
"mas angga, sama mba prita gak jalan keluar gitu?? ini kan malam minggu, kali-kali kencanlah, haaaaa.." ledek riyanti
"emang rencana mas mu ini mau ngajakin jalan, tapi kira-kira mau gak ya yang di ajakin jalannya??" sindir angga sambil melirik ke arah prita
"emang kamu sudah enakan badannya angga?" tanya bunda
"ya, alhamdulillah bun, tadi istirahat sebentar jadi hilang sakitnya!!!" jawab angga
"hmmmm... maca cih??? gak yakin dech, kayanya ada mba prita saja jadi sembuh tuh sakit, biasanya mas angga suka kolokan kalau lagi gak enak badan!!! hahahaha!!"
"husshhh... kamu tuh demen banget buka aib mas mu ini!!!" sahut angga kesal
"Hahaha, aku fikir dia gak manja, eh ternyata sama saja ya ri!!!!seru prita sambil tertawa kecil.
"yasudah nanti abis magrib kita jalan yuk???" ajak angga.
"hmmmm,, gmna ya??? gak tau bingung."
"padahal hatiku seneng banget di ajakin angga jalan, ini kan kencan pertama gw sama dia." gumam prita sambil tersenyum malu.
"mba prita pasti mau tuh mas, malu-malu tapi mau, hihihi..." goda riyanti yang tidak ada habis-habisnya.
pukul 18.30
selepas magrib, angga mengajak prita untuk pergi keluar sekalian mengantarkan prita pulang.
"bun angga pamit ya!!!" sahut angga sambil mencium tangan bundanya
"prita juga pamit ya tan!!"
"hati-hati ya kalian, angga jangan pulang larut malam ya, jagain prita baik-baik."
"iya bundaku sayang, assalamualaikum."
"waalaikumsalam."
mereka pun pergi menggunakan motor sport,
"angga, gak salah kita naik ini?"
"kenapa? kamu takut?? apa takut masuk angin?"
"Aku gak bawa jaket!!"
"tenang, ini pakai jaket punyaku, pasti muat di kamu, kalau kamu masih kedinginan juga bisa peluk aku ko!!!" ledek angga aambil mengulum senyum
"ikh dasar mesum kamu!!!"
"gak apa-apa dong mesum sama calon istri!!!"
"idih, apaan sih, nyebelin banget!!"
" sudah akh jangan marah-marah terus, nanti cepet tua, nih kamu pake jaket aku dan jangan lupa pake helm juga!"
"iya,, iya mr.perfect!!"
"all you ready prita???"
"iya,, iya, yaudah cepetan jalan!"
kemudian angga melajukan motor sportnya dengan kecepatan sedang.
satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di suatu tempat yang sangat indah
"wah,,, indah bangen pemandangan di sini, itu jakarta kan?" tanya prita kagum
"iya prita, kita berada di atas ketinggian 1500m di atas permukaan laut, jadi jakarta sangat indah di lihat dari sini.
"aku heran sama kamu, ko bisa tau tempat-tempat kaya gini, apalagi kamu kan masih baru di sini??"
"kan sekarang zaman sudah canggih, tinggal buka situs, cari lewat google map, ketemu deh!!!"
"sesimpel itu ya!!!!"
"haaaa, ya tergantung orangnya sih, ada yang lemot ada juga yang tidak!"
"maksudnya apa angga?" tanya prita bingung
"gak ada maksud apa-apa, cuma asal ngomong saja!!!" sambil tersenyum memperhatikan prita.
"om.. om,, beli dong dagangan saya!!!!" ujar pedagang asongan yang usianya sekitar 12 tahun.
"ada barang yang bagus gak buat om sama pacar om ini??"
DHEGH!!!!!!!
" Hah!!!!! pacar???? kenapa gw seneng banget di bilang pacar. " gumam prita dengan expresi malu serta wajahnya tiba-tiba merah seperti tomat.
"kalau menurut aku, kalung ini cocok sama om dan pacar om, kalian keren, warna baju saja bisa samaan, copelan ya om?? hiii."
"haaaa, om juga baru sadar, dasar bocah,bisa saja kamu menarik minat pembeli, yasudah om beli kalung ini ya, ini kalung pasangan kan?"
" bukan pasangan om, tapi copelan, heee.. akh si om, ganteng tapi gak tau bahasa gaul, yaudah makasih ya om, panglaris, panglaris.."
kemudian si anak penjual aksesoris itu pun pergi berkeliling lagi
"kamu beli apaan sih angga??"
"nih!!!" ujar angga sambil menunjukan kalung coupel berbentuk rantai.
"idih udah kaya preman saja pake kalung begituan!!!!"
" jujur lo ganteng banget angga, bikin gue melting persis seperti yang dulu reva rasain!!" gumam prita
"prita,, prita, hello... ko malah bengong???"
"eh... iya, bagus ko, yaudah aku juga pake deh
"nah,gitu dong... aku baru sadar warna baju kita bisa samaan kayak gini ya?"
"hahaha, iya ya... aku juga baru enggeh!"
kemudian angga mengajak prita ke sebuah restauran yang cukup ramai oleh pengunjung dari mana-mana.
"prita kamu mau pesen apa?" tanya angga sambil menyodorkan daftar menu restauran
"nasi goreng seafood, emmm...minumnya fruit punch ya."
"aku pesan kopi hitam tanpa gula ya, terus samain deh nasi goreng seafood."
" baik pak, apa ada lagi yang mau di pesan?" tanya seorang pelayan
"sudah cukup itu saja!!" ucap prita
"prita kita foto bareng yu??" ajak angga sambil mengambil ponsel dari saku celananya
"ikh, gak akh Angga, malu!!!"
"ko malu sih, kan aku calon suami kamu!"
"yaudah kita foto bareng buat kenang-kenangan ya!"
kemudian mereka pun berfoto-foto,tidak ada sedikitpun kecanggungan
"hahaha, sudah akh angga, tuh makanannya udah datang!"
"iya ,iya abis ini kita jalan lagi ya!!!"
"ok!!!!"
......................
"hallo jeng, gimana prita sama angga tadi? tanya mamah prita kepada bundanya angga di dalam telepon
"sukses besar jeung,, pokoknya hari ini mereka sedang nge date ber dua
"wah, syukurlah..jadi ingat masa muda dulu ya jeung!!!
"iya betul,, kalau sekarang sih sudah tua begini malu jalan berduaan
"hahaha, bisa saja jeung ini.
......................
"angga habis ini kita kemana lagi?"
"kita jalan ke sebelah sana, kayanya lebih bagus tempatnya!"
kemudian mereka berjalan ke tempat yang lebih romantis
"wah... di sini jauh lebih indah pemandangannya!"
"gimana??? kamu suka tidak??" tanya angga sambil menatap prita.
"suka banget,, makasih ya!!!"
"melihat kamu tersenyum seperti itu, membuat hati ini terasa damai prita." gumam angga
"jaket yang tadi kamu pakai mana prit?"
"aku lupa, tadi kusimpan di meja tempat tadi kita makan."
"kamu tuh masih muda tapi pelupa."
namun tiba-tiba angga memeluk prita dari arah belakang.
"eh,, angga lepasin gw akh, kamu jangan mesum deh di sini!!!"
"siapa yang mesum?? emang romantis sama calon istri tidak boleh ya?"
tiba -tiba jantung prita berdebar tidak karuan, wajahnya pun kembali merah padam.
"lagian kamu tidak pakai jaket, aku juga sama, kalau pelukan begini kan gak begitu dingin." goda angga kepada prita
"kamu tuh suka mencari kesempatan dalam kesempitan angga!"
"terserah apa kata kamu, yang jelas aku nyaman di dekat kamu!"
"gw juga sama kaya elo angga, tapi gw gak berani untuk mengatakan itu semua."
"ko malah diem??"
"gak apa-apa kok!"
"serius kamu gak marah sama aku atas sikapku yang kaya gini?"
"marah juga percuma kan, buang-buang tenaga saja."