I love you mr. perfect

I love you mr. perfect
Keputusan angga



"Bun, lihat ponsel angga tidak?"


"Ini nak, semalam sudah ibu cas ponselnya, tumben kamu baru menanyakan ini?" tanya bunda sedikit curiga


Angga pun bergegas membuka ponselnya yang sudah ada satu minggu tidak angga lihat, ketika pin ponselnya di buka,betapa kagetnya angga, melihat wallpaper yang terpajang di ponselnya, ada foto dia bersama prita..di lihat lagi ke galeri, hampir dominan foto dia bersama prita.



Banyak momen-momen bersama prita, kemudian dia melihat ke kotak pesan dan di dalamnya terdapat banyak pesan dia bersama prita, dari awal dia chat sampai terakhir, ada seminggu yang lalu angga chat bersama prita, tidak ada satupun yang di hapus olehnya, angga pun membaca semua isi chat dia selama mengenal prita, ada rasa sakit di dada ketika kejadian dimana prita melihatnya berpelukan bersama indri, pasti saat ini perasaannya sangat terluka!!


"Apakah aku begitu mencintai prita?"


"Apakah hubunganku dan indri memang benar-benar sudah berakhir?"


Begitu banyak pertanyaan di dalam pikiran angga, ada rasa bersalah dirinya terhadap prita.


"Maafkan aku prita, aku tidak bisa mengingatmu saat ini, dan yang ku ingat hanya indri?"


Angga pun mencoba mengingat kembali kenangan dirinya bersama prita, namun justru kepalanya merasa sedikit sakit


"Aaarrrrkkkh, sial!!! kenapa aku tidak bisa mengingatnya sama sekali", saking fokusnya memikirkan prita, angga pun lupa memasukan nomer ponsel yang tadi siang indri berikan lewat kertas,dan kertas itu pun terjatuh dari atas tempat tidur.


"Angga kamu kenapa? apa kepalamu sakit?" tanya bunda khawatir.


"Gak apa-apa bun, angga hanya mencoba mengingat prita, tapi gak bisa bun, kepala angga malah sakit"


"Apa!!! kamu serius nak?" tanya bunda tidak percaya, ternyata di lubuk hati kecilnya angga masih tersimpan rasa peduli terhadap prita.


"Coba perlahan kamu mengingat prita nak, kalian itu pasangan yang saling mencintai, melihat kamu seperti ini, bunda sedih nak". Tiba-tiba bunda mengeluarkan air mata, angga pun berusaha mengusap nya.


"Maaf kan angga ya bun, angga sudah membuat ibu menangis karena angga."


Angga adalah seorang anak laki-laki yang memiliki hati yang lembut, dia sangat dekat dengan ibunya, dia pun merasa bersalah karena telah membentak ibunya tadi gara-gara membela indri.


......................


"Mah, pah!!! Apa yang harus prita lakukan dengan surat undangan ini?"



"Pah gimana ini?" tanya mamah cemas


"Sebaiknya kita bicarakan ini kepada keluarga angga, masalahnya undangan sudah di cetak, gedung dan wedding organizer sudah di booking juga, cuma angga dan prita belum mencoba dan mencocok kan baju pengantin mereka gara-gara kejadian ini."


"Bukan kah hari ini angga pulang ya pah?" tanya bunda


"Iya betul, yasudah nanti malam kita ke rumahnya angga, kita bicarakan lagi masalah ini."


"Prita, yang sabar ya de, kak juli yakin kalau semua masalah ini pasti akan ada jalan keluarnya,"ucap julia sambil memeluk adik kesayangannya itu


" Prita takut kak?? apakah angga akan mengingat prita lagi? apa angga bisa seperti dulu lagi?"


Sambil memegang pundak prita,julia pun mengatakan sesuatu yang membuat prita semakin yakin dengan angga.


"Ingatan bisa lupa prita, tapi ikatan batin tidak bisa hilang begitu saja, kakak yakin kalau di dalam hati angga masih ada kamu, mangkanya kamu berdoa, memohon sama Allah agar di bukakan dan di luluh kan hatinya angga."


"Iya kak, terima kasih ya kak, aku sayang banget sama kakak."


......................


Pukul 19.30, selepas isya, keluarga prita dan angga mengadakan pertemuan di rumahnya angga untuk membicarakan masalah rencana pernikahan mereka.


"Assalamualaikum widodo!"ucap mulyono


"Waalaikumsalam, mulyono silahkan masuk."


prita yang di gandeng oleh mamah pun masuk ke dalam rumah angga, suasana rumah yang begitu hening dan sepi,kemudian riyanti menyuguhkan makanan dan minuman sedangkan bunda berada di kamarnya angga, mencoba untuk menjelaskan sesuatu yang sangat penting.


"Nak!!! boleh bunda bicara sebentar sama kamu?"


"Iya bun ngomong saja, emang ada apa?" tanya angga


"Hari ini prita dan keluarganya datang kesini, untuk membicarakan rencana pernikahan kamu dan prita, masalahnya acara pernikahan kamu sebentar lagi nak, sedangkan surat undangan sudah di cetak, gedung dan yang lainnya sudah di booking."


Sambil menarik nafas yang panjang, angga pun menjawab pertanyaan bundanya.


"Bismilah!!!! bun.. Angga akan menemui keluarga prita, biar angga yang berbicara langsung dengan mereka."


Sambil berjalan di bantu oleh bunda, akhirnya angga menemui prita dan kedua orang tuanya di ruang tamu.


Ketika angga datang,betapa kaget nya prita, namun prita sepertinya enggan menyapa angga, dirinya masih duduk sambil di rangkul oleh mamahnya.


"Mas, entah kenapa melihatmu begitu asing bagiku, kamu seperti orang lain, kamu bukan mas angga yang ku kenal dulu,"gumam prita.


"Gimana keadaan kamu angga?" tanya mulyono


"Alhamdulillah saya baik pak!" jawab angga canggung.


"Maaf angga kedatangan saya kesini tidak bermaksud mengganggu istirahat kamu, tapi ada sesuatu yang harus segera di selesaikan."


"Iya pak tidak apa-apa, saya juga sangat mengerti."jawab angga tenang.


"Terus bagaimana kelanjutan rencana pernikahan kamu dan prita kedepannya, apakah di lanjut atau kah tidak?" Tanya mulyono tegas


Sambil mengucap bismillah, akhirnya angga menjawab pertanyaan dari mulyono.


"Saya...... !!!!!!!!"


"Saya akan melanjutkan rencana pernikahan ini pak, saya akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah saya rencanakan bersama prita."


"Alhamdulillah!!!!!" jawab serempak keluarga prita dan angga


Prita yang merasa terharu dan tidak kuasa menahan tangisnya, dia pun memeluk mamahnya


" Semoga keputusan yang aku ambil ini sudah tepat," gumam angga.


Prita pun tidak berani mendekati angga, dia dan angga hanya melirik dalam diam.


"Terima kasih mas, walaupun di memory ingatanmu sudah tidak ada lagi kenangan bersamaku, tapi aku yakin hatimu masih menyimpan rasa untukku, aku akan memperjuangkan mu mas, untuk bisa mengingat semua tentang kita, I Love you mr. perfeck ku." Gumam prita sambil tersenyum menatap angga, dan angga pun membalas senyuman itu.


"Setiap kali melihatmu tersenyum, hatiku begitu teduh, entah perasaan seperti apa yang aku rasakan dulu terhadapmu prita? yang jelas aku tidak akan lari dari tanggung jawabku di masa lalu." gumam angga.


Karena merasa jenuh, prita memutuskan untuk duduk di depan rumah angga,dia bingung harus melakukan apa? sedangkan kedua orangtuanya dan angga sedang asik membicarakan rencana pernikahan mereka, Tiba-tiba angga memberanikan diri untuk berbicara dengan prita,dan prita pun mencoba menahan diri untuk bersikap tenang dan tidak berlebihan,walau bagaimanapun angga yang sekarang bukan angga yang ia kenal dulu.


"Boleh aku duduk di sebelah kamu?" Tanya angga


Sontak prita pun kaget karena angga berada di sampingnya.


"Iya duduk saja mas!" jawab prita dengan santainya, prita mencoba mengendalikan perasaannya meskipun di dalam hatinya dia ingin sekali berteriak, mas angga....I love you, I misa you so much!! namun itu semua hanya bisa di ucapkan di dalam hatinya.


"Hmmmm, maafkan atas sikapku yang kemarin waktu di rumah sakit ya, aku sudah menyakiti perasaan kamu!" ucap angga canggung.


Prita pun memberanikan diri untuk menatap angga lebih dalam, dan ternyata rasa itu masih ada untuknya, karena angga merasa canggung di tatap seperti itu oleh prita, tatapan matanya pun langsung di alihkan ke yang lain.


"Masya Allah, kenapa sorot matamu begitu teduh, aku tidak kuasa di tatap seperti itu olehmu prita," gumam angga.


"Mas angga yakin mau melanjutkan rencana pernikahan ini?" Tanya prita


Kemudian angga memberanikan diri untuk memegang kedua tangan prita


"Mas akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah mas rencanakan bersama kamu, walaupun mas tidak bisa mengingatmu, tapi mas yakin suatu saat nanti mas akan kembali mengingatmu dan kenangan kita dulu, maaf sekali lagi maaf ya prita, sudah membuat kamu kecewa."


"Enggak mas,prita samasekali gak kecewa, mungkin ini semua sudah menjadi takdir dari Allah mas, manusia hanya bisa berencana namun Allah lah yang menentukan semuanya."


Angga pun hanya tersenyum mendengar jawaban dari prita. semoga keputusannya untuk melanjutkan rencana pernikahannya itu adalah pilihan yang tepat.


Melihat angga dan prita sedang mengobrol di depan rumah, perasaan kedua orang tua mereka sungguh bahagia, dan berharap selamanya mereka selalu bersama tidak ada yang memisahkan.


......................


Akhirnya surat undangan pun resmi di bagikan kepada orang-orang terdekat beserta tamu penting dari papah,tidak lupa pula teman serta dewan guru di sekolah SMU nya prita mendapat undangan juga.


"Apa!!! jadi selama ini yang pak angga maksud wanita yang di sukai nya itu prita? sumpah gw gak nyangka tya!" ucap sinta yang sedang asik bermain di rumahnya tya.


"Yah, patah hati deh gw, beruntung sekali prita bisa menikah dengan pak angga!" kata tya


mendengar rencana pernikahan angga dan prita, ternyata media masa maupun cetak ikut memberitakan pernikahan mereka,karena saat ini angga sangat populer setelah dirinya sering muncul di televisi gara-gara dia berhasil menangkap gembong nark*b* jaringan asia tenggara, bahkan orang nomer satu di negeri ini pun mendapatkan undangan dari pernikahan angga dan prita, ini adalah acara yang besar dan megah, karena sepertinya akan banyak tamu-tamu penting yang akan hadir


......................


"Bangs*at!!!! ini tidak boleh terjadi, seharusnya angga itu nikah sama gw bukannya sama si prita sial*an itu!" ucap indri kesal sambil melempar semua yang ada di dalam kamarnya.kemudian indri segera menelpon papahnya


" Hallo pah, gimana ini? semua rencana kita telah gagal, angga bakalan nikah sama prita, aku harus gimana pah?"


" Tenang indri, selama angga masih kehilangan ingatannya,kamu masih memiliki kesempatan besar, bersabarlah, biarkan mereka merasakan kebahagian yang hanya sementara waktu, selepas itu papah yakin angga akan mencampakkan prita dan kembali padamu."


"Bener ya pah, janji sama aku jangan sampai bohong!"


" Iya sayang, papah janji... papah juga nanti mau ke jakarta, karena papah mendapatkan undangan dari widodo ayahnya angga, sepertinya dia sengaja mengundang papah."


"Yang benar pah?" tanya indri tidak percaya.


"Pokonya nanti kamu dan papah datang ke acara itu, kamu harus kuat indri, biarkan mereka menang tapi hanya untuk sesaat."


"Baik pah, makasih ya pah."


kemudian indri pun menutup teleponnya.


......................


Mendengar kabar pernikahan angga dan prita, reva pun datang mengunjungi prita.


"Morning sahabat gue yang bentar lagi jadi pengantin!" ledek reva


"Hahahaha, makasih sahabat terbaik gw!" jawab prita dengan senyumnya yang mengembang.


"Tuh kan apa gw bilang, lo sama angga itu pasangan yang sangat serasi,gw bahagia mendengar lo jadi nikah sama angga, selamat ya prita!" ucap reva sambil memeluk prita


"Cie... kayanya ada yang lagi bahagia nih?" Ledek kak dara sambil menggendong farrel


"Ih kak dara nyamber mulu kalau ngomong, ha..ha..ha.." kata prita yang tertawa lepas


Melihat prita tertawa lepas seperti ini membuat kak dara dan reva begitu senang


"Semoga kamu selalu bahagia ya de!" ucap kak dara yang kemudian memeluk prita.


"Makasih ya kak dara!"


"Kok alel nda di peyuk sih?" ujar farrel sambil memberikan wajah cemberutnya, terlihat jelas sekali pipinya yang begitu bulat


"Euleuh... ada yang marah nih anak mamih yang ganteng!" ledek dara


"Hmmmm... mommy nyebelin, alel nda ikutan di peyuk juga, cuma aunty plita yang mommy peyuk!" ucap farel masih kesal


"Hahaha, embulnya mommy ngambek!"


"Sini, aunty prita saja yang peluk farel ya!"


"Sama aunty reva juga di peyuk ya!" ucap reva yang kemudian ikutan memeluk farrel, si bocah lucu yang sangat menggemaskan itu.


"Holeee... acikk di peyuk cama dua wanita cantik,"


"Euleuh.... farel genit! ha..ha..ha..ha..ha..ha," ledek darra.


Mereka pun tertawa bahagia 😊😊