I love you mr. perfect

I love you mr. perfect
Bertemu pak jenderal



Menjelang makan siang, Angga bergegas merapihkan dokumen-dokumen penting di dalam meja kantornya,sedikit gugup...Angga mencoba menenangkannya dengan menarik nafas dan mengeluarkannya dengan rileks


" Ayo... ayo semangat angga!!! semoga saya tidak membuat kesalahan ketika bertemu pak sutoyo,"sambil merapihkan seragam dinasnya, anggapun segera bergegas ke ruangan pak mulyono. sesampainya di depan pintu ruangan pak mulyono, ternyata mulyono sudah ada di depan pintu.


" Maaf pak, saya sampai kaget,saya kira bapak masih ada di dalam!" tanya angga


" Hahahaha,, wajahmu tampak tegang angga, kamu kenapa?"


" Saya sedikit gugup pak!!!!"


" Relax angga, anggap saja kamu mau ketemu prita anak saya!!!" ledek mulyono dengan mengulum senyum.


" Kalau itu lain lagi urusannya pak!!!!" jawab angga tersipu malu


" Yasudah, ayo kita berangkat, kalau sampai telat bisa runyem urusannya," pungkas mulyono sambil berjalan mendahului angga.


Kediaman jenderal sutoyo



Ketika angga dan pak mulyono tiba di pintu gerbang, ternyata sudah ada 4 orang body guard menyambut kedatangan kami


" Selamat siang pak!!! apakah anda brigadir mulyono dan kombespol angga dari polri?" tanya salah satu bodyguard


" Betul pak, saya mulyono dan ini angga!"


" Baiklah kalau begitu mari ikut saya, bapak jenderal sutoyo sudah menunggu kedatangan anda pak!!"


Dengan berjalan sedikit gugup, angga terus mengikuti langkah dari para bodyguard tersebut


" Akhirnya kita bertemu kembali brigadir mulyono!!!!!!" ucap jenderal sutoyo sambil berjabat tangan


" Saya senang bisa bertemu kembali dengan bapak!!!"jawab mulyono


" Apakah ini kombespol angga yang sangat pintar dan cerdik itu ?"


" Iya pak, saya angga.. Senang bisa berjumpa dengan anda pak!!!" jawab angga sambil memberikan tangannya untuk berjabat tangan


" Akhirnya saya bisa bertemu juga dengan anda, saya sangat bangga dan kagum,usia masih muda, namun prestasimu sungguh luar biasa!" puji kembali sutoyo kepada angga


" Terima kasih untuk pujiannya pak!"


Tidak lama kemudian mereka makan siang bersama


Ternyata bapak jendral sutoyo begitu ramah!!! anggapun sangat mengagumi pak sutoyo.


Banyak hal yang pak sutoyo tanyakan kepada angga, terutama tentang pekerjaannya sebagai dosen di universitas pelita bangsa


" Kombespol angga ini pernah ikut dan juara matematika di spanyol?"


" Iya pak, kebetulan sedari kecil saya sangat menyukai matematika,dan saya selalu di ikut sertakan dalam perlombaan matematika."


" Saya bangga sama kamu, masih muda tapi prestasi kamu sungguh luar biasa, melihat kamu jadi teringat dulu waktu saya seusia kamu angga!!!" seru pak sutoyo sambil menepuk bahu angga.


" Dia sudah ku anggap seperti anakku sendiri pak jendral!!" sahut mulyono


" Iya, begitupun saya pak mulyono, saya ingin menjadikan angga ini sebagai menantu saya, kebetulan anakku Nadira tahun ini lulus S2 jurusan kedokteran, apakah kamu mau jadi menantu saya angga?" pinta pak sutoyo serius


Anggapun langsung menolak secara halus tawaran pak sutoyo


" Sekali lagi maaf pak, tapi saya sudah memiliki tunangan, dan sebentar lagi saya akan menikah."


" Wah saya telat, coba saya kenal kamu dari dulu ya??? " ungkap sutoyo sedikit menyesal


" Dia ini calon menantu saya pak!!!" celetuk mulyono tampaknya dia sedikit tidak menyukai tawaran pak sutoyo


" Jadi saya kalah cepat ya dengan pak mulyono? hahahaha.. iya tidak masalah, jodoh sudah ada yang mengaturnya!" Sungguh jawaban yang bijak dari pak sutoyo.


"Insya Allah nanti saya undang bapak ke acara pernikahan saya, dan saya harap bapak dan sekeluarga bisa datang!!!"


" Pasti,saya dan keluarga saya datang ke acara pernikahan kamu angga!!!" jawab pak sutoyo begitu antusias


Tidak lama kemudian datang seorang perempuan cantik,yang tiba -tiba mencium tangan pak sutoyo.


" Nadira sayang, kamu sudah pulang nak??"


" Gimana hasilnya sayang???" tanya sutoyo begitu bangga terhadap putri semata wayangnya.


" Alhamdulillah tadi lancar sih pih gak ada kendala!!!" jawab nadira sambil terus melirik ke arah angga, sedangkan angga yang sedari tadi di perhatikan oleh nadira tidak menyadarinya.


" Nadira kenalin ini teman-temannya papih, yang di sebelah kiri pak brigadir mulyono, sedangkan di sebelah kanan yang masih muda dan tampan adalah kombespol angga!"


" Perkenalkan, saya nadira aprilia sastro miharjo anak bungsu dari pak sutoyo sastro miharjo!!" ucap nadira sambil menjabat tangan mulyono dan angga, namun ketika nadira berjabat tangan dengan angga, pandangannya tidak pernah putus menatap angga, dan angga yang di perlakukan seperti itu merasa tidak begitu nyaman, padahal nadira tidak kalah cantiknya dari prita, namun masalah hati angga hanya cukup ada prita seorang.


"Ya Allah, sungguh indah ciptaanmu ini !!!! ungkap isi hati nadira yang secara langsung mengagumi angga


" Ehem nadira, mau sampai kapan kamu berjabat tangan dengan angga? dia sudah ada yang punya, dan sebentar lagi sudah mau menikah!!!"


Penjelasan sutoyo sontak membuat nadira yang tadinya sumringah kini menjadi murung


" Maaf pih, kalau begitu nadira pamit mau istirahat!!" ucap nadira sedikit ketus.


Sedangkan mulyono, hanya bisa menggelengkan kepala, sebegitu besarnya pesona angga terhadap wanita, untung saja dia lebih dulu menjodohkan angga dengan prita.


" Permisi pak sebelumnya? bukannya saya tidak sopan, tapi jam 15.00 saya ada tugas ke mabes polri untuk menyerahkan documen penting."


" Iya, iya tidak apa-apa angga, lain waktu kita bisa ngobrol lagi ya?"


" Baik pak, terima kasih untuk jamuan makan siangnya."


" Saya juga permisi pak, ada tugas juga yang belum selesai!!"


" Iya brigadir mulyono tidak apa-apa, lain waktu kita ngopi-ngopi ya, kalau saja pak jendral syahir masih ada, pasti seru kita ngopi-ngopinya sambil di temani kue lopis buatan mamak icut."


" Iya pak sutoyo, jadi ingat dulu ya, sewaktu masih tinggal di palembang, dulu bapak sering mampir di kedai bapak saya."


Jadi dulunya pak sutoyo adalah salah satu pelanggan kue lopis buatan mamak icut, mamahnya pak mulyono dan pak syahir adalah ayah dari pak mulyono, waktu itu pak syahir menjabat sebagai kapolsek di palembang tepatnya di daerah bukit kecil.sedangkan pak sutoyo yang sekarang menjabat sebagai jendral bintang tiga ini dulunya menjabat sebagai bripda sutoyo ketika masih di palembang,sedangkan mulyono sendiri waktu itu masih duduk di Sekolah SMU.


Anggapun tidak menyangka, bahwa pak sutoyo dulunya dekat dengan keluarga pak mulyono


" Kalau begitu kita pamit dulu pak!!!" ucap mulyono sambil berjabat tangan.


......................


" Entah kenapa wajahmu selalu ada di dalam fikiranku, angga!!! kamu laki - laki yang menarik!!!" Gumam nadira sambil memperhatikan angga dan mulyono dari jendela kamarnya yang sedang berjalan menuju mobil yang terparkir di tempat parkir.


" Kamu tertarik ya sama angga???" tanya sutoyo


" Ikhh papih,ya enggaklah pih!"


" Kamu jangan bohong, papih tu tau kamu!!!"


" Hmmmm, emang ketahuan banget ya pih???" tanya nadira begitu polosnya.


" Hahaha,,, iya,, apalagi tatapan mata kamu ke angga tu beda, tatapan orang jatuh cinta!!!!" ledek pak sutoyo menggoda putri kesayangannya


" Ikh papih nyebelin....!!"


" Angga itu nantinya bakalan cepat menjadi jenderal, orangnya ramah, pintar,cekatan, cerdik dan ganteng tentunya!!" ledek pak sutoyo lagi.


" Udah akh pih, jangan ngomongin angga lagi lagian udah mau nikah kan orangnya!"


" Hahahaha!!!"iya sayang.


Ketika di perjalanan, mulyono menanyakan sesuatu kepada angga


" Angga, saya mau tanya,lebih cantik mana, prita sama si nadira itu?"


" Maksud bapak??? saya gak ngerti pak!!! ko tiba-tiba saja bapak bertanya seperti itu?" tanya angga heran


" Jawab saja angga pertanyaan saya barusan??"


" Yang jelas lebih cantik prita anak bapak, karena saya mencintai dan menyayanginya pak!!" jawab angga tegas


" Baiklah, saya senang mendengarnya dan pesan saya cuma satu, bahagiakan prita!!"


" Tenang saja pak, prita akan selalu bahagia jika di samping saya!" jawab angga dengan percaya dirinya


Mendengar jawaban angga, perasaan mulyono begitu bahagia, dia berharap kalau prita bisa selalu bahagia di tangan orang yang tepat.