
Pagi-pagi sekali reva sudah berpamitan kepada mamah nya,karena hari ini dia ingin menemui seseorang,cukup sudah selama ini reva bungkam karena dia kesal melihat dua orang yang saling mencintai tapi mereka saling menyakiti,reva sudah tidak tahan melihat mereka seperti ini,apalagi arga!! Reva sangat peduli dengan arga,di usianya yang masih kecil harus terpisah dari angga,papahnya.mengingat reva saat ini menjadi anak yang broken home,sungguh tidak enak hidup tanpa orang tua yang lengkap,apalagi seusia arga yang masih sangat membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya.
Pukul 09.00 akhirnya reva tiba di poltabes jakarta pusat,dia menunggu angga di ruang tunggu,namun ternyata hari ini angga berada di bareskrim karena sedang menangani sebuah kasus."hufffttt...susah banget nemuin elo ga!!!" ucap reva merasa sedikit kesal,tiba-tiba ada seseorang yang menyapanya.
"Reva!!!"
Ketika reva menoleh,dia tidak menyangka bahwa yang menyapanya barusan adalah jhony,sahabat dekatnya ketika masih duduk di bangku SMU
"jhony!!! Ini beneran elo?? Tanya reva dengan tidak percayanya,kini jhony sudah menjadi seorang perwira polisi,dan saat ini dia bertugas di bagian tim intelegen,beda sekali dengan penampilan jhony yang dulu dengan sekarang,wajahnya terlihat jauh lebih dewasa,apalagi kini postur tubuhnya terlihat berisi dan athletis
" elo apa kabar rev?"
"Gw baik jhoni,wah sekarang elo sudah jadi polisi beneran ya!!" ledek reva
"sialan lo rev,emang selama ini gw polisi gadungan apa?"
"sorry,jangan ngambek dong!!"
"gue kangen sama elo!!" seru jhony yang secara tidak sadar memeluk reva.
DHEGH!!!!!
Tiba-tiba jantung reva berdebar kencang."jhony lepasin gw,gak enak kan di lihatin banyak orang!"
"jiah,,cuit..cuit,cewek lo ya jhon?? Cantik juga!!" celetuk salah seorang polisi yang berada di tempat ini
"ini sahabat gw waktu SMU dulu andre!!"
"ouh sahabat!! bukan pacar kan? Kalau gitu boleh gw deketin sahabat elo??" ucap andre asal ceplos
"enak aje lo main embat reva,dia itu punya gw!!! seru jhony tidak menyadari ucapannya sendiri sehingga reva dibuat tersipu malu olehnya
"katanya temen,akh lo demen kali ye??" ledek andre
"ssstttt!!! Udah akh lo kepo bet dah dre,udah sana jangan ganggu gw!!" usir jhoni kepada andre
"iye,hati-hati ya mba,briptu jhony suka gigit!!" ucap andre yang tiada hentinya menggoda jhony
"jangan di denger rev,maklum die abis putus cinta jadi gitu dah!!!
Reva pun hanya tersenyum mendengar penjelasan jhony
"oh iya,,lo ada perlu apa datang kesini?" tanya jhony penasaran
"emmmhhh,,gw mau ketemu angga jhon!! tapi katanya sedang di bareskrim."
"iya rev,bang angga lagi di bareskrim,gak lama lo kesini,lo telat dikit rev,coba kalau bisa lebih cepet sedikit saja,elo pasti ketemu dengan bang angga."
"elo tau bareskrim dimana?"
"ya taulah rev,tapi elo ada perlu apa dengan bang angga,kayaknya penting banget rev?
"emang ini penting banget jhon,ini menyangkut kebahagiaan angga dan juga prita!!"
"Apa!!!! Serius lo??"
"dua rius malah jhon!! Lo mau gak anterin gw kesana?"pinta reva memohon
"Dengan senang hati nona cantik,kebetulan abang jhony juga akan merapat kesana,karena bang angga lupa membawa berkas penting!!" ledek jhony sengaja menggoda reva,namun lagi-,lagi reva hanya tersenyum dibuatnya,biasanya reva suka nyerocos kaya bebek.
"hemmm...kamu beda banget dengan reva yang dulu,tapi aku tetap suka denganmu rev!" gumam jhony yang menatap serius reva.
tiga puluh menit kemudian akhirnya reva dan jhony sampai di bareskrim,namun sayangnya hanya jhony yang boleh masuk ke dalam karena angga sedang ada rapat penting dan dengan terpaksa akhirnya reva menunggu angga di ruang tunggu sampai selesai,lumayan lama menunggu angga,reva pun merasa kesal,karena waktu sudah hampir jam 12.00 siang,namun perjuangannya menunggu angga tidak sia-sia
"sorry rev,kamu udah lama nunggu di sini,kata jhony ada yang ingin kamu bicarakan denganku?" tanya angga
"iya angga ini masalah yang sangat penting,ini tentang prita ga!!!"
"maaf rev tapi sepertinya tidak ada yang perlu di bahas lagi mengeni prita,aku sudah melupakannya?"
Reva pun tidak menyangka bahwa angga akan berkata seperti itu
Angga pun terdiam."oke!!! Baiklah kalau begitu kita ngobrol di tempat lain saja tidak di sini rev,sekalian makan siang!" ajak angga
"baiklah angga,emmhhh tapi jhony kemana?" tanya kembali reva
" Dia ada di dalam bersama pak kapolda,maklum dia baru pindah sebulan yang lalu dari polres palembang!"
" pantas jhony tidak pernah kelihatan."
"kemarin dia tugas di palembang selama dua tahun di sana rev,dan sekarang dia di pindah tugaskan ke jakarta dan menjadi anggota tim inteligen,prestasi jhoni sangat bagus,mangkanya dia cepat di pindahkan kesini!" ujar angga menjelaskan tentang jhony kepada reva,karena angga tahu jika selama ini jhony sangat menyukai reva.
Kemudian angga dan reva pergi makan siang di sebuah kedai tempat biasanya ia nongkrong makan siang bersama tommy.
Mereka pun memesan makanan,setelah mereka selesai makan siang,akhirnya reva buka suara.
"angga,gw mau tanya sama elo,apa elo beneran sudah melupakan prita? Jujur sama gw."
"hemmmm mungkin sedang proses untuk melupakan prita rev!" jawab angga
"lo yakin bisa lupain prita??" tanya kembali reva
"entahlah rev,semenjak kejadian malam itu,reva sudah mematahkan hatiku sangat dalam,hatiku terasa di cabik-cabik mendengar prita berkata seperti itu."
"itu sengaja prita lakukan ga!!!" jawab reva
"Apa!!! Jadi kamh tau apa yang di bicarakan prita kepadaku malam itu?"
"iya,aku tau semuanya angga,dan prita sengaja melakukan ini agar kamu membencinya dan kembali kepada nadira."
"jelaslah,kan yang prita pilih ada leon,si cowok selebriti itu!"
"asal lo tau ga,yang membuat prita mundur dari kehidupan kamu,itu karena nadira ga!"
" kenapa kamu malah menyalahkan nadira?" sepertinya dia tidak terlibat dalam masalah ini!"
"hmmm...justru dia lah sumber masalahnya angga!!"
"apa!!!!" angga pun tidak percaya dengan penjelasan reva
"Apakah kamu tidak tau jika nadira saat ini sedang sakit,dia terkena leukimia stadium tiga,mungkin saat ini sudah masuk stadium empat."
Angga pun kembali terkejut di buatnya." kamu gak sedang berbohong kan rev??" tanya angga tidak yakin dengan penjelasan dari reva
"itu terserah elo ga,yang jelas waktu prita menjemput arga di rumah orang tua kamu,di situlah nadira menjelaskan kondisinya kepada prita,dan dia meminta prita untuk melepaskanmu agar kamu bisa hidup bersamanya di hari terakhirnya.
Angga pun memijit-mijit kepalanya,dia merasa pusing dengan semua ini di tambah beban pekerjaan yang semakin rumit di atasi
"elo baik-baik saja kan ga?" tanya reva hawatir
"tenang saja rev,aku baik-baik saja!! Jadi selama ini prita tidak pernah membenciku ataupun dendam kepadaku?"
"samasekali enggak ga,justru saat bertemu kembali denganmu,prita sangat bahagia,dia sangat berharap bisa menikah kembali denganmu,ge gak tega ngelihat arga harus terpisah darimu angga,itulah alasannya kenapa gw jelasin semuanya sama elo,sebenernya gw sudah janji kepada prita untuk merahasiakan ini semua,tapi sebagai seorang sahabat,gw gak tega melihat kalian terus-terusan saling menyakiti seperti ini,padahal kalian itu sama- sama saling mencintai.
Angga pun kemudiam terdiam,sambil menutup kedua matanya,ternyata angga menahan air matanya agar tidak terjatuh di depan reva,dan terlihat hanya dua pasang mata yang sedang berkaca-kaca
"makasih untuk semua penjelasan dari lo rev,aku sadar bahwa aku gak bisa melupakan prita sampai kapanpun.
"syukurlah gw lega dengernya,ouh iya waktu itu elo tau prita hamil dari mana? Apakah nadira yang memberi tahumu?" tanya reva
Angga pun mengernyitkan dahinya,"nadira!!! Dia sama sekali tidak memberitahuku rev,justru aku tau ketika memeriksa tas milik prita yang tertinggal di rumah ayah
"gw fikir,nadira yang memberi tahumu,soalnya yang memeriksa prita waktu itu adalah dokter nadira."
Angga pun merasa kesal mendengar penjelasan dari reva,kenapa selama ini nadira bungkam,padahal waktu itu angga berharap prita hamil,selama ini nadira telah menjadi teman curhatnya dan jika sedari awal angga tau prita hamil,angga tidak akan mengizinkan prita untuk pergi darinya karena alasan yang kuat.
"Maaf ya angga,bukannya gw bermaksud menjelekkan calon istrimu,tapi sedari awal sepertinya nadira tidak menginginkan kamh balikkan lagi dengan prita.
"pantas saja waktu itu nadira mati-matian mencari barang bukti tentang indri,ternyata emang dia menginginkan aku bersamanya, aku gak habis fikir nadira seperti itu rev!"
"sudahlah angga,nasi sudah menjadi bubur jangan di sesali lagi,yang penting saat ini persasaanmu terhadap prita masih tetap sama dan tidak berubah,gw harap elo bisa memperjuangkannya,ini semua demi kebahagiaan arga,jangan sampai dia menjadi anak yang broken home.
"iya rev,gw janji akan memperjuangkan kembali prita untuk kebahagiaaan arga.