I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
54. Rumah kita..



Alena dan Hanna sedang menunggu Yuzan didepan gedung perusahaan Han,Han Zhou menghampirinya Kenzo memperhatikan itu,lalu Kenzi datang meghampiri Kenzo.


" Dia sainganmu.. "


" Maksudmu? "


" Kau tidak tahu dia mendekati Alena,aku mencari Alena dan bertemu dengannya di Shenzen,dia mengajak Alena bekerja sama tentu itu jalan untuknya.. " Kenzi menceritakan apa yang terjadi selama di Shenzen.


" Kau tahu gadis kecil itu? "


" Kenzi,apa dia anak Alena dan Zayden? "


" Apa kau bodoh? Alena tidak pernah kembali pada Zayden,dia tidak pernah membiarkan laki-laki lain mendekatinya termasuk aku.. " Ucap Kenzi sambil tertawa.


" Lalu dia anak siapa? "


" Kau bisa menebak,nalurimu lebih tajam,perhatikan baik-baik wajah gadis kecil itu.. Aku pulang dulu,masih ada pemotretan.. " Ucap Kenzi meninggalkan Kenzo.


Tak banyak berpikir panjang,Kenzo menghampiri Alena dan Hanna.


" Alena bisakah kau ikut denganku? "


" Tapi aku akan pulang sekarang.. "


Kenzo mendorong kereta dorong Hanna menarik Alena,dia menggendong Hanna dan masuk kedalam mobil,Alena mengetuk pintu mobil Kenzo.


" Jika kau tidak ikut aku tidak akan memberikan Hanna.. "


" Apa hak mu atas anakku? "


" Anakmu? Dia juga anakku.. "


Alena terkejut mendengar ucapan Kenzo,dia masuk kedalam mobil dan Kenzo melajukan mobilnya menuju rumahnya,sesampainya dirumah Kenzo menggendong Hanna. Alena turun dari mobil menatap rumah mereka dulu.


" Selamat dtang kembali dirumah kita.. " Ucap Kenzo sambil tersenyum.


" Tak banyak berubah.. " Ucapnya sambil melangkah.


" Nona Alena.. " Sapa bibi Qin.


" Apakabar bibi.. " Ucap Alena sambil memeluknya.


Alena berbincang dengan bibi Qin sambil menunggu Kenzo turun dari kamar,tapi sudah setangah jam dia tidak turun dari kamarnya.


Akhirnya Alena memutuskan untuk menyusulnya. Alena membuka pintu kamar Kenzo dengan hati-hati,ternyata Kenzo sedang menidurkan Hanna,gadis kecil itu terlelap didalam pelukan Daddynya,Kenzo menatap gadia kecil itu.. Dia mengecup kening gadis kecilnya. Lalu bangkit dan menghampiri Alena.


" Kenapa kau selalu bersembunyi dariku? "


" Apa salahku masih tak bisa kau maafkan Alena? Kau tidak membiarkan aku menemukanmu,dan sekarang kau pulang membawa gadis kecil ini.. Apa kau tega menjauhkan dia dariku? Sayang.. Apa kau membenciku? "


Alena hanya diam,dia tak mampu menatap mata Kenzo.


" Maafkan aku,aku tidak pernah tahu jika saat aku pergi aku mengandung Hanna,aku tidak pernah tahu ini akan terjadi bahkan aku tidak ingin semua terjadi,tapi kau memaksaku melakukannya.. "


" Aku tahu Alena aku bersalah,aku tidak jujur padamu,tapi aku berani bersumpah bahkan demi diriku sendiri tak ada yang terjadi antara aku dan Betric aku hanya cukup kasihan dengannya.. Aku salah memang salah.. Maafkan aku Alena.. " Ucapnya sambil menatap Alena.


Alena diam hanya meneteskan air matanya.dia tak mampu menjawabnya.


" Alena,aku merindukanmu.. " Ucap Kenzo sambil merengkuh Alena kedalam pelukannya.


" Terimakasih kau sudah mau kembali,terimakasih memberikanku gadis kecil yang amat cantik.. Alena,apa kau mau kembali padaku? "


Alena mengangguk,pertanda dia mau kembali.


Kenzo bahagia dengan itu,dia semakin memeluk Alena dengan erat air mata menetes di pipinya,


" Kenzo jangan memelukku,aku masih bau keringat belum mandi.. " Ucap Alena sambil berusaha melepaskan dirinya.


" Aku lupa,tapi tak apa aku juga belum mandi.. Kita mandi bersama bagaimana? "


" Jangan melantur Kenzo.. " Ucap Alena sambil masuk kedalam kamar mandi.