I love you mr. perfect

I love you mr. perfect
Do you love me?



"Nad, hari ini bisa gak kita ketemu? ada yang ingin gw omongin sama elo, tempo hari waktu di mall cendrawasih gw gak sempet ngomong sama elo. "


"Yasudah, tapi habis magrib saja ya di, soalnya di rumah lagi banyak tamu."


"Ok, siap nadira cantik, yasudah nanti gw jemput elo ya?"


"Gak usah di, nanti kita ketemuan saja, gimana?"


"Yasudah terserah elo deh,, kalau gitu gw tutup dulu teleponnya, sampai ketemu nanti ya."


"Iya di. "


Ardi pun merasa senang karena hari ini dia berencana untuk menyampaikan perasaannya kepada nadira, wanita yang sudah bertahun-tahun dia taksir.


"Semoga perasaan elo sama gw sama ya nad. "ucap ardi penuh harap.


......................


Hari ini angga di undang untuk datang ke pertemuan para pejabat polri di kediaman pak jendral sutoyo,namun papah mulyono tidak bisa hadir di karenakan beliau sakit setelah pulang dari acara pesta perayaan ulang tahun angga kemarin. di acara pertemuan itu, mereka juga ingin membahas masalah perkembangan kasus pembunuhan tersangka koh liong.


"Senang bisa bertemu dengan anda lagi pak kombespol angga? "ucap sutoyo.


"Saya juga sangat senang bisa bertemu dengan anda kembali pak jendral sutoyo.


"Ehhh... panggil saya pak sutoyo saja ya!"


Pak sutoyo pun merangkul angga, sepertinya sejak pertama bertemu angga, pak sutoyo sangat menyukai angga,


Kami pun mengadakan meeting di meja bundar,dan hari ini ada 10 orang yang datang di pertemuan ini.diantara mereka ada yang angga cukup kenal dekat yakni brigjen soeherman, pak kapolda ibrahim, dan kombespol sudarso,mereka sudah mengenal angga sejak angga bertugas di surabaya.


"Baiklah pak kombespol angga, sejauh ini ada perkembangan apa tentang kasus pembunuhan tersangka koh liong? "tanya pak kapolda ibrahim.


"Sejauh ini ada sedikit perkembangan dan titik terang pak, ketika saya dan rekan saya AKBP tomi melakulan penyidikan di dalam penjara,ada lima orang yang kami curigai termasuk kevin, anak dari korban."


"Bagus, terus apakah anda mencurigai seseorang dari ke lima orang itu?" tanya kembali pak ibrahim.


"Ada pak, yaitu kevin.. anak kandung dari koh liong, karena dia memilik alibi yang tidak cukup kuat,itu baru kecurigaan saya pak."


"Baiklah, saya cukup puas dengan kinerja anda pak kombespol angga."


"Sama-sama pak, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas, ouh iya..saya juga ingin melakukan tes kejiwaan kevin pak."


"Kenapa anda ingin melakukan tes kejiwaan?"


"Waktu itu saya sempat bertanya kepada istri saya yang pada saat itu pernah di culik dan di sekap oleh kevin, ketika istri saya menceritakan kronologi kejadian selama dia di sekap, sepertinya tersangka kevin memiliki gangguan mental namun dia tidak menyadarinya, dan ini saya sudah membuat semua percakapan dan tingkah laku dari sikap kevin kepada istri saya, bapak-bapak di sini bisa melihatnya. Angga pun memberikan map yang berisi lembaran-lembaran dimana waktu itu prita di sekap, untungnya saja prita masih sangat ingat tentang kejadian itu.


"Saya harap setelah membaca ini semua, saya mendapatkan ijin untuk melakukan tes kejiwaan untuk kevin.


"Tapi sepertinya kita tidak bisa memutuskan ini di sini,pak kapolri mesti tau ini semua pak angga! "ujar pak brigjen soeherman.


"iya pak tidak apa-apa kalau bisa secepatnya memberi keputusan pak."


"Baiklah pak kombespol angga, terima kasih atas usaha dan kerja kerasnya."


"iya pak sama-sama."


Angga pun kemudian pergi ke toilet


"Permisi pak, saya ijin ke toilet sebentar. "


"Iya silahkan pak angga."


Dengan langkah yang cepat, angga langsung mencari toilet, namun tidak sengaja berpapasan dengan nadira, dan nadira pun tampak gugup berhadapan langsung dengan angga.


"Ya tuhan, angga di sini.. kenapa aku jadi gugup?"


Ternyata, nadira belum bisa menghilangkan rasa suka nya kepada angga.


"Maaf mba nadira, toiletnya di sebelah mana ya? " tanya angga canggung.


"Eemmmhhh.... itu,kamu lurus saja dari sini kemudian belok ke kiri."


"Makasih ya. " jawab angga dengan srnyum manisnya, terlihat sedikit ada lesung pipit.


"Oh my god!! kenapa setelah menikah malah terlihat lebih mempesona kamu, sumpah gw gak bisa lupain kamu angga, gw suka sama elo." gumam nadira yang masih berdiri mematung. Hingga angga selesai dari toilet pun, nadira masih tetap berada di posisinya sejak tadi. ketika melihat angga kembali, nadira langsung bergegas pergi dengan jantung yang berdebar cukup kencang.


"Huuuffttt, hampir saja ketahuan.. malu kan kalau sampe angga tau, mau di taro dimana ni muka gw."


Sedangkan angga sendiri merasa aneh dengan sikap nadira selama ini terhadapnya. kemudian angga melanjutkan pertemuannya dengan tamu undangan lainnya.


Pukul 17.30


Akhirnya pertemuan hari ini selesai, dan para tamu undangan yang lainnya pun sudah pergi, hanya menyisakan angga seorang diri di ruang meeting bersama pak sutoyo, tidak lama kemudian nadira datang menemui papihnya, karena dia akan pergi menemui ardi. nadira pun tidak menyangka kalau angga masih berada di rumahnya


"Pih, nadira pamit dulu ya, mau ketemuan sama ardi


"Yasudah kamu hati-hati, jangan pulang terlarut malam ya


Ketika angga mendengar kata ardi, angga langsung ikut berbicara.


"Apakah ardi temanku itu nadira?


"Eh angga, aku kira kamu sudah pulang,iya aku mau ketemu sama ardi temen kamu juga!"jawab nadira grogi.


yasudah nanti kita barengan saja, kebetulan aku juga mau ketemu ardi sebentar, dia ngasih tau gak ketemuan dimana?


"Katanya sih di venice resto."


"yasudah aku juga mau kesana, nanti kita barengan saja.


"Sumpah ini bukan mimpi kan nadira, gw satu mobil bareng angga."Gumam nadira


Tidak lama kemudian angga dan nadira pamit kepada pak sutoyo,mereka bergegas pergi menuju venice resto. di dalam perjalanan pun mereka sempat mengobrol meskipun tampak kaku di antara keduanya, namun nadira memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.


"Ouh iya, dengar-dengar kata ardi,kamu jadi dosen Juga ya? "tanya nadira dengan perasaan gugupnya.


"Iya, aku mengajar jadi dosen di universitas pelita bangsa, tapi aku mengajar tidak full satu minggu, ya bisa di hitung dalam seminggu aku mengajar selama tiga kali.


"ouh begitu, tapi kamu bisa membagi waktu antara pekerjaan kamu di polri dan sebagai dosen?"


"Insya Allah bisa ko, alhamdulillah pekerjaanku tidak pernah ke teter."


"Aduhhh kamu itu benar-benar cowok perfect ga, kalau kaya gini gw gak bisa mudah lupain elo." gumam nadira yang terus menatap angga.


"Kalau kamu sendiri gimana?"


"Kalau aku sih setelah mengambil jurusan spesialis kandungan selesai, aku langsung terjun ke lapangan, dan sekarang aku bekerja di rumah sakit sentosa sebagai dokter spesialis kandungan."


"wah kamu hebat ya, semoga kamu sukses dengan karir kamu kedepannya."


"aamiin, terima kasih ya."


Mobil pun akhirnya sampai di tempat parkir venice resto, kemudian mereka masuk ke dalam dan mencari keberadaan ardi.


Ardi pun tidak menyangka kalau nadira akan datang berbarengan dengan angga.


"Nadira, kamu ko bareng sama angga?" tanya ardi sedikit bingung.


"Maaf ardi, tadi gw yang ngajakin bareng sama dia, kebetulan gw lagi ada pertemuan dengan pak sutoyo."


"Ouh gitu, pantesan bareng."


kemudian angga mengeluarkan sesuatu dari dalam tas miliknya.


"Di, di dalam flash dish ini tolong di cek ya, gw butuh bantuan elo."


"Iya sob tenang saja.


"Thank's ya bro, yaudah kalau gitu gw permisi dulu, kasian prita pasti sudah nungguin di rumah.


"Yasudah cepetan lo balik, jangan lupa lo cepet kasih gw ponakkan.


Nadira pun terkejut dengan perkataan dari ardi.


"Hahaha, sialan loe di... iye tenang saja, nanti gw kasi sepuluh ponakan buat elo, yasudah gw pamit ya!! nad gw duluan?"


"Anjirrrr...itu mah elo yang doyan, ha.. ha.. ha.."


"Tuh elo tau di, udah akh, gw pamit ye"


"Iya, kamu juga hati-hati ya! " ucap nadira dengan wajah meronanya.


Ardi pun sedikit curiga dengan sikap dari nadira kepada angga, namun ardi berusaha menepisnya.


"Kamu mau pesan makan gk nad? "


"Minum saja dulu di, soalnya masih kenyang."


Sambil menunggu pesanan mereka, ardi dan nadira asik mengobrol.


"Di, elo udah lama temenan sama angga?" tanya nadira sengaja ingin mengetahui angga lebih jauh lagi.


Tanpa curiga, ardipun menceritakan awal mula dia bertemu hingga bersahabat dekat dengan angga sampai sekarang.


"Angga itu dari dulu suka usil nad, cuma kalau masalah urusan cewek dia dingin banget, waktu zaman SMU dulu, banyak cewek yang ngejar-ngejar dia, tapi satu pun gak ada yang di lirik, dia hanya fokus belajar demi mendapatkan beasiswa masuk AKPOL di surabaya, karena waktu itu keadaan ekonomi keluarganya benar-benar sedang terpuruk nad,"


Nadira pun semakin menyukai angga, menurutnya, angga adalah cowok yang sangat perfect,apalagi angga type-type orang penyayang.


"Nad ada yang ingin gw omongin sama kamu."


"Yasudah, ngomong saja di."


Ardi pun memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya, kemudian ardi memegang kedua tangan nadira, sontak nadira pun kaget.


"Nad, sebenarnya gw sudah lama nyimpen perasaan ini sama elo, semenjak kita SMP dulu, gw suka sama elo nad!" akhirnya ardi memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya,hatinya pun berdebar sangat kencang, serta keringat dingin di sekujur tubuhnya karena ini adalah yang pertama untuknya.


Nadira hanya terdiam, dan dia pun langsung memberikan jawaban.


"Ardi..., maaf tapi aku hanya menganggapmu sebagai teman sampai sekarang, gak lebih."


Mendengar jawaban dari nadira,ardi pun merasa kecewa.


"Apakah kamu sudah menyukai laki-laki lain?"


Ardi pun merasa curiga dengan nadira, apakah mungkin nadira menyukai sahabatnya, yakni angga.. meskipun ardi mencoba untuk tidak percaya, tapi entah kenapa dari cara nadira memandang angga seperti orang yang sedang jatuh cinta.


Tiba-tiba nadira menangis.


"Aku bingung di, gak seharusnya aku suka sama dia, sejak pertama ketemu, aku langsung menyukainya di dan sampai saat ini perasaanku terhadapnya gak bisa hilang.


"Kamu suka sama angga!" tanya ardi secara terang-terangan.


Nadira hanya mengangguk menjawab pertanyaan ardi,mengetahui kenyataan pahit seperti ini, hati ardi pun hancur berkeping-keping.


"Nad, elo kan tau kalau angga itu sudah menikah dan sudah menjadi milik orang lain?"


"Iya di, aku juga tau, tapi perasaanku ini belum bisa untuk melupakannya, aku harap kamu ngerti di."


"Iya, aku ngerti ko nad, tapi aku harap kamu bisa melupakan Angga dan bisa mencintaiku."


Nadira pun hanya terdiam sambil mengusap air matanya.