Hidden Girl

Hidden Girl
Selingkuhan



Felix mengehentikan ciuman itu. ''Kau harus tidur,'' ujar Felix lalu mengecup dahi Rose.


''Tuan, tidak akan menemani saya?'' rengek Rose.


''Kau mau aku menemani mu lagi?'' tanya Felix balik.


''Iya,'' ujar Rose manja.


Felix naik ke atas kasur dan meraka tidur dengan saling berpelukan seperti sebelum-sebelumnya.


1 bulan kemudian.


''Ini apa pa?'' Mala melemparkan beberapa photo di depan meja kerja suaminya. ''Siapa perempuan yang papa temui itu!'' bentak Mala dengan emosi yang sudah tidak terkendali.


Terlihat photo - photo saat Tuan Bayu mengunjungi Rose, saat masih tinggal di tengah hutan, selama ini ternyata Mala curiga dengan suaminya karena selalu mengaku ke luar kota setiap bulanya, setelah dia cek tidak ada jadwal bertemu dengan klien hari itu, sehingga Mala menyewa mata-mata untuk mengintai Tuan Bayu, setelah bernegosiasi dan mengelontorkan uang yang banyak akhirnya mata-mata itu mau menyerahkan photo-photo tersebut.


''Ma, ini tidak seperti yang mama pikirkan,'' Tuan Bayu mencoba menjelaskan, inilah yang di takutkan Tuan Bayu, istrinya akan tahu mengenai Rose.


''Sudah jelas-jelas papa selingkuh dengan perempuan muda itu , papa masih saja mau mengelak!'' Teriak Mala yang sudah di kuasai oleh api cemburu dan kemarahan. ''Mama akan cari sendiri perempuan itu dan memberinya pelajaran," ujar wanita paruh baya itu ingin pergi dari ruangan Tuan Bayu.


Tapi Tuan Bayu mencekal tangan istrinya. "Dia bukan selingkuh papa," ujar Tuan Bayu berusaha menjelaskan.


"Kalau bukan selingkuhan terus dia siapa pa?" pekik Mama Mala yang sungguh sangat marah, beraninya suaminya ini masih mengelak padahal sudah tertangkap basah mempunyai perempuan lain.


Lidah Tuan Bayu menjadi kelu tak mampu mengeluarkan kata-katanya, dia diam membisu seribu bahasa dan itu semakin membuat Mala naik pitam. "Tuh kan papa nggak bisa jawab, lepaskan!" bentak perempuan paruh baya itu lalu menghempaskan tangan Tuan Bayu yang mencekal pergelangan tangannya.


Brakkk,


Mala membanting pintu dengan keras dan pergi entah kemana.


Tuan Bayu hanya bisa memandang kepergian istrinya dengan tatapan kosong. "Apa yang harus aku lakukan, bagaimana jika Mala memberi tahu Alice tentang masalah ini," bingung Tuan Bayu, pikirannya kacau tidak bisa mengambil keputusan apapun.


Sedangkan di sudut ruangan lain dua sejoli sedang bercanda gurau, Felix dan Rose saling kejar-kejaran seperti anak kecil di dalam kamar Rose, setelah sebulan hubungan mereka menjadi semakin dekat tapi sayang Felix sampai saat ini belum berani mengungkapkan perasaan cintanya ke Rose, dia hanya mengungkapkan perasaannya melalui tindakan. "Tuan ampun, saya tidak kuat lagi," pekik Rose menahan geli yang dia rasakan.


"Siapa suruh jahil, lihat apa yang kau lakukan terhadap wajah tampan ku ini, tadi semua pelayan menertawakan ku tau," ujar Felix sambil menggelitik perut ramping Rose.


Bagaimana Felix tidak kesal, Rose mencoret- coret wajahnya dengan menggambar kumis kucing 🐱 di pipinya di tambah lagi bulatan berwarna hitam di hidung pria itu, semakin membuat Felix mirip dengan kucing.


"Habis anda lucu sekali, sangat mirip dengan kucing," ujar Rose sambil tertawa.


"Beraninya kau menyebut ku kucing, gagah dan kekar seperti ini kau sebut aku kucing? dasar gadi nakal," ujar Felix sambil terus menggelitik perut Rose sampai sang pemilik perut menggeliat kesana kemari.


"Tuan mohon berhenti, saya sudah tidak kuat lagi, anda boleh menghukum saya tapi berikan hukuman yang lain, bagaimana?" ujar Rose mencoba bernegosiasi dengan Pria itu.


"Oke baiklah, hukuman mu adalah kau harus mencium ku 10 kali, bagaimana?" tantang Felix.


Rose bangun dari sofa lalu mendorong mundur badan Felix secara perlahan sampai mentok di bantang kasur, dengan sekuat tenaga gadis itu mendorong tubuh Felix hingga terlentang di kasur dengan kaki yang masih menyentuh lantai.


Lalu Rose menindih tubuh pria itu, dengan berani dia mengungkung tubuh besar Felix dengan badannya yang mungil. "Itu adalah hukuman yang gampang Tuan," ujar Rose tersenyum menyeringai.


"Lakukan jika itu gampa_"


Cup, cup ,cup ,cup ,cup belum sempat pria itu selesai bicara Rose sudah duluan membungkam bibir Felix dengan kecupan yang bertubi-tubi. "Saya selalu menetapi janji Tuan," ujar Rose tersenyum manis penuh kemenangan.


"Itu bukan ciuman sayang," ujar Felix lalu membalikkan posisi Rose menjadi di bawah kekuasaannya, dia menindih tubuh Rose dengan dua tangan kokoh itu yang masih menyangga tubuhnya agar menyisakan jarak antara wajah cantik itu dan wajahnya.


Felix tertawa kecil akibat melihat wajah kesal yang di tunjukkan oleh Rose. "Kok ada sih manusia selucu dirimu, Oh Tuhan ciptaan mu begitu sempurna sampai aku selalu jatuh dalam pesonanya yang luar biasa, wajahnya sungguh bercahaya seperti malaikat," gumam Felix dalam hati.


"Tuan anda senang sekali menertawakan saya," kesal Rose.


"Rose boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya Felix dengan menatap mata Rose penuh kehangatan sehingga membuat Rose seketika memperhatikan ekspresi Felix dengan seksama.


"Katakan Tuan," jawab Rose.


"Apakah ini waktu yang tepat?" gumam Felix dalam hati, dia tiba-tiba menjadi ragu. "Ro...se a..ku men...cin_"


Tok, tok, tok.


"Sialan, menggangu saja" umpat Felix kesal, rahang pria tampan itu mengeras menahan amarahnya.


"Aku akan mengecek dulu," ujar Felix dengan nada yang datar lalu bangun dari tubuh Rose.


Ceklek.


"Ada apa?" tanya Felix dingin saat tahu ternyata Luhan yang mengetuk pintu, untung saja Luhan usianya lebih Tua dari pria itu kalau tidak sudah di berikan bogem mentah oleh Felix.


"Nyonya menyuruh saya untuk memanggil anda agar makan siang bersama," ujar Luhan.


"Oke, aku akan kesana," ujar Felix singkat.


Brakkk,


Felix membanting pintu sekuat tenaga, melupakan kekesalannya kepada pintu yang tidak bersalah itu.


Sampai membuat Luhan mundur beberapa langkah karena tersentak kaget. "Ada apa dengannya? sungguh aneh, untung bos kalau bukan sudah aku jewer telinganya," kesal Luhan lalu beranjak pergi dari sana.


*


Rose berdiri memandang Felix yang sedang berenang, dia tersenyum hangat saat pria itu melambaikan tangan ke arahnya.


"Jantung mu berdegup kencang saat melihatnya?" tanya Mama Nayla yang secara tiba-tiba ada di sebelah Rose,


"Mama," ujar Rose sedikit kaget.


Mama Nayla sudah memperhatikan Rose dari tadi, dia dapat melihat ada cinta di mata gadis itu saat menatap putranya.


Rose menyentuh dadanya merasakan ada getaran yang sangat cepat disana. "Mama kok bisa tahu?" tanya Rose tersipu malu.


"Itulah yang namanya cinta nak," jawab Mama Nayla mengusap pipi Rose dengan lembut.


"Jadi saya mencintai Tuan Felix?" ujar Rose dengan nada serius, ia sering mendengar kata cinta tapi tidak pernah benar-benar merasakannya.


"Apa kamu bahagia berada di dekat Felix?" tanya Mama Nayla lagi.


"Tentu Ma, Tuan adalah salah satu orang terpenting di hidup saya, Tuan memberikan apa yang belum pernah saya dapatkan," ujar Rose dengan yakin.


Happy Reading 🥰😘♥️😘😘


I LOVE YOU 3000😘♥️🥰🥰