I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
59. Aku Merindukanmu..



1 Tahun berlalu,semenjak kepergian Kenzo Alena hanya sibuk dengan pekerjaan dan anak-anaknya saja,dia memutuskan untuk tidak mencari pengganti Kenzo,dia memutuskan untuk tinggal di Makau,Yuzan kembali ke Shenzen dan sesekali berkunjung ke Makau Dan Kenzi mengurus perusahaan yang dikelola Kenzo dulu,Zayden masih sibuk dengan pekerjaannya dan Han Zhou telah melupakan Alena dan menikah dengan Bella sekretarisnya.


Alena berubah menjadi seorang wanita yang dingin tak banyak bicara bahkan ramah tamahnya kepada oranglain berkurang,kecuali orang terdekatnya,seperti bukan Alena pada saat bersama Kenzo.


Pagi itu Hujan turun,Alena diam dibalkon kamarnya menatap setiap tetesan air hujan. Rasa rindu selalu bergemuruh didalam hatinya,ketika dia merindukan Kenzo,dia selalu menatap foto Kenzo,membuka beberapa videonya dengan Kenzo.


" Sayang hari ini hujan turun,daun daun itu basah,dan bunga yang kita tanam bersama selalu berbunga.. Kenzo aku merindukanmu,sangat merindukanmu.. " Ucap Alena dengan lirih sambil memejamkan matanya membayangkan wajah Kenzo yang sedang tersenyum.


" Mommy.. Ini hari libur,apa kita tidak akan pergi berlibur? " Rengek Julian menghampiri Alena.


" Maaf sayang,Mommy lupa.. Mommy terlalu kelelahan,Mommy akan telpon Daddy Zayden untuk menemani kalian berlibur.. "


" Mommy.. Aku merindukan Daddy.. " Ucap Julian sambil tertunduk.


" Sayang.. Mommy tahu kau merindukannya,begitupun dengan Mommy.. " Ucap Alena sambil tersenyum pahit sambil memeluk Julian.


" Kau menyayangi Daddy mu bukan? Kau harus jadi anak yang kuat,kau tidak boleh cengeng,kau harus setangguh Daddy.. " Ucap Alena sambil mencium kening Julian. Julian hanya mengangguk.


" Baiklah,Mommy akan menelpon Daddy Zayden.."


Handphone Alena berdering dilihatnya Kenzi menelponnya.


" Ada apa? " Tanya Alena dengan datar.


" Hari ini akan diadakan rapat dewan direksi mendadak,kau harus menghadirinya.. "


" Tapi ini hari libur,bisakah.. "


" Tidak bisa semua harus ikut,aku mengerti tapi setidaknya luangkan waktumu untuk menghadirinya,ini menyangkut Kenzo Company dan sebagai pemegang saham terbesar kau harus hadir.. " Ucap Kenzi dengan nada tegas


" Baiklah aku akan bersiap.. "


Karena setelah kepergian Kenzo,Alena menjadi pemegang saham terbesar,sebagian besar saham itu adalah punya Kenzo.


Alena bersiap untuk pergi ke perusahaan Kenzo.


Alena turun untuk menemui Julian yang sedang bermain dengan Hanna juga bibi Qin.


" Julian.. Mommy akan pergi rapat ke kantor Daddy,kita akan berlibur besok saja,bolehkan? " Ucap Alena sambil memegangi pipi Julian


" Baiklah Mommy pergilah.. Aku akan bermain dengan Hanna dan bibi Qin hari ini,cepatlah kembali dan bawa ice cream untukku juga Hanna.." Ucap Julian sambil mencium pipi Alena.


Alena tersenyum dengan tingkah Julian,sikapnya benar-benar mirip dengan Kenzo.


" Anak baik,terimakasih sudah mengerti.. Hanna Mommy akan pergi sebentar,kau bermain dengan kakak juga bibi Qin.. "


" Baik Mommy.. "


Alena menciumi anaknya satu persatu dan pergi mengemudikan mobilnya.


Tiba dikantor Kenzo,Alena menghela nafasnya menatap gedung didepan matanya. Sebenarnya dia tidak mau datang ke perusahaan Kenzo karena hatinya masih berduka meskipun setahun berlalu,Alena melangkahkan kakinya,semua karyawan menyapanya dan memberinya hormat.


Beberapa koleganya sudah berada diruang rapat,Alena masuk terlebih dahulu keruanhan Kenzo,dia mengenang pertama kali pertemuannya.


" Aku selalu ingat sayang pertama kali kita bertemu,wajahmu sangat dingin juga sombong,aku memakimu habis-habisan,kau hanya diam menatap dan memeprhatikam setiap ocehanku.. aku bahkan semakin kesal ketika kau tidak memberikan tanggapan apapun,tapi aku tidak menyangka aku bisa membuatmu luluh hanya dengan tangisanku.. " Ucap Alena sambil tersenyum pahit.


" Mrs.Alena.. rapat akan segera dimulai.. " Ucap Willy sambil membungkukan badannya memberu hormat.


Alena bergegas dan masuk keruangan itu,semua mata memandangnya,bukan Alena jika tidak menjadi pusat perhatian meskipun dengan kehadirannya.


" Terimakasih.. " Jawab Alena


Kenzi terus menatap Alena,wajah Alena semakin dingin,tatapan kesepian terlihat dari matanya,dia duduk tanpa banyak berkata,hanya membuka-buka berkas yang ada didepannya,Kenzi terus menatapnya tanpa berpaling.


" Kenapa kau menatapku seperti itu Kenzi? "


" lihatlah bahkan sekarang tatapanmu sama seperti kakak mu.. " Ucap Alena dengan nada dingin.


" Alena sejak kapan kau menjadi orang yang dingin seperti ini? " Tanya Kenzi.


" Kenapa kau menanyakan ini? Bukankah kau tahu alasannya? "


" Kenzi style mu hari ini mengesankan,kau menirukan kakakmu.. Ya tuhan,inilah alasan mengapa aku enggan kemari dan malas bertemu denganmu,kau selalu mengingatkan aku dengan kakakmu.. " Ucap Alena dengan senyum pahit.


" Apa kau berusaha melupakan kakak ku selama ini? "


" Pertanyaan macam apa itu? Seumur hidupku aku tidak akan bisa melupakannya,bahkan jika aku berusaha aku tidak akan bisa.. "


" Baiklah semua sudah berkumpul,kita mulai rapat hari ini.. Maaf sebelumnya mengganggu hari libur kalian semua.. " Ucap Kenzi sambil berdiri.


Rapat dilaksanakan sampai tuntas,Alena keluar tergesa-gesa dari ruangan itu,dia terus melihat jam tangannya sambil berjalan. Tapi siapa sangka Kenzi sudah berada di loby,menunggunya.


" Alena.. Aku ingin menanyakan sesuatu,bisakah kita berbincang sebentar? "


Alena berhenti lalu membalikan badannya,dan membuka kembali kacamatanya.


" Ada apa? " Tatap Alena pada Kenzi


" Ya Tuhan,apa aku terlalu merindukan Kenzo? Kenapa semakin hari Kenzi semakin mirip dengan Kenzo?apa karena mereka kembar? Bahkan mungkin kupingku juga bermasalah,suaranya mirip sekali dengan Kenzo.. " Gumam Alena dalam hati.


" Apa kau ada waktu hari ini? "


" Baiklah,tapi hanya sebentar. Aku harus cepat pulang kerumah,karena anak-anak sedang menunggu.. "


Alena dan Kenzi pergi kekantin perusahaan. Mereka duduk dan memesan minuman.


" Apa saja yang kau lakukan selama ini? "


" Tidak ada,aku hanya bekerja dan mengurus anakku,apalagi yang bisa aku lakukan sekarang Kenzi.. Kenapa kau terus menanyaiku hal ini.."


" Apa yang kau lakukan selama dirumah,apa kau tidak merasa bosan bekerja dan pulang kerumah.."


" Aku tidak merasa bosan,banyak yang aku lakukan,aku mengurus anak-anak,juga berkebun.."


" Apa? kau berkebun? "


" Apa kau baru tahu ini? sekarang aku suka berkebun,tepatnya dulu aku dan Kenzo suka menanam bunga bersama ditaman rumah kami dan sekarang bunga-bunga itu bermekaran bahkan sepanjang hari.. "


" Baguslahh.. " Ucap Kenzi sambil menatap Alena.


" Bolehkah aku datang kerumahmu besok? " Tanya Kenzi lagi.


" Kau ini kenapa?hari ini kau aneh sekali.. Tentu saja boleh,datanglah temui keponakanmu,besok aku akan mengajak mereka pergi ke pantai..aku harus pulang sekarang Kenzi.. Terimakasih untuk hari ini.." Ucap Alena sambil pergi meninggalkan Kenzi lalu melambaikan tangannya sambil berbalik.


Kenzi tersenyum melihat tingkah Alena,yang pintar menyembunyikan perasaannya.