
Dengan gerakan cepat Felix melepas bra yang di gunakan oleh Rose, dia menatap dua bongkahan indah yang terpampang di depan matanya untuk sesaat lalu langsung menyerang benda kenyal itu.
Setelah itu tangan Felix dengan gerakan perlahan turun kebawah untuk mengelus perut Rose dari bagian atas sampai turun ke bagian bawah dengan punggung tangannya.
Gerakan sensual itu berhasil membuat Rose menutup mata sambil menggigit bibir bawahnya. Tubuh Rose berdesir begitu hebat, dia merinding merasakan tangan hangat Felix terus menyusuri perutnya.
Menyadari istrinya menikmati permainannya, Felix semakin bersemangat untuk memuaskan istri nya dan memberikan pengalaman malam pertama yang tak akan pernah terlupakan.
Saat Felix semakin agresif, Rose merasakan ada sesuatu yang tertahan dalam dirinya yang ingin keluar, dia gelisah dan menggeliat merasakan hal yang tidak nyaman tapi dia tak mau melepas moment itu.
Mendapati istrinya yang sudah gelisah, Felix langsung menanggalkan semua kain yang membalut tubuh istrinya.
Rose gugup di perhatikan sedemikian rupa oleh Felix dengan kilatan mata meminta.
Badan Rose sedikit bergetar takut bercampur malu, ini pertama kalinya orang lain selain dirinya akan melihat badannya yang polos tanpa sehelai benang, dia menutup mata khawatir dengan komentar suaminya nanti.
Felix membeku sesaat memperhatikan badan polos istrinya yang begitu indah. "Sayang, kamu begitu sempurna," ujar Felix bersuara serak dengan tatapan nafsu.
Miliknya seketika menegang kuat melihat tubuh mulus itu.
Suhu badanya juga meningkat dan tidak sabar merasakan goa basah yang akan membawanya melayang ke atas awan.
Mendengar pujian dari Felix membuat Rose berani membuka matanya secara perlahan.
Saat membuka mata dia langsung tergelak.
Matanya melotot lebar dengan mulut terbuka menyaksikan sesuatu yang cukup membuatnya shock.
"Apa itu besar sekali, aku tidak sangka suamiku memiliki benda seperti itu di tubuhnya."
Tega sekali Rose menyebut milik suaminya yang perkasa sebagai benda, maklum Rose kan masih polos.
Ternyata tanpa Rose ketahui saat tadi dia sibuk memejamkan mata karena malu, disaat itulah Felix sibuk membuka celananya hingga menanggalkan seluruh pakaiannya sama seperti dirinya.
"Uhh, ada apa dengan wajahnya, kenapa dia bisa santai seperti itu saat bertelanjang bulat tepat di depanku, dengan bangga dia memamerkan benda besar itu, aku saja udah hampir jantung melihat itu."
"Sayang, ada apa dengan benda itu? kenapa dia berdiri?" ujar Rose secara terbata, dengan polosnya dia menunjuk milik Felix.
Di tengah birahi pria itu yang sudah memuncak Rose berhasil membuat dia tertawa kecil. "Dia sungguh polos, kenapa bisa segemas itu sih."
Rose tersentak saat Felix menarik tangannya, dia mencium tangan Rose dengan mesra.
"Sayang, itu artinya saat ini kau harus segera membantu ku," ujar Felix dengan suara tertahan.
"Membantu apa?" Seketika Rose ingin bangun.
"Stop." teriak Felix dengan suara tertahan.
"Jika kau bagun itu akan membuat ku semakin kesakitan, Biarkan aku yang mengarah kan mu," ujar Felix dengan suara serak.
Disaat seperti ini dia masih harus mengarahkan Rose, memang sedikit merepotkan sih mempunyai istri yang masih polos.
Rose langsung membeku tak bergerak mengetahui suaminya akan kesakitan jika dia bangun.
"Apa hubungan jika aku bangun? aku kan tidak memukulnya? apanya yang sakit? tapi ikuti saja daripada dia kesakitan aku tidak tega."
Dari tadi pertanyaan demi pertanyaan muncul di otak polos itu.
Hahaha kasian Felix, ya mau gimana lagi maklum lah punya istri polosnya nggak ketulungan, yang penting istrinya segelnya masih rapat belum tersentuh sama sekali, Mas Felix sangat beruntung bisa mendapatkan mbak Rose kan.
"Sayang aku akan masukkan sekarang," ujar Felix dengan suara serak.
"Akhhh!" pekik Rose merasakan sakit yang luar biasa, air matanya luruh begitu saja tanpa dia sadari, miliknya terasa penuh dan dia merasa kurang nyaman dengan sesuatu yang ada di dalam miliknya.
Tangan Felix terangkat menghapus air mata Rose. "Maaf aku membuatmu menangis, aku janji sebentar lagi pasti akan menyenangkan."
Dia menautkan jari-jari tangannya dengan jari-jari mungil milik Rose untuk memberikan kekuatan ke istrinya lalu menahan tangan Rose ke kasur yang empuk itu.
Untuk mengalihkan Rose dari rasa sakit, dia kembali ******* bibir merah ceri itu dengan lembut dan perlahan.
Setelah meraka melakukan pelepasan berkali-kali, Felix dan Rose merasakan rasa lega yang luar biasa, tubuh keduanya sudah bermandikan keringat setelah aktivitas yang membuat mereka sempat melayang ke atas langit.
Tubuh Rose sudah lemas, bukan hanya faktor untuk pertama kalinya dia melakukan ini tapi juga karena sudah kelelahan saat pesta pernikahan.
"Sayang, Apa kamu lelah?" tanya Felix sambil mengelap keringat Rose dengan tangannya.
Dia dapat melihat wajah kelelahan Rose.
Istrinya hanya mengangguk pelan karena masih sibuk mengatur napas.
"Apa kita bisa melanjutkannya?" tanya Felix.
"Aku lelah, aku tidak bisa menahan mata ini untuk tidak terpejam, bisakah melanjutkannya di lain hari, mungkin besok?" rengek Rose.
Dia suka melakukan itu tapi dia sudah sungguh sangat lelah.
"Baiklah sayang, tidak masalah, aku sangat mengerti, ini pertama kali untuk mu, aku akan selalu menunggu sampai kapan pun."
Setelah mengatakan itu dia langsung mengecup kening Rose.
Aduhh Abang Felix nggak ada puas-puasnya, padahal sudah pelepasan beberapa kali.
"Terimakasih," ujar Rose tersenyum dengan mata yang sudah redup hampir tertutup.
"Aku yang berterimakasih karena sudah mau menjadi bagian dari hidupku."
Felix tersenyum tipis mendengar dengkuran halus dari istrinya.
Belum selesai dia ngomong sudah di tinggal tidur oleh Rose.
"Uhhh, kenapa sih kamu selalu bertingkah lucu, tingkah gemas mu ini lah yang awalnya membuat aku jatuh cinta."
*
*
Halo para reader ku yang setia, terimakasih ya sebanyak-banyaknya karena sudah mengikuti cerita Hidden Girl 🙏
Maaf jika masih ada banyak kekurangan dari segala aspek.
Mohon saran dan kritik nya untuk meningkatkan keterampilan dalam menulis saya🙏♥️
Mohon jika berkenan bisa mampir ke cerita ku yang terbaru, dengan cerita yang lebih menarik dan lebih seru lagi.
Tolong ramaikan cerita terbaru ku ya yang berjudul Bintang kecil ku , kalian bakal melihat couple yang lebih lucu dengan tema cerita Romansa yang ada bumbu komedinya.
Sekali lagi Author mengucapkan Terimakasih kepada para reader yang selalu setia menemani perjuangan Author.
Jangan lupa mampir ya, Author apa atuh tanpa Para readers😘🥰.
I LOVE YOU 3000🥰😘♥️
Semoga kita semua selalu sehat dan di berikan kelancaran dalam melakukan aktivitas.
Semoga kita bisa sukses bersama-sama.
Untuk yang lagi mengejar cita-citanya seperti Author semoga bisa terwujud♥️
Have a nice day everyone 🥰
Happy Reading ♥️😘🥰🙏🙏🥰
I LOVE YOU 3000🥰♥️😘🙏🙏♥️