I love you mr. perfect

I love you mr. perfect
welcome new home




Keluarga angga dan juga prita mengantarkan kepindahan mereka di rumah yang sudah angga beli, mereka pun sangat takjub melihatnya, tidak menyangka bahwa angga bisa membelikan prita sebuah rumah.


"Kalau begitu kita pamit dulu ya sayang! " ucap mamah lia


"iya mah, makasih udah nganterin prita sampai sini, nanti mamah sama papah dan kak julia sering main kesini ya? "


"Iya sayang, tenang saja nanti mamah, papah,kak dara sama kak julia datang berkunjung kesini."


"Iya prita, bunda sama ayah juga nanti sering tengokin kamu dan angga di sini! " ucap bunda.


Mulyono dan widodo,mereka sedang asik melihat-lihat rumah angga dan prita.


"saya bangga sama anak kamu do, mudah-mudahan mereka selalu bahagia ya!" ujar mulyono sambil merangkul sahabat baiknya itu.


"Terima kasih mul, kamu sudah mempercayakan angga untuk menjadi suaminya prita, angga orangnya sangat bertanggung jawab, saya pun sangat bangga padanya."


"Jadi dong nanti kamu punya cucu dari angga dan prita? " ledek mulyono.


"Hahaha, iya dong, saya sudah gak sabar ingin nimang cucu mul."


"Kita doakan saja semoga mereka cepat di kasih momongan ya!"


"Aamiin mul."


"Mas angga, nanti boleh ya kapan-kapan riyanti nginep di sini?"


"Gak boleh, nanti kamu malah ganggu mas sama prita! "ledek angga.


"Ikh mas angga nyebelin!" ucap riyanti dengan memasangkan wajah cemberutnya.


"Boleh ko riyanti, jangan dengerin omongan mas mu ini."


"Makasih ya mba, emang mas angga itu orangnya nyebelin."


Kemudian mereka pun segera berpamitan pulang, kini tinggal angga dan prita serta bi inah si assisten rumah tangga yang rumahnya tidak jauh dari tempat tinggal mereka.


"Gimana,suka gak sama rumah barunya?" tanya angga


"Suka banget mas,makasih ya sayang!" ucap prita yang kemudian memeluk angga.


"Di sini kita akan membangun sebuah keluarga kecil, apalagi kalau nanti kita di karuniai seorang anak, buat mas itu sudah lebih dari cukup, ada kamu dan anak kita!" ucap angga yang penuh harap.


"Emang mas udah kepengen banget punya baby?"


"Yaiyalah sayang, aku ingin benihku tumbuh di rahim kamu. " ujar angga sambil mengusap perus istrinya itu.


"Tapi aku takut mas, masih belum siap punya anak!"


"Lho kenapa sayang, ngapain mesti takut? kan ada mas yang bertanggung jawab, mas sangat menginginkan seorang anak, semoga kamu calon anakku, sudah ada di dalam perut ibu kamu ya!" kemudian angga pun mencium perut istrinya, pritapun tidak kuasa mengeluarkan air matanya karena haru dengan keinginan mas angga itu.


"Semoga saja allah mendengarkan doa nya mas."


"Aamiin sayang, mas tidak pernah putus mendoakan supaya kita cepat di berikan keturunan."


"Iya mas, semoga saja ya... oh iya, besok aku mau belanja untuk keperluan rumah ini, soalnya masih ada ruangan yang kosong mas, boleh ya?"


"Boleh lah sayang, apapun yang kamu suka mas pasti kasih buat kamu, asal beli lah yang bermanfaat, dan ini mas kasih black card bebas limit."


"Makasih sayang, wah... emang gaji polisi besar ya mas? ko mas bisa punya kartu kaya begini?"


"Bukan sayang, baiklah akan mas jelaskan semuanya sama kamu, apa yang mas punya, sekarang akan menjadi milik kamu, saat ini mas sedang menjalankan bisnis jual beli tanah dan investasi modal saham, mas sudah tiga tahun bergelut di bidang ini, di bantu oleh ardi juga, ardi yang membuka jalan semua ini, hingga mas bisa punya segalanya.


Dan pulau virgin yang waktu itu kita bulan madu di sana, ada saham mas 50% dan saham punya ardi ada 30%,sisanya investor asing yang punya sayang."


"Mas hebat ya, bener-bener si mr. perfect."


"Ha.. ha.. ha.. siapa itu mr. perfect?" tanya angga sambil menahan tawanya.


"Ya mas angga lah, itu julukan aku ketika pertama ketemu sama mas angga."


"Kamu ini ada-ada saja! " ucap angga yang begitu gemasnya hingga mengacak-ngacak rambut istrinya itu.


"Iiikkhh... mas ini usil banget deh."


"mas itu gemes kalau deket kamu."


"ouh iya mas, besok boleh gak aku ajak reva dan jhoni main kesini?"


"ya boleh lah, yang penting kamu senang, buat mas itu sudah lebih dari cukup."


prita pun kembali memeluk suaminya yang bucin itu.


"Eiiitsss, tapi ada syaratnya?"


" Apa itu mas?" tanya prita penasaran


"Bikin baby ya nanti malam!!" ucap angga sambil menaikkan alisnya.


"Ishh mas angga, mulai deh!! gak akh entar aku di buat kaya kemarin lagi, jadi kaya pinguin."


"Mas janji ko gak akan bikin kamu kaya gitu lagi, please??"


"Hmmmm.... gimana ya???"


Angga pun terus menatap prita dengan wajah memelas. lalu prita pun mengangguk.


"Huhh, dasar maniak!!"


Tiba-tiba angga mendapatkan telepon dari poltabes dan diminta untuk menghadap kesana.


"Sayang, maaf sepertinya mas harus ke tempat kerja mas dulu sebentar, ada panggilan mendadak, tapi gak lama ko, sekitar dua jam,mas langsung balik kesini!"


"Yasudah sana gih mas, aku gak apa-apa di sini, kan ada bi inah pembantu baru di sini yang bantuin aku".


"Yasudah, mas pergi dulu ya, kamu jangan terlalu capek, kalau sekiranya tidak bisa kamu kerjakan biarkan saja, besok mas juga libur kerja."


"Iya mas, kamu hati-hati ya, ucap prita mencium tangan suaminya itu."


"Assalamualaikum sayang."


"Waalaikumsalam mas."


......................


"Pak kombespol angga, maaf ini urgen, saya di tugaskan oleh pak kapolri untuk memberitahukan bahwa anda dan tim investigasi di perintahkan untuk datang ke rumah sakit polri jakarta, karena tersangka koh liong, mencoba bunuh diri, dan saat ini dia kritis."


"Apa?? Baiklah saya segera meluncur kesana, terima kasih bripda hadi atas informasinya."


"Iya pak sama-sama."


Angga pun bersama tim investigasi segera menuju rumah sakit polri jakarta. ketika sampai, betapa kagetnya angga, ternyata tersangka koh liong tewas


"Waktu kematian pukul 13.30WIB,Atas nama liu chong wei, alias koh liong warga negara taiwan" ucap dokter rumah sakit.


Orang dari kedutaan taiwan pun merasa kecewa, kenapa bisa kecolongan seperti ini? dan mereka meminta untuk melakukan investigasi, walau bagaimanapun pelaku tetaplah manusia yang memiliki hak untuk mendapatkan keadilan.


Angga pun yang di perkirakan pulang tepat waktu, kini molor dari jam yang ia perkirakan, kemudian ia menyempatkan untuk menelpon istrinya.


"assalamualaikum sayang, maaf sepertinya mas pulang telat."


"waalaikumsalam, Iya mas gak apa-apa, lagian di sini ada bi inah ko yang temenin aku. mas juga hati-hati kerjanya ya."


"Syukurlah kalau begitu, iya sayang, yasudah mas tutup teleponnya ya, I love you sayang, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam mas, I Love you to sayang."


Pukul 21.00 angga tiba di rumah barunya, di lihatnya di atas tempat tidur sudah ada prita yang sedang tertidur pulas, angga pun tidak tega membangunkan prita


"Hmmmm, pasti hari ini kamu capek ya, sudah beresin rumah tanpa dibantu olehku," ucap angga sambil mencium puncak kepala istrinya itu.


Dan sebagian isi rumah baru mereka memang sudah rapih, ternyata prita pandai mendekor rumah.


Karena hari ini begitu lelah, angga pun memutuskan tidur lebih cepat di sebelah prita


"Good night, sayang!" angga pun mencium kening istri kesayangannya itu.


Keesokan harinya.


Prita kaget ketika melihat angga sudah berada di sebelahnya, masih tertidur pulas.


"Ko mas angga gak bangunin aku sih kalau semalem sudah pulang!"


Pritapun beranjak dari tempat tidurnya, namun lagi-lagi angga menarik tangannya hingga terjatuh di atasnya.


"Kamu mau kemana?" ucap angga dengan matanya yang masih sayup terlihat masih ngantuk, namun memaksakan diri untuk bangun.


"Aku mau buatin sarapan dulu buat kamu mas, kamu laper kan?" maaf semalem aku ketiduran.


"Iya gak apa-apa, mas laper sih tapi mas maunya makan kamu."


Anggapun langsung menerkam prita dan terjadilah peristiwa indah di pagi hari.


"Kamu tuh mas, sempet-sempetnya kaya begini, gak ada capeknya mas?"


Angga pun melilitkan tangannya di perut prita, dan menempatkan wajahnya di tulang selangka,sambil mencium aroma sampo yang masih tercium di rambut istrinya yang masih mengenakkan handuk itu.


"Habis mau gimana lagi, mas sudah candu sama kamu!"


"Yasudah, aku buatkan mas sarapan dulu ya, mas mau aku buatkan kopi?"


"iya donk sayang, yasudah.. mas mandi dulu ya, jhony dan reva jadi main kesini?"


" Jadi mas, katanya nanti jam 10.00 mereka kesini."


"Yasudah, abis sarapan kita belanja ke supermarket buat beli keperluan dapur."


"Iya mas, yasudah sana gih mandi, bau asem tau!!"


Dengan tersenyum,angga pun pergi ke kamar mandi, sedangkan prita sedang asik menyiapkan kopi dan sarapan untuk mereka berdua.


"Sini non biar bibi yang bikin?" ucap bi inah


"Gak usah bi, bi inah udah sarapan belum? mau aku bikinin sandwich?"


"Sudah non, tadi bibi sarapan nasi uduk, aduh perut bibi mah perut kuli, gak kenyang kalau makan roti, mesti makan nasi."


"aduh si bibi ada-ada saja, ouh iya bi, nanti temen-temen aku mau kesini, bibi bisa gak bantuin aku masak?"


"Asiap non, tenang saja kalo soal masak memasak, bibi pakarnya."


"Wah, good deh bi inah!" ucap prita sambil mengacungkan kedua jempolnya.