
Tiba-tiba prita berlari menuju ruangan belakang di dekat kolam renang,
"hosh.... hosh... hosh!!
"arkkhhhh kamu nyebelin angga, sudah bikin gw kaya gini,kenapa di deket lo,jantung gw berdebar gak jelas begini sih?? gw malu sumpah!!"
"mba dara lihat prita???" tanya angga yang mencari-cari prita di setiap sudut rumah akan tetapi tidak menemukan keberadaannya.
"paling kalau dia gak ada di kamarnya, ya di ruangan belakang deket kolam renang!! sahut dara sambil menunjukan tempat biasa prita menyendiri.
"terima kasih mba!!!
"iya sama-sama, yasudah sana gih ngobrol,,lagian di sana gak ada yang ganggu!!" sahut dara sambil mengedipkan matanya.
anggapun pergi menemui prita.
ketika angga menghampiri prita, ternyata prita sedang asyik tiduran di sofa sambil memainkan ponselnya.
"ehem,, kamu di sini rupanya!!!" tanya angga.
alangkah kagetnya prita ketika melihat sosok angga kembali menemuinya.
"lo,,, ngapain kesini lagi? ganggu tau gak!!!" tanya prita ketus.
"jutek banget sih jadi cewek!!!" ujar angga sambil duduk di samping prita.
lalu prita pun terbangun dari sofa
"ikkhh!!!! kamu tuh sengaja ya deket-deket aku,maksud kamu tuh apa sih angga???" tanya prita kesal.
"tumben manggil aku dan kamu biasanya gw elu?? haaaaaa!!" ledek angga sambil tertawa geli melihat tingkah aneh tunangannya itu.
"nyebelin banget sih, gw gak mood ada lo di sini!!!" pritapun bergegas pergi, namun lagi-lagi angga menarik kembali tangan prita dan pritapun duduk berdekatan dengan angga.
"kenapa kamu selalu jutek dan aneh kaya gini sih??? tadi di taman kamu bisa sedikit bersikap manis terhadapku???" tanya angga sambil menatap prita dengan tatapan matanya yang tajam.
ditatap seperti itu, wajah prita pun kembali merah padam, serasa ada yang terbakar.
"ikh kamu tuh nyebelin banget, gw tu benci sama lo, lo kan mau di jodohin sama gw karena demi hubungan lo sama pacar lo iya kan?? lo harusnya mikir donk jangan se..." tiba-tiba angga menutup mulut prita dengan jarinya.
"aku sudah putus dengan pacarku indri!!!
"apa??? kok bisa??" tanya prita tidak percaya
"Itu karena aku ingin serius dengan perjodohan ini."
DHEGH!!!!!
jantung prita kembali berdetak lebih kencang.
"apa maksud kamu, jangan main-main angga?"
"aku serius!!! mulai saat ini status aku bukan lagi pacar orang, melainkan calon suami kamu, dan jujur aku mulai tertarik sama kamu!!! ucap angga dengan beraninya mengungkapkan isi hatinya.
"kamu jangan main-main dengan perasaanmu, aku gak percaya."
kemudian pritapun pergi meninggalkan angga di sofa.
"aku tertarik sama kamu prita!!! ujar angga sambil mengulum senyum.
"arrkkhhh!!!! ini gak mungkin, angga pasti hanya menggodaku saja, dasar cowok mesum."
ketika di ruang tamu kedua orang tua angga dan prita membicarakan hal yang serius, sedangkan riyanti sedang asyik memainkan ponselnya.
"Dodo,, bagaimana rencana pernikahan anak-anak kita???" tanya mulyono.
"kalau saya sih ingin secepatnya mereka menikah mul, lebih cepat lebih baik, karena saya sangat menginginkan cucu, iya tidak bun??" tanya dodo kepada istrinya.
"haaahaaa,, iya betul, kamu belom punya cucu ya??" pungkas mulyono
kemudian dari arah pintu samping tiba-tiba angga muncul.
"mas angga abis dari mana??" tanya riyanti
"hmmm, abis ngobrol sama prita de??" jawab angga singkat
"ngobrol apa pacaran mas?? hiihihi aku seneng mas angga tambah lengket sama mba prita."
angga hanya memberikan senyuman kepada adiknya itu
"sepertinya lagi pada ngobrol serius ya de?" tanya angga kepada riyanti yang sedang asyik duduk di sofa ruang tamu.
"iya lah serius mas, lagi ngebahas masalah cucu, kata ayah pengen lihat mas cepet nikah dan segera ngasih cucu buat ayah!!"
mendengar perkataan adiknya, angga pun sontak langsung tersedak
"uhuk.. uhuk...!!!!
angga pun terbatuk-batuk
"Mas angga gak apa-apa???" tanya riyanti sambil menyodorkan segelas minuman kepada angga.
mendengar ada suara yang batuk, ayah pun yang sedang mengobrol serius langsung memanggil angga.
"Angga kamu kesini nak,, ada yang mau ayah bicarakan sama kamu?"
kemudian angga pun bergegas menghampiri ayahnya.
"angga duduk sini, di sebelah bunda dan ayah."
angga pun menurut perkataan kedua orang tuanya.
"iya ayah, apa yang ingin ayah tanyakan sama angga?" jawab angga
"apa kamu masih berhubungan dengan anaknya si soedarmono?" tanya ayah sedikit ketus
mendengar pertanyaan widodo, sontak mulyono pun kaget
"Dodo maksud kamu apa?" tanya mulyono marah
"kamu tenang dulu mul, ini yang mau saya bicarakan dan tanyakan langsung sama angga, karena kedepannya saya tidak mau angga memiliki wanita lain selain prita."
"ayah,, dan semuanya sewaktu angga di surabaya memang angga menemui indri."
"apa??? berani-beraninya kamu menghianati anakku prita!!!" kata mulyono marah
"tenang dulu pak, di sini angga akan menjelaskan semuanya biar di kemudian hari tidak akan ada masalah antara angga dan prita!"
"baiklah aku coba dengarkan penjelasanmu!!ucap mulyono
"jadi begini semuanya, ketika saya berada di surabaya, saya mengajak indri untuk bertemu dan di tempat itu pula saya menjelaskan keadaan saya yang sudah bertunangan,dan di sana pun saya menjelaskan untuk mengakhiri hungan saya dengan nya, jadi saya dan indri sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi ayah, pak mulyono dan semuanya, dan saya berusaha untuk bisa menerima prita dan mencintai prita sepenuh hati saya."
"alhamdulillah akhirnya, itu keputusan yang terbaik nak, ayah senang dengernya!! dan untuk mulyono, apa kamu masih ingat dengan si soedarmono, yang dulu adalah pengacaranya pak adipati, atasan kita sewaktu di bandung??"
"ouh iya,, saya ingat, dia kan kaki tangannya pak adipati juga, terus kenapa kamu menanyakan itu semua?"
"begini mul, saya akan menjelaskan kenapa saya sampai di keluarkan dari kesatuan, ini semua ulah kedua orang itu!!"
"apa maksud kamu do, saya tidak mengerti?" pungkas mulyono dengan raut wajah yang masih kebingungan
"jadi begini mul, ketika kamu di tugaskan dinas di aceh, ternyata ini memang sudah di rencanakan pak adipati dan pak soedarmono untuk menyingkirkan saya, kamu kan tau sendiri kalau saya tidak punya bekingan apapun di belakang saya, hanya kamu yang saya punya, sedangkan ayahmu adalah seorang jendral, tidak akan berani berbuat macam-macam sama kamu."
"terus apa yang sudah mereka lakukan terhadapmu do??" tanya mulyono semakin penasaran.
"mereka telah mengkambing hitamkan saya mul atas penggelapan uang sebesar 50milyar, padahal jelas-jelas saya tidak terlibat, pernah waktu itu saya mendengar pembicaraan pak adipati dan pengacaranya itu mengenai uang 50milyar,dan saya tidak abis fikir berkas yang di minta tandatangani sama pak adipati itu adalah jebakan, dan saya yang tidak tahu apa-apa ini di tuduh menggelapkan uang 50milyar, dan pengacara soedarmono memberikan saya pilihan, masuk penjara atau pergi dari kesatuan, dan saya pun memilih yang terakhir, tanpa berpamitan sama kamu mul, saya pun akhirnya di pecat secara tidak hormat dan di asingkan ke surabaya, dan aku dilarang menghubungimu lagi, semua aset berharga milikku di bandung semuanya di sita, aku di surabaya berjuang dari nol."
"do, kenapa kamu tidak bilang kepadaku? pantas sepulang dari aceh, kamu dan keluargamu hilang bak di telan bumi, aku berusaha mencarimu kemana-kemana tapi tetap tidak bisa menemukanmu."
"maaf mul waktu itu aku di ancam oleh soedarmono kuasa hukum pak adipati untuk tidak menjelaskan masalah ini kesiapapun termasuk kamu, karena ancamannya adalah keselamatan untuk keluargaku mul, maafkan saya baru cerita sekarang mul!"
"iya dodo tidak apa-apa, saya emang sahabat kamu yang tidak berguna, tidak bisa membantu sahabatnya sendiri ketika susah!!"
"kamu tidak salah mul, sampai kapanpun kamu tetap sahabat terbaikku."
"terima kasih ya dodo,, terus untuk angga sendiri siapa yang menjadikan dia seorang perwira polisi?" selidik mulyono kepada widodo secara intens.
"alhamdulillah,anakku angga sangat pintar sedari kecil mul, dan entah dari mana dia bercita-cita ingin menjadi seorang perwira polisi, IQ nya yang di atas rata-rata pun mengantarkan angga menjadi seorang pemenang olimpiade matematika tingkat nasional dan internasional mul, sama temen kamu siapa itu angga yang ikutan sains juga di spanyol?"
"ardi.. ayah,, dan sampai sekarang ardi di tarik di perusahaan alutsista jerman untuk membuat senjata pertahanan, mangkanya kemarin aku di berikan senjata stun gun yang ada GPS emergencynya, itu penemuan dia ayah, dan dia memberikannya untukku dan alhmdulilah nya bisa menyelamatkan prita dari penyandraan tempo hari."
"ouh jadi itu dari temen kamu toh angga, pantas saya baru lihat alat canggih seperti itu?" tanya mulyono kagum.
"iya pak, bisa di bilang dia sahabat dekat saya, walaupun jarak jauh tapi komunikasi dengannya tidak pernah putus pak!!!" jawab angga tegas.
"dan alhamdulillah nya mul, allah masih menyayangi keluargaku dengan memberikan angga banyak anugerah, dia pun masuk AKPOL karena beasiswa mul, dan menjadi lulusan terbaik, mangkanya saya sangat bangga dengan angga, karena telah meneruskan cita-cita saya setelah kandas oleh perbuatan adipati dan soedarmono."
"semoga mereka mendapatkan ganjarannya do, dan saya sangat beruntung menjodohkan prita dengan kamu angga, saya harap kamu bisa menjaga anak saya ya?" pinta mulyono
"insya allah pak!!! jawab angga singkat.
"yasudah mul sepertinya ini sudah larut malam, sudah jam 22.00,sepertinya kami pamit untuk pulang?" pungkas widodo sambil melihat jam tangannya.
"baiklah padahal saya masih ingin mengobrol banyak tapi lain waktu kita ngobrol-ngobrol lagi ya???" ucap mulyono sambil memeluk widodo sahabatnya.
"Datanglah nanti ke rumah sederhanaku mul, gantian aku yang nanti mengundang keluargamu untuk makan malam!!!" pinta widodo kepada sahabatnya itu.
"iya itu pasti do, insya allah saya dan keluarga mampir ke rumahmu ya!!" jawab mulyono singkat.
"ouh iya, dimana prita, kenapa dari tadi dia tidak muncul? mah coba panggil prita, bilang angga dan keluarganya mau pamit pulang!!!" perintah mulyono kepada istrinya.
"tidak apa-apa mul mungkin prita masih lelah dan capek!!!" ucap widodo
kemudian mamah pergi ke kamar prita.
"prita kamu ngapain di kamar terus?ayo cepet kesini ikut mamah,,, angga dan keluarganya mau pamit pulang."
"hooooammmm, iya mah, maaf ya prita ketiduran barusan!!!" jawab prita sambil mengucek matanya yang bulat karena ngantuk.
kemudian prita pun pergi menuju ruang tamu bersama mamahnya.
"maaf ya semuanya, prita tadi ketiduran mungkin dia lelah." ucap sang mamah.
"iya tidak apa-apa, justru saya jadi tidak enak, prita jadi terganggu istirahatnya!!!" ujar sang bunda
"tidak apa-apa tante, prita sama sekali tidak terganggu ko!!!" jawab prita sambil tersenyum manis.
sontak anggapun hanya diam memperhatikan prita dari dekat.
"yasudah kami pamit ya mul!!!" ucap widodo sambil berjabat tangan dengan sahabat baiknya itu.
dan angga pun berpamitan kepada prita
"aku pamit pulang dulu ya prita, semoga cepat sembuh dan jaga kesehatan, kemudian angga menarik tangan prita dan mengucapkan sesuatu di telinganya, semoga kamu suka dengan hadiah yang aku kasih buat kamu, awas jangan nakal, sekarang kamu adalah milikku."
DHEGH!!!!!!!
lagi-lagi jantung prita berdebar tidak karuan, di tambah rona wajah memerah seperti terbakar
"arrrkhhh!! angga, kenapa kamu sangat menyebalkan, selalu menggodaku seperti ini???" ungkap prita dalam hatinya.