
"Pah, mah hari ini angga mau meminta ijin untuk membawa prita pindah dari sini!"ucap angga sedikit gugup
"Lho kenapa pindah? emang kalian tidak nyaman tinggal di sini!" pungkas mulyono.
"Bukan begitu pah,angga hanya ingin hidup mandiri dan tidak bergantung kepada orang tua prita maupun orang tua angga."
"Pah, mah.. kebetulan mas angga sebelum menikah sudah membeli rumah untuk kita tempati nanti setelah menikah."ujar prita berusaha meyakinkan papahnya yang tampaknya tidak setuju prita pindah dari rumah ini.
"Emang kalian beneran gak mau tinggal di sini?" tanya kembali mulyono yang sepertinya belum rela prita pindah dari sini.
"Pah, sebaiknya kita setujui saja, lagian prita sekarang sudah menikah dengan angga, sudah kewajiban prita mengikuti kemanapun suaminya pergi!! " ucap mamah lia yang berusaha meyakinkan papah.
Papah pun terdiam sejenak."Hmmm... baiklah kalau begitu papah setuju dengan permintaan kalian, tapi ingat angga, kamu harus jaga prita anak saya, jangan pernah kamu sakiti dia."
"Iya pah tenang saja, angga akan selalu jagain prita dengan seluruh genap jiwa dan raga!"
"Alhamdulilah kalau begitu, papah lega dengarnya dan papah minta sama kalian, jaga diri kalian baik-baik ya, kalau ada pertengkaran belajarlah untuk saling mengalah jangan egois dan mementingkan diri sendiri!" kata mulyono yang panjang lebar menasehati angga dan prita.
"Untuk malam ini, angga meminta ijin untuk pulang ke rumah ayah dan angga mau ajak prita untuk menginap di sana pah, mah!"
"Baiklah kalau begitu, papah sama mamah mengijinkan kalian, terus kapan kalian mulai pindahan? "Tanya mamah lia.
"Besok lusa mah, angga juga mau mengambil sebagian barang-barang angga di rumah ayah."
"Baiklah kalau begitu kalian hati-hati ya, salam buat kedua orang tua kamu angga."
"Iya mah, kalau begitu angga dan prita mohon pamit! "ujar angga sambil mencium kedua tangan orangtua prita.
"Kamu hati-hati ya prita, ingat jaga sikap kamu di sana!"
"Siap mamahku sayang."
......................
"Bun, emang malam ni mas angga sama mba prita mau nginep di sini? " tanya rianti
"Iya nak, tadi mas mu telepon, katanya mau menginap di sini sekalian mau membereskan barang-barang untuk pindahan ke rumah baru mereka."
"Ouh gtu, hebat ya, mas angga baru nikah sudah bisa beliin rumah buat mba prita!" ucap riyanti kagum.
"Mas mu itu laki-laki pekerja keras, dari dulu dia pintar menabung, hasilnya kamu bisa lihat sendiri kan?"
"Iya bun, aku bangga banget sama masku yang satu ini, is the best lah, hi..hi..hi!!!"
Kemudian suara bunyi klakson mobil angga sudah berada di depan halaman rumah.
"Assalamualaikum bun! " ucap angga yang langsung memeluk bunda nya.
"Waalaikumsalam anak bunda yang ganteng!! wah sekarang kamu gemukkan ya angga? ucap bunda."
"Iyo mas, weleh pipimu jadi bulat begitu kayak bakpau!! hahaha. "ledek riyanti.
prita pun ikut tertawa mendengar ledekan riyanti.
"eh awas ya kamu, dasar punya ade hobbynya ngeledekin mulu, sini kamu! "ucap angga yang masuk ke dalam rumah sambil mengejar adiknya itu.
"Ampun mas, ampun dah! hahahaha.
"Prita gimana kabarnya? Tanya bunda
"Alhamdulilah baik bun, ouh iya dapat salam dari papah sama mamah, dan ini ada sedkit kue buat bunda sekeluarga.
"Ya ampun sampe repot-repot bawa beginian, makasih ya prita.
"Iya bunda sama-sama,
"yasudah ayo masuk,kebetulan kamar kamu sama angga sudah bunda rapihkan, kamu bisa langsung istirahat di sana kalau lelah.
"Iya bun, makasih,, tapi nanti saja, prita masih ingin ngobrol sama bunda, ouh iya, ayah kemana bun?" tanya prita
"Biasa lagi nemuin klaien bisnisnya, sebentar lagi juga pulang."
"Iya bun, yasudah ayo masuk sayang,riyanti buatkan minum untuk kakakmu ini."
"Hahaha, iya bun!! mba prita!!! mas angga nih ngeselin, masa aku di cubit sampe merah begini, kan sakit!" ucap riyanti sambil menunjukan tangannya yang merah karena di cubit oleh angga
"Mas angga, ko kamu kaya gitu?" ucap prita kesal
"Hahaha, aku gemes saja sama adekku yang hobby ngeledek ini sayang.
"Cie sayang!! "ejek riyanti kembali.
"Terus ngeledek lagi! " ucap angga.
"Ampun, ampun dah masku yang super galak ini." riyanti pun pergi ke pantri membuatkan minuman untuk angga dan prita.
Tidak lama kemudian ayah pulang sambil membawa 2 box pizza hut pesanan riyanti.
"Asik, ayah bawa pesanan aku ya! " ucap riyanti dengan begitu antusianya.
"Iya sayang, tapi bukan buat kamu saja,ini buat menantu kesayangan ayah juga dong!" ujar ayah sambil merangkul prita.
pritapun sangat senang dengan sikap ayahnya angga yang begitu menyayanginya
"Kamu gimana kabarnya nak?" Tanya ayah widodo.
"Alhamdulilah baik yah!"
"Alhamdulilah kalau begitu, yaaudah kita makan pizza bareng ya mumpung masih hangat."
Mereka pun makan pizza bersama sambil bercanda gurau, keluarga angga begitu akrab dan hangat, sangat terasa kekeluargaan nya.
"ayah, bunda.. angga pamit tidur dulu ya, sudah ngantuk."
"Hus,, kebiasaan nih punya adek mulutnya ember!" ucap angga kesal.
"Sudah,,sudah riyanti, biarkan saja masmu istirahat pasti dia capek lah.
"Akh mas angga mentang-mentang udah ada yang nemenin tidur jadinya ya gitu deh!! "ujar riyanti asal ceplos
"ayah minta kamu segera ngasih ayahmu ini cucu ya nak."
Sontak angga dan prita pun kaget dan juga malu.
"Hahaha, iya mas, aku sudah gak sabar pengen punya keponakan, sepi dan bt juga jadi anak bungsu."
"Okey,, okey,, angga akan kerja keras biar ayah dan bunda bisa segera punya cucu,dan riyanti punya keponakkan, ayo sayang let's go kita bikin anak,ha..ha..ha!"
Bunda pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku kedua anaknya itu.
"Mas angga apaan sih, bikin malu saja!" kata prita dengan wajahnya yang memerah karena malu.
"Sudah ayo cepat kalian masuk kamar, katanya lelah!" ledek ayah.
"Ayo prita, mas ngantuk nih udah lelah pengen bobo bareng kamu."
"Yasudah kalau betu prita pamit dulu ya ayah, bunda dan juga riyanti."
"Sukses ya mba prita, kalau mas angga nakal tak jewer saja dia!" ujar riyanti yang kembali meledek angga.
kemudian angga dan prita pun bergegas masuk ke dalam kamar.
"Kamar kamu rapih ya mas, banyak foto-foto masa kecil kamu."
"Iya, aku dari dulu sudah senang di foto."
Kemudian angga pun memeluk prita dari arah belakang.
"Mas kangen sama kamu, jujur saat ini yang mas rasakan jika di dekat kamu, hati mas selalu berdebar-debar, dan sepertinya mas sudah mulai mencintaimu kembali."
Kemudian prita pun membalikan badannya."Benarkah itu mas?" tanya prita yang sengaja melingkarkan tangannya di lehernya angga.
"Cup! "
prita pun memberanikan diri mencium bibir suami nya itu.
"Eh, kamu sudah berani ya cium mas duluan!"
prita pun hanya tersenyum malu, "emmmh, apa mas menginginkannya malam ini?" tanya prita sedikit grogi dan gugup.
"Apa kamu sudah siap melakukan itu sama mas? mas tidak mau kamu terluka kembali gara-gara mas, mas juga trauma karena sudah merampas kehormatan kamu secara paksa.
"Apasalahnya kita coba mas!"
"Kamu serius dan yakin?"
Prita pun hanya menganggukkan kepalanya.
Kemudian angga menggendong istrinya itu ke atas tempat tidur, dan dia mulai mencium kening, mata,pipi dan yang terakhir bibir, prita pun menikmati setiap ciuman lembut angga, berbeda sekali dengan kejadian malam naas itu.
"I love you prita! "bisik angga di telinganya prita sambil mencium leher istrinya itu
"I love you to mas anggaku! "jawab prita dengan sedikit mendesah karena merasakan sentuhan lembut yang membuat dirinya seperti di awang-awang.
angga pun melancarkan aksi geriliyanya terhadap tubuh indah istrinya itu.dan satu persatu berhasil menanggalkan pakaian prita dan saat ini terlihat polos,dengan lembut angga pun mulai menikmati setiap inchi tubuh prita, prita pun merasakan desiran aneh di sekujur tubuhnya, dan ketika angga dengan rakusnya melahap bukit kembar yang selalu menjadi tempat favoritnya itu, prita pun merasa kegelian namun tetap berusaha mengimbangi setiap sentuhan yang suaminya berikan itu, kini mereka berdua menikmati indahnya berhubungan suami istri, setiap ******* dan erangan terlontar dengan kencang, untung saja dinding kamar angga di buat khusus sehingga kedap suara,jadi setiap suara aneh yang keluar dari aksi mereka tidak terdengar.
Sepuluh menit, dua puluh menit bahkan sampai satu jam,banyak sudah peluh dan keringat keluar dari sekujur tubuh mereka, dan akhirnya mereka berdua mencapai *******, hingga akhirnya terjatuh lemas.
"Makasih ya sayang, malam ini mas sangat bahagia bisa memiliki kamu seutuhnya! ucap angga sambil memeluk istrinya itu.
"Prita pun hanya mengangguk, wajahnya masih merah merona.
"Mas, aku ke kamar mandi dulu ya!"ucap prita"
"Mas ikut ya? ujarp angga dengan semangatnya
Prita pun hanya mengganggukkan kepalanya
Dan mereka pun melakukannya kembali di dalam kamar mandi, prita pun benar-benar di buat kewalahan oleh angga, berbagai gaya sudah mereka lakukan, entah berapa kali angga terus mengerjai istrinya malam itu.
Keesokan harinya
Prita yang masih tertidur pulas efek semalam yang habis di kerjai angga, sampai lupa kalau hari ini angga masuk kerja pagi, namun angga tidak tega membangunkan istrinya yang masih tertidur pulas itu.
"Makasih ya sayang, i love you! " ucap angga sembari mencium kening istrinya, kemudian angga bergegas berangkat kerja.
"Angga kemana istrimu? tanya ayah.
"belum bangun ayah, kasian semalem kecapean! ujar angga malu
"Hahaha, ayah tau apa yang terjadi semalam, bagus ayah senang mendengarnya, pepet terus biar istrimu cepat hamil!" kata ayah yang terlihat begitu bahagia.
Angga pun hanya tersenyum malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Bunda kemana ayah?
"lagi belanja ke pasar sama riyanti, bentar lagi juga pulang
"Yasudah kalau begitu angga berangkat dulu ya ayah, nanti sore juga sudah pulang, angga titip prita ya ayh."
"Iya anakku tenang saja, kamu hati-hati kerjanya."
Angga pun berangkat tidak membawa mobilnya melainkan motor gede kesayangannya yang sudah lumayan lama jarang ia pakai, dan terakhir kali dia pakai ketika kencan pertama dengan prita, namun sayang, angga masih belum bisa mengingatnya.