I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
32. Kau sudah tahu?



Alena melangkah membawa Julian,sedangkan Zayden menghampiri Kenzo.


Kenzo hanya bisa menatap kepergian istri dan anaknya,Kenzo berdiri dan melangkah berniat mengejar Alena dan Julian,tapi Zayden menahannya.


" Zayden,kau sudah tahu Julian anakmu? Kapan kalian bertemu? " Tanya Kenzo


" Aku menemuinya dikantornya,kau bahkan tidak tahu ini.. Kau terlalu sibuk menemani Betric,dia menceritakan semua,kita sudah menyelesaikan masalah 4 Tahun lalu,Alena sudah memaafkanku.."


" Kenzo mungkin saat ini dia masih terikat denganmu,apa kau ingat aku bilang aku akan mengambil mereka darimu? Terimakasih sudah memberiku celah yang sangat lebar,aku tahu Alena masih terikat denganmu saat ini.. Tapi akan kupastikan dia kembali padaku secepatnya.. " Sambil menyeringai dan melangkah membalikam badannya.


" Tunggu Zayden,kau tidak akan pernah bisa merebutnya dariku,pertama ini semua salah paham,mungkin benar aku tidak jujur padanya sehingga dia pergi meninggalkanku,tapi aku tidak pernah menghianatinya seperti apa yang kau lakukan,kedua dia sangat mencintaiku dan akan terus mencintaiku,dan juga aku masih berstatus suaminya,kau jangan terlalu optimis.. "


" Terserah kau saja.. " Melangkah meninggalkan Kenzo tapi langkahnya terhenti lalu kembali menghampiri Kenzo


" Aku hampir lupa,ada beberapa bukti tentang Betric kuharap kau bisa memikirkan tindakanmu.. Alena tidak terlibat dalam hal ini dia tak tau soal ini.. " Ucap Zayden sambil menyerahkan amplop coklatnya lalu pergi meninggalkan Kenzo. Kenzo membuka amplop coklatnya,dilihatnya foto Betric dan Michael yang sedang tidur bersama. Mata Kenzo membelalak melihatnya Kenzo tak menyangka Betric akan berbohong lagi,meskipun Kenzo tidak kembali pada Betric tapi hatinya sedikit sakit melihat ini.


Karena tindakannya yang merasa kasihan dan bersalah terhadap Betric sudah mendorong Alena pergi darinya.


Kenzo hanya bisa duduk tertunduk melihat mereka pergi.


Handphonennya berbunyi,dilihatnya Dori menelpon.


" Tuan,bisakah kau kembali ke perusahaan? "


" Ada apa? "


" Nona Emily mengantarkan sepucuk surat untukmu.. "


" Baiklah tunggu aku.. " Lalu menutup telponnya dan bergegas.


Diperjalanan Alena hanya diam menutupi wajahnya dengan sapu tangannya,airmatanya terus mengalir,hatinya sakit sangat sakit.


" Kenzo,aku mencintaimu Kenzo.. " Gumamnya dalam hati.


Alena menatap Julian dan memeluknya dengan tangisan.


" Maafkan Mommy sayang.. Maafkan Mommy.. "


Zayden hanya bisa terdiam melihat wanita yang dicintainya menangis,ingin sekali dia memeluknya menenangkannya seperti dulu,tapi karna kebodohannya dia kehilangan wanita ini.


Julian tertidur dalam pelukan Alena,Alena hanya diam dengan matanya yang sembab,dia menatap jalanan yang dilaluinya,sama seperti yang terjadi 4 Tahun lalu,hanya saja bedanya dulu dia pergi dengan meninggalkan kebenciannya sekarang dia meninggalkan cintanya.


" Alena,kau harus tegar.. Ini jalan yang kau pilih.." Ucap Zayden dengan nada lirih.


" Ya.. "


" Terimakasih Zayden atas bantuanmu hari ini.. " Ucap Alena sambil terus menatap sepanjang jalan


" Alena,apa ini yang terjadi saat 5 tahun lalu,apa kau menangis seperti ini? Rasanya hatiku sakit melihat tangismu,Alena jika saja waktu bisa ku putar kembali,mungkin kita sedang bahagia sekarang.. Tak akan ada tangisan seperti ini.. Maafkan aku Alena,maafkan aku.. " Gumam Zayden dalam hatinya.


Disisi lain Kenzo membaca sepucuk surat yang disampaikan Emily .


" Kenzo.. Terimakasih atas segalanya,terimakasih atas kasih sayangmu selama ini,terimakasih sudah menjadi suami dan ayah yang terbaik. Sekarang aku pergi Kenzo,berbahagialah dengan cinta pertamamu,cintamu yang selama ini menunggumu,mulailah kehidupan barumu tanpa aku dan Julian.. Aku berdo'a agar kalian bahagia,jangan hawatirkan aku,aku akan baik-baik saja. Mungkin inilah takdir cinta kita.. terimakasih untuk cinta yang luar biasa ini dan terimakasih atas kebohonganmu selama ini.."


Kenzo tertunduk sambil meneteskan air matanya.


" Kenapa.. Kenapa aku bodoh,kenapa aku mendorongnya pergi meninggalkanku.. Kenapa.....?! " Teriak Kenzo.


Beberapa hari berlalu,tak ada yang dilakukan Kenzo. Dia hanya berdiam diri dirumahnya merenungkan semua yang terjadi,kehilangan istri yang dicintainya dan anak yang disayanginya. Dia hanya menatap foto keluarga kecilnya,hari itu hujan mengguyur Makau,Kenzo hanya menatapnya,melangkahkan kakinya menelusuri setiap sudut rumahnya yang dilihatnya kenangan bersama Alena dan Julian.


" Sepertinya aku butuh menenangkan diri.. " Ucapnya sambil melangkahkan kakinya. Ketika dia mengambil jaketnya dilihatnya ada sebuah kotak kecil berwarna Navy,Kenzo membuka kotak itu.. Matanya tiba-tiba berkaca-kaca dilihatnya sebuah cincin dan sepucuk surat didalamnya.


" Sayang.. Happy anniversarry.. 5 Tahun sudah kita bersama,tak terasa bukan? aku membuatnya siang dan malam aku harap kau akan suka,terimakasih selalu mencintaiku.. Aku selalu mencintaimu tanpa henti.. " Matanya meneteskan air mata dia menggenggam surat kecil itu dan bergegas ke apartemen Alena,mengingat Alena bilang akan membereskan apartemennya,Kenzo berharap mereka ada disana.


Nyess banget apalagi sambil dengerin lagunya Ren Ran.. 😭