
Pukul 14.00,angga yang sedang sibuk di dalam ruangannya tiba-tiba mendapatkan pesan dari orang yang tidak di kenal.
0821005xxx
selamat siang menjelang sore tuan angga yang terhormat, anda sungguh kasian sekali ya, capek-capek kerja mati-matian, tapi istri anda sedang enak-enakan selingkuh dengan pria lain.
Dengan rahang yang mengeras,angga merasa kesal, siapa pengirim pesan yang tidak berbobot seperti ini? angga pun mengabaikannya, namun lagi-lagi ada pesan masuk di ponselnya,ketika melihat isi pesan tersebut, betapa kagetnya angga.
ini, bini elu kan? kasian banget sih lo !!!! ha... ha.... ha...!!!!
"Sialan, apa maksud dari semua ini? "ucap angga kesal, kemudian angga menelpon prita, namun handphonenya malah tidak aktif, angga pun menjadi semakin curiga.
"prita!!!! apa maksud dari semua ini??? ucap angga sambil memijit kepalanya yang tiba-tiba merasa pusing.
Angga yang tadinya ingin pergi menyusul prita, namun sepertinya tidak bisa di tinggalkan begitu saja pekerjaannya, karena hari ini angga harus menuntaskan penyidikannya, dengan terpaksa angga menundanya sampai pekerjaannya selesai.
......................
"Cepet sembuh ya pah!!! prita gak tega lihat papah sakit kaya gini!!" ucap prita sambil memeluk papahnya yang masih terbaring di tempat tidur.
"Gak apa-apa ko sayang, papah hanya kelelahan saja, banyak istirahat juga nanti sembuh."
Prita adalah putri mulyono yang paling dekat dengannyanya, begitupun sebaliknya.
"Kamu sekarang gemukan ya prita?" tanya mamah.
"Hahaha, masa sih mah?"
"iya sayang, atau jangan-jangan kamu sedang hamil?"
"Akh mamah ini ngaco, ya enggak lah mah, nikah saja belum ada satu bulan, masa sudah hamil saja, kalau gemukan itu karena prita bahagia mah, pah!"
"Syukurlah sayang, papah senang dengarnya, ternyata angga bisa membahagiakan putri kecilku ini." di usapnya rambut putri kesayangannya itu karena masih terus memeluk dirinya.
"malam ini, prita menginap di sini ya pah, mah?"
"Emang kamu sudah bilang sama suamimu?" jawab sang mamah.
"Ups... iya belom mah, sebentar prita ambil ponsel dulu mau ngabarin mas angga." namun ketika ponsel di ambil di dalam tasnya, ternyata ponselnya mati, prita lupa mengecasnya semalam, karena saking asiknya bercinta bersama angga.
"Haduh, bisa lupa ngecas ponsel sendiri. "
"Hmmm tumben sih kamu bisa lupa begitu, biasanya ponsel kamu selalu on terus jarang banget mati kaya gitu." sindir mamah.
"Hahaha, ya sekarang kan sibuk ngurusin mas angga mah, nonton drakor saja sudah jarang, malah gak pernah mah semenjak abis nikah."
Mamah lia pun hanya tersenyum mendengar penjelasan putrinya itu, dia sudah tau dengan keadaan prita saat ini, apalagi prita dan angga pengantin baru, pastilah fokus hanya untuk mereka berdua saja.
"Idih... mamah ko malah senyum-srntum sih."
"Sudah, kamu cas ponsel kamu, takutnya nanti angga marah gara-gara gak bisa hibungin kamu."
"Iya mah. "
selang tiga puluh menit, Prita menyalakan ponselnya, betapa kagetnya dia melihat notif pesan masuk dan puluhan panggilan tidak terjawab dari suaminya itu.
"Ya ampun mas, maafin aku."prita pun dengan cepat membalas pesan dari suaminya.namun tidak kunjung di balas, kemudian prita menelfon angga, tapi teleponnya malah di rijek.
"Ish.. mas angga, kamu marah sama aku ya mas? maafin aku mas." prita pun merasa cemas, dia takut mas angga marah besar terhadapnya.
Pukul 20.00 angga datang,prita pun langsung menghampirinya di depan halaman rumahnya. namun ketika angga berhadapan dengannya, tatapannya begitu tajam, sepertinya mas angga marah.
"Mas, maafin aku tadi ponselnya mati, soalnya lupa aku cas pas kemarin malem."
"Alasan saja kamu!"
DHEGH!!!
Prita pun merasa kaget, mas angga yang biasanya selalu memanggil kata sayang pada dirinya, namun sekarang tidak.
"Mas marah sama aku?"
"Fikir saja sendiri, minggir kamu, aku mau ketemu papah, habis itu kita pulang, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu."
"Tapi mas, malam ini aku ingin menginap di sini?" namun lagi-lagi angga menatapnya dengan penuh amarah.
Prita pun tidak berani membantah perkataan suaminya, akhirnya ia menuruti apa perkataan angga. kemudian mas angga masuk ke dalam sambil membawa makanan, mungkin untuk papah.
"Assalamualaikum pah,mah!" ucap angga sambil mencium tangan papah dan mamah.
"Waalaikumsalam. " jawab papah dan juga mamah.
"Kamu sudah pulang nak?" tanya mulyono.
"Iya pah, ouh iya.. ini angga bawakan kue kesukaannya papah, semoga cepat sembuh ya pah."
Betapa senangnya mulyono, ternyata angga tahu makanan kesukaannya yaitu kue bandros yang keberadaannya sudah jarang di temukan di kota jakarta ini.
"Makan kue ini jadi ingat waktu pendidikan di bandung dulu sama ayah kamu ga,hampir setiap hari kita makan kue ini, tapi gak pernah bosan."
"pantas, ayah juga sangat menyukai kue ini pah, semenjak ayah pindah ke jakarta, kue ini yang pertama dia cari, soalnya waktu di surabaya tidak ada yang jual pah."
"Hahaha, kasian sekali ayah kamu ga, padahal dia sangat menyukai kue ini."
"Iya pah, kalau begitu angga gak bisa lama pah, angga mau pamit bawa prita pulang."
"Lho!!! kenapa pulang? prita bilang katanya kalian mau menginap?"
"Hmmmm.... yasudahlah, tapi bener ya kalian weekend menginap di sini?"
"Iya pah, angga janji!! soalnya besok mau ada pertemuan juga dengan kepala pimpinan sekaligus malamnya angga ada undangan peresmian cakrawala grup, dan saat ini angga ikut sebagai pemegang saham juga di situ pah!"
"Apa? jadi selama ini kamu punya bisnis juga angga?"
"Iya pah, angga sudah tiga tahun ikut berbisnis di saham, kebetulan perkembangannya saat ini sedang pesat di sektor pariwisata, doain saja pah, mah biar angga bisa sukses dan ini semua untuk masa depan keluarga kecil angga."
"Papah sangat bangga sama kamu, bahagiakan selalu putri papah ya, kalau sifatnya masih kekanak-kanakkan harap di maklum saja, usia dia juga masih muda menginjak dua puluh tahun saja belum."
"Iya pah, yasudah kalau begi angga pamit ya pah, mah."
"Iya angga, mamah titip prita ya?"
"Baik mah. "
Dengan rasa kecewa, prita akhirnya ikut pulang bersama angga, ketika di dalam perjalanan angga hanya terdiam begitupun prita.
"Hmm, sepertinya mas angga masih marah? sebaiknya aku ikut diam saja, aku gak mau berdebat malam-malam sama dia." gumam prita kesal.
Sesampainya di rumah, angga langsung masuk ke dalam rumah tanpa menoleh ke arah prita.
"Ya ampun mas, sampai segitunya kamu sama aku, emang salahku begitu fatal ya, sampai sikapmu seperti ini?"
Ketika mereka berdua sedang dalam keadaan santai, prita pun masih di cuekin oleh angga, hingga dirinya begitu kesal dan geram.
"Mas angga, kamu kenapa sih ngediemin aku kaya gini?"
"Fikir saja apa kesalahan kamu hari ini. " jawab angga singkat namun ketus.
"Kalau masalah ponselku mati, maaf mas aku lupa mengecas nya semalam, masa hanya masalah kaya gini mas jadi marah besar sama aku!"
Tidak lama kemudian angga menunjukan ponselnya, dilihatnya sebuah foto dimana prita sedang asik berduaan di cafe bersama yuda.
"Ya ampun, itu kan foto aku sama yuda tadi!" gumam prita merasa kaget.
"Jelaskan apa maksud dari semua ini prita? "tanya angga dengan intonasi suara yang cukup tinggi.
"Mas jangan salah faham dulu, ini tidak seperti yang mas fikirkan, ini salah faham mas.
"Salah faham apa? kamu bilangnya mau ke rumah papah sama mamah, tapi nyatanya malah sedang asik berkencan dengan pria lain."
Dengan refleksnya, prita langsung memeluk erat suaminya.
"Mas percaya sama aku, tadi aku gak sengaja ketemu yuda pas aku lagi di supermarket, terus yuda ngajakin aku minum kopi di cafe udah itu saja mas, percayalah sama aku, aku gak mungkin selingkuh ataupun menghianati kamu, aku sangat mencintaimu mas, aku mohon kamu percaya."
Angga pun hanya terdiam tanpa membalas pelukan dari istrinya itu.
"Mas angga, mau kan mas maafin aku?
"Kamu fikir aku ini laki-laki bodoh!"
"Mas, aku mesti jelasin kaya gimana lagi mas, aku sudah mengatakan yang sejujurnya sama kamu."
"Kamu tau kan, gak sepantasnya seorang perempuan yang sudah bersuami berduaan di cafe sama laki-laki yang baru dia kenal, apa kamu type wanita gampangan hah??"
"PLAK!!!!
akhirnya prita menampar angga
"Mas jahat, kata-kata mas angga sudah menyakiti aku."
Angga pun terdiam, sambil memijit kepalanya yang kembali terasa pusing.
"Asal mas tau, di hati aku cuma ada kamu, gak pernah di fikiran aku terlintas untuk menghianati kamu, kalau emang di dalam fikiran kamu aku ini wanita gampangan, lebih baik aku pergi dari sini, makasih sudah mencintai dan menyayangi aku selama ini."
Mendengar perkataan prita, angga pun memeluk erat istrinya.
"Maafkan aku prita, gak seharusnya mas berkata seperti tadi, mas hanya kesal dan cemburu melihat kamu seperti itu dengan pria lain, mas gak mau kamu dekat dengan pria lain selain mas."
"Aku juga memang salah mas, aku janji gak akan kaya gini lagi, tapi mas juga jangan pernah bilang aku ini wanita gampangan, sakit mas di katain seperti itu, apalagi
keluar dari mulut kamu,orang yang sangat aku sayangi."
"Iya sayang maafkan mas, mas minta sama kamu, jangan pernah kamu kaya gini lagi, tolong jaga perasaannya mas."
"Iya mas, aku sayang sama kamu mas anggaku."
"Iya sayang, aku juga sangat menyayangi kamu, dan sangat mencintai kamu melebihi apapun.
"Mas dapat foto itu dari mana?"tanya prita penasaran.
"Ada nomer yang tidak di kenal tiba-tiba menghubungi mas, mas juga baru kefikiran sayang, sepertinya ada yg ingin mencoba menghancurkan rumah tangga kita."
Entah kenapa terlintas di fikiran angga, bahwa yang melakukan ini adalah indri,karena angga sangat mengenal sosok indri yang tidak mudah menyerah untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan.
"Aku jadi takut mas, di awal pernikahan sudah ada kejadian seperti ini! "
"Jangan takut sayang, kan ada mas, yang jelas, kita mesti lebih hati-hati saja menghadapi ini.
"Iya mas."
🍃
🍃
Hallo sahabat readers, terima kasih author ucapkan karena telah membaca sampai bab ini, semoga kalian suka dengan karyaku, maaf baru up kembali 😄😄