
Pagi-pagi buta, angga sudah bersiap-siap menuju bareskrim, karena hari ini keputusan untuk menjadikan kevin sebagai tersangka utama.
"mas hati-hati di jalan, aku sudah bawakan mas bekal, di makan ya mas."
"Makasih ya sayang, mas pasti makan habis makanan yang kamu buat, sama halnya kamu yang selalu mas makan setiap malamnya."
"Ish mas angga, mulai deh genit!!"
"Hahaha, biar gak ngantuk sayang, maklum tiap malem lembur terus sama kamu! "ujar angga sambil mengulum senyum.
"Iiiikhhh, udah akh mas, jangan di bahas lagi, malu kan."
"Iya sayang, yasudah kamu hati-hati di rumah, nanti abis isya kita ke acara peresmian Cakrawala grup ya sayang, ardi juga nanti datang.
"Iya sayang, yasudah nanti aku siapin pakaian buat acara nanti malam."
"yasudah kalau begitu, mas pamit ya, kamu hati-hati di rumah, kalau mas belum pulang, bi inah jangan suruh pulang dulu?"
"Iya mas, tenang saja, yasudah berangkat gih sana, nanti mas kejebak macet bisa telat."
Kemudian angga memeluk dan mencium kening istrinya.
"Assalamualaikum sayang. "
"Waalaikumsalam sayang."
......................
Hari ini prita memutuskan untuk di rumah seharian, entah kenapa dia merasa mager saat ini
"bingung mau ngapain, hmmm... nonton drakor kali ya, he.. he..kebetulan sudah lama tidak pernah nonton."
Ketika prita sedang asyik menonton,tiba-tiba bel di rumahnya berbunyi. Kemudian bi inah yang membukakan pintu, ternyata yang datang adalah seorang kurir paket.
"Non, maaf ini ada paket buat non prita."
"Iya, bi... makasih ya."
prita pun tidak sabar membuka isi paket tersebut, namun dia tidak sempat melihat dari siapa pengirimnya. ketika paket itu di buka, betapa kagetnya prita, ternyata di dalamnya terdapat sebuah bangkai tikus dan sepucuk surat. "YOU MUST DIE"
"Aaaaarrrkkhhh, bi inaaahhh!! "
Bi inah bergegas ke kamar prita.
"Non prita ada apa?"
"Ini bi, buang semua ini." ucap prita sambil menunjukan isi paket kepada bi inah.
"Masya Allah, apa ini non?"
"Bibi tau siapa pengirimnya?"
"Waduh bibi gak tau non, abis di situ tidak tertera alamat pengirimnya, dan tadi si abang kurirnya juga masih pake masker sama helem.
Prita pun merasa ketakutan, siapa yang berani melakukan ini padanya, padahal selama ini ia tidak pernah mempunyai musuh.
"Apa sebaiknya kita beritahu tuan angga non? "
"Iya bi, aku benar-benar takut, yasudah non yang telepon atau bibi? "
"Biar aku saja yang telepon bi."
"Yasudah kalau begitu, bibi simpan ini di belakang ya, biar di selidiki sama tuan."
"Iya bi,"
Prita pun berusaha menghubungi angga lewat telepon.
drrrrttzz... drrrrrtttzzz.. bunyi getar ponsel angga, padahal posisi angga saat ini sedang sibuk, namun ketika melihat ke layar ponsel ternyata istrinya yang menelpon, dia pun langsung mengangkatnya.
"Iya sayang, ada apa?"
"Mas, aku takut!" ucap prita dengan suara yang bergetar.
" Kamu kenapa sayang? jangan bikin mas khawatir?"
"Ini mas, ada seseorang mengirimkan aku paket, terus isinya bangkai tikus mas, ada surat kaleng juga tulisannya YOU MUST DIE!! aku beneran takut mas."
"Tenang sayang, di rumah ada bi inah kan?"
"Iya mas,ada ko... tapi aku takut mas!"
"Tenang sayang, yasudah sebentar lagi jam makan siang, mas langsung meluncur kesana, kamu jangan panik ya sayang."
"Iya mas, kamu Cepetan kesini ya sayang."
"Iya, pokoknya kamu kunci semua pintu rumah, kalau ada orang yang mencurigakan datang, jangan di buka pintunya, bilang sama bi inah ya."
" Iya mas, yasudah kalau begitu aku tutup teleponnya ya mas."
"Iya sayang, kamu hati-hati di rumah, tiga puluh menit lagi mas on the way ke sana."
Prita pun menutup teleponnya.
"Ada apa ga?" tanya tommi
"Ada yang ngirim paket bangkai tikus sama istri gue tom. "
"What!!! yang bener loh?"
"Iya tom, bini gue ketakutan banget di tambah ada surat ancaman"YOU MUST DIE"
"Gila!!!! siapa yang berani melakukan itu?"
"entahlah tom, mangkanya abis ini gw mau ke rumah, mungkin untuk sementara bini gue tinggal di rumah orang tua gw dulu untuk sementara waktu biar aman."
"Bener ga?" sebaiknya lo lakukan penyelidikan, ini bukan sembarangan ancaman."
"Iya tom, gw juga kasian lihat bini gw ketakutan kaya tadi."
"Yasudah lo sama bini lo harus waspada dan hati-hati."
"Iya sob."
"Mas aku takut di sini!!"
"iya sayang, kamu tenang ya!! untuk sementara waktu kita diam di rumah orang tua mas dulu, nanti kalau sudah aman baru kita pindah lagi kesini?"
Prita pun hanya mengangguk kemudian memeluk lagi suaminya.
"Sudah sayang, kamu tenang yah, kan ada mas di sini!! "
"Emang bener kata papah, kamu masih seperti anak kecil, tapi aku beneran suka."Gumam angga sambil tersenyum.
"Kenapa mas? kok malah senyum-senyum sih, aneh tau gak."
"Gak apa-apa kok sayang, kamu sudah makan siang belum?"
"Belum mas!!"
"Yasudah kalau begitu kita makan di luar ya, hari ini mas meminta ijin masuk setengah hari, jadi selebihnya mas akan temani kamu,sekalian kita belanja baju untuk acara nanti malam.
Mendengar ajakan angga, prita pun merasa senang, saking senangnya dengan gemasnya dia menciun pipi suaminya.
"kok cuma di pipi sih ciumnya." ledek angga.
"iya, kenapa?? "
"Di sini dong sayang!! " seru angga sambil menunjukan bibir nya.
"Gak mau, nanti aku malah di makan sama kamu. "
"Ha... ha... ha... sudah pintar rupanya kamu menimpali perkataannya mas."
prita pun hanya tertawa dengan sikap keduanya yang konyol, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi makan siang, namun sebelum berangkat, angga menyempatkan untuk memeriksa paket yang berisi bangkai tikus, sambil menununggu prita yang sedang berganti pakaian.
"Bi inah tau gak ciri-ciri pengirim paketnya seperti apa? "
"Orangnya tinggi besar tuan, memakai helem dan masker, saya jadi tidak mengetahui wajah aslinya.
"Yasudah gak apa-apa bi.
Dengan cekatan, dia memeriksa paket tersebut, sepertinya angga menemukan sesuatu yang janggal.
"Baiklah bi inah, kalau begitu bibi bisa pulang, untuk sementara waktu rumah ini saya kosongkan dulu, saya mau ajak iatri saya menginap beberapa hari di rumah orang tua saya, nanti untuk membersihkan dan membereskan rumah, saya kabari bi inah ya?"
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi pamit pulang."
"Iya bi silahkan, sebelumnya terima kasih sudah menjaga dan menemani istri saya di sini."
"Iya tuan sama-sama."
Tidak lama kemudian, angga dan prita pergi untuk makan siang.
Sambil berjalan, pritapun bergelayut di tangan suaminya.
"Mas, makasih ya sudah ajakin aku makan kesini."
"Iya sayang sama-sama, kan mas sudah janji akan selalu membahagiakan kamu, yasudah kalau begitu kita ke butik ya, kebetulan mas mau beli pakaian batik untuk acara nanti malam."
"Ko pakai batik sih mas?"
" Ini kan acara resmi sayang, apalagi ini acara perkenalan sektor pariwisata, mas bangga memakai batik dan juga yang hadir banyak orang asing juga.
"Yasudah kalau begitu terserah mas angga saja."
Selepas dari tempat mereka membeli baju, angga memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya, kedatangan mereka di sambut antusias oleh keluarganya angga.
"Alhamdulilah kalian du sini!"ucap bunda
"Iya bun, untuk beberapa hari kedepan boleh ya angga dan prita tinggal di sini?"
"Dengan senang hati sayang, bunda sama ayah sangat senang kalian tinggal di sini."
"Kebetulan hari ini angga ada acara di hotel palm hills bun, jadi abis isya angga dan prita akan kesana."
"Yasudah, sebentar lagi kan mau magrib, habis itu kalian siap-siap ya."
Dengan menggunakan dres berwarna hitam, prita terlihat sangat cantik malam ini. begitupun angga, dia terlihat sangat tampan.
Sesampainya di hotel palm hills.
"Mas....aku malu, pasti teman-temanmu di dalam sana orang-orang yang sangat penting, sedangkan aku...!!"
"Ehhh... ko istri mas jadi gak pede begini sih? kamu itu istrinya mas, kamu sangat cantik malam ini, mereka pasti sangat iri karena istrinya mas seperti bidadari."
prita pun merasa malu di sanjung seperti itu oleh suaminya.
"Iiiikh, mas angga terlalu berlebihan memujiku."
"Emang kenyataannya sayang, yasudah ayo kita masuk, pasti kita sudah di tunggu di dalam."
malam ini, prita merasa bangga terhadap suaminya, ternyata angga adalah ketua grup cakrawala sekaligus pemilik saham terbesar.
Angga pun memberikan sambutan,ternyata selain jago di kepolisian dan matematika, ternyata angga sangat mahir di bidang bisnis, apalagi ini bukanlah bisnis kecil melainkan bisnis yang besar.
"Mas, ini kejutan ya buat aku?
"Iya sayang, ini semua berkat kamu!! penyemangat hidup aku, makasih ya sayang."
"Aku yang harusnya berterima kasih mas, aku bahagia menikah sama kamu."
"Iya sayang, mas juga." ucap angga
mereka berdua pun selalu berpegangan tangan.
Ketika angga dan prita sedang asik menikmati makanan, ada seorang wartawan meminta foto mereka.
"Kalian pasangan yang sangat serasi, semoga kalian langgeng ya.
"Iya makasih ya mba." ujar prita.