Sambil mengelus foto Alena..
" Zayden.. Ada kabar bagus tentang Alena.. " Kata Rain menghampiri Zayden
" Katakan,kabar bagus apa? " Ucapnya dengan pura pura tenang padahal hatinya sangat antusias
" Alena pulang ke Tianjin,aku baru saja dapat telpon dari orangku,dia tak sengaja melihat Alena di bandara,tapi dengan anak laki laki.. "
Mendengar itu dalam pikiran Zayden bertanya tanya. "
" Anak laki laki? Siapa maksudmu? Apakah anaknya Alena? "
" Mungkin.. Entahlah.. Kita perlu selidiki,kau tidak mau mencarinya dibandara? "
Mendegar itu mereka langsung menuju Bandara.