I love you mr. perfect

I love you mr. perfect
weekend di rumah prita



"Ouh iya, hari ini kan sabtu, aku janji mau menginap di rumah papah, pasti mas angga lupa deh." kemudian dengan segera, prita menelpon suaminya.


"assalamualaikum mas,"


"Waalaikumsalam sayang, tumben telepon mas, ada apa sayang?"


"Mas lupa ya sama janjinya mas, katanya weekend mau menginap di rumah mamah sama papah?"


"Mas gak lupa ko sayang, rencananya nanti sore selepas mas pulang kita langsung on the way ke sana, malah mas fikir kamu yang lupa?"


"He... he... he, aku manamungkin lupa mas."


"Yaudah, nanti kamu tunggu mas pulang ya, sebelum magrib kita sudah sampai di rumah papah dan mamah."


"Iya mas anggaku, yaudah aku tutup teleponnya mas, hati-hati kerjanya."


"Iya sayang."


Mengetahui prita akan menginap di rumah orang tuanya,ternyata bunda membuat daging rendang, karena papah sangat menyukai rendang.


"Aduh bun, gak usah repot-repot."


"Eh, gak apa-apa sayang, bunda gak bisa ngasih apa-apa, semoga papah kamu suka sama rendang buatan bunda."


"Pasti suka banget bun, apalagi masakan bunda paling enak!!" ucap prita sambil memeluk bunda.


menjelang sore hari


Akhirnya mas angga pulang juga, setelah itu kami bersiap-siap untuk pergi ke rumah papah dan mamah.


"Ayah, bunda!!! angga sama prita pamit ya!"


"Iya sayang, kalian hati-hati!!" ucap ayah


"salam buat keluarga kamu di sana ya prita!" sahut bunda sambil memberikan daging rendang untuk besannya itu.


"Makasih ya bunda, sudah di masakin rendang."


"Iya sayang sama-sama. "


tidak lama kemudian mereka segera bergegas pergi, karena hari ini adalah hari sabtu, otomatis jalan di jakarta pasti macet.


......................


"Mah,katanya hari ini prita dan angga akan menginap? kok jam segini belom datang juga? "


"Tadi prita telepon mamah, katanya berangkat kesini nunggu angga pulang kerja dulu, mungkin setelah magrib mereka sampai sini, itu pun kalau tidak kejebak macet."


"Padahal papah sudah kangen sama mereka!!"


"Sabar pah, bentar lagi juga mereka sampai."


baru saja diomongin, ternyata mereka sudah sampai.


"Asalamualaikum! "ucap angga dan prita berbarengan.


"Waalaikumsalam! "jawab papah dan juga mamah.


"Akhirnya kalian sampai kesini juga, macet ya di jalan? "


"Ya lumayanlah mah, tapi gak begitu parah, ouh iya, ini ada rendang dari bunda."


"Wah, jeung kinan benar-benat is the best, tau saja makanan kesukaan papahmu ini! "


"Kebetulan papah lagi kepengen makan rendang, makasih ya angga!"


"Iya pah sama-sama."


kemudian angga dan prita pergi menuju ruang keluarga, angga pun mengobrol bersama papah,sedangkan prita sedang asik menggendong baby gio.


"Euleuh, tambah embul ini keponakanku,tambah berat saja nih, berapa kilo berat badannya gio sekarang kak?


"7,8 kg prita, alhamdulilah sekarang gio jarang sakit."


"Wah pantesan embul, syukurlah kak kalau gio sudah sembuh, prita seneng dengernya."


"hmmm... kamu sudah pantes punya baby lho prita!!!"


"Ha... ha... masa sih kak? aku masih terlalu muda kak."


"ehhh lebih cepat lebih baik mumpung masih muda, apalagi yang kakak dengar katanya angga pengen cepet punya baby?"


"he... he... iya sih kak, ya segimana di kasihnya saja kak."


"Kamu KB gak prit?"


"Enggak kak, mas angga ngelarang aku KB!!"


"Baguslah, terus sudah ada tanda-tandanya belum kamu hamil?"


"ish kak juli baru juga satu bulan nikah, masa iya sudah hamil."


"ya bisa saja lah, kemarin pas kamu nikah sudah datang bulan belum?"


"terakhir,aku datang bulan pas seminggu mau nikahan kak!"


"Hmmm, coba nanti kamu cek di bulan sekarang kamu telat atau enggak datang bulannya."


"Heeee, iya kakaku sayang."


kemudian prita membawa baby gio kepada angga.


"Mas, mau gendong baby gio gak? lucu tau."


"Ehhh sini mas coba gendong, duh lucunya kamu ganteng."


Gio pun tertawa ketika angga menggendongnya.


"Aduhhh, kamu emang sudah cocok jadi seorang papah ya angga!! "seruh papah mulyono.


"Ha.. ha.. ha angga berharap prita bisa secepatnya hamil pah!" ucap angga penuh harap


"insya Allah, pasti kalian cepat di kasih momongan! "ujar mamah lia menimpali.


"kebetulan kita lagi kumpul semua di sini, nanti magrib kita solat berjamaah?" ujar mulyono.


"Angga nanti kamu yang jadi imamnya! "perintah mulyono


"siap pah! "


Selepas magrib, merekapun melantunkan ayat suci al-quran sambil menunggu waktu solat isya, jujur ini pertama kalinya prita mendengarkan angga mengaji.


"Masya Allah, adem banget denger suara kamu mengaji mas! "gumam prita yang merasa kagum dengan suaminya itu.


Papah, mamah dan kak juli pun merasa kagum mendengarkan angga mengaji, mereka tidak menyangka suara lantunan ayat suci al-quran yang di bawakan angga sangat menyentuh hati mereka, di tambah ada sedikit siraman rohani dari angga, sudah seperti pak ustad saja,benar-benar suami idaman dunia dan akhirat,selepas shalat isya, mereka makan bersama.


"Wah,rendangnya maknyus lho angga!" puji mulyono.


"Alhamdulilah kalau papah suka, nanti angga minta bunda buatkan lagi buat papah!"


"Wah boleh tuh angga, makasih ya nak! "


Ketika selesai makan, bel rumah berbunyi.


"Siapa ya malam-malam kesini?" tanya julia


"kayanya itu tommi teman angga pah? maaf pah,angga sebelumnya tidak memberi tahu papah terlebih dahulu."


mendengar kata tommi, julia langsung terdiam dengan muka masam.


"Emang ada perlu apa dia kesini?"


"Biasa pah, dia mau nganterin berkas yang tadi sore lupa angga bawa, soalnya angga besok libur kerja.


Ternyata ini hanya alasan angga dan prita, untuk mempertemukan tommi dan julia, angga dan prita pun tersenyum penuh kemenangan.


"permisi pak, maaf saya sudah mengganggu dengan datang kesini! "ucap tommi yang tiada hentinya memandangi julia


"Iya tidak apa-apa sodari tommi, jangan sungkan ya main kesini, tapi maaf sepertinya saya mau istirahat dulu sebentar, kamu di temani sama angga ya! "


"Iya pak mulyono tidak apa-apa, semoga anda cepat sembuh, ouh iya ini saya bawakan oleh-oleh buat bapak, kebetulan saya kemarin habis dari palembang."


"Wah, kamu ada acara apa ke palembang?"


"kebetulan almarhum ibu saya di makamkan di kampung halamannya di palembang pak, sekalian mau nyekar juga sama ayah saya."


"Ouh, yasudah salam saja buat ayah kamu ya."


"Baik pak! "


Kemudian tommi dan angga duduk di ruang tamu,kebetulan prita asik menggendong baby gio sedangkan julia sepertinya raut wajahnya terlihat tidak tenang alias cemas.


"Kak juli kenapa? dari tadi mondar mandir terus, kaya lagi cemas?"


"Hah... gak kenapa-kenapa kok prita, hmmm itu temennya angga jangan lama-lama di sini, kalau sudah selesai suruh pulang saja ya!"


"lho, emang kenapa dengan temennya mas angga? hayo kenapa kak? jujur saja sama prita!! "


padahal prita sudah mengetahui yang sebenarnya, kalau tommi itu sangat menyukai kakaknya, ketika pertama masuk rumah ini saja, pandangan matanya tidak pernah putus dari kak julia, sepertinya tommi adalah pria yang baik bukan laki-laki bajingan.


"kakak suka sama tommy? "celetuk prita


"eh, kok kamu ngomong kaya gitu prita??? ya enggaklah!"


"masa sih? jangan bohong kak juli, bilang iya juga gak apa-apa kali kak, lagian kak juli masih singel, gio butuh figur seorang ayah kak, kak juli jangan egois, cobalah membuka hati kakak untuk pria lain."


"Gak semudah itu adikku sayang, kakak belum bisa melupakan kejadian yang menyakitkan itu, kakak masih trauma mengenal laki-laki."


"tapi kenapa gak di coba saja dengan temennya mas angga kak?"


"emang makanan bisa di coba-coba!!! dasar kamu ini ada-ada saja prita."


"Hmmm, ternyata sulit juga meyakinkan kak julia,akh maju terus pantang mundur. "


Sebetulnya tommi ingin sekali mengajak ngobrol dengan julia, namun kak julia selalu saja menghindar, jadi kasian lihat tommi, lagi-lagi kehadirannya di cuekin kaya gini.


"Sayang, boleh mas gendong gio? ucap angga yang sengaja menghampiri prita dan kak julia.


Gio pun sangat senang di gendong oleh angga, kemudian gio di bawa ke ruang tamu untuk bertemu tommi.


"Duh, lucunya kamu nak,sudah cocok lo ga punya baby!"


"Iya dong, ya lagi dalam proses tom!!


Mendengar ucapan angga, membuat prita malu.


"Ish mas angga kebiasaan kalau ngomong suka ceplas ceplos!!"


"Biarin saja, lagian emang benar seperti itu kan? "ledek angga


"Haaa, istrimu malu-malu angga!!"


"gw paling seneng godain istri gw tom, tambah menggemaskan saja jadinya."


"Ish mas angga malah tambah menjadi-jadi ngomongnya."


'Ha... ha... ha.... tuh kan bikin gemes! "


"Kalian berdua itu bikin gw iri saja, hmmm... kapan gw bisa seperti kalian berdua, usia sudah matang buat nikah, tapi deketin calon gebetan saja susahnya minta ampun!"ucap tommi sedikit murung.


Julia merasa tidak tega mendengar perkataan tommi barusan, apakah julia mulai mempertimbangkan kembali masalah perasaannya tommi?


"Kak juli, sini dong jangan diem di balik lemari terus! kata prita."


Dengan perasaan yang malu, akhirnya kak julia ikut berkumpul bersama angga, prita dan juga tommi.


"nah gitu dong kak juli, jangan terus-terusan menutup diri kaya gitu, kakak mesti banyak bergaul,heee."


"Dasar, kamu tuh bisa saja prita!!!! iya kakak ikut nimbrung deh di sini, tapi setelah gio tidur ya, soalnya jam segini jadwalnya gio tidur."


"Yasudah kak, tapi janji habis ini kakak kesini ya, gabung sama kita!"


"Iya prita, kakak janji... ayo gio, kita bobo dulu ya, sudah malam... nanti besok main lagi sama om angga!"


Gio pun mengangguk, sambil mengoceh, entah apa ocehan yang keluar dari mulut bayi yang berusia tujuh bulan itu.sedangkan tommi tiada hentinya memandangi julia,melihat julia yang seperti itu, tampaknya dia semakin menyukai kak julia.


selang tiga puluh menit, ternyata gio cepat sekali tidur, dan di temani oleh bi ratih, sedangkan julia akhirnya mau ikut bergabung bersama prita dan yang lainnya.


"Bismillah, semoga aku gak gugup nanti, hmm!!! kenapa kamu gak nyerah saja sih tom, padahal aku sudah menolak kamu!"