
reva terus memandangi pas foto yang di dalamnya ada foto bersama prita sahabat baiknya.
"prita bodoh, kenapa selama ini kamu bungkam tentang masalah perjodohanmu dengan angga,maafin gw prit, maaf sudah bertindak tidak adil sama kamu!!" ucap reva sambil menangis sesegukkan menyesali perbuatannya yang sudah keterlaluan terhadap prita.
......................
malam menjelang pagi tiba-tiba prita terbangun, kemudian melihat ponselnya sudah jam 03.00 pagi, setelah itu dia membuka pesan whatsapp sepertinya ada beberapa pesan yang di antaranya pesan dari angga
"prita, aku sudah sampai di surabaya tadi sebelum zuhur maaf aku baru ngasih kabar ke kamu,
" prita kenapa pesanku tidak kamu balas, di baca juga tidak, oh iya gimna hadiah yang aku kasih ke kamu? mudah-mudahan kamu suka ya
"idih gak penting tau gak lo angga, sok perhatian sama gw!! ucap prita kesal. tapi dia sedikit penasaran dengan isi hadiah dari angga,kemudian hadiah itu ia ambil dari dalam tasnya.
ketika dia membuka hadiah dari angga, betapa kagetnya prita ternyata angga memberikan sebuah senjata stun gun(senjata listrik untuk melumpuhkan penjahat).
dan di dalamnya terdapat selembar surat.
"prita, saya harap tidak adanya keberadaan saya saat ini, kamu akan selalu tetap aman, semoga alat ini bisa membantu kamu dari orang-orang yang mau berniat jahat, kalau kamu ada apa-apa tolong beritahu saya, nomer ponsel saya selalu on selama 24jam,jaga diri kamu baik-baik .
"cihhh jangan so perhatian deh lo, dasar cowok egois!!" ucap prita sambil melemparkan senjata stun gun di atas kasurnya.
"eheheh,,, tp aku simpan saja deh siapa tau alat ini berguna.
......................
surabaya, Pukul 03.20 pagi
"tumben nih anak jam segini online?" ujar angga sambil melihat-lihat pesan whatsapp nya,
"besok aku harus temuin indri, mumpung aku lagi di surabaya, aku ingin memberikan dia kejutan, hmmm... kangen juga aku sama dia."
"angga jangan pernah kamu sakiti prita ya, kamu menyakiti dia sama saja kamu menyakiti bunda"
dheeegg!!!
ucapan bunda kemarin pas berangkat mulai terlintas kembali di dalam fikiran angga.
"astagfirulloh bun, maafin angga, harusnya angga tidak seperti ini,apa aku harus benar-benar melupakan indri dan mencoba untuk mencintai prita??? aaaargghhhh!!!pusing banget aku dengan masalah ini, fokus sama kerjaan dulu angga, masalah yang lainnya bisa di urus belakangan setelah kasus ini selesai, ya aku harus bisa memutuskan!! aku tidak boleh egois, harus ku pilih salah satu, indri atau prita?" ucap angga sambil bersandar di tepi ranjang.
......................
pukul 08.00
"ijin taruna pak, hari ini pak firman dari kesatuan polda surabaya akan ikut bergabung dalam kasus ini, semoga beliau bisa dengan cepat membantu kasus ini agar cepat selesai."
"terima kasih untuk infonya briptu jaka!!!"
"siap pak, sama-sama!!" jawab briptu jaka sambil memberikan hormat.
tidak lama kemudian komisaris angga bersama rekan-rekannya menuju mabes polri surabaya untuk bertemu dengan bapak firman salah satu petinggi polisi di surabaya.
"komisaris angga, bagaimana kabar anda?" tanya pak firman.
"alhamdulillah baik pak? bapak sendiri bagaimana kabarnya?"
"alhamdulillah saya selalu baik, ayo silahkan duduk."
"baik terima kasih pak!!!" jawab angga tegas.
" iya sama-sama jangan sungkan ya, haaa sudah lumayan lama ya kita tidak bertemu, terakhir ketemu kamu pas belum di angkat menjadi komisaris, iya toh????" tanya pak firman dengan sikap ramahnya.
"iya pak betul sekali, kurang lebih hampir enam bulan kita tidak bertemu pak!!!"
"hmmmmm lumayan lama juga ya, oh iya kamu mau minum apa? apa si kopi hitam tanpa gula masih jadi favoritmu????" ledek pak firman.
"hahaha,, itu akan selalu menjadi favorit saya pak tidak bisa tergantikan!!" balas angga sambil tersenyum penuh arti.
"wah, kamu itu type laki-laki yang setia ya???" tanya pak firman serius
"maksud bapak???" tanya angga bingung
"ya, dari cara meminum kopi saja kamu selalu setia sama si hitam, walaupun rasanya pahit tapi kamu tidak pernah tergiur sama yang lebih manis dari si hitam, kamu ngerti maksud aku toh???" tanya pak firman sambil menatap serius angga
"hahaha bapak bisa saja menghubungkan kopi dengan kesetiaan saya!!!" jawab angga kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"hahaha, kamu jadi gugup begitu angga,, tapi saya senang mendengar kamu bertunangan dengan anaknya pak mulyono??" ujar pak firman
"kok bapak bisa tahu???" tanya angga heran
"pasti tahu lah, aku dan mulyono itu masih sepupu, semua keluarga juga sudah tahu pertunangan kamu dengan prita."
angga tidak menyangka pertunangannya dengan prita bisa tersebar sampai ke surabaya.
"semoga kamu bisa langgeng ya sama prita, jaga dia, sayangi dia, dan ingat jangan pernah sekali-sekali kamu menyakiti dia, itu sama saja kamu menyakiti saya."
dheggg !!
kata-kata yang sama persis dengan perkataan bundanya, semakin ciut saja hubungan angga dengan indri, apakah masih harus di pertahankan ataukah di akhiri sampai di sini? entahlah angga masih bingung dengan keputusannya meskipun hatinya masih mencintai indri dan belum bisa melupakannya.
"angga!!!! kok malah bengong???? kamu kenapa? apa ada masalah???" tanya pak firman heran
"tidak pak saya tidak apa-apa?" jawab angga sedikit gugup.
"yasudah kita bahas masalah kasus ini ya angga!!!"
......................
Di sekolah
ketika bel sekolah berbunyi, reva yang duduk di bangku sebelah prita merasa sepi, sebab hari ini prita tidak masuk sekolah.
"lo gk masuk sekolah prit, lo kenapa? apa lo masih marah sama gw?" gumam reva sedih
"rev, prita gak masuk sekolah?" tanya tya teman sekelas reva
"aku juga gak tau tya, coba deh nanti abis pulang sekolah aku mampir kerumahnya."
kemudian jam pelajaranpun di mulai.
ketika jam istirahat, reva pergi ke kantin di sana dia duduk di kursi tempat biasa dia nongkrong bersama prita, hatinya begitu sakit ketika prita tidak ada bersamanya, canda tawanya, gurauan dan ledekannya..itu semua begitu terngiang-ngiang di dalam ingatan reva,
"maafin gw prit, maaf gak seharusnya kemaren gw bersikap kasar sama lo, kenapa gw mesti suka sama angga yang jelas-jelas sudah memiliki kekasih, gw lebih memilih persahabatan kita prit!!" ungkap reva dengan rasa penuh penyesalan.
kemudian jhony tiba-tiba muncul dan menghampiri reva.
"reva, lo gak apa-apakan? kok mata kamu bengkak, abis nangis ya???" tanya jhony khawatir
"iya jhon, semaleman gw gak bisa tidur, gw nyesel sama kata-kata gw kemaren udah nyakitin prita,pasti dia gak mau maafin gw jhon!!" jawab reva lemas
"eitsss siapa bilang rev,, gw yakin prita itu gak akan bisa marah sama elo, percaya deh!!"
" sok tau dech lo jhon!!!" seru reva kesal
"eitsss gini-gini aku tuh sedikit ngerti lah antara elo sama prita, abis pulang sekolah aku antar kamu ke rumah prita?? gimna???" ajak jhony
"hmmmmm...yasudah nanti lo anterin gw ke rumahnya prita ya!!!!"
okey!!! ahsiap neng reva yang cantik!!!!" celetuk jhony
"sialan lo, mau nyoba godain gw, gak mempan lo, haaaaa!!!!!!" reva pun kembali tersenyum oleh tingkahnya jhony.
"nah gitu dong, kan cantik gak kaya tadi, kaya baju kusut belom di setrika."
"anjirrrrr nyebelin banget lo jhon, seenaknya ngatain gw!!"
"bodo!!!!! gw cabut duluan yeee!!!" ucap jhony sambil melambaikan tangannya.
"gih dah, pergi sana yang jauh?" jawab reva sambil tertawa hingga perutnya terasa geli.
......................
"prita kamu tidak sekolah???" tanya kak dara sambil menyentuh dahinya prita,, "kamu demam????" tanya kembali kak dara cemas
"gak apa-apa kok kak cuma mau kena flu saja."
"ehhhh jangan di anggap sepele loh, zaman sekarang banyak penyakit serius!"
"kan pandemi sudah berakhir kakakku yang cantik, sekarang sudah berubah menjadi endemi, masa kakak gak tau sih!!!" ledek prita
"yeeeeeyyyy ya tau lah prit, ngaco saja kamu!!" jawab kak dara kesal
"hahaha jangan bete gitu dong kak, tumben main kesini kak? farrel gak di ajak??" tanya prita
"gak prit, biasa kalau daddynya lagi libur gak mau jauh nempel terus kaya prangko, haaaaa!!"
"emang kak dara gak gitu??" ledek prita
"idihhh anak bau kencur sok tau, kamu sendiri sama tunanganmu gimana?? kakak perhatiin bukannya romantis tapi kaya tom and jerry???" ledek kak dara
"issshhh!!! apaan sih kak dara, malah bahas si angga, bikin aku bad mood saja ikh!" jawab prita kesal.
"awas, hati-hati lho... benci lama-lama bisa jadi bucin 😂😂😂"
"idih kak dara nyebelin banget sih, gak bakalan aku suka sama dia apalagi sampe bucin, enggak deh!"
"hmmm masa??? kakak gak percaya deh, secara angga itu kan ganteng banget prit, badannya athletis, baik, sopan apalagi sama orang tua, masya allah tata kramanya masih di pake, kalau kakak jadi kamu, udah kakak pepet terus biar gak di samber orang."
"hmmm... kak dara gak tau saja aslinya si angga kaya gimana, egois tau!!!" ungkap hati prita.
"yaudah kak dara saja yang nikah sama angga weeeeee!!!" ujar prita sambil menjulurkan lidahnya.
"idihhh dasar bocah,, kak dara udah punya ayang mbeb ferry dong akh ngapain nyangkut kelain hati, haaaaa!!!" ledek kak dara.
"kak dara sih enak bisa nikah sama orang yang kakak cintai, lah aku mau gak mau,harus nikah sama orang yang sama sekali gak aku suka!!!" ucap prita murung
"hey adik kakak yang cantik, dengerin kakak ya, kita nikah tidak harus berdasarkan cinta adikku sayang, cinta bisa datang dengan berjalannya waktu, ingatlah prita, papah sama mamah menjodohkan kamu dengan angga, karena mereka yakin angga adalah laki-laki yang tepat buat kamu, semua orang tua di dunia ini ingin melihat anaknya bahagia,jadi menurut kakak coba kamu sedikit membuka hati kamu untuk angga, dia pria yang baik."
"dari mana kakak bisa tau kalau angga orang yang baik???" tanya prita
"feeling prit, dari feeling kakak sendiri angga orang yang baik dan bertanggung jawab, coba deh kamu sekali-sekali dengerin apa kata hati kamu,pasti kamu akan tau kebenarannya, jangan bisanya emosi mulu yang di gedein."
mendengar perkataan kak dara, tiba-tiba prita terdiam.
"kenapa diem prit??? hayo mulai bucin ya sama angga??? " ledek kembali kak dara sambil tertawa terbahak-bahak.
"idihhhh kak dara nyebelin ikh!!!" jawab prita sambil menutupi wajahnya dengan selimut
"haaaa malu tuh, suka tapi pura-pura benci."
"udah akh kak dara nyebelin, aku lebih baik tidur dari pada dengerin ocehan kak dara yang gak jelas!!!!"