
"Angkat tangan kalian!!!!" perintah komisaris angga sambil menembakkan peluru ke atas langit.
Namun perkataannya tak satupun di gubris oleh penjahat-penjahat itu, dan akhirnya angga dan rekan-rekannya meringkus mereka tidak ada ampun.
Doooor...dorrrr!! Tembakkan pun akhirnya di layangkan oleh angga kepada para penjahat,akibat mereka membantah perintahnya
" Ampun!! ampun pak!!!" teriak salah seorang penjahat yg terkena tembakan di kakinya.
di saat kejadian yang kacau ini, prita malah berlari ke arah orang-orang yang sedang berkelahi.
" Indra,, di mana kamu????" dengan penuh keberanian prita berlari menyelinap ke arah mereka yang sedang berkelahi hanya demi mencari indra kekasihnya yang jelas-jelas sudah menghianatinya.
" Prita,,, kamu bodoh apa bego?? heyyyy jangan kesana, elo mau mati?" teriak reva dari kejauhan
karena perkataannya tidak di gubris akhirnya reva memberanikan diri menghampiri prita, namun tiba-tiba seorang polisi berpakaian atribut lengkap seperti di medan perang menghadangnya.
" Maaf nona, anda tidak boleh kesana, biar saya yang menyelamatkan teman anda!!"
kemudian dengan gugupnya reva menjawab, " Iiiya pak!!" tidak sengaja reva melihat nametag di seragam polisi itu ,ANGGA RESTU PRATAMA.
" Terima kasih pak, saya mohon tolong selamatkan sahabat saya."
kemudian angga hanya menganggukkan kepalanya, pertanda iya
Dengan berjalan gagah berani,sambil memegang senjata laras panjangnya,angga langsung menghampiri prita dimana dia telah bersama seseorang.
" Lepaskan senjata anda tuan!!!" perintah si penjahat yang sedang menodong pistol ke arah kepala prita
Ternyata prita berhasil di tangkap oleh ketua geng big bos
"Kamu dewa kan? ketua geng big bos?" tanya komisaris angga.
" Haaaaahaaaaa... rupanya pak polisi ini mengenali saya ya!" ucap dewa dengan penuh rasa percaya dirinya.
" Saya di perintahkan menangkap anda karena kasus kepemilikan narkoba seberat 300kg."
" Silahkan saja kalau anda bisa menangkap saya, saya bunuh wanita ini!!!!!"ancam dewa biasa di panggil big bos
Kemudian prita menjerit histeris karena takut
" Aaaaaaaaaaaaaa... tolong!!!!" ucap prita dengan gugupnya sampai-sampai seluruh tubuh nya gemetar karena takut.
Namun tanpa di sadari oleh dewa si gembong nark*ba,,ternyata di belakang dia ada indra yang sudah siap-siap menyelamatkan prita dengan sebuah pentungan baseball.
Plaaaakkkkk!!!!!!!
dengan sasaran yang tepat, pukulan indra berhasil mengenai kepalanya dewa, dan dia pun jatuh tersungkur, namun tanpa di sadari oleh indra dan angga ternyata ada salah seorang penjahat menembak indra dari arah belakang.
"Doooooooorrrrr"
Sebuah timah panas tepat mengenai punggung belakang sebelah kiri indra.
Dengan cekatan angga langsung menembak mati si pelaku penembak indra, tepat mengenai kepalanya, dan pritapun tidak kuasa melihat kejadian itu, namun angga langsung menghampiri dan menutup kedua mata prita agar dia tidak syok melihat darah dimana-mana bercucuran, tembakan demi tembakan di layangkan di sana sini, banyak pertumpahan darah.
" Jangan takut dan jangan panik, di sini aku akan melindungimu," bisik angga kepada prita.
dan akhirnya indra pun tewas di tempat, prita tidak tahan menahan tangis hingga akhirnya ia terjatuh lemas, tidak lama kemudian datang lagi bantuan dari anggota khusus polisi, mereka tidak menyangka bahwa penggrebegan gembong nark*ba malam ini begitu banyak yang terlibat
" Nona,, nona!!!!" angga berusaha membangunkan prita yang pingsan, hingga akhirnya dia membawa prita ke dalam mobil ambulan yang yang baru saja datang
" prita!!!!!!!!!" teriak reva cemas
" Tenang nona, teman anda hanya syok dan ada sedikit luka benturan di kepalanya."jawab komisaris angga sambil meletakkan prita kedalam ambulan,namun ketika angga bergegas pergi meninggalkan prita di dalam ambulans, tanpa sadar prita memegang tangan angga dan langsung bergumam.
" Jangan!!! jangan pergi ku mohon tetap di sini, jangan pergi, jangan!!!! aku takut!!!!"
Sepertinya prita mengalami syok yang berat, seluruh badannya gemetar, kemudian jhony datang menghampiri angga.
" Bang angga,, terima kasih banyak sudah menyelamatkan ayang prita gw!!"
" Iya sama-sama jhon, saya juga berterima kasih kamu sudah memberikan informasi mengenai kasus penculikan ini, kebetulan saya dan rekan-rekan yang lain juga mau meluncur ketempat ini untuk mengrebeg dan menangkap langsung para gembong nark*b*."
" Jadi pak polisi ini sodaranya angga?" tanya reva sedikit penasaran
" Iya rev,, pak angga ini sepupu gw, dan kejadian pas lo ketahuan sama si indra, gw terus ngebuntutin elo dan ternyata di resto itu sudah banyak komplotan indra rev, gw di situ langsung ngabarin sepupu gw ini, beruntunglah kita semua di sini bisa selamat."
Kemudian angga melepaskan masker wajahnya
" pengap juga jhon pake kaya gini? hari ini benar-benar sangat melelahkan."
" Percaya bang, tugas abang benar-benar berat, hidup sudah seperti telur di ujung tanduk, antara hidup dan mati, tapi gw salut sama abang."
" Ini sudah jadi tugas negara jhon."
Reva hanya terpukau melihat angga berbicara dengan jhony, sepertinya reva menyukai angga
" Rev, tumben banget lo gak berkicau? biasanya lo suka nyerocos kaya bebek kalo ngomong."
" Sialan lo jhon,, gw hanya lelah saja."
" Ya sudah kalo begitu saya pamit mau mengantar teman kalian ke rumah sakit."
" Aku ikut ya pak ???" tanya reva kepada angga
" Tidak perlu, kamu di temani jhony dan anak buah saya bripda catur, pak saya titip mereka ya?"
" SIAP.... pak komisaris!!" jawab bripda catur dengan suara yang lantang.
akhirnya semua pelaku berhasil di bekuk oleh polisi dan menyisakan 12 korban mati di TKP