
Operasi sedang berlangsung,Alena terus berdo'a,Kenzi terus berjalan bolak balik,Zayden duduk dengan wajah tegangnya,Emily duduk disaming Alena sambil mengelus bahu Alena.
3 jam berlalu Dokter masih belum keluar dari dalam ruangan operasi,Kenzi menatap jam tangannya,dia melirik Alena yang sedang bersedih air mata terus mengalir dipipinya.
" Alena kau harus kuat.. " Gumam Kenzi.
Setelah 4 jam dokter keluar dari ruangan operasinya.
" Dokter bagaimana keadaan suamiku? " Tanya Alena dengan penuh hawatir
Dokter menghela nafasnya dan tertunduk.
" Maafkan aku Nona Alena,kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi.. "
" Apa yang kau katakan dokter,katakan dengan jelas.. " Ucap Kenzi sambil mengerutkan dahinya.
Air mata Alena mulai menetes kembali.. Sekejap dia memejamkan matanya.
" Kami sudah berusaha semaksimal mungkin,tapi Tuan Kenzo tidak bisa bertahan,operasinya tidak berhasil... "
Rasanya seperti tersambar petir disiang hari,hati Alena remuk,hatinya sakit terasa ditusuk ribuan pedang,kakinya tidak bisa menopang tubuhnya,dia terjatuh dan tertunduk didepan ruang operasi, Alena menangis sejadinya,Kenzi tertunduk,Zayden dan Emily membantu menahan badan Alena yang berjalan dengan terhuyung kedalam ruang operasi.
" Tidak mungkin.. Tidak mungkin.. Kau sudah berjanji padaku Kenzo,kau sudah berjanji untuk sembuh.. Apa yang kau lakukan suamiku,kenapa kau pergi meninggalkanku? Kenapa? Kau bilang kau mencitaiku bukan? Kita akan menua bersama,kenapa kau melakukan ini.. " Teriak Alena sambil menangis.
" Alena tenangkan dirimu,kau harus kuat,kau harus tabah.. " Ucap Emily sambil mengelus pundak Alena.
Alena menatap wajah Kenzo yang pucat,dia menangis sejadinya.
" Bangun.. Kumohon bangun.. Kau tidak bisa meninggalkanku,apa kau tidak sayang dengan anak-anak kita? Bangun sayang aku mohon.. "
" Alena.. Kau harus kuat,kau harus bisa menerima.. " Ucap Kenzi dengan mata berkaca-kaca.
" Katakan pada kakakmu untuk bangun Kenzi,kalau tidak aku akan meninggalkannya lagi.."
Tiba-tiba Alena pingsan,Emily berusaha menahan Alena,dia memanggil dokter.Alena dibawa dan diperiksa.
" Bagaimana Dokter ? " Ucap Emily.
" Dia mengalami guncangan yang hebat.. "
" Lalu bagaimana? "
Handphone Emily berbunyi dilihatnya Yuzan menelponnya.
" Bagaimana Emily? "
Emily keluar dari ruang rawat Alena.
" Yuzan.. Operasi Kenzo gagal,dia sudah tiada.. "
" Apaa??apa kau bercanda Emily? Lalu bagaimana dengan Alena? "
" Dia pingsan dan sedang dirawat sekarang.. "
" Aku akan kesana,tunggu aku sebentar.. " Lalu Yuzan mematikan telponnya dan bergegas menyusul.
Beberapa saat berlalu Alena tersadar dan meneteskan air matanya,dia menatap langit-langit ruangan itu,dia memejamkan matanya,dalam benaknya muncul seluruh kenengan bersama Kenzo,air matanya terus mengalir.
" Kenzo.. Apa aku bisa hidup tampamu sekarang? Bagaimana mungkin aku bisa bertahan sekarang?bagaimana aku akan menjawab anak-anak kita jika mereka menanyakanmu? Aku tidak sanggup menjawabnya Kenzo.. Bahkan membayangkannya saja aku tidak sanggup.. " Ucapnya dengan lirih.
Akhirnya mereka kembali ke kediaman Kenzo dan Alena,rumah itu sekarang hampa bagi Alena,dia tak mampu terbangun dia tak sanggup menatap suaminya yang sekarang hanya terdiam kaku dengan wajah pucat tanpa senyuman diwajahnya.
" Alena apa kau akan ikut upacaranya? "
" Aku tidak sanggup melihatnya Kenzi,lakukan saja tanpa aku.. Tak apa.. " Ucapnya dengan lirih tanpa melihat kearah Kenzi.
Alena sangat terpukul dan amat kehilangan Kenzo,dia hanya bisa menatap Hanna yang tengah tertidur,sementara Julian diajak pergi oleh Leya dan Jerry.
Upacara pemakannya telah selesai,Alena masih mengurung dirinya didalam kamarnya dan terus meratapi kepergian suaminya.
Yuzan dan Emily mengetuk pintu kamar Alena,tapi tak ada jawaban. Tapi pintunya tak terkunci,dilihatnya Alena sedang duduk dikursi balkonnya itu,dia menatap langit cerah itu dengan baju dukanya.
" Kenzo.. apalagi yang harus aku lakukan sekarang? kepergianmu begitu cepat,rasanya aku ingin pergi bersamamu.. " Ucap Alena sambil menangis.
" Alena,kau belum makan.. Kau harus makan,aku membawakan makanan untukmu.. " Ucap Emily
" Aku tidak lapar.. " Jawab Alena.
" Aku tahu,tapi kau harus makan Alena.. " Sahut Yuzan.
Alena tak menjawab dia hanya diam dengan tatapan kosong,matanya sembab tak banyak bicara bahkan diam mematung hanya mengeluarkan air mata.Dalam benaknya separuh hidupnya sudah pergi,entah bagaimana dia menjalani hidup kedepannya,tapi bagaimanapun masih ada Hanna dan Julian yang membutuhkannya.