I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
1. Mimpi Itu Lagi..



" Zayden,kau memang tampan tubuhmu juga athletis aku suka.. "


" Aku juga suka dengan tubuhmu Freya,tubuhmu sangat indah.. Tapi tetap saja tubuh tunanganku jauh lebih indah.."


" Kau sedang mabuk denganku Zayden tapi kau tetap mengingat tunanganmu itu.. " Sambil membuka kancing kemeja Zayden..


" Tentu aku ingat,aku sangat mencintainya Freya. 2 minggu lagi bahkan kita akan menikah.. "


"Zayden,kau jahat.. Kau akan menikah dengannya tapi kau melakukan ini bersamaku.. "


" Aku hanya ingin bersenang senang saja denganmu Freya.. Aku tau kau menyukaiku sejak kau bekerja di perusahaanku.. " Sambil meraih pipi Freya


Zayden mencium Freya dengan begitu dalam,lumatan demi lumatan mereka lakukan..


Alena mendengar itu dan melihat apa yang mereka lakukan.. Dengan kuatnya dia menahan suara tangisnya yang pecah,hatinya sesak sekali,laki laki yang dia cintai selama bertahun tahun,yang akan menikahinya,bahkan ayah dari anak yang dikandungnya menghianatinya,kakinya lemas tak mampu menahan tubuhnya.. Dia terduduk dibalik lemari itu sambil menutup mulutnya dengan tangannya.. Dia telah salah mencintai seseorang bahkan sampai merelakan kesuciannya.


Dia tak bisa menahan dan tangisnya yang pecah.. Mereka tersadar dan mereka melihat Alena dibalik lemari itu..


Zayden kaget dan berusaha menarik Alena yang coba berlari..


" Alena kumohon dengarkan penjelasanku,aku sangat mencintaimu Alena,ini tidak seperti yang kau lihat sayang.. " Sambil mencoba memeluk Alena yang berontak


" Ppplllaaakkkk........ " Tamparan mendarat di pipi Zayden


" Kau bajingan Zayden " Sambil berlari keluar apartemen..


Zayden mencoba mengejar namun Alena sudah tak terlihat..


" Haaaahhhhh..... " Alena terbangun dengan keringat dinginnya..


" Sayang.. Kenapa?? Kau mimpi buruk? " Tanya Kenzo sambil memeluk Alena..


" Iya sayang aku mimpi buruk,aku bermimpi jatuh kedalam jurang.. " Alena berbohong..


" Ohh iya.. Kenapa kau sudah pulang sayang? " Alena mengalihkan pembicaraan Sambil memeluk kenzo yang ada disampingnya


" Pekerjaanku sudah selesai,dan beberapa jadwalku aku batalkan. Karena aku merindukan istriku yang cantik " Sambil memcium bibir Alena..


" Sungguh?? Kau merindukanku? " Sambil tersenyum..


" Bagaimana aku tidak rindu,kau dan Julian akan berangkat ke Tianjin besok tanpa aku.. Aku jelas akan merindukan kalian " Sambil memeluk Alena..


" Sayang,setelah urusanku selesai aku akan cepat pulang.. Atau kau bisa menyusul kita kesana ok ?".


" Mmmmm baiklah aku akan menyusul kesana,tapi saat ini aku merindukanmu.. Bisakah kita lakukan sekarang?? " Sambil menggoda Alena dan mendekatkan wajahnya pada Alena


" Sayang,nanti malam saja,aku takut Julian tiba-tiba Mencari kita kita.. "


" Aku tadi melihat Julian dikamarnya sedang tidur sayang.. " Sambil mencium bibir Alena..


Kenzo melepaskan kerinduannya pada istri cantiknya itu.. Mereka saling berciuman,saling melumat satu sama lain dan bercinta sampai pada titik puncaknya..


" Kau selalu membuatku rindu Alena " Sambil memeluk Alena


" Sudahlah hubby aku malu,aku mau mandi ok.. "


Wajahnya merah merona


" Tunggu sayang diamlah sebentar seperti ini,aku selalu ingin lebih lama bersamamu.. Alena aku selalu bahagia bisa memilikimu hidupku bahagia memilikimu dan juga Julian "


" Aku yang lebih beruntung sayang,memiliki suami tampan sepertimu dan mau menerimaku apa adanya,bahkan menerima Julian sebagai putramu" Sambil mencium bibir Kenzo..


" Kau begitu manis hubby " Sambungnya..


Lalu mereka pergi mandi bersama..