
Pagi-pagi buta, prita bergegas pergi dari pulau virgin,ketika sampai depan pintu kamar cottage, aksinya itu di gagalkan oleh angga.
"Kamu mau kemana?" tanya angga tegas.
" bukan urusanmu!" jawab prita kesal
Angga pun menarik lengan prita dan mendorongnya ke atas tempat tidur, ketika angga hendak mencium bibir mungil istrinya itu? prita menolaknya.
"Jangan pernah lo sentuh gw, jijik gw di sentuh sama laki-laki brengsek kaya elo!"ucap prita kasar.
"kamu kenapa?" tanya angga heran.
"lo fikir saja sendiri, lepasin gw, gw mau pergi dari sini!" ucap prita sambil mendorong angga, namun usahanya sia-sia, angga mencengkram lengan prita dengan kasar, sorot matanya pun penuh dengan amarah, prita merasa sedikit ketakutan.
"Gw gak akan pernah lepasin elo! " ucap angga sambil memaksa mencium kembali prita.
Pritapun berusaha melepaskan dirinya, namun tenaganya kalah kuat oleh angga, melihat tingkah angga yang seperti binatang kelaparan,prita pun merasa ketakutan,karena baru pertama kali melihat angga semarah ini!! dan kemudian angga menerkam prita dengan mudahnya, prita pun tidak bisa berbuat apa-apa, dengan leluasa angga berhasil melucuti seluruh pakaian prita,dengan rakusnya angga, menjamah tubuh indah istrinya itu, dan di pagi itu juga, angga telah berhasil merampas kesucian istrinya yang selama ini telah di jaga, prita pun menjerit menahan sakit,namun prita tidak habis fikir,kenapa mesti di renggut dengan kasar seperti ini? setelah angga mencapai klimaksnya, angga pun memeluk prita, namun dari raut wajah prita malah timbul rasa benci.
"Jahat!! kamu jahat mas?? kamu sudah memperkosaku, kamu kasar." ucap prita sambil menangis, dia pun merasa kesakitan di area sensitifnya, noda bercak darah pun
masih membekas di atas seprei
"Ini kah sifat asli mas angga? aku gak nyangka mas angga kasar kaya gini!" kata prita sambil menangis sesegukan dan berusaha menutupi tubuhnya yang polos dengan selimut
"maafkan aku prita!" ucap angga lirih
ketika angga ingin menyentuh tangan prita, prita pun menepisnya.
"Jangan pernah kamu sentuh aku!" ujar prita sambil berjalan pelan karena masih merasakan sakit di area sensitifnya,
Angga pun merasa sangat menyesal, apa yang sudah ia lakukan terhadap prita, padahal ini adalah pengalaman pertama angga.
"Gak seharusnya aku kasar sama kamu prita, maaf kan mas."
di dalam kamar mandi sambil menangis, prita membersikan sekujur tubuhnya terutama area sensitifnya yang masih terdapat noda bercak darah dan sisa cairan milik angga.
Ketika angga melihat ke atas seprey, Dia merasa sangat bersalah karena telah merenggutnya secara paksa.
Prita pun keluar dari kamar mandi, menggunakan handuk kimono,dan angga pun bergegas mendekati prita dan meminta maaf.
"Maafin mas,mas sudah kasar sama kamu!"
"Beribu kali pun kamu meminta maaf, tidak akan pernah bisa mengembalikan kesucianku yang sudah kamu renggut secara paksa, ouh apa kamu masih kurang puas hah??" ucap prita yang sengaja melepaskan handuk kimono yang ia kenakan, tubuhnya pun polos tidak mengenakkan apa-apa.
Namun angga buru-buru menutup tubuhnya prita dengan handuk kimononya.
"Sudah cukup prita, mas minta maaf sudah kasar sama kamu."
......................
Prita yang duduk bersebelahan di dalam Mobil bersama angga,hanya terdiam menatap ke arah jendela pintu mobil tanpa berbicara sepatah kata pun.
"prita, kamu kenapa diam saja?" tanya angga merasa khawatir.
prita pun tidak menggubris perkataan angga, dia malah semakin membuang wajahnya,dan samasekali tidak mau menolehnya.
"Aku benci sama kamu mas,kamu jahat. "gumam prita.
Sesampainya di rumah prita, ternyata ada mamah lia dan julia yang sedang asik mengajak gio bermain di taman.
Ketika pintu mobil di buka, angga langsung menggendong prita.
"Mas lepasin akh, kamu jangan macam-macam!" ujar prita sambil memukul dada angga yang bidang.
"Sudah diam, mas gak tega lihat kamu berjalan sudah seperti pinguin, apa kamu mau mereka khawatir sama kamu?" ucap angga.
Prita pun mengangguk, dan membiarkan angga menggendongnya.
"Angga, kenapa dengan prita?" tanya mamah cemas.
"Prita hanya kelelahan saja mah!" ucap prita berusaha meyakinkan mamahnya.
kak julia pun hanya tersenyum melihat prita dan angga.
"Hahaha, iya, iya mamah ngerti kalian kan masih pengantin baru, yasudah angga, bawa prita ke kamarnya ya? "ujar mamah lia sambil menggelengkan kepalanya.
"Baik mah, kalau begitu, angga permisi!
"Hadeuh, dasar anak muda zaman sekarang, kalau udah ngerasain enak jadi ketagihan, hahahaha..!!" ucap mamah lia dengan raut wajah bahagia.
sesampainya di kamar prita,angga pun menurunkan prita di atas tempat tidurnya, mata mereka saling bertemu, kemudian angga mencium puncak kepala istrinya itu.
"Sekali lagi mas minta maaf, mas pamit mau ke bareskrim dulu, nanti malam mas pulang kesini, kamu jaga diri kamu baik-baik."
prita pun hanya mengangguk dan enggan berbicara.
kemudian angga pergi meninggalkan prita, ketika hendak menutup pintu kamar, angga melihat prita tidur membalikan tubuhnya.hanya punggungnya saja yang terlihat.
"Maaf kan aku prita, tidak seharusnya mas bersikap seperti tadi!" ucap angga yang begitu menyesali atas perbuatannya.
"Kamu mau kemana lagi angga?" tanya mamah lia
"angga ada telepon dari bareskrim di suruh menghadap kesana?"
"Emang masa cuti kamu sudah habis?"
"Masih ada dua hari lagi mah, tapi angga tidak betah, sudah kelamaan tidak masuk,yasudah angga pamit ya mah, angga titip prita, kalau ada apa-apa mamah kabarin angga saja."
kemudian angga pergi sambil mencium tangan ibu mertuanya itu.
......................
"Aduh, ini pengantin baru udah nongol saja, bukannya honey moon sana!" ledek tomi
"Aku sudah gak betah kelamaan di rumah, kamu tumben ada di sini juga?" tanya angga.
"Kan sebentar lagi mau ada sidang mengenai kasus si koh liong itu?"
"Ouh iya gw lupa, pasti lo gak bakalan inget, ini berkas-berkas kasus yang elo tanganin itu! "ucap tomi sambil memberikan angga map berisi berkas-berkas penting.
Angga pun membacanya dengan detail, dan ketika dia mengetahui bahwa prita menjadi korban dalam tragedi ini, angga merasa tambah bersalah, ternyata gara-gara ulahnya telah menangkap koh liong si bandar nark*b*,prita menjadi korban penculikan.
"Kabarnya nanti istrimu di panggil ke bareskrim ya ga?" tanya tomi
"Ya, dari berkas yang saya baca, nanti prita akan menjadi saksi!" jawab angga.
"Semoga istrimu bisa memberikan kesaksian yang memberatkan para pelaku." ujar tommi sambil menyalakan sebatang roko.
"Mudah-mudahan saja tom, nanti pas di rumah saya beritahu prita"
......................
Di depan cermin yang berukuran besar, prita mencoba melihat dirinya.
" Apakah aku tidak secantik indri? kenapa mas angga tega melukaiku?" ucap prita sambil mengusap air matanya, kini badannya terasa sakit, dan ketika dia melihat di sekitar lengannya, agak sedikit memar, pasti ini gara-gara mas angga tadi mencengkram tangannya dengan kasar.prita pun mengingat kembali kejadian tadi pagi, dan dari lubuk hatinya dia merasa sedih dan sakit, saat ini prita benar-benar sangat terpukul.
"Kenapa mas melakukan itu terhadapku? padahal aku bukanlah wanita yang mas angga cintai, apakah aku hanya sebagai wanita pemuas nafsu mu saja mas? "gumam prita yang kembali menangis.
Tiba-tiba mamah mengetuk pintu kamar.
"Prita sayang, kamu ko di dalam terus, ayo kita makan siang nak!" panggil mamah di balik pintu.
"prita makan di kamar saja mah, gak apa-apa kan?" pinta prita.
"Yasudah, nanti mamah suruh bi ratih anterin makanan kamu ya, tapi kamu gak kenapa-kenapa kan?" Tanya mamah hawatir.
"Gak mah, prita hanya masih lelah saja, jadi males ngapa-ngapain."
"Yasudah kalau begitu mamah tinggal dulu ya, soalnya mamah mau antar kak juli ke rumah sakit."
Kemudian prita membuka pintu kamarnya.
CEKLEK!!!
"Gio sakit lagi mah?" tanya prita dengan wajah yang kusut serta matanya yang bengkak seperti habis menangis.
"Prita kamu kenapa? kamu habis nangis? kamu berantem sama angga!" tanya mamah hawatir.
"Gak apa-apa mah, prita cuma mau kena flu saja, jadi mata prita dari tadi berair terus! "jawab prita bohong.
"Yasudah kalau begitu mamah gak jadi deh ke rumah sakit."
"Eh, jangan mah.. gak usah hawatirin prita, prita baik-baik saja ko, mendingan mamah anterin kak julia sama gio saja."
sambil mengusap kepala prita, mamah pun akhirnya memutuskan untuk pergi mengantarkan gio ke rumah sakit untuk kontrol dan jadwal imunisasi.
"Kamu hati-hati di rumah ya sayang!" kata mamah.
"iya mah, mamah juga hati-hati ya."
Ketika sore menjelang magrib, angga pulang dan membawa sesuatu untuk prita.
"Mudah-mudahan kamu suka!" ucap angga yang sengaja membelikan prita makanan jepang kesukaannya.
"Assalamualaikum!!"
"Eh den angga sudah pulang!!" ucap bi ratih
"pada kemana bi, ko sepi banget, prita ada kan?" tanya angga
"Nyonya besar sama non juli lagi ke rumah sakit mau kontrol gio den, kalau non prita ada di kamarnya, dari tadi tidak mau keluar."
"Yasudah kalau begitu saya ke atas dulu ya bi, makasih bi ratih."
"Iya den sama-sama."
Angga pun berjalan menuju lantai atas kamar prita, dengan senyumnya yang mengembang di bibirnya, berharap prita sudah tidak marah lagi padanya.
Ketika angga membuka pintu, ternyata kamar prita tidak di kunci dan ketika masuk ke dalam kamar, dia tidak menemukan prita.
"Prita kamu di mana? " ujar angga yang mwncari keberadaan prita.
"Apa di kamar mandi ya? "ucap angga yang mencoba mengetuk pintu kamar mandi, namun ketika angga terus memanggil nama prita tidak ada yang menjawabnya,hingga akhirnya angga mendobrak pintu kamar mandi dan menemukan prita pingsan di dalam bathtup, untung saja angga cepat datang, kalau tidak mungkin tubuh prita sudah tenggelam ke dalam air.
Di angkatnya tubuh prita yang lemas dan polos,angga pun menutupinya dengan handuk dan segera memberikan CPR kepada prita, dengan hitungan ketiga prita pun sadar dan memuntahkan air yang masuk ke tubuhnya, angga pun membawa prita keatas tempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Kamu demam prita,kenapa nekat mandi? coba kalau aku datang tidak tepat waktu mungkin kamu bisa mati!" ucap angga sedikit marah.
"Lebih baik aku mati, ketimbang merasakan sakit seperti ini!" jawab prita dengan sorot mata penuh kebencian.
Angga pun tiba-tiba memeluk erat tubuh istrinya itu.
"Lepasin aku mas, apa mas belum puas sakitin aku kaya gini?" tanya prita emosi.
Namun angga enggan melepaskan pelukannya.
"Maaf kan aku, maaf sudah menyakiti kamu, mas memang salah, mas sudah tau semuanya dari ardi, kamu melihat mas di pantai kan bersama indri? " tanya angga.
"baguslah kalau kamu tau, kamu laki-laki yang tidak berprasaan, aku salah apa sama kamu mas? aku tulus mencintai kamu, tapi kamu membalasnya seperti ini, hatiku benar-benar sakit,tidak ada seorang istri yang mau menerima suaminya berpelukkan bahkan berciuman dengan wanita lain."
"Mas akan akhiri semua ini, mas akan mencoba mencintai kamu kembali dan melupakan indri, kasih mas kesempatan satu kali lagi."
"Untuk apa mas? jelas-jelas aku bukanlah wanita yang ada di hatimu, jangan kau sakiti dirimu sendiri,aku sudah terbiasa sakit seperti ini, memang ini sudah menjadi takdirku."
"Aku memilihmu, menikahimu, itu berarti mas ingin hidup bersamamu, dan melupakan masalaluku, mas janji tidak akan menyakiti kamu lagi, mas mohon berikan mas kesempatn lagi."Angga pun tidak kuasa menahan air matanya.
"Kenapa harus seperti ini mas? tanya prita sambil mencangkup wajah angga dengan tangannya.
Angga pun memegang tangan prita, "berikan mas kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya mas, mas mohon! "ucap angga. Prita pun mengangguk, pertanda ia.
Akhirnya angga pun memeluk erat istrinya itu sambil mencium puncak kepalanya. mereka berdua menangis bersama-sama.