I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
43.Belum Tergantikan..



" Kenzi maafkan aku tapi seperti yang aku katakan,Kenzo masih belum bisa tergantikan.. Awalnya aku merasa aku bisa melupakannya,sama seperti dulu aku melupakan Zayden,tapi untuk Kenzo aku belum bisa bahkan sepenuhnya.. "


Kenzi hanya diam mendengar itu. Lalu dia tersenyum sambil tertunduk.


" Alena betapa beruntungnya kakakku pernah memilikimu,awalnya aku bertekad untuk mengambilmu darinya,tapi sekarang aku mengerti cintamu masih begitu kuat untuknya.. "


" Aku pun tak pernah tahu hal ini,padahal dia sudah membohongiku tapi aku masih tetap pada perasaan yang sama.. " Ucap Alena sambil tersenyum dan mengusap air matanya.


" Kenzi ini sudah larut lebih baik kita beristirahat,kau bisa tidur dikamar Julian.. Mungkin dia sudah tidur sekarang.. "


" Baiklah.. Selamat malam Alena.. "


" Selamat malam Kenzi.. "


Lalu mereka pergi kekamarnya masing-masing.


Disisi lain Kenzo menatap cincin yang dihadiahkan oleh Alena beberapa tahun lalu.


" Alena.. Aku merindukanmu,aku merindukan senyummu,candamu,harum aroma tubuhmu,semua tentangmu.. Tak ada yang bisa menggantikan semua yang ada pada dirimu,Alena kapan kau akan kembali.." Sambil menghela nafasnya.


Kenzi menatap Julian mengusap wajah kecil keponakannya itu.


" Aku berjanji akan menyatukan Mommy dan Daddy mu lagi.. " Lalu mematikan lampu tidurnya.


Disisi lain Alena mengambil Handphonenya,dia mengotak ngatik beberapa kontak,dia berniat menghubungi Emily.


" Apa Emily sudah tidur? Aku ingin menelponnya tapi aku takut mengganggu... Tapi aku akan coba.."


Lalu Alena menelponnya.


" Hallo Alena,ada apa? "


" Apa aku mengganggumu Emily? "


" Tidak,aku baru saja membereskan pekerjaanku.."


" Apa kau bekerja lembur Emily ? "


" Tidak aku hanya memeriksa beberapa berkas,Alena ini sangat melelahkan.. Andai kau kembali ke Makau aku tidak akan sering lembur seperti ini.. " Keluh Emily.


" Emily,minggu depan aku akan pulang ke Makau.."


" Apa? Apa aku tidak salah mendengarnya? "


" Tidak.. Kau tau Han Zhou? Aku menerima tawaran kerjasama dengannya,dia mengadakan pertandingan olahraga persahabatan aku sudah memutuskan aku akan ikut .. "


" Alena kau tahu aku sangat senang mendengar ini,tapi jika kau pulang apa kau akan siap bertemu dengan Kenzo lagi? "


" Aku siap.. Aku sudah memutuskannya lagipula aku merasa bersalah pada Hanna aku tidak boleh melakukan hal yang sama seperti pada Julian,meskipun mungkin kita tidak bisa kembali seperti dulu.. "


" Alena boleh aku bertanya? "


" Apa kau masih mencintai Kenzo? "


Alena terdiam mendengar pertanyaan Emily..


" Maaf Alena aku tidak bermaksud.. "


" Aku masih mencintainya..kau tahu Emily,seseorang pernah berkata semakin kita ingin melupakan seseorang yang berarti dalam hidup kita,semakin kita menginginkannya dan selalu ingin tahu tentangnya.. " Ucapan Alena memotong perkataan Emily. Emily tersenyum mendengarnya.


" Apa kau tahu Alena,Kenzo sering berkunjung ke kantor kita,dia sering bertanya kabar tentangmu tapi aku masih berusaha menutupinya sampai sekarang,jika kau nanti pulang kau katakanlah sejujurnya... Aku tidak enak terus berbohong seperti ini.. " Ucap Emily sambil tertawa.


" Maaf selalu merepotkanmu Emily.. "


" Aaahh ya ngomong-ngomong soal pertandingan persahabatan kau akan ikut apa? "


" Aku akan ikut tenis lapangan,kau bagaimana apa yang akan kau ikuti? "


" Entahlah Alena,kau tahu aku payah dibidang olahraga.. Apa kau disana sering bermain tenis lapangan? "


" Besok aku akan berlatih dengan Han Zhou.. "


" Apa? Han Zhou? Untuk apa dia melatihmu? "


Lalu Alena menceritakan segalanya tentang Han Zhou pada Emily..


" Aku rasa dia memiliki perasaan terhadapmu Alena.. "


" Mana mungkin,jika dia mau mungkin saat kita masih disekolah yang sama dia sudah mengatakannya.. "


" Lalu apa kau tertarik padanya? "


" Hmmm dia memang tampan,penampilannya mengagumkan,juga sikap ramahnya terhadap semua orang mungkin membuatnya jadi idaman para wanita,tapi aku tidak ada perasaan seperti itu.. "


" Setampan apa dia?" Ucap Emily dengan penasaran.


" Apa kau mau aku kenalkan padanya? " Ucap d Alena sambil tertawa.


" Kau sedang meledekku Alena? Teruslah seperti itu aku ini kan lajang yang kesepian.. " Ucap Emily sambil tertawa.


" Kenapa kau belum mencari cinta sejati seperti yang kau mau itu? "


" Belum ada yang cocok.. " Keluh Emily.


" Baiklah nanti aku akan kenalkan dia jika aku pulang nanti.. "


" Kau pergilah tidur,aku juga akan tidur sekarang.. " Sambung Alena lagi.


" Baiklah.. Selamat malam Alena.. " Lalu Emily menutup telponnya dan langsung membuka laptopnya mencari tahu tentang CEO Han Company itu.


" Wahhh tampan sekali... " Ucap Emily dengan wajah sumringah.