
"Akhirnya sampai juga kita di virgin beach." ujar angga sambil membantu prita turun dari kapal speed boat yang sengaja ia sewa dari dermaga ancol tadi, lumayan jauh perjalanan yang mereka tempuh, sekitar satu jam lebih akhirnya mereka sampai.
"lucu nama pulaunya ya mas!"
Angga pun hanya tersenyum dan merangkul prita.
"Welcome pasangan pengantin baru."
"Thanks ya sob, lo udah ngasih kita kejutan.gw sama prita seneng banget,ouh iya, kenalin ini istri gw, namanya prita!
"Cantik ya bini elo sob,pinter lo nyari cewek,gw ardi sahabat deketnya angga! " ucap ardi sambil mengulurkan tangannya.
"aku prita, makasih ya udah ngasih surprize, aku seneng banget." kata prita dengan memberikan senyum nya.
"Iya sama-sama, lagian di sini juga angga ikutan inves lho, cottage dan pulau virgin ini ada saham aku dan angga.
"ohh ya??" hebat ya kalian, masih muda tapi sudah pandai berinvestasi.
"Ini semua untuk masa depan anak dan istri nantinya, iya gak sob!"tanya ardi.
Anggapun hanya mengangguk dan tersenyum.
"okey, hari ini gw bertugas jadi pemandu wisata plus fotografer kalian, maklum tuan angga yang terhormat ini dari dulu seneng banget di foto,padahal lo cocok jadi aktor ga, ketimbang jadi polisi, hihihi.
"Gw ingin mewujudkan cita-cita bokap gw di,"
"iye, gw udah tau ko ga."jawab ardi.
Mereka pun bergegas menuju cottage untuk istirahat sejenak.
"Akhirnya sampai juga kita, yasudah kalau begitu kalian istirahat saja dulu, nanti kalau butuh sesuatu kabari gw, okey! " ucap ardi yang langsung meninggalkan pasangan pengantin baru itu.
Prita dan angga pun beristirahat di cottage.
"Bagus ya mas cottagenya!" ucap prita.
Angga pun tiba-tiba melingkarkan tangannya di perut prita sambil menyenderkan kepalanya di bahu prita, yang mengenai tulang selangka, hembusan nafas angga membuat desiran aneh di sekujur tubuh prita.
"Mas!!" ucap prita.
"Iya kenapa? tanya angga.
kemudian prita membalikkan badannya, dan berani mengecup bibir suaminya itu
"eh, sudah berani ya kamu!" kata angga sambil mengelitiki perut istrinya.
"Aduh, ampun mas.. sudah jangan menggelitiki aku ikh, geli tau.
Namun angga enggan mendengarkan perkataan istrinya itu, hingga membuat prita terjatuh di atas tempat tidur.
"BUGH!! "
Angga pun menindih prita, kemudian mengikat kedua tangan istrinya itu oleh tangannya sendiri.
"Mas, lepasin dong!" pinta prita memohon.
Entah kenapa setiap melihat prita, aku merasa bergairah, ingin sekali rasanya aku mencicipi tubuhnya yang indah itu, apalagi melihat kedua bukit kembarnya yang sintal, membuatku tidak bisa mengendalikan hawa nafsuku.
"Mas, lepasin aku! ucap prita.
Namun angga malah kembali mencium bibir mungil istrinya itu. prita pun menikmati setiap ciuman lembut dari suaminya, wajahnya kini berubah menjadi merah merona, desiran aneh kembali datang di sekujur tubuh prita, setiap sentuhan bibir dan tangan dari mas angga, membuatku menginginkan sesuatu yang lebih dari ini.
"Mas! " ucap prita dengan suara yang parau.
empat tanda stempel kepemilikan angga mendarat di lehernya prita.
"Kalau mas mencintaiku, aku harap mas tidak akan pernah menyentuh istrimu itu"
Kata-kata indri mulai terlintas di fikiran angga, kemudian angga menghentikan aksinya itu.
"Maaf kan mas ya prita!" ucap angga sambil mengecup kening istrinya itu.
"Iya mas gak apa-apa!" jawab prita sambil merapihkan kancing baju yang tadi di lepas oleh suaminya itu.
"Mas ke kamar mandi dulu ya, abis ini kita makan siang di restaurant.
"Iya mas, ucap prita yang masih terdiam di atas tempat tidur.
kemudian prita beranjak dari tempat tidurnya menuju sebuah meja rias untuk merapihkan rambutnya yang acak-acakan karena kejadian tadi, ketika dia hendak menyisir rambutnya, dia melihat sebuah tanda kissmark mendarat di lehernya.
"Mas angga!" kenapa kamu melakukan ini? malu kan nanti kalau sampai orang lain tau, mana aku gak bawa syal!" kata prita kesal.
Angga pun keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian di depan prita, tubuhnya yang sixpek, perutnya yang bagaikan sebuah roti sobek, serta tangannya yang berotot membuat prita ingin terus melihatnya.
"Kok malah bengong?"tanya angga.
"Gak apa-apa kok mas!" jawab prita malu.
"yasudah ayo kita makan siang dulu, mas sudah laper. " kata angga.
Angga pun menggenggam erat tangan istrinya itu, kemudian berjalan menuju restauran, melihat gelagat prita sepertinya agak aneh, dia terus-terusan menutup lehernya dengan rambut panjangnya itu, karena tiupan angin begitu kencang, prita pun selalu merapihkan dengan ujung jarinya.
"Kamu kenapa? tingkahmu aneh begini! tanya angga heran.
Prita pun menunjukan lehernya kepada angga. "Nih, hasil perbuatannya mas!" jawab prita kesal.
Angga pun hanya tersenyum"Tapi kamu suka kan? buktinya saja tadi kamu sangat menikmatinya dan!!
Prita pun menutup mulutnya angga dengan tangannya"sssttt!! sudah cukup akh mas, malu tau."
"Hahahaha, iya maaf ya istriku yang cantik.
Merekapun bergegas menuju restaurant.
"Mas gak salah memesan makanan sebanyak ini?" tanya prita yang tidak menyangka kalau suaminya itu ternyata doyan makan
"Enggak ada yang salah ko, mas itu paling suka sama ikan gurame dan mas suka sama masakan sunda, padahal di keluarga mas gak ada yang keturunan sunda.
"Haaa, aku orang sunda mas, mamahku saja asli bandung sedangkan papah asli dari palembang.
" Pantas saja mas suka sama kamu, habis sama-sama enak!
ucapan angga malah membuat prita menjadi bingung.
"Maksudnya apa mas, aku gak ngerti loh! " tanya prita penasaran
"Anak kecil gak usah tau, nanti juga tau sendiri!" ledek angga sambil menaikkan alisnya di sertai senyumnya yang mengembang.
Dengan wajahnya yang di tekuk"Ishhh...!!! mas angga nyebelin banget.
"terus saja mas sindir aku, memang aku itu gemuk dan jelek."ucap prita kesal
"Kata siapa kami gemuk dan jelek? kamu itu cantik, badan kamu juga bagus dan berisi,lagian mas gak begitu suka wanita yang kurus, apa yang mau di pegang? hahahaha.
"Perkataan mas angga malah membuat aku menjadi tambah bingung saja."
"Sudah, sudah anak kecil nanti juga tau sendiri."
"Aku udah gede mas,anak kecil dari mananya? nyebelin ikh."
"Yaaudah ayo kita makan, nanti sore kita main di pesisir laut kita lihat sunset, gimana?" ajak angga.
"Asikk, iya mas aku mau!!" jawab prita antusias.
Setelah selesai makan, angga pun duduk di pesisir pantai sambil menikmati live music yang di nyanyikan oleh seorang wanita cantik.
"Saya mengucapkan selamat untuk bapak angga restu pratama bersama istri, karena sudah hadir di tempat ini, mari kita sambut bapak angga untuk menyanyikan sebuah lagu."
Angga pun kaget dengan perkataan penyanyi cantik itu.
"Mas bisa nyanyi? aku pengen dengar donk!" ucap prita dengan ekspresi wajah memohon.
"Pasti ini ulah dari ardi, awas saja kamu!" gumam angga kesal.
Akhirnya angga terpaksa berjalan menuju panggung kecil.
"Ayo mas, nyanyikan lagu buat aku." ucap prita begitu antusias
Ternyata keadaan di restauran saat ini cukup ramai oleh pengunjung. Mendengar nama angga, ternyata mereka sangat familiar dengan sosok angga terutama kaum ibu-ibu muda, mereka dengan senangnnya mengambil foto menggunakan ponsel canggihnya. Angga memang tampan hari ini, apalagi saat ini ia mengenakkan kemeja putih dan celana jeans berwarna navi, memang terlihat seperti bukan polisi melainkan seorang aktor tampan.
"Terima kasih saya ucapkan kepada istriku yang cantik, lagu ini spesial untuk kamu."
Para tamu pun bersorak dan memberikan sebuah tepukan tangan, dan prita pun tersipu malu mendengar ucapan angga barusan.
kemudian angga mulai menyanyi, di iringi oleh alunan musik yang merdu
Awal ku mengenalmu
tersita seluruh hatiku
oh, indahnya dirimu
ku jatuh hati padamu
tak terasa waktu berlalu
kini kau telah menjadi milikku
*Betapa bahagianya aku
saat kau ada di sisiku
kini tiba saatnya
kita harus melangkah
temani diriku
di sisa waktumu
reff:
genggamlah tanganku bersamaku
kau kan menentukan arah
bersama diriku yang kan slalu menjaga dirimu
yakinkan hatimu temaniku
di setiap langkah-langkahku
ku di sini di sampingmu
ku kan selalu ada untukmu.
by:tyok satrio "ada untukmu*"
"Tidak ku sangga suara mas angga begitu bagus!"ucap prita kagum
Tiba-tiba ardi datang menghampiri prita.
"Angga itu dulunya bintang di sekolah, sudah dari dulu dia suka menyanyi, setiap ada even music di sekolah dia selalu ikut, tapi sayangnya, ayah angga tidak menyukainya dan akhirnya angga tidak pernah ikut even nyanyi lagi, dia hanya fokus dengan belajar agar bisa mendapatkan beasiswa masuk akpol di surabaya.
" Kamu sangat mengenal angga ya?" tanya prita kepada ardi
Ardi pun hanya tersenyum kepada prita
"Sialan lo di, udah bikin gw malu kaya gini!" ucap angga sambil melilitkan tangannya di lehernya ardi.
"aduh,, aduh.. ampun dah mas bro!"
Melihat ke akraban angga dan ardi, prita merasa senang, ternyata dia mendapatkan banyak kejutan yang ia tidak tau dalam kehidupan angga sebelumnya.
"Tapi elo suka kan ga? berapa tahun lo gak pernah nyanyi? gw kangen sama suara elo tau, bini lo saja sampai kagum lihat lo nyanyi."
"Iya mas, suara kamu bagus banget, dan lagu yang tadi mas nyanyiin,itu lagu kesukaan aku mas, aku saja sering dengerin di ponsel aku."
"Mas juga suka banget sama lagu ini! " ucap angga malu
"Wah, kalian emang cocok ye, klop banget deh!" ledek ardi
"Hebat ya lu bro, kayanya bentar lagi gw bakalan cepet punya ponakkan, gw suka sepak terjang elo, hahaha! " ledek kembali ardi kepada angga.
perkataan ardi sontak membuat angga dan prita bingung.
"maksud lo apa sih di?" tanya angga heran.
"Tuh buktinya, baru juga nyampe, lo udah bikin kissmark di leher bini elo.
Dengan wajah yang memerah, pritapun menutup lehernya dengan rambut panjangnya.
"Ini semua gara-gara mas angga nih!" ucap prita kesal tetapi malu.
"Sialan kau ardi, sini gw hajar lo." ujar angga sambil berlari mengejar ardi.
"Ampun bro, ampun dah, hahahaha."
Prita pun hanya menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil itu.
"Sedikit-sedikit aku bisa mengenal dan mengetahui karakter kamu mas, dan aku semakin jatuh hati sama kamu, I love you mr. perfeckku ♥♥♡♡