
Sambil menikmati deburan ombak kecil di sertai hembusan angin yang begitu sejuk, prita sedang asik bermain pasir.Angga pun memandanginya terus, sepertinya angga mulai tertarik kembali pada prita, namun terhalang oleh perasaannya yang dulu kepada indri.
"Kayanya seru ya main pasir? " tanya angga sambil berjongkok di hadapan prita.
"Seru dong mas, jadi ingat waktu kecil, papah sering ngajakin aku main ke pantai apalagi kak dara, suka iseng!
"Emang iseng kenapa?
" ya biasa mas, aku sama kak julia udah capek-capek bikin istana dari pasir, eh kak dara pasti yang ngancurin semua, kadang suka sebel sama sifat jahil dan usilnya kalau sudah keterlaluan.
Kemudian dengan jahilnya angga menghancurkan istana pasir yang baru setengah jadi itu.
"Mas angga!!! " nyebelin banget ikh
Prita pun mengejar mas angga yang berlari menuju ardi yang sedang duduk manis sambil mengambil foto di sekitar pantai.
"Di, fotoin gw sama bini gw ya?" perintah angga.
"Ok siap mas bro!"
Dengan cekatannya, angga malah menggendong prita, dan meletakannya di atas pundaknya, sambil di temani sunset yang di sore itu cuacanya sangat bagus.
"Mas angga, aku takut jatoh." ucap prita yang berusaha menjaga keseimbangannya.
Melihat tingkah dua sejoli ini membuat ardi hanya menggelengkan kepalanya.
"Gw harap lo selamanya sama prita, gw gak setuju kalau seandainya lo balik lagi sama indri, lo jauh lebih bahagia kalau sama prita ga." gumam ardi yang kemudian mengambil foto angga dan prita.
......................
"Permisi mba, apa tamu yang bernama angga restu pratama masih check in di sini? tanya indri kepada seorang resepsoonis hotel.
"Maaf mba, tamu atas nama Angga restu pratama sudah check out tadi pagi jam 09.00." ucap resepsionis
" Apa? kenapa mas angga gak ngasih tau aku bahwa hari ini dia sudah check out? gak bisa gw biarin,tapi gw mesti cari dia kemana?"ujar indri kesal.
Kemudian indri pun bergegas pergi meninggalkan hotel.
......................
"Halo sayang, kamu sedang di pantai ya?" tanya mamah lia yang sedang video call kepada prita.
" Iya mah, prita di ajakin ke kepulauan seribu sama mas angga." ujar prita
"Wah asik dong honey moonnya di deket laut, eh gimana semalem sukses gak?" tanya kak dara yang sengaja duduk di samping mamahnya.
Pritapun menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
"Akh,, kamu ini payah prita, masa belom ngapa-ngapain, awas lho nanti suamimu di ambil sama wanita lain kalau kelamaan nunggu.
" Ikh amit-amit deh kak!! ucap prita
"Mangkanya malam ini harus sukses, ok!! kakak doakan dari sini! " ujar dara begitu semangatnya.
" Iya kakakku yang bawel, yasudah prita tutup dulu telefonnya ya, mas angga ngajakin prita makan malam, nanti sambung lagi ya, dah mamah, dah kak dara!
sambungan video call pun terputus.
"Kamu kebiasaan deh dara, nanya kaya begitu sama adik kamu!" ucap mamah.
"Biarin mah, dara tau kalau prita itu anaknya polos dan penakut, lelaki zaman sekarang kalau keseringan di anggurin nanti yang ada nyari wanita lain bisa juga di ambil sama pelakor, ikh amit-amit jangan sampe deh.
"Hush, kamu tuh kalau ngomong suka ceplas ceplos, angga bukan type pria seperti itu darra.
" Ya, kalau dara sih percaya sama angga, tapi siapa sih laki-laki yang tidak tergoda dengan wanita lain yang lebih menarik gara-gara di anggurin terus sama istrinya? ucap dara.
"Ada betulnya juga sih kamu, yasudah, mudah-mudahan prita bisa ya dara!" kata mamah yang sedikit khawatir.
......................
Dengan menggunakan gaun berwana hitam, di padukan dengan sepatu high heels berwarna silver serta aksesoris yang melekat di tubuh prita, membuat prita terlihat cantik dan anggun, angga pun terpesona melihat kecantikan istrinya itu.
"Mas!! kok malah bengong sih? tanya prita
"Kamu sangat cantik malam ini!"ucap angga sambil mencium pipi istrinya itu.
"Makasih mas." ujar prita malu.
Merekapun bergegas menuju sebuah ball room yang sangat indah, ternyata hanya ada satu meja dan dua kursi di tempat itu, serta ada tiga orang pelayan yang siap memberikan pelayanannya.
Begitu banyak taburan bunga mawar di sertai dengan lilin cantik, suasananya terkesan sangat romantis.
"Ini semua adalah ide dari ardi, bagus gak? "tanya angga yang tiada hentinya menatap istrinya itu.
"Iya mas, bagus banget.. wah mas ardi hebat ya,dia sahabat terbaik kamu ya mas.
angga pun menjawab hanya dengan menganggukan kepalanya.
Kemudian mereka makan malam berdua di iringi alunan musik yang sangat indah, benar-benar suasana yang sangat romantia. selepas menyantap makanannya, angga mengajak prita untuk berdansa dengannya.
"Dansa yuk?" pinta angga dengan mengulurkan tangan kanannya.
Prita pun mengiyakan permintaan suaminya itu.
"Hari ini istriku sangat cantik, mas gak bosen mandangin kamu!" ujar angga yang terus menatap ke arah prita.
Suasana pun berubah menjadi hening, prita pun melingkarkan tangannya di leher angga, sedangkan angga memegang kedua pinggang ramping istrinya itu. Mata mereka saling bertemu satu sama lain, seperti enggan untuk menghentikannya.
"Aku harap, bisa selalu seperti ini mas, aku sayang kamu!" gumam prita yang kemudian memeluk erat suaminya itu. angga pun membalas pelukan itu dengan erat. dan membisikkan sesuatu di telingannya prita.
"Malam ini, aku ingin menjadikanmu milikku sentuhnya!"pinta angga.
prita pun menjawabnya dengan menganggukan kepalanya, sambil tersipu malu
"Malam ini aku adalah milikmu mas. "
Karena sudah tidak sabar dengan hasrat yang mereka miliki, akhirnya angga menyudahi makan malam bersama prita, dan membawa prita ke kamar cottage .
Anggapun menghimpit tubuh prita ke dinding oleh tubuhnya, kemudian mencium bibir mungilnya itu, lambat laun ciuman itu berubah menjadi liar, prita pun bisa mengimbangi permainan suaminya itu, sesekali ciuman itu menjalar ke lehernya, angga menggigit kecil hingga membuat prita merasakan desiran aneh, setiap sentuhan tangan angga, membuat prita menginginkan sesuatu yang lebih dari ini.
"Mas!! " ucapa prita dengan nafas yang tersenggal-senggal.
Dengan lembut angga menyentuh sebuah gunung kembar yang sedari tadi ingin iya sentuh, pritapun semakin bergairah karena angga telah menyentuh bagian sensitifnya.
Tiba-tiba angga menghentikan aksinya itu, dan pergi meninggalkan prita yang sedang merasakan indahnya sentuhan suaminya itu.
" Mas mau kemana? tanya prita lirih sambil memegang tangan angga.
"Maaf kan mas, sepertinya mas belum bisa melakukan itu terhadapmu, maaf!" ucap angga sambil melepaskan tangannya dari genggaman istrinya itu.
"Sial!!! kenapa aku melakukan itu, maaf kan aku prita, aku sudah bertindak gegabah, padahal hatiku saat ini masih mencintai wanita lain.
Angga pun bergegaa pergi menuju pantai, dia berteriak sejadi-jadinya.
" Ya Allah... kenapa aku harus berada di posisi seperti ini? kenapa aku harus kehilangan ingatanku? kenapa harus prita yang hilang dalam memory ingatanku? apakah aku salah telah menikahinya hanya untuk menebus semua janji-janjiku kepadanya?
Tanpa di sadari, prita mendengar semua perkataan angga. prita pun tidak menyangka bahwa suaminya itu belum bisa seperti dulu, selalu mencintainya.
Tiba-tiba indri muncul menghampiri angga.
"Mas itu salah, tidak seharusnya mas menikahi wanita yang tidak mas cintai,harusnya aku yang mas nikahi bukan prita! "ucap indri yang kemudian memeluk angga dengan erat, angga pun membalas pelukkan dari indri
"Maaf kan aku de, kamu terluka gara-gara aku
Prita pun tidak kuasa melihat adegan suaminya itu berpelukan dengan wanita lain, secara tidak sadar meneteskan air matanya.
"Jadi ini yang membuat mas tidak mau menyentuhku? kamu jahat mas, kamu sudah mempermainkan perasaanku, jadi selama ini setiap ucapan kamu adalah dusta, aku benci kamu mas, gumam prita sambil mengepalkan kedua tangannya karena menahan kesal.
"Mas angga, aku selalu mencintai kamu, sampai kapanpun aku akan selalu menunggumu!"ucap indri yang kemudian memberanikan diri mencium angga. dan angga pun membalas ciuman orang yang ia cintai saat ini
"Mas!!! kamu jahat!!! prita pun berlari meninggalkan angga bersama indri, dengan air mata yang terus membanjiri wajah cantiknya itu.
Indri pun merasa senang dengan kejadian ini, ternyata indri melihat prita sedang melihat dirinya bersama angga.
Sambil berlari tanpa arah, prita pun terjatuh dan menabrak ardi
"Hey, kamu kenapa? tanya ardi sambil membantu prita untuk berdiri.
kemudian pritapun memeluk ardi"Bawa aku pulang dari sini ardi, aku tidak mau berada di sini, ini semua terlalu sakit! "pinta prita yang sedang menangis sesegukkan.
"ok, gw pasti anterin elo, tapi apa sebenarnya yang sudah terjadi?" tanya ardi penasaran.
Namun prita enggan memberitahu ardi, dia hanya terdiam, tatapan matanya kosong,sungguh membuat ardi tidak tega melihatnya, "Kamu tenangkan diri kamu dulu ya prita, jika ada masalah berfikirlah dengan jernih jangan menggunakan emosi, ok! "ucap ardi berusaha menenangkan prita.
prita pun hanya mengangguk, kemudian ardi memberikannya segelas minuman agar prita bisa tenang.
"Gimana? kamu sudah baikkan kan? tanya ardi cemas.
"Iya, aku sudah sedikit baikkan, makasih ya!" ucap prita.
"sebenarnya apa yang sudah terjadi? tanya ardi penasaran.
kemudian prita pun menceritakan semua kejadian tadi kepada ardi, betapa kagetnya ardi.
"Apa?? dasar angga bodoh! kenapa dia bertindak gegabah seperti ini?"ucap ardi kesal
"Itu sebabnya aku ingin pulang mas ardi, kamu bisa antar kan?
"Ini sudah tengah malam prita, paling bisa besok pagi baru kamu bisa pulang, sekarang tenangkan diri kamu dulu ya, aku janji bakalan tolongin kamu, aku lebih senang kalau angga bersama kamu, kalau sekarang kamu pulang sendiri, apa nanti kata keluargamu? padahal kalian baru saja menikah!"ujar ardi berusaha memberikan saran kepada prita
"Betul juga apa kata mas ardi, lebih baik aku menunda kepulanganku besok, dan untuk masalah ini biar aku dan mas ardi yang tahu, sakit sebenarnya hati ini, tapi demi nama baik keluargaku, aku lebih baik diam. Gumam prita
"Mas ardi janji ya untuk merahasiakan kejadian ini, termasuk mas angga! "pinta prita memohon.
"Iya, aku janji sama kamu, sekarang kamu istirahat ya, biar besok kamu bisa fresh dan biar keluargamu tidak curiga dengan kejadian ini.
" Iya mas!
Prita pun bergegas menuju kamar tidurnya, ketika pintu di buka, dia kaget melihat angga sudah duduk di kursi sofa.
"Kamu habis dari mana? kenapa pergi tidak bilang sama mas?" tanya angga
"Bukan urusanmu, mas sendiri pergi gak bilang kan sama aku? tanya prita sinis.
Angga pun merasa bingung dengan sikap istrinya itu, apakah prita melihat dia bersama indri tadi? angga pun menarik tangan prita.
"Jawab!! kamu habis dari mana? tanya angga dengan intonasi cukup tinggi.
"Bukan urusanmu, lepasin tangan aku sekarang!! aku ngantuk dan lelah!" jawab prita dengan sorot mata yang penuh dengan kebencian.