I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
26. Merasa bersalah..



" Kau hanya diam saja daritadi,tak berkata sepatah katapun,apa yang mengganggu perasaanmu? Daritadi wajahmu juga terlihat muram,ada masalah apa? " Tanya Alena sambil menatap Kenzo.


" Tidak ada,aku hanya memikirkan tender ini,ternyata kali ini pesaingnya berat dan sangat ketat... "


" Baiklah.. sayang lihat aku,tak apa.. Kau bisa menceritakannya padaku setelah kau tenang,aku tau Kenzo saat kau berkata jujur ataupun berbohong..aku bisa melihat tatapanmu.. "


" Terimakasih Alena,kau selalu mengerti aku.. " Sambil mecium kening Alena dan memeluknya.


Pagi harinya mereka memulai aktivitas seperti biasa,Alena sibuk dengan pekerjaannya begitu juga Kenzo.


" Kita akan makan siang bersama.. " Pesan Alena pada Kenzo.


" Aku tidak akan lupa sayang " Dengan emoticon kiss dibelakangnya. Alena hanya tersenyum membaca balasan Kenzo.


Tiba-tiba handphone Kenzo berdering,dilihatnya Lucy menelpon.


" Kenzo,kau bisakah datang kerumah sakit sekarang? Betric mengalami kecelakaan semalam,keadaannya sangat kritis.. "


Mendengar itu Kenzo langsung pergi tanpa berpikir apapun,sesampainya dirumah sakit Kenzo melihat Betric terbaring sambil menangis.


Betric menyadari kedatangan Kenzo,tapi dia malah berteriak histeris.


" Pergii... !! Pergi dari sini aku tak mau melihatmu,pergi Kenzo !! " Berteriak dan menangis,melihat itu Kenzo tak pergi dia memeluk Betric,mencoba menenangkan Betric,hatinya ikut sakit dan merasa bersalah setelah semua kronologinya diceritakan oleh Lucy,bahkan dokternya bilang kini Betric lumpuh,hancur sudah masa depannya,Betric tak bisa melenggang diatas panggung lagi,tak ada yang bisa dia lakukan dengan kaki lumpuhnya.


" Tenang Betric,aku ada disini kau tenang aku akan menemanimu.. "


" Kenapa Kenzo,kenapa semua ini terjadi padaku? Aku kehilanganmu dan sekarang aku kakiku..kakiku lumpuh,untuk apalagi aku hidup Kenzo,tak ada lagi harapanku untuk hidup,aku cacat sekarang Kenzo,pergilah aku tak mau kau melihatku seperti ini.. " Teriaknya sambil memukul dada Kenzo yang terus berusaha menenangkannya.


" Aku disini Betric,lihat aku.. Aku tidak pergi kemanapun aku ada dihadapanmu.. !! " Sambil memegangi kedua pipi Betric. Betric hanya menatapnya sambil menangis.


" Tapi kau tidak bisa selamanya bersamaku,kau sudah menikah,kau bukan miliku lagi Kenzo.. " Sambil terus menangis dipelukan Kenzo. mendengar itu Kenzo menyadari keadaannya sekarang,tapi dipikirnya Betric lebih membutuhkannya sekarang.


Dering handphone Kenzo mencairkan suasana disana,Kenzo mengangkat telponnya.


" Sayang,ini sudah jam makan siang,kenapa kau tidak menjemputku,apa kau lupa? "


" Maaf sayang,aku ada keperluan mendadak,bisakah kau makan bersama Emily? Untuk kali ini saja.. "


" Mmm baiklah,aku mengerti.. " Lalu mematikan telponnya.


" Ada apa? " Tanya Emily


" Ayo kita makan,Kenzo sedang sibuk.. "


" Ok.. Ayo cepat kita berangkat.. "


Alena membawa tas nya dan keluar dari ruangannya,ketika Alena menuju keluar ruangan para karyawan ramai sekali dan sibuk dengan handphone mereka.


" Ribut-ribut apa ini? Ada apa? " Tanya Emily.


" Entahlah.. " Jawab Alena


" Mrs.Alena.. Kau sudah melihat berita hari ini? Betric semalam mengalami kecelakaan.. !! "


" Apa? Apakah itu benar? Lalu dimana dia dirawat sekarang? "


" Di Rumah Sakit Internasional.. "


"Emily kita kesana sekarang.. Cepatlah.. !?"


" Bukankah kita akan makan siang? "


" Kita bisa makan nanti Emily.. "


" Aiyahhh... aku sangat lapar.. " Keluh Emily.


Emily dan Alena pergi dengan terburu-buru hawatir dengan keadaannya,dia menelpon Kenzo berniat memberitahukannya tapi Kenzo tak mengangkat telponnya.


" Kenapa dia tak mengangkat telponnya.. " Sambil terus menelpon Kenzo


" Mungkin dia sedang sibuk,atau ada pertemuan dengan clientnya.. " Jawab Emily.