
"Assalamualaikum sayang. "
"Waalaikumsalam mas, alhamdulillah mas sudah pulang".
"Mas kangen tau sama kamu."ucap angga sambil memeluk istrinya.
"Aku juga kaaaangeeeeeeeennn! pake banget mas."
"Ha.. ha.. ha.. panjang banget kangennya, bikin mas greget saja."
"Yaudah mas mandi dulu gih sana, bau acem tau."
"Iya sayang."
Selepas mandi, angga dan prita makan malam bersama.
"Tambah kesini tambah enak saja masakan kamu sayang. "puji angga
"Masa sih mas? tapi syukurlah kalau mas angga suka."
Dengan lahapnya angga memakan semua masakan istrinya, hingga prita tercengang di buatnya.
"Mas angga gak salah makan sebanyak itu?"
"Ya enggak lah, kan nanti malam mas mau tempur sama kamu!! "seru angga sambil memainkan kedua alisnya.
pritapun tersipu malu di buatnya.
"Ish, mas angga nyebelin, masa minta tiap hari sih, gak ada capeknya kamu mas."
"Kalau soal urusan yang satu itu gak ada kata capek dong sayang."
"Gak nyangka mas kaya gini!!"
"Kejar target biar cepet punya baby sayang, hi... hi... hi... "
Setelah selesai makan, mereka menyempatkan diri untuk menonton televisi di dalam kamar.
"Gimana tadi hasil rapatnya mas? "tanya prita sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.
Kemudian angga pun mencium puncak kepala istrinya," ini semua berkat ide kamu sayang, kalau saja kamu gak ngasih tau sifat kevin ketika menculik kamu, mungkin mas tidak akan menemukan titik terang untuk memberatkan kevin menjadi tersangka pembunuh ayahnya sendiri."
"Aku gak habis fikir deh mas, ko bisa-bisanya kevin membunuh ayahnya sendiri?"
"Itulah yang sedang mas selidiki,kenapa dia sampai tega melakukan hal itu? mas dan tommi sama-sama sedang menyelidikinya sayang." kemudian angga menempatkan kepalanya di atas paha istrinya, di peluknya perut prita, lalu angga pun mendongakkan wajahnya.
"Mas harap benih mas bisa secepatnya tumbuh di perut kamu."
"hmmmm... sabar lah sayang, kan apa-apa juga perlu proses, kita nikah saja belum ada satu bulan."
"iya sayang, mas sudah gak sabar tau."
"Kamu tuh kebiasaan mas." dengan gemasnya prita menarik hidung angga yang mancung itu.
"Aduhhh, sakit sayang, wah gak nyangka cubitan kamu bikin mas kesakitan kaya gini!"
"Habis mas angga nakal. "ucap prita sambil mengulum senyum.
Angga pun bangkit dan menggelitiki perut istrinya.
"Ampun mas angga, ampun!!"
"Bodo amat, mas kelitikin sampe kamu lemas, hahaha.."
"Ishhh mas angga jahat."
tanpa ada aba-aba dengan gemasnya, angga langsung ******* habis bibir mungil istrinya itu,namun kali ini prita tidak mau kalah dia pun ikut membalasnya.
"Wah, mas suka nih kalau kamu berubah menjadi buas, ha.. ha.. ha.."
namun kini, prita malah lebih agresif dari biasanya,angga sangat senang dan menikmati setiap percintaan mereka, malam ini adalah malam yang panjang bagi mereka berdua,setiap ******* dan rintihan terlontar dari dalam kamar.
Keesokan harinya
Pagi-pagi angga mendapatkan telefon dari ardi
"Ga, lo sekarang lagi di mana?"Tanya ardi
"Gw masih di rumah, sebentar lagi mau on the way ke bareskrim, emang kenapa di?"
"Ini tentang flashdisk yang elo kasih kemaren,semalaman gw coba buka file yang terkunci, dan gw udah nemuin paswordnya."
"Yang bener di? yasudah,gw jemput elo ya."
"iya ga, gw tunggu elo di halte depan apartemen ya, biar cepet."
"ok siap."
kemudian ardi pun menutup teleponnya.
"Siapa yang telepon pagi-pagi mas?" tanya prita sambil membawakan bekal makanan untuk suaminya.
"Ardi sayang, mas lagi ada perlu sama dia, nanti pulang kerja mas ceritain semuanya sama kamu, yasudah mas pamit ya mau berangkat, kamu hati-hati di rumah."
"iya mas, hati-hati juga, aku bawain bekal buat mas, soalnya hari ni mas angga cuma minum kopi doang."
"Kamu memang istri yang paling pengertian, mas beruntung menikahi kamu, ehhmmmm makasih untuk semalem, nanti lagi ya!" ledek angga dengan mengulum senyumnya.
Pritapun merasa malu di buatnya, tiba-tiba wajahnya memerah.
"Mas, nanti siang boleh ya aku main ke rumah mamah, aku kangen sama keluarga ku."
"yasudah gak apa-apa sayang, nanti mas jemput kamu skalian mau nengokin papah kan?"
"Iya sayang."
Dengan mencium kening istrinya, angga pun langsung pergi dengan mengendarai mobilnya.
Setibanya di halte apartemen cempaka,ardi bergegas masuk ke dalam mobil milik angga.
"Sob gawat! "
"Ternyata si kevin itu masih memiliki barang haram itu, meskipun ia ada di dalam penjara. "
"Apa???"
"Iya angga, sepertinya kasus ini tidak akan mudah cepat selesai."
"Gw gak abis fikir di."
"lo dapat dari mana flash disk ini?"
"Gw nemu di saku celananya kevin, waktu itu gw memeriksa pakaian yang terakhir dia pakai bro, di situ gw juga nemuin ada bercak darak tapi gak banyak, cuma senjata untuk membunuh pelaku, belum di temukan juga sampai sekarang."
"Kalau gw sih yakin 100% bahwa kevinlah pelakunya, sepertinya dia juga membunuh ayahnya tidak hanya seorang diri, namun aksinya saat itu ada yang membantu, Dan mungkin ini sudah di rencanakan ga."
"Tepat banget di, itu yang sudah ada dalam fikiran gw, mangkanya gw penasaran sama flash disk yang ada di saku celananya kevin, mungkin saat ini dia sedang mencari barang buktinya."
"Tapi lo hebat ga, lo gak menyerahkan ini ke pihak lain."
"Iya di, karena yang gw rasa, ada musuh di balik selimut, soalnya meskipun di dalam penjara, tapi kevin tetap bisa menjaga barang haram tersebut, tapi siapa yang terlibat di dalamnya? mangkanya gw kasih ke elo, elo kan paling jago kalau urusan kaya gini. kalau di kasih ke pihak lain, gw takutnya malah di hapus file nya."
"Betul banget ga, ini adalah kasus yang sangat besar ga."
"Sepertinya gw mesti temuin pak sujatmiko di kejaksaan agung, lo temenin gw ya di."
"Ok siap bro."
Mereka pun memutar arah menuju ke kejaksaan agung.
Akhirnya mereka bertemu pak sujatmiko atau biasa di panggil pak miko.
"Eh ada pak kombespol angga kesini, sepertinya ada hal yang penting ya? "
"Betul sekali pak, ada informasi yang harus saya sampaikan kepada bapak."
"Baiklah kalau begitu mari silahkan duduk."
mereka pun membicarakan tentang penemuan barang bukti baru kepada pak miko.
"Saya benar-benar tidak percaya, dengan adanya barang bukti ini, saya harap jangan sampai pihak lain tau pak angga."
"Iya pak, mangkanya saya langsung datang menemui bapak, saya harap bapak bisa di percaya."
"Tenang saja pak angga, saya bukanlah type manusia penghianat, saya selalu memegang teguh keadilan dan anti suap tentunya.?
"Alhamdulilah pak kalau begitu."
Setelah menemui pak miko, angga dan ardi bergegas pergi menuju bareskrim.
......................
Prita yang sedang asik memilih buah-buahan di supermarket, tidak sengaja bertemu dengan yuda, si mahasiswa yang pernah ia temui di kampusnya angga, sekaligus mata-matanya indri, entah ada rencana apa di balik ini semua.
"hey lo prita kan?" tanya yuda
"Hmmm lo yuda ya?"
"iya cantik, rupanya lo masih ingat sama gw, gimana kabarnya? setelah menikah tambah cantik saja elo ya."
"Hahaha, bisa saja lo yud,alhamdulilah gw baik yud."
"syukurlah kalau begitu, ouh kebetulan nih mumpung ketemu di sini, bagaimana kalau kita ngobrol sebentar, kebetulan di sini ada cafe yang tempatnya nyaman banget."
"Duh maaf banget yud, tapi kayanya gw gak bisa."
"Hmmm, padahal cuma sebentar saja lho prita, gw kepingin traktir lo minum coffe, gw masih inget minuman yang lo minum tempo hari, ice cappucino kan?"
"Ha.. ha... ha.. elo masih ingat saja yud, yasudah tapi sebentar saja ya yud, gw gak bisa lama. "
"Siap nona cantik, gw hanya ingin mentraktir lo saja, sebagai ucapan terima kasih gw sama elo waktu itu."
"Sumpah, elo tambah cantik dan manis saja prita, jujur gw suka banget sama elo, di suruh deketi elo juga gak bakalan nolak gw!!" gumam yuda yang tiada hentinya memandang prita.
Sambil meminum kopi pesanan mereka, dengan asiknya prita dan yuda mengobrol tanpa memperhatikan seseorang yang sedang memfoto mereka berdua.
"Eh yud, gw kan mau kuliah di universitas pelita bangsa! "
"Wah yang bener prita!! "
"Iya benerlah yud, senin depan mulai masuk kan?"
"Iya prita, gw seneng banget lo masuk satu kampus sama gw, kita bisa ketemu terus dong ye!!"
"Hahaha, ya begitulah yud kan kita satu kampus, elo temen pertama gw di kampus ya yud."
"Iya dong prita cantik, lo kalo butuh apa-apa kabarin gw, ok.. gw pasti bantuin elo."
"Thank's ya yud."
Mereka berdua mengobrol kembali hingga prita keasyikan dan lupa bahwa dirinya akan pergi ke rumah orang tuanya.
"Aduh yud, gw keasikan ngobrol sama elo, gw pulang dulu ya, soalnya gw mau ke rumah bokap sama nyokap."
"Mau gw anter gak prit?" ajak yuda begitu antusias.
"Gak usah yud, makasih sebelumnya, gw udah pesen taxi ko."
"Yaudah kamu hati-hati ya prita."
"Iya yud, makasih untuk traktirannya ya!!"
"Sama-sama prita cantik."
"Ha... ha... ha... ada-ada saja lo yud."
Prita pun bergegas pergi menuju rumah orang tuanya.
"Hmmm, kangen banget sama suasana rumah, kangen juga sama baby gio, pasti tambah embul dan lucu.. hi.. hi.. hi.. jadi kepengen juga punya baby."