
Sambil mondar mandir dan terus melihat jam di dinding, prita merasa cemas karena angga tidak kunjung datang.
"Mas, kamu kemana sih? kok jam segini masih belum pulang?"
prita yang sudah menyiapkan kue beserta hadiah untuk angga merasa takut kalau angga malam ini masih sibuk bekerja dan mungkin sampai tidak pulang ke rumah, namun tidak lama kemudian, mobilnya angga datang,rasa cemas di hatinya prita pun hilang karena sang pujaan hati telah pulang.
"Assalamualaikum sayang. "
"Waalaikumsalam mas angga."
Prita pun langsung memeluk angga
"Hey, kamu kenapa sayang?"
"Aku takut mas angga gak pulang!!"
"Ini buktinya mas pulang, cuma maaf kalau mas pulangnya telat, tadi macet soalnya di jalan, maklum besok kan acara 17 agustus."
"Iya mas, sudah hampir jam 22.00 mas baru sampai, mas sudah makan belum?"
"Belum sayang, mas sengaja ingin makan masakan kamu."
"Kamu tuh bukannya tadi makan dulu, nanti mas bisa sakit."
"Iya sayang maaf, kalau begitu mas mandi dulu ya, baru kita makan! "
"Iya mas."
Setelah selesai makan, mereka pun mengobrol sebentar.
"Mas besok jadi kita ke istana?
"Jadilah sayang, mas sudah bawakan pakaian adat buat acara besok
Angga pun memberikan sebuah paper bag di dalamnya terdapat dua pakaian,yakni untuk angga dan prita
"Mas gak salah pakai pakaian adat dari bali?"
"Hahaha, ya enggak lah sayang, kebetulan neneknya mas, ibu dari bundanya mas orang bali."
"oooh, aku baru tau lho mas!"
"Mangkanya biar kamu tau
Kemudian angga pun terdiam. "sepertinya prita tidak ingat besok hari apa? yasudahlah, mungkin dia memang lupa." gumam angga ada rasa sedikit kecewa."
Waktu sudah menunjukan hampir jam 12.00 malam.
"Sayang ayo kita tidur, besok kan kita mesti
berangkat pagi-pagi."
Prita yang tiba-tiba muncul dari arah dapur sambil membawa kue ulang tahun beserta lilin yang berjumlah 29,sesuai dengan usia mas angga yakni 29tahun.
"Selamat ulang tahun sayang." ucap prita sambil mencium pipi suaminya itu.
"Ya ampun sayang, mas gak nyangka kamu bakalan inget ulang tahunnya mas! mas fikir kamu lupa? "
"Ya enggaklah sayang, mas orang yg spesial buat aku, mana mungkin aku lupa."
Dengan penuh bahagia, angga pun memeluk dan mencium kening istrinya.
"Makasih ya sayang, kamu adalah kado yang paling berharga yang Allah kasih dalam hidup aku, aku sangat mencintaimu prita."
"Iya mas sama-sama, aku juga sangat mencintaimu mas, semoga kita selalu bersama sampai maut memisahkan."
"Aamiin sayang. "
Keesokan harinya.
Angga dan prita bersiap-siap untuk menghadiri upacara pengibaran bendera di istana presiden, mereka berdua sangat antusias,dengan mengenakkan baju adat dari bali, mereka berdua terlihat sangat serasi
Sebelum acara upacara di mulai,prita dan angga sudah berada di sana, begitu banyak pejabat negara yang hadir serta tamu dari kedutaan asing.Ternyata banyak pejabat yang mengenali suaminya itu.
'Wah...mas angga di kenali sama kalangan pejabat ya? ucap prita kagum.
Angga pun hanya tersenyum manis menatap istrinya yang kagum padanya. Setelah upacara selesai, angga mengajak prita ke suatu tempat.
"Mas!!! mau bawa aku kemana?"
"Pokoknya kamu diam saja, pasti kalau kamu tau bakalan suka."
Ternyata angga membawanya ke tempat pertama kali mereka kencan.
"mas ingat tempat ini?"
"Mas belum ingat sayang, cuma mas lihat di foto kita, dan mas coba cari tempatnya, akhirnya ketemu juga dan.... "
Pritapun kaget ketika melihat keluarganya dan keluarga angga kumpul, reva dan jhoni juga ada di susul mas ardi sahabat dekat mas angga.
"Iya kak, aku gak habis fikir kita bisa kumpul semua di sini."
"Aunty plita, alel kangen.. peyuk.. peyuk!!"
"Aduh ponakan aunty tambah ganteng saja." ucap prita sambil memeluk erat farrel.
"om ganteng boyeh peyuk?"
Angga pun merasa senang bisa memeluk farrel.
"Om harap nanti anak om bisa seganteng dan selucu farrel. "ujar angga penuh harap.
"Gaskeunlah angga, nanti juga prita hamil!!! ha.. haa.. ha.. "ledek kak dara begitu puasnya.
Mereka pun makan siang bersama, dan membooking satu ruangan khusus untuk keluarga angga dan prita.
"Ouh iya, buat pak bos angga di persilahkan untuk memberikan sambutannya di hari ulang tahunnya ini."ucap ardi dengan jahilnya.
"lo nyebelin banget ardi, awas ya tunggu pembalasan dari gw!! " gumam angga kesal.
"Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada Allah S.W.T,karena saya masih di berikan umur dan di berikan kesehatan hingga bisa berkumpul di sini bersama kalian semua, tidak lupa saya mengucapkan terima kasih untuk kedua orang tua saya karena sudah merawat dan mendidik saya hingga menjadi seperti ini, dan juga untuk orang yang sangat saya cintai segenap hati dan jiwa raga yakni istriku tersayang, makasih ya sayang sudah sabar menghadapi segala kekuranganku, maaf belum bisa membahagiakanmu, tapi mas akan berusaha memberikan yang terbaik untuk kamu.
"ciee... suit... suit, ujar jhony dan yang lainnya
Dan terima kasih juga untuk papah mulyono dan mamah lia yang sudah merestui dan memiliki putri yang sangat cantik yang di percayakan hidup bersama saya, tidak lupa juga untuk semua yang ada di sini terimakasih sudah berkenan datang, dan terimakasih untuk semua doanya, hari ini di ulang tahun saya yang ke 29 tahun, ini adalah kado paling spesial seumur hidup saya,semoga kalian semua di sini bisa selalu berbahagia, dan saya meminta doanya agar saya dan prita bisa secepatnya di berikan momongan.
"Aamiin." ucap mereka serempak.
Akhirnya makanan yang sudah di pesan pun datang, dan dengan lahapnya mereka makan sambil menikmati suasana kota jakarta dari ketinggian 1500meter
"Mas kamu tau?? di tempat ini lah pertama kali kita kencan dan pertama kali aku merasakan first kiss sama kamu yang srbelumnya kamu pernah memberikan aku CPR, aku kira itu sebuah ciuman mas, ternyata beda rasanya."
"Ha.. ha.. ha.., kamu itu polos banget sih!! mungin ini lah yang mas suka dari kamu, mas yang dulu dan sekarang sangat menyukai kamu yg seperti ini, polos dan apa adanya..makasih ya sayang sudah mau menjadi pendamping hidup mas."
" Iya mas, aku juga sangat bahagia bisa menjadi bagian dari hidupmu." kemudian mereka pun berpelukan, tidak peduli dengan orang-orang yang memperhatikan mereka, serasa dunia milik berdua dan yang lainnya ngontrak.
"Pah, mamah seneng deh melihat prita dan angga begitu bahagia, gak sia-sia kita menjodohkan mereka ya pah!" seru mamah lia begitu haru.
"Iya mah, papah juga sangat bahagia melihat putri kecilku kini sudah dewasa dan sekarang sudah menjadi milik orang lain.
"Mas, aku ngobrol sama reva dan jhoni dulu ya, gak apa-apa kan?"
"Iya sayang gak apa-apa, mas juga mau ngobrol sama ardi."
kemudian ardi pun datang menghampiri angga yang tinggal seorang diri.
"Bangsat lo kampret!!! ngapain lo semalem sama indri??"
"ssssttttt... lo kalau ngomong bisa pelan gak codot!!"
"Iye, sorry... abis gw kesel sama elo, ngapain elo semalem nemuin si indri lagi! " tanya ardi sambil memelankan intonasi suaranya.
"Sebaiknya kita ngobrol jangan di sini, gw takut ada yang dengar."
mereka pun pergi ke halaman samping restauran, kebetulan disana ada meja dan kursi yang kosong.
" jadi begini ardi, gw sudah tidak berhubungan lagi sama indri terus nomer handphonenya juga udah gw blok."
"Lah, terus semalem yang berduaan di resto sama elo siapa? setan atau kuntilanak?"
"Ikh, lo tuh dari tadi ngomong ngegas mulu, dengerin dulu gw di."
"Gw kesel saja ga, kalau inget kejadian di pulau virgin, pengen banget gw pukulin elo sampe babak belur."
"Iya gw tau waktu itu gw salah besar, tapi lo dengerin dulu penjelasan gw di."
"okey!!! gw dengerin semua penjelasan elo, awas saja kalo lo berani-beraninya bohongin gw."
"Sumpah di, gw bakalan jelasin yang sebenarnya sama elo, jadi begini di, setelah kejadian di pulau virgin, gw blok nomernya indri, dan gw sudah tidak ada komunikasi lagi dengan dia, namun kemarin pas gw lagi di bareskrim, tiba-tiba saja dia datang, gw fikir ada seorang wanita mau ketemu sama gw itu prita,ternyata pas gw temuin ternyata indri.
"Gila!!! nekat juga itu cewek, coba kalau sampe bapak mertua lo tau, mati lo ga."
"Itu dia yang gw takutin di, untungnya mertua gw lagi gak di situ. tapi yang bikin gw gak habis fikir, ko indri bisa tau kalau gw lagi ada di bareskrim? gw ngerasa ada yang aneh saja."
"Lo hati-hati sama indri ga, dari latar belakang keluarganya yang gw tau, dia bukan orang sembarangan, bokapnya dia kan yang sudah menyebabkan bokap lo di pecat dari polri?"
"Iya di, bodohnya gw kenapa gak mikir dua kali waktu pacaran sama dia."
"ya,elo emang bodoh banget,tapi lo juga gimana gak klepel-klepek sama si indri, lo tiap hari di pepet terus sama dia, hahahah."
"Gak lucu lo di, nyebelin banget."
"Terus semalam kenapa lo bisa berduaan sama dia di wayan resto?"
"Dia minta penjelasan dari gw kenapa gw ngehindar dari dia, ketimbang dia nanya itu di bareskrim bisa mati gw, mendingan di ajakin ketemuan di luar bisa sedikit aman bro."
"Ouh gitu kejadiannya, sudah sekarang lo harus hati-hati sama dia ga, prita juga selalu kamu jagain, gw takut dia berbuat yang macem-macem sama bini elo."
"Iya di, thank's ya sob atas sarannya."