
Akhirnya kak julia ikut bergabung bersama prita, angga dan juga tommi.
"Gio udah tidur kak?"
"udah prita, di jagain juga sama bi ratih."
"Bagus deh, sini kak duduk jangan berdiri terus di situ!"
Akhirnya kak julia menuruti perkataan prita, dia duduk berhadapan dengan tommi.tersirat dari wajah kak juli seperti ada sesuatu yang di sembunyikan.
"Ouh iya, mas tommi sudah lama kenal sama mas angga? "tanya prita
"emmh... saya kenal angga semenjak kita di diklat dulu, angga sering menolong saya waktu itu, tadinya saya hampir putus asa dan menyerah tapi angga selalu memberiku support untuk tetap maju, yahhh sampai akhirnya saya bisa seperti ini.
"Wah, alhamdulillah ya mas tommi.. dulu mas angga genit gak sih waktu diklat?"
"Sayang!!! pertanyaan konyol apa ini? ada-ada saja kamu nanya nya!"
"Ha... ha... ha... angga itu sangat dingin seperti es batu kalau berurusan dengan seorang wanita, malah aku fikir dia gay?"
"Sialan lo tom, enak saja!! waktu itu gw gak pernah mikirin wanita, gw cuma fokus sama pendidikan di diklat dulu, gw ingin orangtua gw bangga tom."
"Ha... ha... ha.. becanda ga, akh lo gitu saja marah!!!"
kak julia pun sontak tertawa melihat perdebatan antara angga dan tommi. dan tommi pun tiada hentinya memandangi kak julia sampai kak juli merasa malu karena terus di pandang seperti itu. angga dan prita pun merasa kalau kak juli menyukai tommi juga namun sifat ego nya yang tinggi, hingga dia tidak mau mengakui kenyataannya.
angga dan prita memiliki rencana agar tommi dan julia bisa ngobrol berdua, sehingga mereka bisa leluasa mengobrol masalah pribadi mereka masing-masing.
"mas angga, bisa anterin aku beli martabak gak?"
"Eh, tumben kamu ingin martabak sayang?"
"Ya lagi kepengen saja mas, pengen martabak keju sama coklat."
"Yaudah sama kak juli saja prita, biar angga di sini saja!"
"gak usah kak juli, biar angga yang antar prita saja, nanti kalau kak juli pergi takutnya gio bangun dan nanti nyariin kak juli."
"Tapi angga!!!"
"Sudah kamu di sini saja temani aku ngobrol lagian aku gak jahat ko aku jinak!" ledek tommi.
kak juli pun kembali terdiam, wajahnya tampak kaku, sedangkan angga dan prita bergegas pergi meninggalkan mereka berdua.
"Yes!!!! akhirnya rencana kita berhasil mas! " ujar prita sambil tos dengan suaminya itu
"Mantap, ide kamu ok juga sayang!! " puji angga
"kalau soal urusan nyomblangin orang, dari dulu aku jagonya mas, cuma yang paling sulit itu cari jodoh buat reva!!
"Ha... ha... ha... kamu tuh bisa saja, kalau reva kan ada jhony!!!"
"he... he... he... itu sudah masuk rencana aku mas, yasudah ayo cepetan aku kepengen banget martabak mas."
"iya sayangku! "
prita dan angga pergi menaiki sepeda motor
"Emmmh... kamu!!" jawab julia dan tommi berbarengan.
"Eh, ko malah bareng nanyanya, kamu dulu deh!! "ucap tommi.
"Gak kok gak jadi!! "
"Kenapa gak jadi? mumpung ada orangnya di depan mata lho!!!"
"Gak jadi ko, kamu saja mau ngomong apa?"
"emmmhh... aku mau minta maaf soal kejadian tempo hari di mall, maaf ya sifatku yang seperti itu, aku tau kalau kamu tidak mungkin bisa membuka hati kamu buat aku, seharusnya aku mengerti dengan keadaan kamu."
"ya ampun, kamu beda banget dengan tommi yang ku kenal kemarin, sekrang jauh lebih dewasa tidak seperti anak kecil yang selalu memaksakan kehendaknya !"gumam julia.
"Iya gak apa-apa, aku maafin kamu kok!"
"Kamu tau gak kenapa aku suka sama kamu?"
DHEGH!!!!
"tiba-tiba jantungku berdebar kencang ada apa ini?" gumam julia
"Mana aku tau?"
"Kamu mirip dengan seseorang dimasa laluku, dulu waktu aku duduk di bangku SMU aku punya seorang sahabat dekat namanya lisa dan satu lagi seorang laki-laki namanya doni. aku sangat menyukai lisa dari dulu namun cintaku malah bertepuk sebelah tangan."
Julia pun menyimak cerita tommi dengan serius
"Kamu tau julia, dari dulu aku selalu di tolak sama wanita, tidak seperti sekarang setelah aku menjadi seorang polisi banyak yang mengejar-ngejar aku tapi satu pun gak ada yang sreg di hati."
"Lho kenapa? kamu bisa mendapatkan wanita yang kamu mau, kenapa kamu malah ngejar-ngejar aku?"
"Karena kamu beda, kamu wanita yang sulit untuk di raih gak mudah untuk memenangkan hati kamu, sama seperti lisa dulu, dan kisahnya pun hampir sama seperti kamu?"
"Benarkah? terus sekarang dimana lisa?" tanya julia penasaran.
"boleh aku teruskan ceritaku sama kamu?"
"Baiklah, lisa ternyata diam-diam menyukai doni, kita bertiga adalah sahabat dekat, namun dengan hadirnya cinta, persahabatan kami pun pecah, akhirnya lisa memilih doni dan mereka pun pacaran, hingga suatu hari terjadi sesuatu yang sangat menyedihkan, lisa hamil oleh doni, tapi doni tidak mau mengakuinya dan menginginkan lisa untuk mengugurkan kandungannya, kamu tau?? lisa memiliki orang tua yang sangat keras dan kejam, mengetahui lisa hamil merekapun sangat marah dan terpukul,lisa selalu cerita tentang keadaannya sama aku, pada saat itu aku ingin sekali bertanggung jawab atas kehamilannya, namun aku tidak bisa karena saat itu ibuku memiliki penyakit jantung, yang bisa saja tiba-tiba meninggal jika sampai aku menikahi lisa, pasti ibuku beranggapan aku yang telah menghamili lisa, mangkanya aku bingung saat itu, hingga akhirnya aku mendengar kabar kalau lisa bunuh diri dengan cara meminum obat tidur terlalu banyak hingga over dosis.
"Masya Allah, kenapa lisa sampai bunuh diri? padahal masadepannya masih panjang."
"itu karena dia tidak mendapatkan dukungan dari orang tua dan keluarganya, mangkanya dia putus asa hingga akhirnya nekat bunuh diri, dari situ aku sangat menyesal, andaikan ibuku tidak sakit parah, mungkin lisa masih bisa di selamatkan, tapi mungkin ini sudah takdir!!" tommi pun secara tidak sadar meneteskan air matanya, sepertinya dia menyimpan luka ini sangat dalam, julia pun merasa iba dengan cerita tommi.
"Mangkanya ketika aku melihatmu dan mengetahui tentang kisahmu, aku jadi teringat lisa, tapi kamu sangat beruntung, keluargamu tidak mengucilkanmu, mereka malah melindungimu dan menjagamu serta mampu menjaga aibmu dengan baik, aku salut sama keluarga pak mulyono.
"iya tom, aku juga sangat beruntung memiliki keluarga yang sangat menyayangiku, sempat aku berfikir bahwa aku ini telah di buang mangkanya aku di pindahkan ke australia bersama adiknya papah, ternyata papah hanya ingin melindungiku dari cemoohan dan gunjingan orang-orang, aku baru sadarnya sekarang tom."
"Syukurlah kalau begitu, aku salut sama kamu karena tidak mengugurkan kandunganmu dan terus merawat gio sampai saat ini, anak kamu lucu ya!!"
"makasih ya tom, gio emang anak yang lucu, dialah penyemangat hidup aku untuk terus kuat menghadapi semua ini."
"aku harap kamu selalu menjadi ibu yang baik untuk anakmu gio."
Entah kenapa melihat tomi seperti ini, hatiku terasa nyaman, mungkin ini pertama kalinya aku mengobrol dengan laki-laki asing selain keluargaku sendiri.kemudian tommi kembali menatap julia, lagi-lagi tatapan matanya membuat jantungku berdebar lebih kencang.
"sumpah, aku ingin sekali menikahimu julia, agar aku bisa melindungimu dan menjagamu serta gio anakmu!"gumam tommi
Tidak lama kemudian prita dan angga datang sembari membawa martabak.
"Ayo, yang mau martabaknya mumpung masih hangat!!!" kata prita
"Wah, kamu banyak banget belinya de?? gak salah tuh?" tanya julia
"ha... ha... ha..., gak tau akhir-akhir ini prita doyan makan kak, kadang kalau malam suka nyari cemilan."
"Hati-hati prita nanti kamu bisa kegemukan!!"
"Biarin kak juli, justru angga lebih senang lihat prita gemuk, tandanya dia bahagia."
"Lagian seleranya mas angga kan cewek bohay dan sexy!! iya kan mas angga!! "
"Ha... ha... ha... kamu bisa saja sayang, demen banget buka kartunya mas!! "jawab angga sambil tersenyum getir.
"ck.. ck... ck..!!! gak nyangka selera kamu cewek bohay!! ha... ha... ha...!!" ledek tommi
"Sialan lo tom, malah ngetawain gw lagi!!!" umpat angga kesal
"Pantas dari dulu lo jarang ngelirik cewek, abis yang ngelirik lo rata semua bodynya! "
"Ha... ha... ha... cewek kurus apa yang mau di pegang tom? lebih enak cewek berisi apalagi kalau bodynya kaya bini gw, behhh,,, bikin lo betah dan gak mau ke lain hati, sumpah deh."
"iikhhh mas angga, bikin aku malu saja!" seru prita dengan wajah merahnya.
kak juliapun mentertawakan angga dan prita.
"ha.. ha.. ha.. gokil lo ga, gak nyangka lo orangnya kaya gini sama cewek, hadeuuhh!!! ucap tommi sambil menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah laku sahabatnya yang konyol itu.
"gimana tadi ngobrolnya, asik dong ngobrol berdua!!!" ledek prita.
"Prita!!! mulai deh ngaco ngomongnya!!!"
"Ampun kak juli, abis kakak menurut aku cocok banget sama mas tommi, sumpah deh!!"
Julia dan tommi pun saling melirik satu sama lain.
"cie.. cie sudah main lirik-lirikan ya, cinta itu datangnya dari mata lalu turun ke hati lho!!" ledek kembali prita.
Dengan wajah yang memerah, julia pun pergi meninggalkan mereka.
"kamu menyebalkan prita!!! "
"yaahhh kak julia malah pergi, gak asik akh!!!" seru prita
"sudah prita gak apa-apa, lagian aku senang bisa mengobrol dengan kakakmu walau cuma sebentar, makasih ya kamu sudah mempercayaiku!"
"Iya mas tommi sama-sama, pesanku cuma satu mas, jangan pernah sakiti kak julia ya!'
"Aku janji sama kamu prita, kakakmu akan bahagia bersamaku!"
"Alhamdulilah!" ucap angga dan prita serempak.
"yasudah kalau begitu saya pamit ya angga dan prita."
"Iya mas tommi, maaf juga ya mas kalau papah dan mamah gak bisa temenin ngobrol, maklum papah kalau lagi sakit gak mau di tinggalin sama mamah."
"Iya gak apa-apa kok, lain waktu aku kesini lagi agar bisa mengobrol dengan papah dan mamahmu prita."
"Siap mas tommi, nanti kita atur waktunya saja, okey!!!"
"sekali lagi makasih ya untuk kalian berdua! "
"iya tom, sukses ya buat semua usaha lo, gw yakin kak juli bakalan terima elo! "
"Serius nih ga? "
"iya!!! dua rius malah."
"yasudah kalau begitu gw pamit pulang ya, salam buat pak mulyono dan bu lia, assalamualaikum!!" ucap tommi dengan ekspresi wajah yang bahagia.
" waalaikumsalam."