I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
56. Operasi?



Beberapa hari berlalu seluruh acara telah selesai,begitupun dengan ambisi Han Zhou yang padam setelah melihat kebersamaan Kenzo dan Alena kembali bersama,Julian melanjutkan sekolahnya di Makau,Kenzi secara terang-terangan mendekati Yuzan.


Kenzo sedang bersiap berangkat ke kantornya,Alena menyiapkan semuanya,Alena memasangkan dasi Kenzo,Kenzo menatapnya dengan senang,senyum nampak dari wajahnya.


" Kenapa kau melihatku seperti itu? "


" Kau semakin cantik,aku tidak bisa membayangkan jika suatu saat aku tidak bersamamu lagi.. " Ucap Kenzo sambil tersenyum pahit.


" Apa yang kau katakan,kau akan membalasku?kau akan meninggalkanku begitu? " Ucap Alena sambil memukul pelan bahu Kenzo.


Tiba-tiba Kenzo merasakan sakit kepalanya kambuh,pandangannya seketika kabur dan menjadi gelap,Kenzo pingsan badannya tertahan oleh Alena.


" Kenzo,bangun kumohon bangunlah.. " Ucap Alena sambil berusaha membangunkannya.


" Bibi Qin.. Bibi Qin.. " Teriak Alena dengan panik.


" Ya Tuhan.. Tuan.. Apa yang terjadi? "


" Bantu aku membawanya kedalam mobil.. Nanti telpon Dori untuk mengantarkan Julian kesekolah dan tolong jaga Hanna bibi Qin.. " Ucap Alena sambil memboyong Kenzo bersama bibi Qin.


Alena melajukan mobilnya menuju rumah sakit,Kenzo masuk ke ruang Unit Gawat Darurat.


Alena terus menghawatirkannya,dia sangat panik,air mata terus menetes di pipinya.


Yuzan,Kenzi,Emily bahkan Zayden datang kerumah sakit untuk menemani Alena.


Doktwr keluar dari ruangan itu,Alena dan yang lainnya menghampirinya.


" Bagaimana keadaan suamiku? "


" Kami harus segera melakukan tindakan operasi,jika terus dibiarkan seperti ini kerusakan pada sarafnya akan terus belanjut.. "


" Lalu sekarang kita harus bagaimana dokter? " Tanya Kenzo dengan hawatir.


" Sekarang kita harus menunggu dia sadar terlebih dahulu,kita harus menunggu persetujuannya,kalian bisa melihatnya kedalam ruangannya tapi jangan mengganggu ketenangannya.. "


" Baiklah terimakasih Dokter.. "


Alena terduduk,kakinya lemas mendengar itu,air mata tambah deras mengalir dipipinya.


Alen masuk kedalam ruangan itu dengan derai air mata,ini kali keduanya melihat Kenzo terbaring tak berdaya bahkan tanpa kesadarannya. Alena manatapnya dengan penuh kesedihan,dia memegang tangan Kenzo,dan tertunduk.


" Semua salahku.. Maafkan aku,maafkan aku jika aku tidak pergi semua tidak akan terjadi,tidak akan seperti ini.. "


" Sayang.. Bangunlah.. Kumohon kau harus kiat kau harus bangun demi aku dan anak-anak kita.. Kau harus bangun mereka membutuhkanmu,jika kau tidak bangun aku akan mencari Daddy baru untuk mereka.. " Ucap Alena sambil terus menangis.


" Apa kau akan tega mencari Daddy baru untuk mereka? " Ucap Kenzo dengan lirih sambil tersenyum.


" Kau sadar sayang.. Terimakasih tuhan.. "


" Apa yang kau rasakan sekarang? " sambung Alena lagi.


" Aku merasa pusing,sepertinya aku belum mendapati ciuman pagiku.. " Ucap Kenzo dengan candaannya.


" Lihatlah saat keadaan seperti inipun kau masih bisa bercanda.. Aku menghawatirkanmu.. " Ucap Alena sambil memeluk Kenzo.


" Kenzo,bagaimana mungkin kau meyembunyikan semua ini dariku? Aku tau semuanya,aku tau kecelakaan yang menimpamu.. Maafkan aku,karena aku kau menjadi seperti ini.. Maafkan Aku.. " Ucap Alena kembali meneteskan air matanya.


" Ini semua bukan salahmu,ini semua sudah takdir Alena,mungkin ini akibat aku berbohong padamu,jangan menangis lagi.. " Ucap Kenzo sambil mencium kening Alena.


" Kenzo kau harus sembuh.. " Ucap Kenzi sambil masuk kedalam.


" Tentu aku akan sembuh.. "


" Kau harus segera di operasi agar kau bisa sehat kembali.. " Sahut Zayden


" Hey.. Lihatlah kalian nampak kompak hari ini.. " Ucap Kenzo sambil tersenyum.


" Kenzo,kenapa kau tidak ingin melakukan operasi dari dulu? " Tanya Kenzi


" Aku tadi berbincang kembali dengan Dokter yang menanganimu,dia memintamu agar melakukan operasi dari dulu tapi kau selalu menolak.. "


" Kenzi jika kau sudah tahu,aku menunggu saat seperti ini,aku menunggu Alena kembali bersamaku,aku menolak melakukan operasi itu karena aku takut operasi ini tidak berjalan lancar dan... Aku tidak bisa melihat Alena selamanya.. "


" Alena.. Dokter bilang saat itu kemungkinan berhasilnya hanya 60-40%,aku memikirkan hal itu,jika saat itu kau belum kembali aku terus menolaknya,tapi sekarang kau sudah kembali bersamaku.. Aku tidak akan takut lagi untuk operasi,jika nanti sesuatu terjadi padaku,setidaknya hari hariku sebelumnya bahagia bersamamu.."


Semua orang membeku mendengar perkataan Kenzo,Yuzan dan Emily meneteskan air matanya.


Alena memeluk Kenzo dan menangis.


" Maafkan aku sayang,maafkan aku karena pernah meninggalkanmu,aku berjanji untuk selalu disampingmu apapun yang terjadi,kau harus berjanji kau akan sembuh,kau harus kuat untukku juga anak-anak kita.. " Tangis Alena semakin pecah,hatiku terasa sakit terasa remuk mengingat keadaan Kenzo,dan juga mengingat anak-anaknya.


" Kenzi,aku ingin berbicara 4 mata denganmu.. Sayang bolehkah aku berbicara dengan Kenzi.. "


" Baiklah,kami akan keluar sebentar.. " Ucap Alena. Lalu Alena,Yuzan dan Zayden juga Emily pergi meninggalkan ruangan itu.


" Kenzi.. Sekarang keadaanku seperti ini,dan kau tahu jika aku melakukan operasi kemungkinan keberhasilannya hanya sedikit,kau harus belajar mengelola perusahaan.. "


Kenzo dan Kenzi berbicang cukup lama,setelah itu Kenzi keluar mencari yang lainnya.