I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
42. Jika Saja..



Mereka makan bersama,Zayden menatap Kenzi.. Kenzi kembali menatap Zayden.


" Kenzi,bagaimana dengan karirmu sekarang? Aku dengar kau sengaja pulang dari Jerman? "


" Zayden darimana kau tahu? Tepatnya aku membereskan pekerjaanku lebih awal disana,jadi aku bisa pulang ke Makau.. "


" Tentu aku tahu,kau itu seorang bintang besar.. Banyak berita tentangmu di media,lalu untuk apa kau kemari? "


" Apa aku harus memberitahumu soal itu Zayden?"


" Hmm sudahlah fokus dengan makanannya.. " Ucap Yuzan sambil membulatkan matanya.


" Mommy.. Bolehkah malam ini aku tidur dengan Daddy? Maksudku paman.. " Ucap Julian dengan polos.


Alena menatap kearah Kenzi,Kenzi tersenyum melihat Julian.


" Tentu sayang,kau bisa tidur dengan paman.. "


" Apa kau tidak mau tidur dengan Daddy lagi? "


" Daddy kau kan tidak menginap malam ini,kau sendiri yang bilang padaku saat menjemputku di sekolah.. "


Yuzan,bibi dan pamannya hanya bisa menahan senyum mereka.


" Mmm baiklah,tapi kau harus tidur nyenyak.. "


" Aku janji.. " Kata Julian sambil memakan makanannya.


Alena hanya terdiam,membayangkan Kenzo yang selalu dalam benaknya.Alena menatap Kenzi seolah dia adalah Kenzo.


" Kenzo,aku merindukanmu.. Andai saja didepanku ini adalah kau,mungkin aku tidak bisa menahan keinginanku untuk memelukmu.. " Gumamnya dalam hati.


Setelah makan selesai Zayden pulang dan sebagian berkumpul diruang keluarga berbincang dengan Kenzi.


" Alena sepertinya Hanna terbangun.. "


" Ohh aku lupa ini sudah waktunya Hanna mandi.. "


" Kenzi kau lanjutkan berbincang dengan mereka,aku akan mengurus Hanna terlebih dahulu.. "


Kenzi hanya mengangguk,dalam pikirnya bertanya-tanya.. Siapa Hanna yanh disebutkan mereka.


" Yuzan.. Boleh aku bertanya? "


" Siapa Hanna? "


" Kenzi apa kau tidak tahu? Hanna itu putri Alena?"


" Alena punya anak selain Julian? "


" Kenapa? "


Lalu Yuzan menceritakan seluruh kejadiannya,Kenzi mengernyitkan dahinya.. Entah mengapa dalam hatinya semakin kuat rasa ingin memiliki Alena.


" Aku rasa Alena sekarang sangat tangguh.. "


" Hmm aku kira juga seperti itu,tapi diam-diam dia juga menahan kerinduannya terhadap Kenzo.. Kau bisa lihat dari tatapan matanya,kau lihat saat dimeja makan tadi? Tatapannya padamu seolah menatapnya seperti kau adalah Kenzo.. "


Kata-kata Yuzan sedikit menyadarkan Kenzi,bahwa tidak ada yang bisa menggantikan Kenzo dalam hati Alena.. Sekalipun Kenzi sangat mirip dengan Kenzo.


" Nahhh sekarang Hanna sudah cantik,Hello paman aku Hanna Young.. " Ucap Alena sambil menggendong Hanna.


Kenzi menatap Hanna,putri kecil yang cantik ini sangat mirip dengan Alena dan Kenzo,sungguh perpaduan yang seimbang.


" Hello Hanna bolehkah paman Kenzi menggendongmu? "


Hanna menatap Kenzi,lalu mengulurkan kedua tangannya pada Kenzi.. Menandakan dia setuju untuk digendong oleh Kenzi,seluruh orang tertawa melihat tingkah Hanna.


Kenzi menggendongnya,bercanda dengan Hanna. Alena menatapnya dan tersenyum


" Tuhan.. Rasanya aku seperti melihat Kenzo,jika dia tahu ini adalah putrinya mungkin dia akan senang,dia akan bercanda dengan Hanna seperti ini,seperti dulu dengan Julian.. " Gumamnya dalam hati.


Mata Alena berkaca-kaca melihat mereka,Kenzi menatap Alena.


" Yuzan,ayo ikut aku ke taman belakang melihat bunga yang kemarin aku tanam.. " Ucap pamannya.


" Aku juga akan ikut denganmu,Alena.. Kenzi kalian berbincanglah dulu biar Hanna aku yang mengajaknya main.. " Ucap bibinya.


Alena yangs sedaritadi menahan air matanya kini sudah tak terbendung .


" Menangislah Alena,aku tahu kau merindukannya bukan? "


" Maaf jika aku mengingatkanmu padanya.. "


" Tak apa Kenzi,aku memang seperti ini.. setiap kali aku merindukannya aku menangis seperti ini,rasanya sesak menahan rindu ini setelah bertahun-tahun,apalagi jika melihat Hanna aku merasa bersalah terhadapnya,sekarang dia menganggap Zayden sebagai Daddy nya. Sama seperti Julian dulu yang menganggap Kenzo adalah Daddynya.."


" Aku tidak pernah menyangka kehidupanku akan serumit ini.. " Sambungnya lagi.


" Kau tidak perlu merasa seperti itu,yang kau lakukan sekarang adalah membahagiakan anak-anakmu dan juga dirimu.. "


" Kenzi aku sudah lupa cara untuk bahagia,aku meninggalkan seluruh cintaku bersamanya,aku tinggalkan seluruh kenangan indahku disana,entah kapan aku bisa membuka hati untuk yang lain.. "


" Jika saja kau menginjinkanku untuk membahagiakanmu,aku bersedia menjadi seperti dirinya untukmu Alena.. "


Ddeeegggg... Hati Alena terkejut dengarnya,Alena menatap Kenzi dengan mata berkaca-kaca.


#Maaf yak update nya telat ceritanya kurang greget,author lagi butuh inspirasi dan dukungannya.. 😂😘🙏