
sabtu, pukul 18.30 prita segera bersiap-siap untuk pergi menonton, sambil membawa tas kesayangannya.
"mamah, prita pamit ya!!!" ucap prita sambil mencium tangan mamahnya.
"kamu hati-hati kalau ada sesuatu yang mencurigakan langsung telepon polisi ya, reva sama jhony jadi ikut kan?" tanya mamah khawatir.
"jadi donk mah, ouh iya hari ni prita naik taxi online saja mah, gak usah di anterin supir!!!" ucap prita sambil bergegas pergi.
"tunggu, tunggu prita,kenapa kamu gak mau di antar supir sih? nanti kalau ada apa-apa di jalan bagaimana??" tanya mamah hawatir.
"mamahku sayang, prita ini udah gede, lagian abis dari sini aku ke rumah reva dulu mah, jadi jangan hawatir ya mah, yasudah aku pamit ya mah,taxi onlinenya udah nunggu di depan nih."
"yaudh hati-hati ya sayang, kalau ada apa-apa kamu cepat kabarin mamah." entah kenapa aku merasa tidak enak hati!!" ungkap sang mamah.
"ok mamah sayang, assalamualaikum."
"waalaikumsalam, jangan pulang larut malam ya sayang!!" perintah sang mamah.
"siap laksanakan, hihihi."
kemudian prita masuk ke dalam mobil taxi online yang sudah di pesan.
"sesuai dengan map ya mba?" tanya sang sopir.
iya pak, jalan kenari nomer 3 ya pak, soalnya teman aku juga mau naik taxi ini bisa kan?" tanya prita sambil memainkan ponselnya.
"tentu saja bisa mba!" jawab sang sopir sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ketika di perjalanan tiba-tiba ada semprotan otomatis seperti pengharum ruangan.
"wah saya baru lihat pengharum ruangan seperti ini di mobil pak?" selidik prita tanpa ada rasa curiga sedikitpun
"iya mba, itu model sekarang, bisa membunuh virus dan bakteri juga, jadi mba terbebas dari virus dan penyakit, soalnya mba tidak menggunakan masker kalau saya kan pakai, maaf ya mba!!" jawab sang supir.
"iya pak gak apa-apa, aku lupa pakai masker gara-gara takut telat, padahal kondisi aku masih belom pulih betul,, pak kayanya bapak salah jalan deh, ini bukan ke tempat teman saya?" tanya prita sedikit cemas.
"saya memotong jalan mba, biar cepat sampai, ya maklum jakarta kalau jam segini macet,yang penting mbaknya cepat sampai!" ucap sang supir
"ouhhh,,, hooooaaaammmmm aduh ngantuk banget ya,, tumben banget ini!!!!" tanpa di sadari prita langsung tak sadarkan diri.
"mba,, mba!!!! anda tidak apa-apa kan?" tanya sang supir sambil tersenyum sinis.
"akhirnya los teler juga, hahahaha!!" ucap sang supir lagi, kemudian dia menelfon seseorang.
"bos,, korban sudah saya lumpuhkan, siap-siap saya meluncur kesana!!" ucap sang supir langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
...****************...
"aduhhh si prita kemana sih udah jam 19.00 ko belom nyampe kesini, di telepon gak di angkat-angkat, gw telefon jhony saja deh
"hallo jhon,, prita udah ada di situ belom?" tanya reva kesal.
"belom rev, lah bukannya mau barengan sama elo?" tanya jhony bingung
"hadeuh kemana nih anak, tau gitu gw langsung otw dari tempat ulang tahun ke bioskop, gara-gara ponakan gw baru nyampe udah minta balik,, hadeuhhh kacau.., tapi prita kemana ya???" tanya reva hawatir terjadi sesuatu dengan sahabatnya itu.
"coba lo hubungi nyokapnya rev, takutnya dia gak jadi datang gara-gara masih sakit, tau sendiri dia belom vit betul."
"yaudah deh jhon, gw telepon nyokapnya dulu ye!!!" ucap reva sambil mematikan teleponnya
"iye.... sialan lo rev main matiin saja teleponnya!" seru jhony kesal.
tidak lama kemudian,reva langsung menelfon mamahnya prita.
"hallo, assalamualaikum tante.." ucap reva
"waalaikumsalam reva, ada apa ya telepon tante, prita sudah sama kamu kan?" tanya mamah prita cemas
Dheg!!!!
reva langsung terdiam, jadi prita sudah on the way, terus dia kemana?" gumam reva
"hallo rev, hallo... prita sudah di sana kan?? tanya kembali mamah lia karena hawatir
"maaf tante tapi dari tadi prita belum sampai kesini?" jawab reva gugup.
" apa!!!!! ya Alloh kemana prita???" jawab mamah sambil menangis
"tante tenang ya, saya akan coba mencari prita, dan tante coba hubungi suami tante saya takut ada apa-apa sama prita."
malam itu situasi sangat kacau karena prita menghilang secara misterius.
ketika mendengar prita hilang dan ponselnya susah untuk di hubungi, sang papah yang sedang melakukan investigasi di mabes polri segera mencari keberadaan prita bersama polisi yang lainnya.
"bripda catur coba kamu cek cctv di sekitar jalan menuju rumah saya, dan di setiap sudut kota, saya mau mengecek cctv di rumah saya soalnya anak saya terakhir pergi menggunakan taxi online."
"siap pak laksanakan!!! ucap bripda catur langsung bergegas mengecek seluruh cctv.
kemudian ponsel pak mulyono berdering.
"hallo mah, tenang ya... kamu coba kasih tau teguh untuk mengecek cctv di depan gerbang dan sudut belakang, nanti suruh kirim ke saya, kamu jangan khawatir ya, prita pasti baik-baik saja." ujar mulyono berusaha menenangkan istrinya.
"mamah takut papah, mamah takut prita kenapa-kenapa!!" ucap mamah sambil menangis sesegukan.
"kamu berdoa sama Allah, mudah-mudahan prita tidak kenapa-kenapa."
"iya papah,, tolong usahakan prita ketemu ya papah??"
"iya sayang, saya ini papahnya!!! Pasti akan mencari anakku sampai ke lubang semut sekalipun, kamu stay selalu di rumah, kalau ada informasi tentang prita kamu kabari aku!!" perintah mulyono.
"iya papah." kemudian telepon pun di tutup.
......................
"prita loe dimana sih??? kenapa loe sering banget ngilang kaya gini??" ungkap reva sambil mengendarai mobil bersama jhony
"kemana ya kira-kira si prita ya rev?gw jadi curiga, tapi ini menurut dugaan gw ya!" ucap jhony sambil melihat ponselnya.
"lo curiga sama siapa jhon???" tanya reva
"kalau menurut feeling gw, ini sih ada kaitannya sama kejadian waktu itu loe sama prita di culik!!!"
"apa???" ucap reva langsung menginjak rem mobil jhony secara mendadak.
"sialan lo rev, pelan-pelan dong akh nyetirnya, entar kalau mobil kakak gw lecet, abis deh gw.."
"sorry jhon,, lagian kalau lo yang nyetir gw takut, SIM saja loe belom punya."
"yang penting kan gw udah bisa bawa nih mobil,ya walaupun baru sebulan gw belajar tapi gw udah lancar ko." jawab jhony sambil memberikan ponselnya kepada reva.
"apaan sih lo ngasih ponsel lo ke gw?" tanya reva kesal.
"coba lo lihat foto daniah di akun medsosnya???"
"gw gak lihat apa-apa, cuma gw lihat si daniah lagi berdua sama cowok, mungkin pacarnya kali???" jawab reva asal.
"emang ini cowoknya rev, dan lo tau siapa ni cowok?? tanya jhony lagi??"
"meneketehe,, aduh jhon kita fokus cari prita saja ya, lo jangan main tebak-tebakan kaya gini,nyebelin tau gak!!!"
"ya kan gw cuma menduga-duga saja rev, soalnya ni cowok mukanya familiar banget rev, ko gw pernah lihat wajah ni orang, tapi dimana ya??? aduhhhh gw lupa lagi."
"sudah jhon gak usah lo bahas lagi akh."
"akh gw inget!!! dia mirip si gembong nark*b* koh liong yang tempo hari di ringkus sama bang angga, lihat deh wajahnya persis banget kan? gw rasa ini cowok anaknya dia, dan mungkin saja dia yang menculik prita dengan motif balas dendam."
"masa sih jhon? akh lo udah kaya detektif saja?" ungkap reva sambi melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
"itu emang cita-cita gw rev, gw demen sama yang kaya beginian, seru dan bikin penasaran!"
"hadeuhhh bisa-bisanya kamu
bercanda dalam situai seperti ini."
"siapa lagi yang bercanda rev, gw serius lah." emang kelakuan gw di sekolah suka nyebelin tapi lo lihat sisi gw yang lainnya dong, jangan yang jeleknya mulu lo inget." ucap jhony kesal.
"hahahaha, iya deh terserah lo saja akh!!"
"kalo sampai ini bener, lo bakalan nyesel rev udah ngeremehin kemempuan gw, hihihi."
"ya coba saja lihat nanti jhon!!!" ledek reva.
"okeyy, gw bakalan buktiin semua omongan gw itu bener."