
Mereka makan bersama,Zayden menatap Kenzi.. Kenzi kembali menatap Zayden.
" Kenzi,bagaimana dengan karirmu sekarang? Aku dengar kau sengaja pulang dari Jerman? "
" Zayden darimana kau tahu? Tepatnya aku membereskan pekerjaanku lebih awal disana,jadi aku bisa pulang ke Makau.. "
" Tentu aku tahu,kau itu seorang bintang besar.. Banyak berita tentangmu di media,lalu untuk apa kau kemari? "
" Apa aku harus memberitahumu soal itu Zayden?"
" Hmm sudahlah fokus dengan makanannya.. " Ucap Yuzan sambil membulatkan matanya.
" Mommy.. Bolehkah malam ini aku tidur dengan Daddy? Maksudku paman.. " Ucap Julian dengan polos.
Alena menatap kearah Kenzi,Kenzi tersenyum melihat Julian.
" Tentu sayang,kau bisa tidur dengan paman.. "
" Apa kau tidak mau tidur dengan Daddy lagi? "
" Daddy kau kan tidak menginap malam ini,kau sendiri yang bilang padaku saat menjemputku di sekolah.. "
Yuzan,bibi dan pamannya hanya bisa menahan senyum mereka.
" Mmm baiklah,tapi kau harus tidur nyenyak.. "
" Aku janji.. " Kata Julian sambil memakan makanannya.
Alena hanya terdiam,membayangkan Kenzo yang selalu dalam benaknya.Alena menatap Kenzi seolah dia adalah Kenzo.
" Kenzo,aku merindukanmu.. Andai saja didepanku ini adalah kau,mungkin aku tidak bisa menahan keinginanku untuk memelukmu.. " Gumamnya dalam hati.
Setelah makan selesai Zayden pulang dan sebagian berkumpul diruang keluarga berbincang dengan Kenzi.
" Alena sepertinya Hanna terbangun.. "
" Ohh aku lupa ini sudah waktunya Hanna mandi.. "
" Kenzi kau lanjutkan berbincang dengan mereka,aku akan mengurus Hanna terlebih dahulu.. "
Kenzi hanya mengangguk,dalam pikirnya bertanya-tanya.. Siapa Hanna yanh disebutkan mereka.
" Yuzan.. Boleh aku bertanya? "
" Siapa Hanna? "
" Kenzi apa kau tidak tahu? Hanna itu putri Alena?"
" Alena punya anak selain Julian? "
" Kenapa? "
Lalu Yuzan menceritakan seluruh kejadiannya,Kenzi mengernyitkan dahinya.. Entah mengapa dalam hatinya semakin kuat rasa ingin memiliki Alena.
" Aku rasa Alena sekarang sangat tangguh.. "
" Hmm aku kira juga seperti itu,tapi diam-diam dia juga menahan kerinduannya terhadap Kenzo.. Kau bisa lihat dari tatapan matanya,kau lihat saat dimeja makan tadi? Tatapannya padamu seolah menatapnya seperti kau adalah Kenzo.. "
Kata-kata Yuzan sedikit menyadarkan Kenzi,bahwa tidak ada yang bisa menggantikan Kenzo dalam hati Alena.. Sekalipun Kenzi sangat mirip dengan Kenzo.
" Nahhh sekarang Hanna sudah cantik,Hello paman aku Hanna Young.. " Ucap Alena sambil menggendong Hanna.
Kenzi menatap Hanna,putri kecil yang cantik ini sangat mirip dengan Alena dan Kenzo,sungguh perpaduan yang seimbang.
" Hello Hanna bolehkah paman Kenzi menggendongmu? "
Hanna menatap Kenzi,lalu mengulurkan kedua tangannya pada Kenzi.. Menandakan dia setuju untuk digendong oleh Kenzi,seluruh orang tertawa melihat tingkah Hanna.
Kenzi menggendongnya,bercanda dengan Hanna. Alena menatapnya dan tersenyum
" Tuhan.. Rasanya aku seperti melihat Kenzo,jika dia tahu ini adalah putrinya mungkin dia akan senang,dia akan bercanda dengan Hanna seperti ini,seperti dulu dengan Julian.. " Gumamnya dalam hati.
Mata Alena berkaca-kaca melihat mereka,Kenzi menatap Alena.
" Yuzan,ayo ikut aku ke taman belakang melihat bunga yang kemarin aku tanam.. " Ucap pamannya.
" Aku juga akan ikut denganmu,Alena.. Kenzi kalian berbincanglah dulu biar Hanna aku yang mengajaknya main.. " Ucap bibinya.
Alena yangs sedaritadi menahan air matanya kini sudah tak terbendung .
" Menangislah Alena,aku tahu kau merindukannya bukan? "
" Maaf jika aku mengingatkanmu padanya.. "
" Tak apa Kenzi,aku memang seperti ini.. setiap kali aku merindukannya aku menangis seperti ini,rasanya sesak menahan rindu ini setelah bertahun-tahun,apalagi jika melihat Hanna aku merasa bersalah terhadapnya,sekarang dia menganggap Zayden sebagai Daddy nya. Sama seperti Julian dulu yang menganggap Kenzo adalah Daddynya.."
" Aku tidak pernah menyangka kehidupanku akan serumit ini.. " Sambungnya lagi.
" Kau tidak perlu merasa seperti itu,yang kau lakukan sekarang adalah membahagiakan anak-anakmu dan juga dirimu.. "
" Kenzi aku sudah lupa cara untuk bahagia,aku meninggalkan seluruh cintaku bersamanya,aku tinggalkan seluruh kenangan indahku disana,entah kapan aku bisa membuka hati untuk yang lain.. "
" Jika saja kau menginjinkanku untuk membahagiakanmu,aku bersedia menjadi seperti dirinya untukmu Alena.. "
Ddeeegggg... Hati Alena terkejut dengarnya,Alena menatap Kenzi dengan mata berkaca-kaca.
#Maaf yak update nya telat ceritanya kurang greget,author lagi butuh inspirasi dan dukungannya.. 😂😘🙏