
Felix yang lengannya di gelayuti oleh gadis itu hanya bisa pasrah karena dia merasakan bagaimana tubuh Rose bergetar hebat. '' dia benar - benar ketakutan '' gumam Felix dalam hati.
''Hmmftt hahaha, yang sabar ya
bos,'' ucap assisten Ken tertawa pelan saat melihat ekspresi pasrah Felix saat menghadapi Rose.
''Sialan kau Ken, berani nya kau menertawakan ku,'' geram Felix memelototi Assisten nya.
'' Maaf Tuan, saya hanya bercanda,'' ucap assisten Ken dengan cepat.
Takut uang bonus nya di potong oleh bos nya itu.
Felix memberanikan diri untuk sedikit mengelus punggung Rose.
''Tenanglah, ini tidak berbahaya, beranikan dirimu,'' ucap Felix dengan suara lembut.
Lagi-lagi Assisten Ken di kejutkan oleh sesuatu. '' Tuan, bertutur kata lembut dengan perempuan? Wahh hebat, ini rekor baru,'' gumam assisten Ken dalam hati, biasanya dia hanya melihat tuannya bicara lembut ke Ibunya yaitu Nyonya Nayla.
Perlahan Rose membuka matanya, menegakkan badannya.
Melonggarkan sedikit pelukannya dari lengan Felix. ''Tidak buruk kan ? kami semua menggunakan lift ini, tidak pernah terjadi masalah, kalau tidak percaya tanya saja Ken '' pria itu menunjuk Ken yang ada di samping Rose.
''Iya betul sekali Nona, lift ini sangat aman, saya selama bekerja disini selalu menggunakan nya,'' ucap assisten Ken membenarkan.
Ting.
Mereka akhirnya sampai di lantai 17 gedung itu, dimana ruangan kerja Felix berada.
''Tangan mu,'' ucap Felix , tangan gadis itu masih menggenggam erat lengan nya walaupun meraka sudah di luar lift.
Rose yang sadar langsung melepaskan nya dan sedikit menjauh dari pria itu. ''Maaf,'' ucapnya.
''Ken, kau makan di kantin kantor saja,'' ucap Felix.
''Tenang masalah itu Tuan, tadi saya sudah memesan makanan melalui online.''
''Oke deh kalau gitu.''
Felix dan Rose masuk ke ruangan kerja itu.
Rose Membuka beberapa tupperware yang sudah berisi berbagai macam jenis hidangan dia menatanya dengan rapi di meja.
''Tuan sudah siap, makanlah,'' ucap Rose.
Pria itu duduk dan memperhatikan sekilas semua makanan yang ada di depannya. ''Kau sudah makan siang?'' tanyanya.
''Sudah Tuan,'' ucap Rose.
Krukkk, bunyi perut Rose yang tidak bisa di ajak kompromi.
Felix mendengar suara itu dengan jelas. '' Jangan berbohong, mama pasti menyuruh mu makan denganku, kan?'' Felix tahu betul maksud Mama nya menyuruh Rose membawakannya makan siang karena tidak seperti biasanya mama nya peduli tentang hal seperti itu.
Rose mengangguk pelan.
''Sini duduk!'' perintah Felix.
Rose dengan patuh langsung duduk di samping Felix. ''makanlah dengan ku, nanti kau bisa sakit perut jika terlambat makan,'' ucap Felix.
Rose yang merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar, menoleh Felix untuk mencari kebenaran. ''Jangan takut, lagipula ini masakan buatan mu dan Mama '' ucap Felix yang mengerti bahwa gadis itu ragu ikut makan dengan nya.
Akhirnya mereka makan bersama saling berbagi makanan.
Felix menyuap dengan lahap. ''Sepertinya masakan yang ini yang di buat oleh Rose, rasanya paling berbeda dari semuanya, enak juga, ternyata gadis bodoh ini mempunyai keahlian,'' gumam Felix dalam hati.
Pria itu tahu betul rasa masakan Mamanya dan koki Mansion jadi dia bisa menebak dengan mudah mana makanan yang di buat Rose.
''Luhan, apa rencana kita selanjutnya?'' tanya Nayla.
Dia terus menyusun rencana untuk menyatukan putranya dengan Rose.
''Seperti nya saya ada ide, tapi saya tidak yakin tuan Felix akan menerima nya,'' ucap Luhan.
''Apa itu?''
''Nona Rose pernah bilang kalau dia ingin bekerja, bagaimana kalau anda membujuk Tuan untuk mengajak Nona untuk kerja di kantor, jadi Meraka akan selalu bersama,'' saran Luhan.
Nayla tersenyum. ''Ide yang bagus,'' ucapnya.
Kembali ke Kantor.
Semua makanan itu tandas tanpa sisa sedikit pun, keduanya makan dengan lahap, dan juga Felix makan lebih banyak dari biasanya, makanan rumah memang tidak ada saingannya.
Rose merapikan tupperware yang sudah kosong itu.
''Tadi sama siapa kesini?'' tanya pria itu.
''Pak Malik,'' jawab Rose sambil sibuk masih merapikan tempat makan itu.
''Oke, Ken akan mengantarmu ke bawah.''
''Ken, cepat ke ruangan ku,'' ucap nya melalui panggilan telepon.
Dalam hitungan menit Ken sudah berada di rungan bosnya.
''Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu,'' tanya nya langsung.
''Antar dia ke bawah, pak Malik sudah menunggu di bawah.''
'' Baik Tuan, Mari Nona.'' Assisten Ken mempersilahkan gadis itu berjalan duluan.
''Byeee,'' ucap Rose sebelum keluar.
''Hmm,'' hanya itu jawaban Felix.
Mereka berlalu pergi dari ruangan kerja Felix.
Entah mengapa ada rasa senang yang di rasakan pria itu, dia merasa mendapatkan perhatian lebih yang membuat dia bahagia tanpa alasan. '' Tuhan, kenapa aku sangat bahagia hari ini,'' ucap Felix saat Rose sudah menghilang dari pandangan nya.
*
*
''Sayang, apa Felix menghabiskan nya?'' tanya Nayla yang melihat Rose sudah tiba di Mansion.
''Kosong Ma,'' Jawab Rose memperlihatkan tempat makan itu.
''Wahh, bagus sayang.'' Nayla merasa sangat senang langkah awal menyatukan kedua insan manusia itu berjalan dengan baik .
''Kamu makan bersama, kan tadi?''
Rose mengangguk pelan.
Nayla semakin senang dengan kabar gembira ini, senyumnya tidak putus - putus membayangkan adegan romantis antara putra nya dan Rose tadi di kantor.
Happy Reading 🥰😘🙏
I LOVE YOU 3000 🙏😘🥰♥️