
"Ada apa Zayden? Tolong jangan menarik tanganku seperti ini,aku mau pulang.. Putraku menungguku dirumah... "
" Putra? Bahkan sekarang kau sudah punya putra?berarti apa yang dikatakan kakakmu saat itu benar Alena,aku mencarimu semenjak kepergianmu Alena,4 tahun Alena.. 4 tahun.. Bahkan tak ada kabar sedikitpun untukku darimu,aku mau menjelaskan semuanya padamu Alena,beri aku kesempatan.. "
" Zayden maaf aku tidak bisa hari ini,putraku sudah menungguku dan aku tidak mau mendengarkan penjelasan apapun darimu Zayden.." Sambil menarik tangannya.
" Besok aku akan minta penjelasanmu,aku akan datang kerumahmu..atau kita bisa membicarakannya di apartemenku.. "
" Tuan Zayden anda bercanda,bagaimana aku tau apartemenmu sekarang,aku juga tak tau nomor teleponmu Tuan, aku bukan wanita yang biasa memanimu pada malam itu Tuan,aku wanita bersuami dan sudah memiliki putra..!! " Ucapnya sambil meninggalkan caffe..
Alena masuk mobilnya dan langsung injak gass..
Dia menangis terisak mengingat penghianatan Zayden pada malam itu,bagaimana rasanya diselingkuhi bahkan Alena melihat mereka melakukan hal yang dia tak sangka. Alena trus terisak menahan dadanya yang sesak,dia memberhentikan mobilnya ditepi jalan. Dia luapkan seluruh kesedihan yang dia pendam selama 4 tahun ini. Dia teringat akan kenangan 4 tahun lalu itu.
Alena menyesal melakukan hal bodoh itu dengan Zayden,sampai Alena hamil,dia pergi keluar negeri dalam keadaan mengandung Julian,disana dia berjuang sendiri bahkan melahirkan Julian dengan ditemani Emily asistennya. Sampai dia bertemu dengan Kenzo saat sedang mengembangkan karirnya di Makau padahal kakaknya bersikeras agar Alena kembali ke Tianjin,tapi dia tak mau melihat Zayden dan mengingat kesalahan terbesarnya yang dia lakukan dengan Zayden.Seiring berjalannya waktu Kenzo jatuh hati dan mereka berteman cukup lama. Bahkan Kenzo tahu segala sesuatu yang terjadi pada Alena,tapi dia menerima Alena apa adanya,dia juga menyayangi Julian seperti putranya sendiri,Kenzo tetap menikahi Alena. Saat itulah Kenzo menjadi suami Alena dan Daddy untuk julian.
Alena beruntung bertemu dengan Kenzo yang mau menerima keadaannya.
Saat tersadar dari lamunannya Alena menelpon Kenzo.
" Hallo sayang.. Aku merindukanmu.. " Sambil menahan tangisnya.
" Aku juga merindukanmu sayang.. " Kenzo mendengar tangisan yang ditahan oleh istrinya.
" Iya sayang aku menangis karena merindukanmu,cepatlah kemari,aku sungguh rindu Kenzo.. "
" Jangan menangis Alena,secepatnya aku akan menyusulmu. Setelah urusan trouble ini selesai "
" Kau bohong,kau bilang merindukanku tapi kau belum menyusul kita kesini.. Kau selalu sibuk dengan urusanmu.. "
" Minggu depan aku akan menyusul sayang,kau sangat merindukanku sepertinya.. "
" Sayang.. Terimakasih.. "
" Terimakasih untuk apa? "
" Kau sudah mau mencintaiku dan menerima Julian.. "
" Apa yang kau katakan sayang,kau adalah istriku dan Julian adalah putraku.. Aku tentu menyayangi kalian "
" Terimakasih sayangku terimakasih " Sambil mengusap air matanya, lalu menutup telponnya dan melanjutkan perjalanannya.
Disisi lain Kenzo merasa curiga dengan tangisan istrinya. Dia curiga dia menangisi hal yang berkaitan dengan Zayden,ingin rasanya Kenzo memeluk Alena dengan erat saat mendengar tangisnya.
" Aku merasa Alena berbohong,ada hal yang tidak baik. Aku harus secepatnya ke Tianjin " .