
"papah bagaimana keadaannya prita?" tanya mamah lia
"alhamdulilah,keadaannya sudah membaik, tapi sama siapa mamah kesini?" tanya papah sedikit bingung.
"aku yang antar mamah kesini pah!!" ucap darra sambil membawa koper.
"apa itu yang kamu bawa mah??" tanya papah
"itu pakaian dan perlengkapan prita pah,boleh mamah ketemu prita pah??"
"boleh mah, yasudah mari papah antar
kemudian mereka menuju kamar rawat inap.
ketika mamah melihat kondisi prita, mamah tidak kuasa menahan tangisnya.
"ya allah, prita anakku,, kenapa banyak sekali luka di sekujur tubuh kamu, apa yang terjadi??" tanya mamah begitu mengkhawatirkan keadaan prita.
"aku baik-baik saja mah, sudah!!!! ini hanya luka kecil, mamah jangan khawatir ya." ucap prita berusaha menenangkan mamahnya.
"maaf ya prita, kak dara gak bisa jagain kamu, kakak merasa menjadi kakak yang tidak berguna buat kamu," ucap darra sambil meneteskan air matanya.
"kak,, sudah jangan nangis!!! bagi prita, kak dara dan kak julia adalah kakak terbaik yang prita miliki," jawab prita sambil memegang tangan kakaknya.
" kamu anak mamah yang hebat prita, mamah sayang sama kamu nak," mamah pun tidak kuasa memeluk prita sambil menangis sesegukan
"sudah mah, aku kan sudah di sini!!!"
"iya sayang,,, angga dimana prita??" tanya mamah melihat sekitar kamar
"katanya lagi di mabes polri bersama pak firman mah, biasa ngurusin kejadian tadi pagi."
"kata papah kamu tadi pas telepon, angga yang sudah menyelamatkan kamu nak, apa betul?" tanya mamah sambil mengusap rambut anaknya.
"hmmm iya mah, ini kedua kalinya angga nyelamatkan prita dari maut, entahlah kalau tidak ada dia nasib prita kaya apa jadinya!!" jawab prita secara tak langsung memuji angga dengan wajah merah merona.
"ehemmm kamu seneng banget ya kalau cerita tentang angga,, kamu sudah mulai bisa membuka hati kamu buat angga ya?" tanya mamah serius.
"cie,, cie kayanya ada yang jatuh cintrong nich!!!!" ledek sang kakak
"idih gak lah kak dara, mamah, jangan salah faham dulu kalian!!!" sanggah prita sambil tertunduk malu.
"mamah itu tau kamu nak, kamu tidak bisa membohongi mamah."
"emang menurut mamah aku suka sama angga gitu???" tanya prita sedikit cemas.
"iya, kalau menurut mamah sih begitu, hayoooo bener kan apa kata mamah!"
"udah akh mah gak usah di bahas masalah angga lagi ya?" pinta prita sambil memeluk pinggang mamahnya.
"haaaaa... sudah mulai bucin rupanya adikku ini!!!" ledek kak dara.
" ikkkh kak dara sudah akh, sudah tau aku lagi sakit masih saja di godain!!!" ucap prita kesal
"iya... iya deh sorry adikku sayang!!!
......................
"saya bangga dengan kamu angga, tidak sia-sia saya dulu mendidik kamu hingga menjadi seperti sekarang, siap-siap kamu untuk naik jabatan!" ucap pak firman sambil menjabat tangan angga.
"terima kasih untuk semuanya pak, ini berkat kerja keras semuanya,tidak hanya saya seorang!" jawab angga merendah
"tapi otak dari semua rencana penyelidikan dan penangkapan para pelaku itu ada di kamu angga, saya salut dan bangga sama kamu dan saya harap kamu secepatnya menikah dengan prita, agar kita bisa cepat jadi saudara ha..ha..ha..ha..!"
"insya allah pak, saya menunggu prita lulus sekolah dulu, baru saya dan keluarga akan melamarnya.!"
"ada satu hal yang ingin saya bicarakan sama kamu angga??" tanya pak firman serius.
"iya silahkan, apa yang mau bapak bicarakan dengan saya?"
DHEGH!!!!!
pertanyaan itu membuat angga sedikit bingung harus menjawab apa, namun angga mencoba menjawab sesuai apa yang dia rasakan saat ini.
"jujur saya sudah mulai tertarik dengan prita pak, saya juga tidak tahu kenapa saya bisa memiliki perasaan seperti ini, namun lambat laun saya pasti bisa mencintai dan menyayangi prita, biarlah waktu yang menjawab semua ini pak!!" jawaban angga begitu menyentuh hati pak firman
"kamu orang baik angga dan saya yakin kamu bisa membahagiakan prita."
" insya allah pak."
......................
Di dalam sebuah ruangan yang kecil dan hanya di soroti satu buah lampu dan satu kursi, mulyono mencoba menginterogasi kevin bisa di bilang membalaskan dendam atas perbuatannya kepada prita, dia terus mengorek informasi kepada kevin sampai kevin tak sanggup untuk berbicara lagi hingga akhirnya mulyono memukuli kevin hingga babak belur.
......................
setelah tiga hari prita di rawat di Rumah sakit polri surabaya ,akhirnya prita di ijinkan pulang ke jakarta.
"hari ini nona prita sudah bisa pulang ke jakarta bu." ucap dokter andre yang selama ini merawat kesehatan prita.
"alhamdulillah,terima kasih dokter!" jawab mamah antusias karena mendengar putri kesayangannya sudah benar-benar pulih.
"tapi harus di ingat ya bu, seminggu setelah kepulangan pasien harus segera kontrol kembali dan bisa di lakukan di RS polri jakarta bu, dan untuk pasien sendiri di pastikan jangan melakukan aktifitas yang berat-berat dulu perbanyak istirahat, makan makanan yang mengandung banyak protein dan nutrisi agar luka-luka di tubuh pasien bisa sembuh total."
"baik dok terima kasih!!" sahut mamah sambil menjabat tangan dokter andre, dokter yang selama ini merawat prita
"terima kasih dokter andre, saya pasti akan selalu menjaga kesehatan!"
"bagus nona prita, semoga cepat sembuh ya!!" ucap dokter andre.
"terima kasih dokter!!!" jawab prita.
kemudian prita pun bersiap-siap menuju lobby rumah sakit, karena kondisinya masih belum sepenuhnya stabil, prita pun di antarkan dengan menggunakan kursi roda, ketika mamah mendorong kursi roda menuju lobby rumah sakit tiba-tiba angga muncul.
"biar saya saja yang membawa prita bu!!" pinta angga kepada mamahnya prita.
"akh kebetulan ada nak angga, dengan senang hati angga kebetulan tante repot juga ini,,sambil membawa koper milik prita.
"maaf ya bu saya sedikit telat soalnya tadi angga dan pak mulyono di panggil sama pak firman, dan pak firman menyuruh pasukan mengantarkan prita sekeluarga menggunakan helikopter, jadi kita ke lantai atas rumah sakit ini ya bu, soalnya helikopter sudah ada di atas."
"wahh tante gak abis fikir kita di antarkan menggunakan helikopter, yasudah ayo kita cepat kesana!" ujar mamah begitu antusias.
kemudian angga menatap prita.
"kamu baik-baik saja kan?" tanya angga sambil berjongkok di depan kursi roda
melihat perlakuan angga, entah kenapa jantung prita berdetak lebih cepat.
"aku..... aku baik ko, kamu ngapain di situ?ayo cepat bawa aku ke lantai atas!!!!" jawab prita ketus walaupun wajahnya terasa ada yang panas
sambil tersenyum manis, angga pun mendorong kursi roda yang membawa prita sampai lantai atas dengan menggunakan lift rumah sakit. sesampainya di lantai atas. ternyata papah sudah ada di sana berikut dengan pak firman yang masih ada hubungan keluarga dengan papah.
"hallo prita sayang,semoga cepat sembuh ya, ini om bawakan hadiah buat kamu, maaf tante vina tidak bisa datang jenguk kamu karena masih di madrid nemenin persiapan kuliah raisya di sana!!" ucap pak firman sambil memberikan hadiah yang di simpan di sebuah paper bag ukuran besar.
"terima kasih untuk hadiahnya om, salam buat tante vina dan raisya ya om!!" seru prita
"iya prita, nanti om sampaikan salam kamu, dan nanti om dan sekeluarga insya allah hadir di acara pernikahan kamu dengan angga, pasti om usahakan ya!!!" ucap pak firman sambil tersenyum jahil.
"mendengar kata pernikahan kenapa hati ini merasa ada sesuatu yang aneh antara senang dan juga tidak,karena semenjak kejadian waktu itu rasa benci terhadap angga sedikit memudar, dan entah kenapa setiap keberadaan angga di dekatku selalu membuatku salah tingkah!" ungkap prita dalam hatinya.
"hahaha!!!! iya donk firman, kamu sekeluarga harus datang ya, masih ada sisa waktu tiga bulan lagi!!! pungkas papah sambil berjabat tangan dengan pak firman alias sepupunya.
"baiklah kalau begitu kalian hati-hati di perjalanan, dan untuk kamu angga, saya titip prita ya, selalu jaga dia!!!!" ucap pak firman sambil menepuk bahu angga.
"siap pak, saya janji akan menjaga prita pak!!!" jawab angga sambil memberikan hormat.
kemudian mereka pun berangkat menuju jakarta dengan helikopter milik kepolisian surabaya.bersama angga yang secara tidak langsung duduk di sebelah prita, dan prita pun merasa deg-degan berada di sebelah angga, "sepertinya papah dan mamah sengaja agar aku duduk bersebelahan dengan angga!! gumam prita.