I love you mr. perfect

I love you mr. perfect
Di dekatmu aku selalu bahagia



"Mas ardi kok gak kelihatan batang hidungnya ya mas? "


"Katanya lagi jemput nadira sayang, mungkin sebentar lagi sampai."


"oooo, nadira anaknya pak jenderal sutoyo itu kan?"


"Iya sayang!"


"Sepertinya dia suka sama kamu mas, cara dia memandang kamu itu beda."


"Ha... ha... masa iya sayang, jangan konyol kamu akh, kalau sampai ardi dengar, gak enak kan sayang."


prita pun menghentikan pembicaraannya mengenai nadira.


"Aku itu seorang wanita mas, aku bisa merasakannya kalau nadira itu memiiki perasaan suka sama kamu mas!" gumam prita.


"Akhirnya yang di tunggu-tinggu datang juga!! ".seru angga.


"Hay bro, sorry ye gw telat, biasa jemput tuan putri kelamaan dandan!"


Nadirapun merasa sedikit malu mendengar penjelasan ardi,melihat angga dan prita saling bergandengan tangan, entah kenapa dadanya terasa sesak, namun prita seolah-olah sengaja memamerkan kemesraannya di depan nadira, dan nadirapun hanya terdiam


" Gw tau kalau lo itu suka sama angga." gumam prita yang tiada hentinya melihat gelagat nadira.


Sebenarnya angga juga tau kalau nadira diam-diam menyukainya, namun angga tidak pernah sedikitpun meresponnya. karena di hatinya angga sudah ada prita dan juga angga merasa tidak enak dengan sahabatnya itu.


"Bro, gimana sambutan tadi? gw yakin pasti lo melaksanakannya dengan baik."


"Alhamdulilah di, semua investor dan pemegang saham yang lain merasa senang, mudah-mudah saham kita terus naik di."


"Ya semoga saja, ouh iya, bulan depan gw mau balik ke jerman dulu ga, masa cuti gw selama dua bulan mau berakhir."


"Cepet banget bro, gw kira lo jadi menetap di sini?" tanya angga merasa heran dengan keputusan ardi yang tiba-tiba, padahal ardi sudah menemukan kembali orang yang sangat ia cintai dari dulu.


Mendengar perkataan ardi barusan, membuat nadira sedikit kaget dan juga bersalah, mungkin seandainya dia menerima perasaan ardi, pasti ardi akan menetap tinggal di sini dan bekerja sama dengan proyek papahnya,namun ternyata ardi menolaknya, dan memutuskan untuk balik ke jerman, dengan alasan masih ada sisa kontrak kerja di sana.


"Gak lah bro, gw mesti tanggung jawab sama kerjaan gw di sana."


"Gw selalu doain yang terbaik buat elo di, tapi gw berharap lo bisa menetap tinggal di sini, padahal lo punya alasan kuat buat stay di sini di."


"Mas ardi ko malah pergi, padahal seru ada mas ardi di sini, iya kan mas angga?" tanya prita.


"Iya sayang, tapi ardi itu wataknya keras dan kekeh sayang.


"Di elo serius mau balik ke jerman?" tanya nadira.


"Iya nad,lagian urusan gw di sini sudah selesai dan gak ada yang perlu gw beratkan lagi, iya kan?" sindir ardi.


Mendengarkan penjelasan ardi, nadira sungguh merasa bersalah, tapi mau gimana lagi, dia tidak bisa membohongi perasaannya terhadap angga.


Tepat pukul 22.00 malam, prita dan angga memutuskan untuk pulang ke rumah.


"Mas, hari ini aku seneng banget, dari siang sampe sekarang bisa selalu dekat kamu!"


"Mas juga seneng banget sayang, apalagi mas sudah gak sabar ingin memakan kamu nanti di rumah?" senyum angga kembali mengembng di atas bibirnya.


"Issh, mas angga gak ada capeknya, masa sehari saja gak bisa libur mas?"


"Gak lah, sayang kalau wanita secantik kamu di anggurin!!"ledek angga.


entah kenapa angga senang sekali membuat prita kesal, menurutnya istrinya itu sangat menggemaskan kalau lagi marah.


Sesampainya di rumah,ternyata keadaan rumah sudah sepi, hanya tinggal ayah seorang diri yang sengaja menunggu kepulangan kami.


"Assalamualaikum ayah."ucap angga dan prita


"Waalaikum salam, eh kalian sudah pulang?"


"iya ayah, hari ini aku benar-benar lelah, bunda sama riyanti sudah tidur?"


"Sudah nak, mereka sudah tidur dari jam 21.00 tadi, yasudah kalau begitu kalian istirahatlah, ayah juga sudah ngantuk dan mau segera tidur."


"iya ayah, kalau begitu angga dan prita pamit ke kamar dulu ya ayah."


"Iya nak!!!"


Prita dan angga bergegas menuju kamar mereka,dan tidak lupa mengganti pakaian tidur.


"Mas, besok masuk jam berapa?" tanya prita sambil menyandarkan kepalanya di dada suaminya yang bidang itu.


"Ya seperti biasalah sayang, mas jam 07.00 harus sudah di kantor, dan sorenya ada jadwal mas di kampus,ouh iya, senin sekarang kamu masuk kampus ya?"


"Hemmmn, aku kira mas libur, iya mas senin sekarang aku masuk kampus."


"Ouh iya mas hampir saja lupa, ada yang mau mas bicarakan sama kamu!!"


"Tentang apa itu mas?"


"Ini masalah tommi temannya mas."


"Emang kenapa mas?"


Angga pun menjelaskan tentang tommi yang selama ini menyukai kak julia, betapa kagetnya prita, namun prita juga berharap bahwa kak julia bisa membuka hatinya untuk pria lain, karena merasa kasian dengan baby gio, apalagi masalah akta kelahirannya, karena kak julia melahirkan baby gio di saat posisinya belum menikah di tambah di tinggalkan begitu saja oleh mantan pacarnya.


"Justru itu sayang, tommi mau menerima keadaan kakakmu apa adanya."


"Baiklah,kalau begitu aku mau comblangin mereka mas, ini semua demi gio juga, kasian kan mas status kelahirannya belum terdaftar dan akte lahir pun gak ada.


"Iya sayang semoga saja mereka berdua berjodoh, hmmmm terus kapan kita buat baby nya?" tanya angga.


"Ikkkh mas angga, biasa banget deh!!!"


Angga yang sudah tidak sabar ingin kembali memakan istrinya malam ini, dia pun kemudian mencium bibir istrinya yang ranum. "Mas!!! "ucap Prita yang berusaha mendorong suaminya itu.


"Kenapa sayang?"


"Pelan-pelan ya, jangan sampe nanti jalannku seperti pinguin lagi, kan malu kalau sampe kaya gitu, apa kata semua penghuni rumah ini?"


"Iya sayang mas sudah gak sabar, dari tadi kepala mas pusing nahan kaya gini!" jawab angga yang kemudian melakukan aksinya kembali.


"kya.... mas angga ikh gak sabaran!!!" ujar prita


"Bodo amat, udah kesal dari tadi nahan..ha... ha.. ha!! " seru angga sambil melucuti pakaian istrinya itu.


akhirnya mereka berdua menikmati indahnya percintaan malam yang panjang ini.


" entah kenapa setiap hari,prita selalu bikin aku greget dan candu, rasanya rugi kalau semalam di anggurin, Ha... ha... ha!!!" gumam angga merasa senang


"Makasih ya sayang sudah mau melayaniku setiap malam!!" Angga pun mencium kening istrinya itu yang masih basah oleh keringat, prita hanya mengangguk, dirinya masih merasa malu dengan sikap angga, padahal melakukan seperti ini sudah menjadi hal biasa, namun entah kenapa prita masih saja seperti itu.


Mereka berdua memutuskan untuk tidur, karena angga besok pagi sudah kembali masuk kerja.


keesokan harinya


Pagi-pagi angga sudah on the way menuju tempat ia bekerja, tidak lupa prita selalu membawakannya bekal makanan, orang satu rumah pun di buat kagum oleh prita, ternyata di usianya yang masih 18 tahun, dia sudah pandai merawat suaminya.


"Wah bunda gak nyangka kamu sekarang pandai memasak." puji bunda


"Eh bunda, iya bun kalau pagi, mas angga suka gak sempat sarapan, yasudah prita selalu bawain dia bekal, karena prita takut mas angga sakit, apalagi jadwal kerjanya selalu padat."


Di peluknya menantu kesayangannya itu. " terima kasih ya sayang, bunda senang angga nikah sama kamu, ternyata kamu sangat perhatian, di usiamu yang masih sangat muda ini ternyata kamu memiliki sifat yang sudah dewasa."


"Iya bun sama-sama, prita sangat mencintai dan menyayangi mas angga, mangkanya prita berusaha sebaik mungkin agar mas angga selalu bahagia bersama prita."


"Angga pasti sangat bahagia di samping kamu prita."


"Iya bunda, kebetulan prita buat banyak nasi gorengnya, cukup buat kita sarapan."


Kemudian mereka pun sarapan bersama di meja makan.


"Wah, mba prita masakannya enak, hampir sama rasanya seperti masakan bunda, pantas saja mas angga senang di bawain bekal terus sama mba prita."


"Makasih ya riyanti." ucap prita merasa tersipu malu.


Selepas sarapan, prita memutuskan untuk mengobrol bersama riyanti karena hari ini riyanti libur kuliah.Mereka pun mengobrol di dalam kamar, ini pertama kalinya prita masuk ke dalam kamar adik iparnya itu, ternyata di dalam kamarnya di penuhi oleh poster pria tampan.



"Sepertinya kamu ngefans sama orang ini ya riyanti?" tanya prita.


"Iya mba, dari kuliah semester pertama aku ngefens banget sama leon."


"Siapa itu leon?"tanya prita


"Masa sih mba prita gak tau? dia kan terkenal mba.


"Haaaa masa sih? aku taunya hanya dunia drakor saja, kaya cha eun woo, lee jung suk, park seo jun, ji chang wook... wah pokonya banyak deh riyanti."


"Wah... wah, pecinta drakor rupanya mba prita.


"Iya dong,panggil aku prita saja riyanti."


"Gak enak akh, lagian mba prita ini kan kakak ipar aku, walaupun usia mba lebih muda dari aku tapi tetap mba prita istrinya mas angga."


"Yasudah terserah kamu deh."


"Heee iya mba!!"


"Orang yang di dalam poster itu siapa namanya riyanti tadi aku lupa!"


"Namanya satoru himura leon mba, dia warga negara australi, dan setahu informasi yang riyanti dapat di internet katanya ibunya masih orang indo dan ayahnya orang jepang,kalau ada di depan mata, sudah riyanti peluk deh."


Mendengar kata leon, sepertinya nama itu tidak asing baginya.


"Hahaha, kamu itu nge fans sampai segitunya!!!"


"Habis leon itu beda dari yang lain mba, bikin aku jatuh hati."


"Oh my god riyanti, kamu jangan ngehalu ketinggian."


"Hahaha, fans berat aku mba."


Prita pun hanya menggelengkan kepalanya, ternyata usia tidak menjamin kedewasaan seseorang, prita mulai belajar apa arti dari sebuah kedewasaan dan tanggung jawab,semenjak menikah dengan angga, sifat yang dulunya super manja dan sifat kekanak-kanakannya sudah mulai menghilang, kini di dalam fikirannya hanya fokus terhadap suaminya, hingga membuat dirinya bisa mengimbangi suaminya yang sangat ia kagumi itu. melakukan hal terbaik dan selalu membahagiakan orang yang ia cintai, itulah yang saat ini selalu ada di dalam fikiran prita, dirinya yang dulu tidak beda jauh dengan riyanti selalu mengidolakan para pemain drakor sampai menghalu tingkat tinggi, melihat dirinya yang seperti itu,prita merasa malu sendiri. ternyata kehidupan nyata lebih indah di bandingkan dengan dunia halu.