I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
5. Meet up dengan Zara..



3 Hari berlalu,tak ada yang dilakukan Alena selain menghabiskan waktunya dirumah dengan pekerjaan lewat emailnya, keluarga dan Anaknya.


Hari ini adalah waktunya bertemu Zara,


handphonenya berbunyi saat Alena sedang tidur siang,dia kaget langsung mengangkat tanpa melihat nama kontaknya.


" Zara,maaf aku tertidur baiklah sore ini kita akan ketemu,aku akan bawa Julian ksana ok "


" Sayang,kau tertidur? Kau mau bertemu Zara sahabatmu? " Terdengar suara laki laki yang tenang dan berkarismatik.


" Oh ya ampun,maaf sayang aku tidak melihat nama kontak karna kaget,aku kira Zara yang menelpon,sayang kapan kau akan menyusul? "


" Sepertinya tidak jadi besok sayang,ada sedikit trouble dengan tender kemarin,apa kau merindukanku sayang? "


" Tentu aku rindu Tuan Kenzo,bahkan sangat merindukanmu " Sambil tertawa kecil


" Rasanya sepi tak ada kau dan Julian dirumah,hanya ada bibi Qin dan bibi Yan dan supir dirumah "


" Maka dari itu cepatlah menyusul sayang "


" Sayang,aku ada meeting sebentar lagi,nanti aku kabari lagi ok,jaga diri baik-baik . Jangan berjalan sendirian nanti ada yang mengganggumu aku tidak rela ada yang mendekatimu,jaga kesehatanmu dan Julian sayang..I Love You.. "


" Laksanakan Tuan Kenzo,aku pun begitu "


Setelah menutup telponnya Alena terdiam melihat ke arah jendela.


Jelas tidak rela karna Alena begitu cantik,bahkan sangat cantik,cerdas,anggun dan mandiri.meskipun Kenzo memanjakannya tapi Alena tetap tidak manja,disaat hari liburnya Alena biasa memasak untuk Kenzo dan Julian bahkan tak jarang mereka berbelanja stok kebutuhan dapur mereka sendiri.Alasannya Alena tak mau membuat asisten rumahtangga mereka mengerjakan segalanya,hanya ketika Alena bekerja saja,mereka hanya mempekerjakan 2 pembantu dan 1 supir dirumah mereka,alena terbiasa dengan kehidupan mandirinya. Bahkan mengurus Julian hanya dengan Asistennya dan tidak mempekerjakan pengasuh.


Setelah cukup berdiam diri,Alena pergi mandi dan bersiap- siap


" Kakak dimana Julian? Aku mau membawanya bertemu dengan Zara,hari ini aku akan menemuinya di Caffe nya dia terlalu sibuk untuk datang kesini "


"Julian ada ditaman belakang dengan bibi Zhang, apa kau sudah makan Alena ?"


" Baiklah kakak,aku akan membawa julian,aku belum makan,nanti aku makan dengan Zara.."


Ketika Julian akan dibawa oleh Alena,Julian menolak dia sibuk bermain dengan bibi Zhang


" Mommy bolehkah aku disini saja bermain dengan bibi Zhang? "


" Kau yakin tak mau ikut mommy dan bertemu dengan tante Zara? "


" Ya mommy aku akan bermain disini saja "


" Baiklah sayang,mommy berangkat ok ?!"


Setelah sampai di caffe Zara dia memarkirkan mobilnya didepan caffe.


" Ini bukan Caffe tepatnya ini Restoran besar " Gumamnya sambil turun dan melepas kacamatanya.


Siapa sangka Zayden ,Rain dan Abigail ada di Caffe Zara. Alena menelpon Zara saat didepan Caffe.


" Nona Zara bisakah kau menjemput aku didepan?!" Sontak Zara berjalan dengan cepat menjemput Alena,Zara tak menyadari adanya Zayden dan teman-temannya..


" Alena.. Ya tuhan kau semakin cantik saja " Suaranya begitu nyaring sampai terdengar orang disana... Ketika mendengar nama Alena ,Zayden langsung menoleh kearah jendela,dilihatnya sosok wanita yang selama 4 tahun ini dia cari.