
surabaya pukul 09.00, kapal verry milik kevin hampir sampai menuju dermaga tanjung perak surabaya,
"heyy cewek sialan bangun lo!!!" perintah kevin sambil membangunkan prita yang sedang tertidur lemas, kemudian anak buah kevin mengikat kedua tangan prita ke belakang.
"aku haus, bisa berikan aku minum???" pinta prita dengan kondisi badan yang lemas
kemudian kevin menyuruh anak buahnya memberikan prita segelas minuman.
glek... glek.. glek minuman habis seketika.
"ha..ha..ha..ha, lo haus yeee?? tenang sebentar lagi lo bakalan ketemu sama kekasih tersayang lo!! ya si brengsek angga."
mendengar kata angga, entah kenapa perasaan prita merasa lega, berharap angga benar-benar bisa menjadi dewa penolong untuknya.
......................
"angga bagaimana dengan rencana semalam?" tanya mulyono
"beres pak, tinggal menunggu umpan masuk perangkap!" pungkas angga sambil tersenyum penuh arti
di tempat itu juga terdapat si koh liong yang tangannya terikat oleh borgol.
"hey manusia sialan, bilang sama anak you jangan pernah nyakitin anak gw!!" ucap mulyono kepada koh liong.
namun koh liong hanya tersenyum sinis kepada mulyono hingga mulyono naik darah dan menarik kerah bajunya
"bangsat lo, anj*ng.....gw bakala kasih lo pelajaran sama anak lo, ngerti lo!!!" seru mulyono yang sudah tak tahan ingin memukul si liong namun aksinya di lerai oleh angga.
"tenang pak, jaga emosi bapak, kekerasan tidak harus di balas oleh kekerasan juga, manusia licik seperti mereka mesti kita balas dengan taktik pak."
"astagfirulloh,,, iya angga kamu benar!!!" jawab mulyono sambil mengusap wajahnya.
kemudian mereka pergi menggunakan kapal verry milik kepolisian surabaya menuju titik GPS senjata stun gun prita yang masih aktif
sekitar 30 menit akhirnya ia menemukan kapal verry yang menyandra prita.
di bunyikanlah sebuah sirine kepolisian yang membuat kapal verry milik kevin terpaksa menurunkan jangkar dan segera berhenti.
"tuan kevin ada kapal verry dari kepolisian mengepung kita?" tanya salah seorang nahkoda kapal
"ha,,,ha... ha.. mereka ternyata mau main-main ya dengan saya!" kemudian kevin membawa prita dan fatalnya dia membawa sebuah pistol dan menodongkan ujung pistol itu tepat di kepalanya. dengan badan yang gemetar prita berjalan perlahan.
"bisa cepet gak lo jalan?"perintah kevin merasa kesal
prita hanya terdiam tidak bersuara tatapan matanya kosong, hanya badannya yang bergetar.
kemudian angga membawa koh liong menuju tepi kapal.
"ayo cepat jalan!!!" perintah angga kepada koh liong sambil menodongkan pistol ke arah kepalanya.
ketika mereka sama-sama sampai di tepi kapal, angga melihat kondisi prita dengan sangat memprihatinkan, dimana pakaian atasnya robek dan penuh luka sayatan serta tatapan mata yang kosong persis seperti kejadian waktu itu ia menyelamatkan prita dari tembakan seorang penjahat.
melihat, angga dari kejauhan entah kenapa hati ini terasa hidup kembali,kemudian tatapan mata prita langsung tertuju menatap angga dari kejauhan, dan anggapun sama, langsung membalas tatapan mata prita, seolah dia meminta tolong kepada angga.
"ayo cepat lo jalannya,noh lo lihat pujaan hati lo ada di depan mata lo!!!"
"hey kevin, lepaskan prita, nih bokap lo gw lepasin, dan lo lepasin juga prita??" perintah angga tegas.
"hahahaha,, sabar dulu lah,, lo udah gak sabar ya lihat cewek lo yang cantik ini????" ucap kevin sambil menodongkan pistol ke arah kepalanya prita.
kemudian dari arah kiri muncul sebuah kapal verry dari kepolisian yang terdapat seorang wanita yang membuat kevin kaget luar biasa.
"Daniah!!!!!!! hey apa-apaain ini????" tanya kevin tidak percaya bahwa daniah sudah tertangkap oleh polisi
flash back
"pak jam 02.00 pagi kita akan melakukan penggrebekan ke lokasi dimana daniah sekarang bersembunyi!!" ujar angga kepada pak firman.
"laksanakan komisaris angga, dan ini surat perintah penangkapan dari mabes polri surabaya, saya percayakan tugas ini sama kamu."
"siap pak!!!"
kemudian angga beserta pasukannya pergi menuju lokasi TKP.
tidak membutuhkan waktu yang lama sekitar 2 jam, tempat persembunyian daniah berhasil di lumpuhkan oleh polisi, karena sebelumnya tempat itu sudah di pantau oleh pihak polisi dari jauh-jauh hari.semua akses komunikasi mereka pun berhasil di lumpuhkan dan di kuasai oleh tim IT dari kepolisian, sehingga bisa mengelabui kevin dan anak buahnya. barang bukti berupa ganj*,her*in dan juga nark*b* jenis s*b*, yang siap edar berhasil diamankan polisi.
"kenapa lo kaget anak muda?" tanya mulyono yang sedang menodongkan pistol ke arah daniah
"berani-beraninya you sakitin anak gw!!" sahut mulyono lagi.
"kalian semua brengsek!" ucap kevin sambil menarik pelatuk senjatanya, namun dengan seluruh keberanian prita tanpa kevin sadari,prita mengaktifkan senjata stun gun yang sedari tadi sudah ia persiapkan dari saku celananya yang masih tersimpan utuh.
"semoga alat ini tidak rusak!!!" ucap prita sambil menempelkan alat stun gun ke arah perut kevin
,dan akhirnya kevin terjatuh karena terkena sengatan listrik yang cukup tinggi pada alat itu, namun prita mengalami ketidak seimbangan pada tubuhnya sehingga ia terjatuh ke dasar laut
"tidak!!!! prita.......!!!" ucap mulyono berteriak histeris
tanpa fikir panjang, anggapun langsung menceburkan diri kedasar laut untuk menyelamatkan prita.
koh liong, kevin beserta daniah mereka bertiga segera diamankan oleh polisi dan di bawa ke mabes polri sedangkan prita berhasil di selamatkan oleh angga.
"bertahanlah prita, kamu harus selamat saya tidak akan membiarkan kamu mati di tempat ini!!" ucap angga sambil membawa prita ke atas kapal,kemudian tangannya yang terikat segera di lepaskan oleh angga, namun prita masih belum sadarkan diri hingga akhirnya angga memberikan CPR/nafas buatan agar prita bisa sadar kembali
"uhuk,, uhuk... ueeeekkk!" semua air yang masuk kedalam tubuhnya akhirnya bisa keluar, angga pun secara refleks memeluk prita.
"alhamdulillah akhirnya kamu selamat, terima kasih ya allah."
kemudian prita membalas pelukan angga.
"terima kasih sudah menyelamatkan aku untuk yang kedua kalinya!" ujar prita dengan kondisi tubuh yang masih lemas.
"sudah kamu jangan banyak bicara dulu! jawab angga sambil menutupi tubuh prita dengan jaket miliknya.
kemudian angga membawa prita ke dalam kapal untuk di periksa oleh dokter.
......................
pritapun terbaring di atas tempat tidur dengan tangan terinfus karena kondisinya yang lumayan parah, wajahnya yang pucat serta luka sayatan di sekujur tubuhnya membuat mulyono tidak kuasa melihat kondisi putri kesayangannya itu.
"prita, maafkan papah!!!!" sahut mulyono lirih.
"papah, prita tidak apa-apa, prita kan wanita tangguh, sama tangguhnya seperti papah."
mendengar perkataan prita,tidam terasa mulyono mengeluarkan air matanya.
"kok papah nangis???" tanya prita sambil tersenyum.
"papah takut kehilangan kamu nak!!" ungkap mulyono sambil memegang tangan anaknya.
"papah jangan khawatir ya, sekarang prita sudah selamat, sebentar lagi juga sembuh."
"untung ada angga prit, papah beruntung menjodohkan kamu dengan dia!!" sahut papah. pritapun hanya tersenyum, mengingat kejadian tadi ketika angga memberikan CPR padanya entah kenapa dia merasa malu, sambil menyentuh bibirnya. apakah itu bisa di sebut sebuah ciuman?" ungkap prita dalam hatinya.
"anak papah ko senyum-senyum, kenapa?? " tanya mulyono curiga.
"tidak ada apa-apa ko papah!!!" jawab prita dengan raut wajah malu
"jangan-jangan kamu mulai jatuh cinta ya sama angga???" selidik papah
"idihhhh papah kepo ikh!!!" jawab prita sambil tertawa.
melihat keadaan putrinya seperti ini mulyono cukup lega, tidak lama kemudian angga datang menemui prita
"gimana keadaan prita pak??" tanya angga
"seperti yang kamu lihat saat ini angga!!! prita sepertinya baik-baik saja, yasudah saya keluar dulu kalian berdua mengobrol lah ya!!! " ucap mulyono meninggalkan angga dan prita.
"papah ko pergi???" tanya prita merasa tidak nyaman dengan kehadiran angga seperti ada sesuatu yang aneh.
"sudah kalian mengobrol saja, papah ada urusan sama pak firman!!" jawab papah yang kemudian pergi meninggalkan angga dan prita.
"gimana keadaan kamu sekarang?" tanya angga kepada prita?
"kamu bisa lihat sendiri kan kondisiku sekarang gimana??" jawab prita sedikit ketus.
"sepertinya kamu baik-baik saja!" ucap angga sambil duduk di kursi sebelah prita.
kemudian mereka berdua pun terdiam.
"kok diem???" tanya prita sedikit grogi, entah kenapa sejak kejadian tadi, prita merasa aneh menghadapi angga.
"hmmm..... tidak apa-apa!" ucap angga singkat
kemudian prita kembali memulai pembicaraan.
"lo jahat angga!!" kata prita asal
"jahat Bagaimana maksud kamu??" tanya angga bingung
"iya lo jahat, udah berani cium bibir gw!!!!" jawab prita kesal
"apa???? hahaha.... kapan aku cium bibir kamu? ada-ada saja ini anak bau kencur."
"itu tadi apaan pas lo ngasih nafas buatan ke gw, otomatis lo cium bibir gue, dasar cowok mesum."
kemudian angga kembali tertawa sambil memegang perutnya.
"oooooo lucu ya, kamu anggap ini lelucun? Lo tau kan kalau gw seumur-umur belom pernah di cium sama cowok, eh elo seenaknya cium gw."
"haduhhh kamu itu polos atau pura-pura bego sih??? tidak bisa membedakan mana CPR dan sebuah ciuman?"
"sama saja kan, sama-sama nempel tuh bibir, apes banget gw."
kemudian angga mendekati wajah prita
"apa mau aku ajarkan bagaimana cara berciuman , supaya kamu bisa membedakan mana ciuman mana CPR??"
DHEGH!!!!
tiba-tiba jantung prita berdebar dengan kencang, angga pun semakin mendekatkan wajahnya ke arah prita, dan sontak pritapun terdiam dan memejamkan mata, namun tanpa di sadari,angga malah menempelkan keningnya di dahinya prita.
"sepertinya demammu sudah turun, istirahatlah yang cukup, jangan punya fikiran yang macam-macam!" ucap angga sambil menatap prita lebih dalam, kemudian anggapun pergi meningalkan prita.
"kenapa jantung gw berdebar kaya gini??? tidak... gw gak boleh suka sama si cowok mesum itu."