Hidden Girl

Hidden Girl
Bertemu setelah sekian lama



"Alice ini bukan seperti yang kau pikirkan, kau salah paham, aku kesini bersama su_"


"Sudah aku bilang diam kau Nyonya Anderson!" bentak Alice memotong ucapan Ana.


"CK, dasar tidak tahu malu, adikku di rumah menderita, frustasi bahkan hampir gila tapi kalian disini malah makan malam bersama seakan-akan kalian adalah pasangan yang bahagia, aku sangat membenci kalian," ujar Alice yang sudah tidak bisa menahan amarah lagi, dia tidak peduli lagi dengan pandangan orang lain.


Saat Alice tengah marah-marah datang dua orang satpam penjaga yang ingin menarik Alice keluar.


"Nona, mohon jangan membuat keributan disini, jika anda terus seperti ini saya tidak segan-segan menyeret anda keluar, karena anda telah menganggu tamu yang lain." ancam sang satpam.


"Saya akan pergi," ujar Alice yang berusaha mengontrol emosi dan mengalah.


"Untuk kalian berdua jangan lagi mendekati Rose, menjauh dari hidupnya, semoga kalian berdua bisa bahagia di atas penderitaan orang lain."


Setelah mengatakan kata-kata yang pedas, dia langsung pergi dari sana.


"Maaf atas keributan ini," ujar Felix ke satpam.


"Tidak masalah Tuan Felix.


Kami permisi," ujar kedua satpam menunduk hormat lalu pergi dari sana.


"Felix gimana ini? semua makin keruh, Alice lagi-lagi salah paham terhadap kita."


"Tenang Ana, besok kita akan menyelesaikan segalanya, maaf kau menjadi sasaran kemarahan Alice."


Dia merasa bersalah karena lagi-lagi melibatkan Ana.


"Aku tidak masalah dengan ucapan Alice, dia seorang kakak pasti akan marah jika ada yang menyakiti adiknya."


"Kau benar, aku sebagai kakak akan melakukan hal yang sama, duduk lah, aku akan ke kamar mandi dulu."


"Oke."


Felix langsung beranjak dari sana untuk mengeringkan kemejanya yang terkena sedikit air.


*


*


Di pagi yang cerah Felix sudah siap dengan pakaian rapi, dia duduk sarapan di temani oleh Luhan di sampingnya.


"Tuan anda yakin tidak akan memberitahu Nyonya dan Tuan besar tentang masalah ini?"


Luhan mulai bersuara mengeluarkan pendapat yang sudah dia pendam dari lama.


"Aku bisa menyelesaikan masalah ini sendiri, hari ini semua masalah akan berakhir, kau tenang saja."


Untuk apa dia melibatkan orang tuanya jika ia bisa menyelesaikan masalah sendiri, lagipula sebentar lagi semua akan beres.


"Saya doakan anda berhasil membawa pulang Nona kembali, jangan lewatkan kesempatan ini untuk memiliki Nona untuk selamanya, Nona tidak pantas tinggal dengan orang seperti mereka, tak ada yang benar-benar bisa menjaga Nona selain anda."


"Makasih Luhan, kali ini aku akan mengambil tindakan tegas, mau tak mau Rose akan tinggal dengan ku, dia akan menjadi istri sah ku, sudah cukup waktunya bersama keluarga itu." Kesabaran Felix sudah habis, sudah cukup selama 3 bulan meraka berpisah.


Sebenarnya masalah ini juga ada hikmahnya, sekarang Felix benar-benar yakin akan menjadikan Rose sebagai wanita yang mendampinginya sepanjang hayat.


"Saya mendukung keputusan anda yang ini, anda dan Nona memang sudah seharusnya bersatu."


"Rose tunggu aku, hari ini semua penderitaan mu akan berakhir, kali ini kamu tidak akan bisa tinggal bersama mereka lagi, walaupun kamu memohon sekalipun."


Tekad nya sudah bulat untuk merebut Rose kembali.


Mala tamat lah riwayat mu kali ini.


*


"Segarnya, aku harap kedepannya hidupku bisa secerah pagi ini, Tuhan tolong bantu aku supaya bisa lebih kuat melewati ini, berikan aku jalan agar bisa melupakan Felix, aku mencintainya tapi aku akan rela melepas jika dia bisa bahagia bersama orang lain."


Harapan demi harapan selalu terlontar dari gadis manis itu agar hidupnya bisa menjadi lebih baik walau di timpa cobaan yang berat.


"Dasar tidak tahu malu, untuk apa kalian kesini!" bentakan keras terdengar jelas di telinga Rose.


"Ribut-ribut apa itu?" gumam Rose, baru saja dia mendapat ketenangan dengan menghirup udara segar di pagi hari sekarang harus terganggu dengan suara keributan yang berasal dari ruang tamu.


"Seperti suara kakak, siapa yang di bentak? daripada penasaran lebih baik aku lihat."


Dia melangkahkan kaki lebar menuju ruang tamu.


"Alice jangan kasar dengan tamu kita!" tegur Tuan Bayu yang mendengar bentakan putrinya yang begitu keras ke Felix dan Ana.


"Tapi pa, mereka sangat berani menginjakkan kaki di rumah kita, setelah apa yang meraka lakukan, mau apa kalian kesini? mau memamerkan hubungan kalian yang bahagia di hadapan adik ku, apa mau mengumumkan pernikahan kalian?"


Suara lantang Alice terdengar keras mencecar banyak pertanyaan menohok ke dua orang yang dia benci.


"Semua yang kau lontarkan semuanya tidak benar, kami kesini untuk menunjukkan bukti bahwa kami tidak berselingkuh,"


Pria itu membantah dengan kerasa semua tuduhan yang Alice terus lontarkan.


"Benar kata Felix, sekarang aku bisa buktikan kalau kita tidak bersalah," sahut Ana yang sudah muak dengan tuduhan yang sama.


Memang dia pernah salah mengejar Felix saat sudah memiliki suami tapi bukan berarti dia wanita yang tak memiliki perasaan.


Tak mungkin dia tega merebut milik orang lain demi egonya.


"Alice sudah, meraka kesini baik-baik, kita harus menyambut niat baik mereka yang datang untuk menyelesaikan masalah.


Tuan Bayu dan Nona Ana kami minta maaf, silakan duduk."


Berbeda dengan Alice.


Tuan Bayu sangat menerima kedatangan Felix dan Ana dengan baik.


"Makasih Tuan Bayu."


Mereka akhirnya duduk untuk mengurangi ketegangan.


"Alice, panggilkan Rose dan Mama untuk berkumpul disini, kita adalah keluarga jadi selesaikan masalah secara bersama."


"Baik pa," ujar Alice pasrah terpaksa mau mencari Rose.


Dengan lemas Alice membalikkan badanya saat dia memutar badan.


Deg.


Dia sangat kaget ternyata sudah ada Rose di depannya.


"Rose! sejak kapan kau disini?" pekik Alice.


Semua menoleh ke arah Alice.


Felix, Ana, dan Tuan Bayu langsung berdiri saat melihat Rose yang menatap meraka dengan nanar.


Rasa rindu yang di miliki oleh Felix seketika menyeruak saat padangan meraka bertemu, dia menatap Rose dengan sayu.


"Aku ingin sekali memeluk mu, mencium wangi alami yang kau miliki, mengelus rambut panjang hitam yang sangguh lembut itu, mencium bibir mu yang manis, dan banyak hal lagi yang ingin aku lakukan sekarang juga saat melihat mu, aku hanya bisa menahan sekarang walaupun kau sudah ada di depanku, aku merindukanmu sayang, aku sungguh mencintaimu, mohon jangan tatap aku dengan wajah sedih mu itu."


Happy Reading ♥️😘😘


I LOVE YOU 3000🥰😘♥️🥰🥰😘