I love you mr. perfect

I love you mr. perfect
penyesalan angga



"kalau bukan demi mengumpulkan barang bukti, gak sudi gw masuk ke kamar si wanita ular ini, semoga usahaku tidak sia-sia dan membawa hasil."


Angga mencoba masuk ke kamar indri, di situ dia melihat indri sedang asik memainkan ponselnya.


"eh, mas angga tumben ke kamar aku? aku fikir mas gak pulang!!"


"emmmhh, mas tiba-tiba khawatir saja sama kamu, gimana keadaan baby nya?"


dengan mata yang berbinar-binar indri pun merasa senang, dia berfikir bahwa angga sudah perhatian padanya dan juga bayi dalam perutnya.


"mas tumben khawatirin baby dalam perut aku?"


"emang gak boleh mas khawatir? di dalam perut kamu kan ada darah dagingnya mas!!"


kemudian angga mencoba merayu indri, agar dia bisa memiliki kesempatan melihat isi ponsel milik istrinya itu.


ternyata cuma dengan rayuan gombal saja, indri sudah klepek-klepek, karena malam sudah larut akhirnya indri tertidur sambil memeluk angga di sampingnya, dan dengan leluasa angga membuka ponsel milik indri, untung saja dia bisa membuka kata sandi ponsel milik istrinya itu, tidak sia-sia dia berguru kepada ardi selama ini, dan ketika angga membuka seluruh isi ponsel itu, angga menemukan sesuatu yang sangat menarik.


"Akhirnya, ketemu juga!!!" ucap angga dengan begitu senangnya


agar indri tidak curiga, angga pun meletakkan kembali ponsel di sebelah istrinya itu yang sudah berada di langit ke tujuh.


Keesokan harinya


Pagi-pagi buta angga bergegas pergi menuju tempat ia bekerja, meninggalkan indri yang masih tertidur pulas.kemudian ia bertemu dengan tommi dan memberikan barang bukti yang sudah ia dapat dari ponsel milik istrinya itu.


"Wah, lo apain bini elo semalem ga? ko bisa lo dapetin barang bukti ini??"


"Ya, cukup dengan rayuan gombal dia klepek-klepek tom, ha... ha... ha...!!"


"Wah sepertinya elo sudah lihay merayu seorang wanita, salut gw sama elo ga!!"


"Sialan lo tom!"


Setelah pekerjaan angga selesai, akhirnya angga memutuskan untuk pulang ke rumahnya, dirinya sudah sangat merindukan keluarganya, ketika sampai di rumah, suasana tampak sepi seperti tidak ada kehidupan di dalamnya.


"Angga, anakku!!! kamu pulang kesini?" tanya bunda kinan


"Iya bun, angga kangen sama bunda dan juga semua yang ada di sini!!" ujar angga sambil memeluk bunda kesayangannya.


"Syukurlah, bunda fikir kamu akan melupakan bunda setelah kamu menikahi indri!!"


"Gak kok bun, sampai kapanpun angga gak akan pernah lupa, ayah sama riyanti kemana?"


"Ayahmu sedang ke jogja,ke rumah pakde suryo,sedangkan riyanti masih di jalan arah pulang nak!"


"Emang pakde suryo kenapa bun!"


"Lagi sakit nak, katanya ingin bertemu sama ayahmu, besok juga pulang!!! kamu mau kan menginap di sini!" tanya bunda


"Iya bun, angga emang berencana mau menginap di sini,


"Baguslah, kamu sudah makan belum? kebetulan bunda masak ikan gurame kesukaanmu, pantas dari tadi pagi bunda kefikiran kamu terus, gak tau kenapa ingin masak ikan gurame, alhamdulillah nya kamu beneran pulang kesini nak!"


"Kebetulan angga belum makan bun, yasudah angga mandi dulu, habis itu angga makan bersama bunda ya!!"


"iya sayang!"


Angga pun pergi menuju kamarnya, dilihatnya kamar miliknya yang masih tertata rapih, namun tiba-tiba entah kenapa ia ingin melihat isi lemari yang terdapat pakaian prita di dalamnya, dan dia menemukan sebuah tas kecil ternyata milik prita yang masih tertinggal, angga pun mengambilnya entah kenapa dia penasaran ingin membuka dan melihat isi tas tersebut, dan ketika angga melihat isinya, di dalamnya terdapat sebuah amplop putih,angga pun membukanya..


"Masya allah, prita hamil??? jadi apakah ini kejutan yang mau prita kasih tau ke aku??


angga pun kembali terdiam, tidak terasa air matanya menetes, dia merasa bahagia sekaligus sedih


"Prita sayang, maafkan mas, mas gak bisa berada di samping kamu saat ini!! pasti ukuran kandunganmu sudah besar!! Angga begitu menyesal dengan apa yang sudah terjadi, dia pun menangis sejadi-jadinya,sambil menyender di bawah lemari bajunya, angga sangat menyesal, kenapa dia harus berpisah dengan prita, akhirnya angga pun bertekad untuk menemui prita yang ia fikir masih berada di australia.


......................


Tokyo pukul 19.00


Di tengah kesibukannya, ternyata leon selalu menyempatkan diri untuk menemani prita


"Akira, gimana dengan jadwal syuting besok? apa ada waktu yang kosong untukku agar bisa beristirahat!!" tanya leon kepada asistennya itu


"Iya, tenang saja, kamu kan tau aku dari dulu selalu tepat waktu dan disiplin kalau masalah urusan pekerjaan."


"Iya, saya juga tau.. kan hanya mengingatkan saja, takutnya lupa!!! ouh iya gimana kabar prita sepupumu itu!"


"tumben kamu nanyain dia?"


"ha... ha... ha... wajahnya sangat cantik ya, kalau dia sudah melahirkan, sepertinya cocok untuk menjadi seorang foto model!! dia memiliki wajah komersil!!" seru akira yang sudah sangat fasih berbahasa indonesia itu.


"aku fikir kamu menyukainya, awas jangan pernah kamu meliriknya, dia milikku!!"


"Hei leon, kamu sudah gila!! dia itu kan sepupu kamu, masa iya mau kamu embat juga!!"


"ha... ha... ya gak mungkinlah, aku cuma becanda saja, serius banget sih kamu akira!!"


"Ya kali saja!!"


"Jujur, aku memang suka dengan prita, dari dulu malah, sepupu juga gak ada ikatan darah, jadi gak masalah kalau seandainya aku bisa bersamanya!" gumam leon sambil tersenyum sendirian.


sesampainya di rumah, dia langsung mencari keberadaan prita, namun di setiap tempat ia tidak menemukannya.


"Kamu mencari prita ya satoru?"


"Iya mah, dimana dia?"


"Dia ada jadwal kuliah siang, katanya sih sampai jam enam sore, tapi jam segini masih belum pulang juga!"


"sudah di hubungi ponselnya?"tanya kembali satoru


"Sudah nak, tapi ponselnya gak aktif!"


merasa khawatir dan takut terjadi sesuatu,dengan secepat kilat satoru langsung pergi untuk mencari prita dengan menggunakan mobilnya, sampai-sampai dia lupa mengenakan penutup wajah agar tidak di ketahui para fans beratnya. dia mencari kembali prita di sekitar kampus, namun sepertinya sudah tidak ada seseorang di dalamnya, tinggal seorang security yang sedang menutup pintu gerbang, satoru pun langsung menanyakan mahasiswi fakultas bisnis managemen kepada security.


"sumimasen. " (permisi) ucap satoru


"kei kei gakubu no pritasari putri prameswari to iu gakusei o mita koto ga arimasu ka. " (apakah anda melihat mahasiswi bernama pritasari putri prameswari dari fakultas bisnis management?) tanya satoru kembali sambil menunjukan foto prita di ponselnya, dan security pun mengenalnya.


"A, kitaku shite toire de ki o ushinai, sugu ni shimada byo in ni hakoba reta!" ( oh...! tadi dia pingsan di toilet ketika akan pulang dan kemudian langsung di bawa ke rumah sakit shimada)


mendengar prita di bawa ke rumah sakit, satoru langsung bergegas pergi, sedangkan si security baru menyadari bahwa yang berada di hadapannya barusan adalah satoru,seorang aktor yang sangat di idolakannya


"satoru san!!! " ucap pak security tidak percaya. ingin mengejarnya namun satoru keburu pergi dengan mobilnya.


Dengan kecepatan penuh, satoru bergegas menuju rumah sakit shimada, ketika sampai rumah sakit, banyak orang yang mengenali sosok satoru, hingga satoru di gerumuni oleh para pengunjung rumah sakit.


"Cih... sial!!! kenapa mesti lupa bawa penutup wajah!" ucap satoru kesal


Namun akhirnya satoru di lindungi oleh beberapa security, hingga ia di bawa ke ruangan general manager rumah sakit agar bisa di amankan. ketika bertemu general manager, ternyata dia adalah sanosuke hikaru san(tuan sanosuke hikaru) , masih kerabat dekat papah yamata.dan akhirnya satoru di ijinkan untuk menemui prita yang sudah di pindahkan ke ruang VIP.


satoru pun langsung memeluk prita yang sedang menyender di tempat tidur.


"Aku sangat meng khawatirkanmu prita!! kamu tidak apa-apa kan?"


"Alhamdulillah gak ko leon chan!!!" ledek prita dengan mengulum senyumnya.


"mulai deh manggil aku leon chan!!!" seru leon dengan memajukan bibirnya.


"Ha... ha... ha... kamu lucu dengan ekspresi wajah yang seperti itu!!!"


"syukurlah kamu tidak kenapa-kenapa prita, melihatmu bisa tertawa lepas seperti ini, aku sangat senang!!" gumam leon yang terus memandangi prita.


Sedangkan prita sendiri sangat senang memiliki sepupu seperti leon yang begitu perhatian kepadanya


"Andaikan mas angga yang berada di posisi leon, mungkin aku akan sangat bahagia, tap!!! itu semua hanya mimpi belaka, tinggal menunggu anak ini lahir, kita tidak akan memiliki hubungan apa-apa lag!" gumam prita yang masih memiliki perasaan terhadap angga, sepertinya rasa cintanya sangat begitu besar.


......................


Di dalam kamarnya, angga terus saja melamun dan memikirkan prita, terasa sakit di dadanya, kenapa dirinya tidak bisa berada di sisi prita yang sedang mengandung darah dagingnya, angga sungguh tersiksa oleh rasa bersalahnya, seandainya dari awal dia tau prita hamil, tidak akan pernah dia mengizinkan prita untuk pergi dari sisinya


"Kenapa mesti sekarang aku mengetahui kamu hamil sayang, kamu pasti menderita mengurus calon bayi kita seorang diri, aku pasti akan mencarimu sayang, tidak akan ku biarkan kamu pergi dari sisiku lagi!" ucap angga yang terus memandangi foto prita di ponselnya, foto saat indah bersamanya.