I love you mr. perfect

I love you mr. perfect
Menangani kasus tersangka



"Baiklah, lagu ini spesial buat istri ku tersayang. "


Sambil memegang microfon, angga pun siap untuk bernyanyi.


when the visions around you


Bring tears to your eyes


And all that surrounds you


Are secrets and lies


I'll be your strenght


I'll give you hope


Keeping your faith when it's gone


The one you should call


Was standing here all along


And I will take you in my arms


And hold you right where you belong


Till the day my life is throug


This I promise you


And this I promise you


I've loved you forever


in lifetimes before


And I promise you never


Will you hurt anymore


I give you my heart


This is a battle we've won


give you my heart


And with this vow


forever has now begun


just close your eyes each loving day


I know this feeling won't go away, no


each loving day


Till the day my life is through


This I Promise you


This I promise you


Over and over I fail


When I hear you call


Without you in my life, baby


I just wouldn't be living at all


And I will take you in my arms


And hold you right where you belong


Till the day my life is throught


This I promise you, babe


Just close you eyes each loving day


each loving day


I know this feeling won't go away


No


Every word I say is true


This I promise you


Ouhhhh I promise you


This promise you(NSYNC)


Setelah angga selesai menyanyi, prita pun beranjak dari duduknya dan memeluk angga karena merasa tersentuh dan haru dengan lagu yang angga bawakan untuknya.


"Makasih mas angga, I love you so much." ucap prita.


"Sama-sama sayang, I love you to so much prita."


Reva dan jhony pun di buat kagum oleh mereka.


"Cie... bucin banget sih kalian berdua, semoga selamanya selalu bahagia ya!" seru reva.


jhony pun hanya tersenyum melihat kejadian ini


"Langgeng ya bang angga! "ujar jhony menimpali.


"Makasih ya, reva dan jhony!" kata prita dan angga.


Tiba-tiba angga mendapatkan sebuah telepon sepertinya penting.


"prita, lo udah tau belom?" tanya jhony


"Apaan sih jhon?" tanya prita penasaran


"Sekarang kan tanggal 15 agustus, lo inget sesuatu gak?"


"Hmmm apa ya! " prita pun berusaha keras memikirkan sesuatu, kemudian dia ingat.


"Tanggal 17 agustus ulang tahunnya mas angga!! iya kan jhon?" tanya prita.


"Betul banget prita, kirain gw lo lupa."


"Hampir jhon, thank's ya sudah ngingetin gw."


"Iya prit sama-sama."


"Sayang, sepertinya mas harus ke kantor sebentar, ada pak jenderal sutoyo ingin bertemu dengan mas, kamu gak apa-apa kan mas tinggal sebentar?"


"Hmmm... kan mas lagi libur, ko malah pergi ke tempat kerja?"


Anggapun mencangkup wajah prita dengan kedua tangannya.


"Maaf sayang, ini tugas negara, mas tidak mungkin bisa menolaknya."


"Iya prit, resiko kita punya suami polisi ya gitu, gak ada kata libur, setiap saat pasti saja ada panggilan kerjaan ngedadak di saat libur di rumah." terang jhony, berusaha menjelaskan kepada prita.


"Jangan murung gitu dong!!! kan ada reva sama jhony di sini."


"Iya mas, yasudah kamu hati-hati ya, kalau urusannya sudah selesai langsung pulang ya?"


"Iya sayang, mas janji!" ucap angga sambil mencium kening istrinya.


"Mas ke kantor gak bawa mobil ya sayang!"


"Terus mas naik apa?"


"ini. " ucap mas angga sambil menunjukan kunci motor sport nya.


"Kenapa gak bawa mobil saja mas?"


"Jam segini pasti macet sayang, biar cepat sampai lebih baik mas naik motor saja."


Angga pun mengganti pakaiannya dan kemudian mengenakan jaket dan helem.


"Mas pamit ya sayang, hati-hati di rumah, jhony, reva.. saya titip prita sebentar ya!"


"Iya bang, tenang saja, selama ada jhony,prita aman ko."


"Thank's ya jhon."


Angga pun kemudian pergi.


......................


"Pah, gimana ini? sepertinya mas angga sudah mulai melupakanku, dan dia kembali mencintai wanita sialan itu."


"Tenang saja indri, papah dan om kamu sudah mempunyai rencana, tinggal tunggu saja saatnya tiba, yang penting semua bukti sudah terkumpul semua."


"Iya pah, indri cuma ingin mas angga jatuh kepelukan indri."


"Iya sayang, apapun yang kamu mau, pasti akan papah wujudkan."


"Makasih papah, cuma papah yang selalu ngertiin indri."


"Iya sayang, kamu anak papah satu-satunya, semenjak ibumu pergi, kamulah harta terindah yang papah punya."


" iya pah, I love you pah."


"I love you to my little princess."


......................


"Permisi pak angga, anda di tunggu pak jenderal sutoyo di ruang meeting."


"Baik, terima kasih untuk infonya."


Angga pun bergegas menemui pak sutoyo.


"Permisi pak!"


"Silahkan masuk angga, dan duduk lah."


Angga pun duduk berhadapan dengan pak sutoyo.


"Begini angga, ini mengenai masalah kematian tersangka koh liong, saya mendapatkan telepon dari kedutaan taiwan,mereka meminta kamu untuk menangani kasus kematiannya."


"Kenapa harus saya pak? saya kan yang telah menangkap pelaku, kenapa sekarang saya yang harus menyelidiki kematiannya?"


"mereka sangat menyukai kemampuanmu angga, dan mereka harap kamu segera mencari tau apa penyebab kematiannya?" bunuh diri ataukah di bunuh di dalam penjara? dan ini adalah hasil autopsi korban!! silahkan kamu pelajari." ujar sutoyo.


"Baiklah pak," Angga pun membaca setiap berkas dengan sangat teliti


Dengan sabarnya, sutoyo memperhatikan angga


"Jadi dari hasil autopsi korban, ternyata ada luka tusukkan di bagian dada langsung tembus ke jantung?"


"Iya betul, coba kamu perhatikan kembali angga."


"Dari ukuran pisau yang di temukan di TKP dengan hasil luka yang di temukan didalam tubuh korban tidak sama,besar kemungkinan, jenis pisau yang di gunakan untuk membunuh tersangka ukuranyya lebih panjang, contohnya seperti pisau belati?"


"Iya betul sekali angga,terus apalagi yang kamu ketahui?"


"Ouh saya tau pak, jadi pisau yang di temukan di TKP dengan pisau yang sebenarnya sebagai alat untuk menusuk korban bukanlah pisau yang di temukan di TKP karena melihat hasil dari autopsi, dalamnya luka tusukan tidak sesuai dengan ukuran pisau yang berada di TKP, besar kemungkinan pisau sebenarnya yang di gunakan untuk menusuk korban belum di temukan, betul begitu pak? dan pisau yang di temukan di TKP itu hanya sebagai alibi saja bahwa kejadian ini adalah peristiwa bunuh diri,bukan pembunuhan?"


"Bravo, betul sekali angga, oleh sebab itu, kita harus melakukan penyidikan di dalam penjara."


"Baiklah pak, saya terima kasus ini dan kapan bisa di mulai?"


"Sekarang angga, kamu akan di bantu oleh AKBP tommi."


"Siap pak 86."


Angga pun bergegas menuju penjara khusus kasus narkoba, di susul tomi.


"Tom, gw ikut di mobil patroli ya, soalnya gw kesini pake motor."


"Siap pak!!"


"Kasus ini jadi tambah panjang saja tom, gw fikir setelah akan menjalani persidangan,kasus ini akan langsung selesai, nyatanya si koh liong ini punya musuh juga di dalam penjara."


"Iya ga betul banget, gua gak habis fikir kalau dia akan mati tragis kaya gini."


"Lo tau kebudayaan jepang tentang hara kiri?" tanya angga


"Iya sob, terus apa hubungannya?"


"Ya mungkin saja si pelaku terinspirasi dari situ mangkanya korban di bunuh dengan alibi bunuh diri!"


"Hahaha, bisa saja loe, emang dia bunuh diri atau di bunuh ga?"


"Tepatnya di bunuh tom, dengan alibi bunuh diri, sepertinya si pelaku ini sangat lihai, kita jangan sampai lengah tom."


"Siap pak kombespol 86."


Mereka berdua pun pergi menuju tempat tersangka narkoba di tahan, di susul satu mobil dari tim penyidik dari kepolisian.


"Sepertinya gw bisa telat pulang lagi tom, padahal gw janjinya hanya sebentar keluar."


"Kalau begitu lo hubungi saja bini lu, pasti dia ngerti ko."


"Iya tom."


Prita yang menunggu angga sudah merasa kesal dan uring-uringan, kemudian dia menerima pesan dari angga.


"Sayang, maaf sepertinya mas telat lagi pulang, hari ini mas ada investigasi kasus di penjara narkotika jakarta, nanti di rumah mas ceritakan, kamu hati-hati di rumah.. jhony sama reva masih adakah di situ?"


Pritapun menghela napasnya dengan panjang.


"Kamu kenapa prita? tanya reva."


"Seperti biasanya rev, di tinggal lama lagi sama mas angga, padahal hari ini harusnya dia libur."


"Kamu yang sabar saja prita, angga kan seorang abdi negara, jadi mau tidak mau dia harus menjalankan tugasnya."


"Iya rev, gw juga ngerti, gak beda jauh sama bokap gw yang selalu sibuk, mungkin angga juga akan seperti itu."


"Sudah akh, kalau lo ngerasa bete di rumah, lo bisa kabarin gw, oke!!! gw selalu ada buat elo ko prit."


"Makasih ya rev."


"Iya prita sama-sama.