I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
52. Bukankah itu Alena?



Alena memulai aktivitasnya mencoba melupakan apa yang terjadi kemarin,dia duduk didepan cermin dan berdandan,dia mengikat rambutnya.


" Hari ini pertandingan yang kutunggu,aku harus semangat dan melupakan hari kemarin.. Jiayo Alena.." Ucapnya sambil mengepalkan kedua tangannya.lalu pergi memakai topi andalannya itu.


Emily dan Yuzan tercengang melihat penampilan Alena yang begitu cantik,layaknya seorang atlit tenis lapangan.


Mereka menatap satu sama lain,Hanna ikut menatap Alena.


" Kenapa kalian menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilanku? "


" Hey.. Apa kau yakin kau sudah melahirkan 2 orang anak? " Tanya Yuzan


" Kenapa kau bertanya seperti itu? " Ucap Alena sambil mengernyitkan dahinya.


" Lihat penampilanmu begitu menarik,tubuhmu masih seperti itu,dengan dukungan wajahmu mereka tidak akan menyangka kau sudah punya 2 orang anak.. " Sambung Emily


" Selamat pagi semuanya,apa kita terlambat.. " Ucap Zayden dan Kenzi yang baru datang.


" Tidak,waktunya sangat tepat .. " Ucap Alena sambil mengenakan jaketnya.


Kenzi dan Zayden ikut tercengang melihat Alena.


" Oh Tuhan apa kau manusia Alena? " Tanya Kenzi.


" Lalu apa pikirmu? "


" Kau benar benar seperti seorang atlit lihatlah.. "


" Bagus pakailah jaket itu,jangan sampai kau menarik perhatian laki-laki disekitarmu.. " Ucao Zayden dengan memalingkan wajahnya.


" Mommy cantik.. " Ucap Hanna dengan riang.


" Sepertimu sayang,kau lebih cantik dari Mommy saat kau sudah besar.. " Ucap Alena sambil memegang hidung Hanna.


" Kenzi kau mau ikut pertandingan? Kau mewakili perusahaan siapa? " Tanya Yuzan dengan nada meledek.


" Aku? Tentu saja perusahaan Jian Company" Jawabnya.


Semua mata menatap Zayden.


" Apa ada yang salah? " Ucap Zayden sambil mengangkat kedua tangannya.


" Hey aku baru saj menandatangani kontraknya,dia menunjukku sebagai model iklan produk terbarunya.."


" Oohhhh seperti itu.. " Ucap Alena,Emily dan Yuzan dengan bersamaan.


" Ayo berangkat bawa barang kalian,Hanna biar kita bergantian menjaganya.. "


Lalu mereka pergi kemobil masing-masing dan melaju menuju perusahaan Han.


Disisi lain Kenzo telah sampai diperusahaan Han,dia berjalan menuju gedung olahraga itu.


" Itu Kenzo,ya ampun tampan sekali.. " Ucap seorang wanita disana.


" Laura kau beruntung mendapatkan Kenzo.. " Ucap temannya Laura.


" Kau? Untuk apa disini? "


" Aku? Tentu aku ikut bertanding disini,aku akan ikut tenis lapangan kau harus melihatku Kenzo,bagaimanapun aku mewakili perusahaan ayahku.. " Ucapnya dengan bangga.


Lalu Kenzo melewatinya begitu saja,meninggalkan Laura yang sednag berbicara. Laura kesal dengan perlakuan Kenzo.


" Lihat saja apa yang akan aku lalukan Kenzo.. Aku akan memenangkan pertandingan ini,tentunya dengan lawan yang imbang denganku.. " Ucapnya sambil menyeringai.


Akhirnya Alena dan yang lainnya sudah sampai digedung perusahaan Han.


Alena menghela nafasnya lalu mengambil racketnya.


" Alena,Hanna biar aku saja yang membawanya.. " Ucap Yuzan dengan sigap.


" Baiklah Yuzan terimakasih.. " Ucap Alena.


" Jika kau kelelahan,serahkan padaku.. " Ucap Emily.


" Masih ada kita.. " Ucap Kenzi keluar dari mobil Zayden.


Mereka melangkah masuk kedalam gedung itu,semua mata tertuju pada mereka.. Beberapa wanita terpesona dengan ketampanan Kenzi juga Zayden,pandangan seluruh kolega laki-laki pun tak luput dari Alena dan yang lainnya.


" Luar biasa,sebuah kejutan kalian datang bersama.. " Ucap Han sambil memberi penghormatan.


Lalu mereka membalas penghormatan itu.


" Alena kau tampak cantik hari ini,kau pantas menjadi seorang atlit tenis,penampilanmu pastinya membuat lawan mainnya terpesona.. " Ucap Han sambil tersenyum.


" Hallo Hanna.. " Ucapnya sambil berlutut menekuk kakinya didepan Hanna.


" Kau ikut.. Apa kau sudah sarapan? "


" Sudah,bagaimana dengan paman.. " Ucapnya dengan mata polos.


" Aku juga sudah,ayo biar aku yang membawa Hanna.. " Sambil mendorong kereta dorongnya Hanna.


Kenzi dan Zayden saling melirik satu sama lain,Kenzi membulatkan matanya.


Lalu mereka pergi bersama ke gedung olahraga itu,lagi lagi seluruh mata memandang mereka.


" Selamat datang kembali Nona Alena.. "


" Selamat datang Tuan Zayden.. " Ucap orang-orang disana .


" Lihatlah itu Kenzi kembaran Tuan Kenzo.. Tampan sekali.. " Ucap wanita disana.


Kenzi menebarkan senyumannya sambil melambaikan tangannya.


Alena tersenyum dan memberi penghormatan,setelah itu matanya membelakak melihat wajah laki-laki yang selama ini dalam benaknya,begitupun Kenzo tak berkedip melihat Alena yang tak jauh darinya.


" Mengapa dia disini? Apa sakit kepalanya sudah sembuh? " Gumam Alena dalam hati.


" Alena,apakah ini nyata? Istriku.. " Ucapnya dengan lirih didalam hati.