I love you mr. perfect

I love you mr. perfect
kebenaran pasti terungkap



akhirnya angga menikahi indri, tanpa di hadiri oleh keluarganya angga, hanya ada tommi yang mendampingi angga, sedangkan indri merasa bahagia bersama papahnya yakni soedarmono.


"Akhirnya rencana ini berhasil, rasa sakit saya selama ini sudah terobati, ha... ha... ha..!" gumam soedarmono.


"aku bahagia bisa menikah denganmu mas!" ucap indri yang terus bergelayut di tangannya angga, namun angga enggan berkomentar apapun, sikapnya sangat dingin seperti es, walaupun berat di hatinya menikahi indri, namun iya rela lakukan demi bisa membongkar kebusukan indri dan juga papahnya.


Setelah acara pernikahan selesai, angga membawa indri ke rumahnya, karena ayah dan bunda tidak mau menerima indri sebagai menantu mereka, meskipun kini indri sedang berbadan dua.


"Kamu tempati kamar kamu, jangan pernah sekali-sekali kamu masuk ke kamarku, ngerti kamu!!!"


indri pun hanya mengangguk, tidak berkata apapun, kemudian indri masuk ke dalam kamarnya, begitu pun angga, ketika di dalam kamar, dia terus memandangi foto pernikahannya bersama prita, ternyata semua barang milik prita masih tersimpan rapih di dalam kamar angga.


"Mas kangen sama kamu prita, gimana keadaan kamu sekarang? mas harap kamu baik-baik saja!" angga pun kemudian tertidur sambil memeluk foto prita.


......................


7 bulan kemudian


perut prita kini semakin membesar, kini saatnya dia melakukan USG 5 dimensi, prita pun sangat terharu karena ini pertama kalinya ia melihat janin di dalam perutnya.


"Masya allah, sehat ya nak kamu di dalam perut mamah, dua bulan lagi kita akan bertemu."



"Bayi kamu gemuk ya prita, kata dokter jenis kelaminnya laki-laki!!" ujar aunty gita


"Alhamdulilah aunty, prita sangat senang sekali, dan sudah gak sabar ingin melihat anak prita!"


"Emmmh, kamu sudah siapin nama untuk anakmu?"


" sudah aunty, namanya ARGANTARA!"


"sepertinya kamu belum bisa melupakan suamimu angga ya prita, nama anakmu saja sama persis seperti nama ayahnya,angga dan arga !" gumam gita.


Setibanya di rumah, prita kini beristirahat di dalam kamarnya tidak terasa dia tertidur dengan lelapnya, kemudian ada seseorang yang mendekatinya sambil mengelus rambutnya yang terurai.kemudian prita pun mengigau


"Mas angga, jangan pergi!!" ucap prita sambil mengigau.


mendengar prita mengigau,satoru pun tertawa kecil


"Kamu lucu prita!"


kemudian satoru beranjak dan melihat ke arah jendela kamar prita sambil memakan sisa buah jeruk Yang sengaja ia taruh di atas nakas dekat tempat tidur prita


ketika prita terbangun dia kaget melihat sosok satoru berada di kamarnya dan prita fikir satoru adalah mas angga, karena ada sedikit kemiripan di antara mereka berdua,apalagi satoru mengenakan kaos putih, sama persis seperti kaos yang sering mas angga pakai



"sejak kapan kamu berada di sini satoru?"


"Ya lumayan lama, pegel juga nungguin kamu bangun!!! aku lagi bete, butuh teman curhat nih!!" ucap satoru yang kemudian duduk di kursi dekat jendela.


"heeemmm bete kenapa lagi sih? kamu ada masalah lagi dengan aira kekasihmu?"


"ya begitulah, sifatnya terlalu posesif, aku gak mau di kekang, baru pacaran saja sudah banyak ngatur, apalagi kalau nanti jadi suami istri???"


"heemmm wajar sih kalau dia posesif,secara kamu kan aktor terkenal pasti banyak yang mengantri ingin menjadi pacar kamu!"


"kalau kamu gimana?" ledek satoru


"gimana apanya?"


"yah, kali saja mau mengantri jadi pacar aku yang berikutnya!!"


"euleuh!!! jangan ngaco kamu, ada-ada saja nih!!!"


"hahaha, becanda ko prita, serius amat, oh iya, kamu kalau bisa panggil aku leon saja gimana? aku lebih senang kamu memanggilku leon!!"


"Okey, baiklah leon chan!!! ha... ha... ha


"Ehhhh berani ya panggil aku dengan sebutan seperti itu, awas kamu prita!!!


Dengan perut yang cukup besar, prita pun mencoba berlari, namun leon ataupun satoru berhasil menangkapnya


"Coba bilang sekali lagi yang barusan!"


"ampun leon chan, haa...haa.. ha..!! "


leon pun menarik hidung prita sampai merah.


"aduhhh!!! sakit tau mas angga!!"


lagi-lagi prita keceplosan ngomong, dia kembali mengingat momen seperti ini, dimana angga pernah menarik hidungnya yang pesek dan mungil itu.


"Emmmh, kamu masih merindukan angga suamimu ya prita??" tanya leon


"iya, aku belum bisa melupakannya sampai saat ini, aku benar-benar wanita yang sangat bodoh leon... hiks.... Hiks!!!" prita kembali menangis, kemudian leon memeluknya mencoba menenangkannya.


"Sudah jangan menangis, air mata kamu sangat berharga untuk menangisi laki-laki yang sudah menyakitimu!"


"Maaf kan aku leon, tidak seharusnya aku seperti ini! "


"Yasudah gak apa-apa prita, tenangkan diri kamu dulu.


"Mereka berdua sangat akrab ya mas?? tanya gita


"iya, andai saja prita belum menikah, seperti nya satoru cocok dengan prita!!!" ucap yamata sambil merangkul gita istrinya


"Ha... ha.. ha, mas ini bisa saja!!"


......................


"mas angga, kapan sih ada waktu buat antar aku periksa kandungan ke dokter??" tanya indri dengan kesalnya.


"maaf indri, aku sangat sibuk, malah malam ini aku gak bisa pulang, maaf kan aku!!"


Angga pun bergegas pergi meninggalkan indri dan segera menuju poltabes.


"mas angga, kenapa sikapmu cuek dan dingin terhadapku, semenjak menikah,sedikitpun kamu tidak pernah menyentuhku, apakah kamu begitu benci dan jijik terhadapku? padahal aku sangat mencintaimu mas!!"


sesampainya di kantor, dia bertemu dengan tommi.


"kebetulan akhirnya lo datang juga ga, gw mau kasih lo informasi yang sangat penting, ini tentang indri!!"


"apa yang sudah lo temukan tom?


"nanti jam istirahat gw kasih tau elo ya sob,kita hari ini ada meeting penting dengan pak kapolri!!"


"yasudah kalau begitu gw tunggu nanti ya tom!"


"siap pak kombespol angga!"


"ish kamu tuh biasa saja gak usah panggil seperti itu!"


"Ha.. ha... ha.. iya angga!!"


meeting pun selesai di jam istirahat, angga dan tommi memutuskan untuk makan siang di luar kantor, semenjak tiga bulan yang lalu, tommi di pindah tugaskan bersama angga di poltabes,sedangkan mulyono setiap bertemu angga serasa seperti asing, tidak pernah saling tegur sapa.


"gimana tom, apa yang elo ketahui tentang indri?"


"begini angga, kemarin sore gw ketemu sama nadira, dan dia meminta aku untuk menyerahkan ini sama kamu ga!!" ucap tommi sambil memberikan map berisi surat di dalamnya


Dengan membaca bismillah, angga pun membuka isi map tersebut, ketika membaca isinya, angga begitu tidak percaya


"Bayi tabung!!! jadi selama ini indri hamil bukan olehku tapi dia menjebakku dengan rencana bayi tabung ini?" ucap angga tidak percaya


" iya ga betul, ternyata selama ini kamu sudah di bohongi oleh indri, cuma gw belum menemukan bukti tentang elo yang waktu itu berada di hotel cempaka, saran gw ga, sebaiknya lo ambil ponsel milik indri, gw yakin dia masih menyimpan barang buktinya di situ


betapa bodohnya angga, kenapa selama ini dia tidak pernah kefikiran kesitu, saking bencinya terhadap indri sampai-sampai bukti di dalam rumahnya pun terabaikan.


"terima kasih banyak tom, akhirnya gw menemukan titik terang."


"iya sama-sama, itulah gunanya seorang sahabat, bisa membantu di saat susah, gw harap lo cepat bisa atasi masalah elo ga


"iya tom!!"


Setelah angga bertemu dengan tommi, dia memutuskan untuk menuju rumah pak jenderal sutoyo karena ingin mengucapkan terima kasih kepada nadira.


"Assalamualaikum,maaf pak apakah pak sutoyo ada di rumah


"ada pak, silahkan anda masuk!!" jawab salah satu bodyguard pak sutoyo.


Dengan semangat, angga bergegas menemui pak sutoyo, dan ternyata beliau berada di ruangannya.


"Silahkan masuk angga!" ucap pak sutoyo


Kemudian angga masuk sambil berjabat tangan, namun sutoyo justru malah memeluk angga.


"Apa kabar kamu jagoan, akhirnya setelah berapa bulan baru nongol kesini, kamu sudah ku anggap seperti anakku sendiri, jangan sungkan main kesini ya!"


"baik pak!!"


"gimana keadaanmu sekarang angga? aku turut prihatin dengan apa yang sudah terjadi antara kamu dan prita, aku tidak menyangka kamu akan mengalami nasib seperti ini gara-gara seorang wanita."


"maaf pak, itu semua akibat kecerobohan saya sendiri, terlalu gegabah mengambil sikap yang justru menjadi bumerang untukku sendiri!" seru angga.


tidak lama kemudian nadira muncul dari balik pintu, dan dengan tiba-tiba angga menghampiri nadira kemudian memeluknya.


"terima kasih nadira, berkat dirimu aku akan terlepas dari jeratan keluarga sudarmono."


Nadira merasa senang, ini pertama kalinya angga memeluk dirinya, nadira pun memeluk kembali angga "ku harap bisa selalu seperti ini bersamamu angga, aku sangat mencintaimu!" gumam nadira di dalam hatinya.


"kenapa kamu mau menolongku dan dimana kamu menemukan bukti itu?" tanya angga sambil menatap dalam nadira,matanya yang teduh, benar-benar membuat nadira semakin menyukai angga.


"semenjak aku tau indri hamil, aku berusaha mencari tahu tentang dia, tidak sengaja aku bertemu dengan dokter alina Spog, dia adalah seniorku,waktu itu aku menghadiri seminar yang membahas tentang bayi tabung, kemudian aku dan dia sempat mengobrol banyak, hingga dia tidak sadar membicarakan pasiennya yang bernama indri, dia bilang ada seorang gadis yang menginginkan program bayi tabung, awalnya dr. alina menolak karena tidak sesuai dengan prosedur, namun indri dan papahnya terus memaksa hingga akhirnya dr. alina membantu indri, dan sialnya proses bayi tabung itu sukses, kamu lihat sendiri kan indri yang sekarang?"


"Iya nad, sekarang usia kehamilannya sudah memasuki 7 bulan."


"kamu tunggu sampai proses persalinan,setelah itu kita lakukan tes DNA secara diam-diam, dan saya minta kamu membawa indri ke rumah sakit tempat saya bekerja,agar gerak-gerik saya lebih leluasa,aku dan juga tommi pasti akan membantumu angga, jadi tenang saja.


"Angga tidak menyangka jika nadira begitu baik terhadapnya.


inilah kekuatan cinta, yang berada di jalurnya tidak menyimpang dan memaksakan kehendak, cinta itu tidak harus memiliki,tapi melihat orang yang di cintai bahagia itulah cinta sejati.