I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
7. Berkecamuk..



" Alena,ayo kita makan..bukankah kau lapar karna belum makan?" Ledek Zara..


"Kau selalu tau aku Nona Zara. Rain,Abigail kalian sudah makan? " Sambil memotong steak didepannya tanpa menghiraukan Zayden..


" Kita barusan sudah makan.. " Sahut Abigail.


Setelah selesai makan,ada salahsatu client Alena,melihat Alena,Zayden dan temantemannya,dan menghampiri mereka..


Tiba-tiba Lucy dan Ibunya datang ke Caffe Zara.dia menyipitkan matanya dari kejauhan..


" Bukankah itu Alena?kemana Kenzo? Apa dia tidak ikut pulang kesini? Ahh ya ampun,benarkah yang aku lihat ini? " Sambil menyeringai memperhatikan mereka.


" Ibu ayo ikut aku menyapa Alena.. " Sambil berjalan menuju meja mereka.


" Yaa ampun nona Alena Yong? Tuan Zayden jian? Kalian sedang makan bersama.... "


" Ahh Lucy kau sedang di Tianjin juga? Ini Zara,Rain dan Abigail.. Iya kita sedang makan bersama.. " Sambil tersenyum


" Ibu perkenalkan ini Alena,dia Designer perhiasan no 1 di Makau dan dia juga adalah istri Kenzo.. " Sambil pura pura tersenyum.


" Hallo nona Alena,senang bertemu dengan anda disini " Sambil mengulurkan tangannya.


" Senang bertemu denganmu juga Nyonya,ya perkenalkan,ini teman teman sekolahku disini.." Sambil membalas uluran tangannya dan tersenyum..


" Hooo jadi mereka teman sekolah,bukankah aku dengar dia itu mantannya Zayden.tidak kusangka dia sengaja bertemu tanpa Kenzo " Gumam Lucy dalam hatinya.


" Kau benar sayang,dia begitu cantik dan anggun,bagaimana tidak Kenzo begitu jatuh cinta padanya "


Deg... Jantung Zayden tiba Terasa sesak.


"Kenzo? Suami Alena?apa yang aku dengar ini benar? " Gumamnya dalam hati yang sedang berkecamuk dan terasa sesak itu.


" Terimakasih atas pujian anda Nyonya,putri anda jauh lebih cantik.. " Sambil tersenyum dan sedikit melirik wajah Zayden.


" Kalau begitu saya permisi Alena,maaf mengganggu waktumu"


"Tidak sama sekali Lucy.." Sambil tersenyum..


Mereka pergi meninggalkan meja dan Zayden masih menatap Alena dengan penuh pertanyaan yang berkecamuk dalam hatinya. Melihat ekspresi Zayden,Zara menarik Alena.


" Alena,aku rasa kau sekarang harus mengatakan segalanya pada Zayden "


" Ayolah Zara tidak ada lagi yang harus aku katakan padanya,aku sudah menikah dan dia sudah diberitahu oleh kakakku bukan?"


" Tapi dia tak percaya Zara,itulah alasan sampai saat ini dia belum menikah,dia sepertinya masih menantimu dan ingin menjelaskan yang terjadi 4 tahun lalu "


" Baiklah jika itu yang dia mau,tapi aku akan pulang sekarang, Julian menungguku "


" Baiklah kalau begitu hati hati ok.. "


Disisi lain Rain dan Abigail dan Zayden melihat mereka..


" Zayden,mungkin sudah tak ada gunanya kau menjelaskannya pada Alena " Kata Rain..


" Tapi itu tidak adil untuknya Rain,Zayden sudah mencarinya selama 4 tahun,tapi setelah dia pulang. Dia sudah bersuami,setidaknya kau harus menjelaskan masalah 4 tahun yang lalu,agar Alena bisa memaafkanmu Zayden,meskipun sekarang tak ada harapan lagi.. "Kata Abigail Sambil melirik gelasnya..


Ketika Alena dan Zara kembali ke mejanya dan berniat untuk pamit..


" Zayden,Rain,Abigail.. Aku pamit pulang,aku sudah terlalu lama disini,sampai jumpa.."


Saat Alena melangkahkan kakinya,tangannya ditarik oleh Zayden.. Alena menatap Zayden dengan tatapan ngeri melihat ekspresi Zayden yang hatinya tengah berkecamuk.