I love you mr. perfect

I love you mr. perfect
Arga sakit



Tokyo


Pukul 01.00, arga masih saja demam,padahal dia sudah meminum obat penurun panas,namun ada sesuatu yang membuat prita merasa sedih,yakni arga terus-terusan memanggil nama angga yang tidak lain adalah papah kandungnya.


"pih..papih angga..pih!!!" ucap arga yang tiada hentinya memanggil nama angga


Prita pun sedih melihat keadaan arga yang seperti ini,sepertinya arga sangat merindukan papahnya.


Prita pun panik dan bergegas meminta bantuan aunty gita dan om yamata,sedangkan leon saat ini sedang berada di kyoto karena sedang syuting drama terbarunya.


"prita,sebaiknya arga kita bawa ke rumah sakit saja,kebetulan rumah sakit shimada dekat dari sini jadi arga bisa segera cepat di tolong!"


Tidak lama kemudian dari kamar prita terdengar suara arga yang berteriak memanggil angga,kemudian prita dan aunty gita bergegas menuju kamar tidur prita,dan betapa kagetnya prita dan unty gita ketika melihat arga kejang-kejang,kemudian aunty gita dan om yamata segera menelpon ambulance,prita pun terus saja menangis,untung saja ada om yamata dengan cekatan berusaha memasukan jari tangannya kedalam mulut arga hingga jarinya om yamata mengeluarkan darah karena di gigit oleh arga,prita pun malah menangis histeris,namun ketika aunty gita mencoba menjelaskan bahwa apa yang di lakukan om yamata merupakan pertolongan pertama menyelamatkan kondisi seseorang yang kejang,karena jika mulutnya sudah tertutup sangat sulit untuk di buka hingga bisa menganggu peredaran oksigen dalam tubuh arga


......................


Jakarta


"ARGA!!!!!"teriak angga memanggil putranya itu,ternyata angga memimpikan arga,di dalam mimpinya,arga terus saja menangis dan memanggil dirinya.


"ya Allah,,semoga tidak terjadi apa-apa dengan putraku!" ucap angga,kemudian angga melihat jam menunjukan pukul 03.00 pagi, tidak lama kemudian angga mengambil wudhu dan menjalankan solat malam,agar hati dan fikirannya tenang kembali


Namun lagi-lagi angga teringat kembali arga,ingin rasanya ia pergi ke jepang untuk menemui putranya itu.hingga menjelang pagi,angga tetap tidak bisa memejamkan matanya,dan akhirnya dia memutuskan untuk pergi menuju rumah pak mulyono.


"Angga,kamu mau kemana nak? Pagi-pagi begini kamu sudah buru-buru pergi,ada apa nak?" tanya bunda kinan


"Angga mau ke rumah pak mulyono bun,dari semalen angga inget arga terus,angga takut terjadi sesuatu dengan arga,angga pamit ya bun,doakan saja tidak ada apa-apa dengan arga.


"Yasudah,kamu hati-hati ya nak,bawa kendaraan jangan suka ngebut..bunda takut kamu kenapa-kenapa!"


"siap bun,kalau begitu angga pamit ya bun!" kemudian angga mencium tangan bunda kinan dan kemudian bergegas pergi ke rumah pak mulyono dengan motor sportnya.


Sekitar dua tiga puluh menit angga tiba di rumahnya pak mulyono,kemudian dirinya bergegas menuju pintu masuk.


"Angga!!! Ngapain kamu kesini pagi-pagi??" tanya julia yang sedang menyuapi gio sarapan di halaman depan rumah


Kemudian tiba-tiba mamah lia datang menghampiri julia tanpa melihat angga yang sedang berdiri mematung.


"julia!!! Arga di opname,barusan mamah dapat kabar dari prita!!"


"apa!!! Benarkah itu mah??" tanya angga tidak percaya


"angga!!! ada apa kamu kesini?"


"Dari semalam angga tidak bisa tidur,angga memimpikan arga terus memanggil-manggil angga,aku ingin bertemu dengan arga mah!"


"emang benar kontak batin antara orang tua dan anak itu sangat kuat,dari semalam arga terus memanggil kamu angga hingga arga demam tinggi dan,arga kejang-kejang ga?" ucap mamah lia sambil menangis


"ya allah,mudah-mudahan arga tidak kenapa-kenapa!! Mah tolong berikan angga alamat rumah sakit dimana arga di rawat!"


"kamu mau ke jepang angga??" tanya mamah lia tidak percaya


"iya mah,hari ini juga angga akan langsung meluncur kesana!" jawab angga singkat.


Lalu mamah lia memberikan alamat rumah sakit dimana arga di rawat.kemudian angga segera menelpon tommy


"hallo tommy,gw butuh bantuan elo!!"


"ok siap ga,apa yang bisa gw bantu?"


"lo bisa buatkan aku passpor dan visa ke jepang hari ini?"


"ok siap,emang elo ngapain ke jepang ga?" tanya tommi penasaran


"Arga masuk rumah sakit tom,putraku sangat membutuhkanku di sana!!"


"thank's ya tom,elo emang sahabat terbaik gw!!"


"iya sob santai saja,semoga anak lo cepet sembuh ya."


"sekali lagi makasih tom!"


"iya ga sama-sama!"


Kemudian angga bergegas untuk memesan tiket pesawat,hatinya benar-benar tidak tenang,karena belum bertemu dengan putranya


"tunggu papah di sana ya nak,papah yakin kamu anak yang sangat kuat!" ucap angga sambil melihat foto arga di dalam ponselnya



Tokyo


Di rumah sakit shimada,prita terus saja menatap putranya yang sedang tertidur lelap,wajahnya yang sembam karena terus-terusan menangis dari semalam,seumur-umur,prita baru melihat kondisi arga seperti ini,


"aunty gita,boleh prita titip arga sebentar?" pinta prita kepada tantenya.


"emang kamu mau kemana sayang?"


"aku mau ke ATM center dulu,kebetulan prita sekalian mau tebus obat dulu di apotik.


"yasudah,kalau begitu kamu hati-hati."


Kemudian prita bergegas menuju lobby rumah sakit,karena Apotik maupun ATM center,semuanya berada di lantai dasar rumah sakit shimada.Dan ketika prita hendak mengantri di ATM center,tiba-tiba kepalanya pusing,jelas saja karena dari semalam prita tidak bisa tidur hingga saat ini sampai menjelang sore,dan kini matanya mulai berkunang-kunang,ketika prita hampir terjatuh tiba-tiba ada seseorang yang menolongnya


"kamu gak apa-apa prita??"


"mas angga!!!" ucap prita dengan tidak percayanya bahkan prita mengira dirinya sedang bermimpi,apakah ini nyata ataukah tidak? Dan prita pun terjatuh lemas hingga akhirnya angga menggendong prita ke ruang perawatan,namun prita pun tidak protes sama sekali.


"kamu pasti sangat kelelahan mengurus anak kita? Maafkan aku prita,seharusnya aku selalu berada di sisimu dan juga arga.


"Kenapa mas angga tiba-tiba ada di sini?" selidik prita dengan menggernyitkan kedua alisnya.


"ceritanya panjang,yang jelas saat ini aku akan menemanimmu di sini bersama-sama menjaga dan merawat arga anak kita."


Lalu prita pun menangis sambil memeluk angga."hikss...hiks...huee..hue..aku takut mas,aku takut kehilangan arga anak kita!"


"sssstttt!!!!" pungkas angga sambil menyentuh bibir mungil mantan istrinya itu dengan jari telunjuknya.


"Jangan pernah punya fikiran yang tidak-tidak prita,mas yakin kalau arga adalah anak yang kuat,dan sekarang dengan datangnya mas kesini untuk menyembuhkan arga dari rasa rindunya terhadap papahnya,mas mohon sama kamu prita,jangan pernah kamu jauhkan lagi arga dariku,batinku maupun arga sangat tersiksa dengan sikap kamu yang seperti ini?" ucap angga yang berusaha meyakinkan prita bahwa dirinya tidak mau di pisahkan ataupun di jauhkan lagi dengan arga.


"mas bisa belikan obat yang ada di resep obat ini? Tadi aku gak keburu ke apotik mas!" pinta prita sambil memberikan resep obat dari dokter


"yasudah kamu tunggu di sini jangan kemana-kemmana,mas akan segera kembali.


Kemudian angga bergegas menuju apotik rumah sakit,sedangkan prita menunggu di ruang perawatan pasien.


"terima kasih mas angga,kamu datang di waktu yang tepat,aku tidak habis fikir kamu akan sampai ke sini!! Pasti mas angga tau ini semua dari mamah??" gumam prita dengan senyum bahagianya.


Tidak lama kemudian angga datang."kamu sudah baikkan belum?" tanya angga hawatir


"sudah kok mas,yasudah ayo kita ke lantai sepuluh,arga berada di sana bersama aunty gita!"


"baiklah kalau begitu kita kesana!" ajak angga sambil menggendong kembali prita


"mas angga lepasin!! Malu kan di lihat orang-orang!!" ucap prita dengan wajahnya yang memerah.


"sudah kamu diam saja,jangan kebanyakan protes!!" jawab angga sambil menekan tombol lift rumah sakit.


"kamu itu mas!!! selalu bertindak sesuka hati,dan kamu itu cowok paling keras kepala yang pernah aku kenal,tapi aku tetap suka sama kamu mas,sampai saat ini pun perasaan ini terhadapmu tidak berubah sedikitpun." gumam prita sambil menyenderkan kepalanya di dada angga yang bidang,terlihat jelas bahwa dirinya sangat nyaman berada di dekat angga,begitupun angga,dia merasa senang bahwa prita masih tetap prita yang dulu,yang masih mencintai dirinya,mulut bisa menyangkalnya tapi sikap dan perasaan yang sesungguhnya tidak bisa berbohong.