I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
29.Cintaku yang berharga..



Siang ini Kenzo menepati janjinya menemani Alena menjenguk Betric.


" Kalian akan kemana? "


" Ahh Emily,kebetulan sekali.. Ayo ikut kita menjenguk Betric,aku susah payah meminta Kenzo meluangkan waktu untuk menemaniku,kau juga harus ikut.. "


Mendengar itu Emily mengernyitkan dahinya.


Alena memberi tanda pada Emily supaya Emily menyetujuinya.


" Baiklah,aku ikut.. Kita berangkat sekarang bukan? "


" Ayo.. "


Kenzo hanya diam,sepanjang perjalanan dia hanya diam,Kenzo merasa takut jika Betric memberitahu pada Alena jika Kenzo yang menemaninya dirumahsakit.


" Kau baik-baik saja?"


" Aku? Aku baik-baik saja.. "


" Sayang,kenapa akhir-akhir ini aku lihat kau banyak diam,banyak memikirkan sesuatu.. "


" Tidak.. Tidak ada.. " Ucapnya dengan pura-pura tersenyum.


" Kita lihat sayang sampai dimana kau akan menyakitiku dengan kebohongan dan kebungkamanmu.. " Gumam Alena dalam hatinya.


Emily hanya memperhatikan Alena dari kaca mobil,Emily hawatir Alena akan melakukan hal bodoh.


Sesampainya dirumah sakit mereka bergegas menuju kamar Betric.


Tok.. Tok.. Tok..


" Masuk.. " Sahut Betric


Betapa terkejutnya Betric melihat Kenzo,Alena juga Emily datang.


Tatapannya tertuju pada tangan Kenzo yang menggenggam tangan Alena.


" Betric,maafkan aku.. Aku baru tahu berita ini kemarin malam.. Bagaimana keadaanmu? " Ucap Alena dengan pura-pura hawatir.


"Tak apa Alena,aku..sekarang aku tidak bisa melangkahkan kakiku lagi.. " Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


" Apa maksudmu Betric? " Tanya Emily.


" Aku lumpuh.. " Ucapnya sambil tertunduk.


" Apaaaa... ? " Emily pura-pura terkejut


" Apa itu permanen? "


" Entahlah,kuharap aku bisa berjalan dengan normal,aku akan berusaha melakukan pengobatan dan terapi.. "


" Baguslah,kau harus tetap semangat Betric.. "


" Tentu Alena,aku akan tetap semangat.. " Sambil mengalihkan pandangannya pada Kenzo.


" Ahh sepertinya aku akan ke toilet,Emily bantu aku mencari toilet.. Sayang,kau bisa menunggu disini dulu aku ke toilet sebentar.. " Ucap Alena.


Kenzo hanya menganggukan kepalanya tanpa berkata.


" Kau gila,kau meninggalkan mereka berdua? "


" Ssstttt diam Emily,aku hanya ingin melihat seperti apa mereka.. " Ucapnya dengan lirih.


Alena dan Emily bersembunyi dibalik pintu kamar pasien itu.


" Kenzo.. Kenapa kau kemari bersama mereka? "


" Alena memintaku untuk mengantarnya menjengukmu... "


" Apa dia tahu tentang kita? "


" Sepertinya tidak.. "


" Kenzo.. Apa kau akan jujur pada Alena tentang kita? "


" Mmmm ya.. Mungkin nanti aku akan bicara dengannya.. "


" Jangan katakan,aku mohon.. " Ucapnya sambil menarik tangan Kenzo.


" Ahhhh lenganku.. "


" Iya sepertinya ini akibat benturan setirnya.. " Ucapnya dengan kesakitan.


Melihat reaksi Kenzo,Alena tertegun masih tak percaya dengan obrolan mereka berdua dan apa yang Kenzo lakukan teramat perhatian.


Alena dan Emily tiba-tiba masuk,Kenzo terkejut dengan kedatangan mereka,Alena menatap tangan Kenzo yang sedang memegang lengan Alena.


" Sayang,kalian sudah kembali? " Ucapnya sambil melepaskan lengan Betric


" Kau kenapa Betric? "


" Lenganku sakit,dan Tuan Kenzo membantuku.."


"Ahh iya suamiku memang tahu sedikit tentang ilmu kedokteran,apa itu sakit Betric? "


" Mmm sangat sakit.. "


" Saat aku terkilir ketika kita main tenis lapangan,saat aku letihan berkuda dia memijatku tanpa aku harus meminta Dokter atau bantuan oranglain.. " Ucapnya dengan senyum dan melirik Kenzo.


" Apa michael tidak kesini Betric? " Tanya Emily.


Mendengar pertanyaan itu Betric tertegun.


" Ahh maaf,apa aku menyinggungmu? "


" *Ti*dak,hanya saja mungkin itu hanya isue,aku dan michael tak ada hubungan apapun.."


" Emily,kau tidak boleh berbicara seperti itu.. !! " Ucap Alena dengan pura-pura membentak Emily.


" Maaf Betric,aku tidak tahu.. "


" Tak apa.. "


" Pasti kau sudah punya pacar sekarang,pasti pacarmu begitu tampan.. " Tanya Emily dengan polos.


" Aku tidak punya pacar,bahkan aku kehilangan cinta pertamaku.. "


Mendengar pernyataan itu Kenzo dan Alena tertegun.


" Maksudmu? "


" Ahh maaf tidak seharusnya aku bilang ini pada kalian.. "


" Tak apa Betric,sesama wanita aku paham apa yang kau rasakan.. "


" Lalu kemana perginya cinta pertamamu? " Sahut Alena.


" Dia... Dia.. Sudah menikah dengan wanita lain.." Ucapnya dengan wajah tertunduk.


" Maaf Betric,aku turut bersedih.. Kau cantik,mengapa kau belum mencari penggantinya? "


" Aku tidak bisa menggantikannya dengan siapapun Alena,dia adalah cintaku yang berharga,aku kembali ke Makau untuknya,aku memutuskan kontrak kerjaku di Amerika,aku tinggalkan semua mimpiku untuknya,tapi saat aku pulang.. Dia sudah menikahi wanita lain.. "


Alena sedikit terenyuh dengan perkataan Betric,dalam benaknya teringat Zayden yang menghianatinya.


" Sayang bolehkan aku tunggu diluar? " Kaya Kenzo sambil melangkahkan kakinya . Alena hanya menganggukan kepalanya.


Selesai berbincang,mereka pulang.. Dalam perjalanan Alena hanya terdiam mendengar cerita Betric,hatinya merasa sesak,sakit sekali rasanya mendengar apa yang dikatakan Betric,dia juga teringat masalalunya. Dadanya terasa sesak,dia tak bisa menatap Kenzo. Kenzo memperhatikan Alena yang hanya diam.


" Sayang apa kau baik-baik saja? "


" Aku baik-baik saja,aku hanya terbawa suasana dengan cerita Betric dan cinta pertamanya,seperti kisah dalam novel,sungguh mengharukan.. "


Ucap Alena dengan pura-pura tersenyum.


" Sayang,apa aku bisa setegar Betric jika sesuatu terjadi padaku dan aku kehilanganmu? " Sambil menatap mata Kenzo.


" Sayang apa yang kau katakan? Tidak ada yang akan terjadi padamu dan kau tak akan kehilanganku.." Sambil memegang pipi Alena dan menatapnya.


" Apa kau bisa menjamin itu? " Tanya nya dengan menatap mata Kenzo.


" Aku bisa menjaminnya.. "


Mendengar itu hati Alena sedikit merasa tenang.


" Tapi bagaimana jika kau kehilanganku? " Sambil terus menatap Kenzo.


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi dariku,jika kau pergi aku akan mencarimu kemanapun sampai aku menemukanmu.. " Jawab Kenzo sambil mengelus kepala Alena.