
Tok..tok..tok!!
"Prita!!! Kamu kenapa?" tanya aunty gita sambil membuka pintu kamar pasien.
"Prita tadi hampir pingsan tante gita!!" jawab angga singkat
"Kamu angga,mantan suami prita kan? Kok bisa ada di sini?" tanya kembali aunty gita dengan tidak percaya.
"iya tante,saya angga,papahnya arga!"
Lalu angga meletakan prita di kursi soffa,dan angga pun langsung menghampiri arga yang sedang tertidur pulas,namun hati angga begitu sakit ketika melihat tangan mungil arga yang di infus,sambil di usapnya rambut putra kesayangannya itu.
"Papah datang nak!!! Maaf kan papah!!" jawab angga sambil menangis terisak.
tiba-tiba arga terbangun dari tidurnya."papah!!" ucap arga yang langsung memeluk erat angga.
"maafin papah ya sayang,baru bisa menemuimu sekarang!" jawab angga yang tidak kuasa membendung air matanya.
"aku kangen pah,kangen cekali!! Pokoknya nanti papih ndak boyeh pelgi agih ya??" ujar arga masih dengan suara cadelnya.
"iya sayang,papah janji gak akan pernah jauh dari arga lagi,cepet sembuh ya sayang!"
"iya papah!!"
Kemudian aunty gita berpamitan untuk pulang,karena dia fikkir di sini sudah ada angga yang menemani prita,jadi aunty gita tidak begitu hawatir
"yasudah kalau begitu,aunty pamit pulang dulu ya prita,kasian om yamata sendirian gak ada yang urus!"
"iya aunty,sekali lagi terima kasih sudah bantuin prita dan arga,maaf sudah merepotkan!"
"isshhhh kamu itu ngomong apa sih prita,sudah gak usah mikirin apa-apa,sekarang kamu fokus dengan kesehatan arga dan juga kamu ya sayang!! angga!!! Tante titip prita dan arga ,kalau ada perlu sesuatu kabari saja tante!" ucap aunty gita dengan ramahnya.
"Baik tante,sebelumnya terima kasih!" jawab angga sedikit canggung karena ini pertama kalinya dia bertemu dengan aunty gita.
Lalu aunty gita pun segera pergi meninggalkan mereka.
"sekarang arga makan dulu ya,biar papah yang suapin!! Habis itu minum obat biar cepat sembuh!" bujuk angga
"iya papah,aku pengen cembuh biar bica main agi cama papah dan juga mommy.
"iya sayang,kamu cepet sembuh ya!!" ucap prita yang masih terduduk lemas di soffa.
"kamu sudah makan belum prita?" tanya angga yang sangat menghawatirkan kesehatan prita,terlihat jelas wajahnya begitu pucat pasi.
"tadi cuma makan roti sandwich dan susu saja mas!!" jawab prita yang sambil memijit kepalanya karena masih terasa pusing.
"jadi sama sekali belum makan nasi?"
Namun prita hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya saja sambil tersenyum kepadanya.
Setelah angga selesai menyuapi arga dan memberikannya obat,lalu angga bergegas pergi keluar.
"mas angga mau kemana?" tanya prita
"iya pih,mau kemana?" tanya arga menimpali
"kalian tunggu di sini sebentar ya,gak lama kok nanti aku balik lagi!"
"yasudah,kamu hati-hati mas!"
Kemudian angga dengan refleks mencium puncak kepala mantan istrinya itu,sontak prita pun kaget,sedangkan arga,dia sangat senang melihat orang tuanya kembali akur.
Ternyata kehadiran angga kesini,benar-benar menjadi obat palling ampuh untuk arga dan juga prita,mereka berdua begitu senang melihat angga berada di sini.
......................
"Apa!!!!! Mas angga ke jepang ri?" tanya nadira tidak percaya
"iya mba,emang mas angga gak bilang sama mba nadira?"
"engga ri,kenapa mas angga selalu seperti ini?"
"sabar mba,kan mas angga pergi ke jepang juga demi arga,soalnya arga sakit katanya demam tinggi sambil manggil-manggil mas angga,mungkin arga sangat merindukan papahnya!!"
DHEGH!!!!
Penjelasan riyanti malah membuat nadira merasa bersalah karena telah merebut arga dari prita sehingga arga dan papahnya tidak bisa bersama-sama
"ya tuhan!!!! Aku benar-benar egois,tidak seharusnya aku seperti ini!! Hanya dengan mementingkan perasaanku ini,aku telah mengorbankan anak kecil yang tidak berdosa." gumam nadira sambil menangis terisak.
"eh...mba nadira gak apa-apa kan?"
"mas ardi!!!" ucap riyanti tidak percaya bahwa mas ardi telah kembali dari german.
"riyanti,bisa bantu aku buka kan pintu mobil?" pinta ardi sambil mengusap wajah nadira, wanita yang masih sangat di cintainya itu.
Lalu ardi bergegas membawa nadira ke rumah sakit,dan ardi pun terkejut ketika melihat ada bercak darah yang keluar dari hidung nadira.
"ya ampun nad,kamu tuh sebenarnya sakit apa?? Aku kesini karena sangat menghawatirkan kamu!"ucap ardi sambil sesekali melihat nadira yang terduduk lemas,karena ardi dalam posisi sedang menyetir.Sesampainya di rumah sakit,nadira langsung di bawa ke IGD sedangkan ardi menunggu di depan ruang IGD sambil menghubungi pak sutoyo yakni papahnya nadira,sekitar lima belas menit akhirnya pak sutoyo sampai lalu bergegas menemui ardi
"Ardi!!! Kok kamu bisa bersama nadira?" tanya sutoyo
"kebetulan saya bertemu dengan nadira sedang berada di rumahnya angga!"
"apa??? Terus angganya mana di?" tanya sutoyo yang mencari keberadaan angga.
"angga tidak ada di sini pak!! Dia sedang di jepang menjenguk putranya yang sedang di opname
"Apa!!!" ucap sutoyo kaget tidak percaya
Tidak lama kemudian dokter keluar dan menjelaskan sesuatu yang sangat mengejutkan.
"maaf pak,apakah kalian keluarga pasien atas nona nadira?"
"iya dok,saya papahnya!!! Gimana keadaan anak saya dok!" tanya sutoyo begitu hawatir
"maaf pak,seharusnya nona nadira harus sudah menjalani kemoterapi,karena sel kanker dalam tubuhnya semakin menggerogoti!"
"apa!!!" kanker??? Dokter tidak salah mendiagnosa anak saya kan?" tanya sutoyo tidak percaya
Sedangkan ardi,dia langsung terduduk lemas,dan tidak menyangka jika nadira terkena leukimia stadium tiga,kenapa nadira selama ini bungkam tentang sakitnya ini."
"lho,emangnya bapak tidak tau jika nona nadira terkena leukimia stadium tiga?
Mendengar penjelasan dari dokter,pak sutoyo langsung syok,dadanya tiba-tiba terasa sangat sakit
"Pak!!! Anda tidak apa-apa kan?" tanya ardi yang berusaha membantu pak sutoyo agar tidak terjatuh.
"Saya tidak apa-apa nak ardi,saya cuma syok saja mendengar ini semua!!" jawah sutoyo yang sudah tidak mampu membendung air matanya,sedangkan ardi berusahaa menenangkan pak sutoyo yang sedang duduk di kursi tunggu pasien.
......................
"Mas!!! Kamu gak salah beli makanan sebanyak ini?" tanya prita dengan ekspresi wajah kagum.
"ya gak salah dong!! Kamu itu perlu makan makanan yang banyak nutrisi biar strong gak kaya sekarang,tuh lihat wajahmu pucat begitu,dan juga badanmu tambah kurus saja!!" ujar angga yang sangat menghawatirkan dengan kesehatan prita.
"mas cuma tidak mau kamu sakit sayang,mas sangat mencintai kamu!" gumam angga yang sedang menyuapi prita makan.
" sudah akh mas,aku kenyang??"
"baru juga berapa suap!!! Kok sudah bilang kenyang sih??" tanya angga kesal
"beneran mas,kapasitas perut aku gak kaya dulu waktu aku hamil arga!!"
"hmmm...kalau inget kejadian kamu pas lagi ngidam,jujur mas merasa sangat sedih dan bersalah,seandainya dari awal mas tau kamu hamil?? gak akan pernah mas melepaskan kamu pergi dari ku!" seru angga sambil menatap serius prita.
Namun tiba-tiba saja prita memeluk angga sangat erat.
"Aku sangat merindukanmu mas,kenapa kamu masih bersikap baik padaku,padahal aku sudah menyakiti perasaanmu,mematahkan semua mimpi-mimpinya mas untuk kita hidup bersama kembali.
Kemudian angga mengusap rambut wanita yang di cintainya itu."seandainga reva tidak mengatakan kedaan yang sebenarnya,mungkin mas tidak akan berada di sini!"
"Apa??" jadi reva sudah memberi tahu semuanya sama mas angga?" tanya prita dengan tidak percayanya.
"Iya,reva sudah menjelaskan semuanya!! Kenapa kamu selalu mementingkan perasaan orang lain prita??? Lihat arga sekarang menjadi seperti ini karena keegoisanmu??"
Lalu prita pun menangis di pelukkan angga." "hiks...hiks...maafkan aku mas,aku mengambil keputusan tanpa memikirkan perasaan arga selama ini,aku sangat menyesal!" jawab prita sambil mendongakkan wajahnya,lalu angga pun mengusap air matanya dengan jemarinya.
"sudah jangan terus menangis seperti ini,sudah saatnya kamu merasakan kebahagian yang selama ini telah hilang."
Prita pun tersenyum dengan perlakuan mas angga.
"iya mas,aku sangat ingin bahagia bersamamu dan juga arga anak kita!"jawab prita yang menatap angga dengan penuh cinta.
"setelah arga sembuh,ikut aku ke jakarta ya!! Kita tata ulang kembali rumah tangga kita yang pernah kandas!"
"iya mas,asalkan ada kamu di sisiku dan juga arga,itu semua sudah lebih dari cukup."
"alhamdulilah!!" ucap angga sambil mencium puncak kepala wanita yang di cintainya itu.