
Ketika Alena sedang menatap Kenzo seorang wanita masuk dan menarik Alena,dia menampar Alena. Dori yang terkantuk kaget dengan tindakan wanita itu.
" Laura,apa yang kau lakukan? "
" Semua ini karenamu Alena,jika bukan karena Kenzo mencarimu dia tidak akan terbaring disini,kau pantas mendapat tamparan itu,kau puas sekarang? Kenapa kau tidak pergi selamanya? Kenapa kau masih berani menampakan wajahmu disini? Pergi dari sini jauhi Kenzo.. !! "
" Nona Laura berhenti melakukan itu,Nona Alena tidak bersalah.. " Ucap Dori sambil memposisikan dirinya didepan Alena.
Alena menarik Dori dan menatap Laura.
" Baik jika itu inginmu,aku akan pergi sekarang.. Kau tidak perlu bertindak kasar seperti ini.. "
" Dori aku pergi dulu,beritahu aku jika Kenzo sadar.. " Lalu Alena pergi keluar dari ruangan itu. Alena meneteskam air matanya,dia menangis bukan karena tamparan dari Laura,melainkan rasa bersalahnya pada Kenzo,sesalnya jika dulu dia mendengarkan penjelasan Kenzo mungkin setidaknya berpisahpun Kenzo akan merasa tenang dan tidak akan terjadi hal seperti ini.
Alena sampai diapartemennya dengan pipi memar dan matanya yang sembab.
Zayden terbangun mendengar suara isakan tangis,dilihatnya Alena tengah menangis tersedu.
" Alena kenapa kau menangis? Ada masalah apa? Apa yang terjadi? "
" Aku.. Aku menyebabkan semua ini Zayden,aku penyebabnya.. " Ucapnya sambil terus menangis.
" Katakan dengan jelas apa maksudnya? "
Zayden menatap Alena,Zayden baru menyadari pipi Alena yang memar itu.
" Siapa yang melakukan ini padamu? " Ucap Zayden sambil memegang pipi Alena.
" Ini tidak penting Zayden,sekarang Kenzo tidak sadarkan diri.. "
" Maksudmu dia kenapa? "
Lalu Alena menceritakan apa yang dikatakan oleh Dori,Zayden terkejut mendengar apa yang terjadi.
" Ini semua salahku Zayden,aku memang pantas mendapat tamparan ini.. Tidak tidak lebih sakit dari apa yang Kenzo rasakan.. " Ucapnya sambil terus menangis.Kenzo mencoba menenangkan Alena,dia memeluknya dan mengelus rambut Alena.
" Tak apa,yakinlah Kenzo kuat.. Dia akan membaik setelah ini,aku akan membantumu.. "
Alena terus menangis tersedu.
Disisi lain Kenzo tengah tersadar sedikit demi sedikit matanya terbuka.
" Alena.. " Kata pertama yang dia ucap setelah tersadar.
Laura merasa kesal dengan itu,tapi dia memendamnya yang pura-pura tidak terjadi apapun.
" Syukurlah Kenzo kau sudah sadar.. " Ucapnya sambil memegang tangan Kenzo.
" Tuan kau sudah sadar,aku akan panggilkan dokter.. " Ucap Dori.
" Kenzo kau salah mendengar mungkin itu hanya halusinasi.. " Sambil terus memegang tangan Kenzo.
" Lepaskan tanganmu.. " Ucap Kenzo dengan tatapan tajamnya.
Laura melepaskan tangan Kenzo. Dokter memeriksa kembali Kenzo.
" Syukurlah kau sadar dengan cepat,sedikit perubahan terjadi kau akan cepat pulih,besok kau sudah bisa pulang.. "
" Tidak bisakah jika malam ini aku pulang? "
" Baiklah jika kau memaksa,aku akan memberikan resep obatmu.. Kau bisa pulang setelah merasa baikan.. " Ucap dokter.
" Terimakasih.. " Ucap Kenzo.
Disisi lain Yuzan,Emily,Zayden sedang berkumpul membicarakan apa yang terjadi pada Kenzo. Alena hanya diam tanpa ekspresi.
" Lalu kenapa Laura ada disana? "
" Aku dengar setelah kabar kepergian Alena dan gugatan cerainya itu Ayah tiri Kenzo memaksanya untuk bertunangan dengan Kenzo.. " Ucap Emily
" Lalu apa mereka bertunangan? "
" Setauku belum,karena Kenzo selalu menolaknya.."
" Tidak tahu malu sekali perempuam seperti itu harusnya aku hajar dia habis-habisan.. "
" Alena kau harus semangat jangan muram seperti ini,kau ingat masih ada kita yang akan membantumu.. "
Suara bel berbunyi,Yuzan berdiri dan melihatnya lalu membuka pintunya.
" Darimana saja kau baru kemari? "
" Ada beberapa pekerjaan,selesai pemotretan aku mampir kemari,rupanya kalian sedang berkumpul.. Ucapnya sambil duduk.. "
" Hey bodoh apa kau tidak tau Laura menampar Alena? "
" Apa yang kau katakan Yuzan? "
Emily menceritakannya berdasarkan apa yang dia dengar dari Alena.
" Kenzo kecelakaan? Aku baru tahu ini dari kalian,dia memang bukan tipe orang yang sering berbagi cerita tapi aku tidak menyangka dia menyembunyikan apa yang terjadi padanya.. "
Kenzi menatap Alena yang tengah muram
" Alena kau jangan seperti ini,ini bukan salahmu,ini semua sudah digariskan oleh takdir,kau tidak bisa menyalahkan dirimu sendiri.. Dan masalah Laura,dia memang sering mengejar Kenzo biar aku saja yang mengatasinya.. " Ucap Kenzi sambil menepuk pundak Alena.