Hidden Girl

Hidden Girl
Tuan Bayu tahu



Jubah mandi itu sudah terpasang sempurna di tubuh Rose walaupun kebesaran.


Dengan mudah Felix kembali mengangkat tubuh Rose dan berjalan menuju kasur, dia merebahkannya dengan hati-hati seakan Rose adalah barang rapuh yang mudah pecah.


''Kamu istirahat dulu ya,'' setelah mengatakan itu Felix langsung menghubungi room service meminta di pesankan obat penghilang mabuk agar mengurangi Hangover yang dia alami oleh gadis malang itu, tak lupa Felix juga memesankan chicken sup untuk meredakan mual.


Felix menghela napas kasar saat menyaksikan pakaiannya dan gaun Rose yang tercecer di lantai, dengan setengah hati dia memungut pakaian tersebut sambil meratapi nasibnya yang gagal mendapatkan kenikmatan yang hakiki dari gadis cantik itu, entah kenapa ada rasa kecewa yang menyelimuti hatinya.


Sampai ia pun bertanya-tanya kenapa sangat menginginkan tubuh Rose. ''Kenapa sih otakku ini selalu di penuhi hal mesum saat bersamanya, untung saja tadi dia mual kalau tidak sudah jebol gawang anak orang.'' Setelah puas mengomel dia beranjak dari sana menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang berkeringat akibat kegiatan erotis yang sedikit menguras tenaga, ya walaupun gagal tapi mungkin lain kali berhasil.


Di tempat lain.


Tuan Bayu duduk di kursi kerjanya dengan kaki yang menyilang. ''Katakan perkembangannya,'' ujarnya berbicara dengan seseorang yang tak lain adalah Assisten Jake.


''Nona Alice semakin dekat dengan Nona Rose, saya melihat meraka bersama di pesta Tuan Anderson,'' jelas Assisten Jake.


Sebenarnya Tuan Bayu sudah tahu bahwa anaknya tinggal bersama Felix dan Alice mulai berteman dengan Rose, tapi dia tidak mau menjemput Rose karena alasan keselamatan gadis belia itu.


Tuan Bayu yakin putrinya akan aman bersama Felix, awalnya dia berpikir akan susah untuk menemukan Rose tapi nyatanya putrinya itu di selamatkan oleh pria dari kalangan keluarga terkenal yang masih satu lingkup pergaulan dengannya.


''Bagus jika meraka menjalin hubungan yang baik sebelum meraka tahu bahwa mereka adalah saudara tiri.'' Ia senang kedua putrinya memiliki hubungan yang harmonis tapi tidak tahu ke depannya, apa yang akan terjadi setelah mereka tahu bahwa ada hubungan di antara keduanya.


Apakah akan menerima satu sama lain atau saling membenci, putri-putrinya yang saling membenci itulah yang paling di takutkan pria paruh baya ini.


''Jika meraka terlalu dekat, saya khawatir cepat atau lambat Nona Alice akan tahu status Nona Rose yang adalah anak anda,'' ujar Jake mengungkapkan kegelisahannya.


''Itu pasti akan terjadi, aku juga tidak bisa menyembunyikan Rose untuk selamanya, yang sekarang bisa kita lakukan adalah menyiapkan solusi untuk segala kemungkinan yang bisa terjadi jika hal ini terbongkar.''


Tuan Bayu menyadari jika keputusannya dulu menyembunyikan Rose sangat lah salah, putri bungsunya itu menanggung kerugian yang sangat besar, gadis manis itu tidak pernah mendapatkan kebebasan apapun, maka dari itu dia bertekad untuk tidak menyembunyikan anaknya lagi, dia akan memberikan kebebasan penuh kepada Rose.


''Saya akan mendukung semua keputusan anda,'' dukung assisten Jake.


''Makasih Jake.'' dia tersenyum hangat ke assisten pribadinya itu.


*


Ding dong.


Ceklek.


''Malam Tuan, ini pesanan yang anda minta,'' ujar seorang petugas hotel membawa nampan berisi 1 mangkok chicken sup dan obat.


''Terimakasih, berikan padaku.'' Petugas hotel itu segera menyerahkan nampan tersebut ke Felix.


''Saya permisi Tuan.''


Felix sementara menaruh nampan itu di meja samping tempat tidur dan duduk di tepi kasur. ''Rose, bangunlah.'' Dia mengelus dan sedikit menggoyangkan tangan Rose untuk membangunkannya.


''Umhhh.'' Rose membuka matanya perlahan, dia melihat sudah ada Felix duduk di sampingnya. ''Tuan,'' ujar Rose sedikit mengucek mata.


''Baik Tuan.'' Rose bangun perlahan menyadarkan badanya di headboard kasur.


Felix mengambil mangkuk yang berisi chicken sup itu. ''Kau suka sup ayam, Kan?'' tanya Felix.


''Hmm,'' jawab Rose.


Felix meniup sebentar sup tersebut lalu tangannya terulur menyuapi Rose. ''Aaaaa,'' ujarnya.


Rose membuka mulutnya, menerima suapan itu dengan baik. ''Tuan, biarkan saya makan sendiri,'' ujar Rose merasa tidak enak merepotkan Felix.


''Diam, kamu masih lemas, biarkan aku melakukannya,'' tolak pria itu, dia yang lalai menjaga Rose jadi dia yang harus bertanggung jawab, dia terus menyuapi Rose tanpa memberikan kesempatan gadis itu untuk menolak.


''Tuan cukup,'' Rose menahan tangan Felix.


''Oke, kalau begitu sekarang minum obat ini,'' Felix memberikan obat dan air untuk Rose.


Rose dengan begitu penurut meminum obat itu. ''Rasanya seperti mengurus bocah, tapi bocah yang penurut,'' gumam Felix tersenyum, biasa anak kecil akan rewel tapi anak kecil satu ini sangat mudah untuk di atur.


''Sekarang kau tidurlah, supaya cepat membaik,'' ujar Felix membantu merebahkan Rose kembali, dia dengan begitu telaten menyelimuti tubuh gadis manis ini. ''Selamat malam Tuan,'' ujar Rose sebelum memejamkan matanya.


Felix menarik napas dalam. ''Uhhhhh, akhirnya, aku bisa istirahat juga,'' ujarnya merasa terbebas dari penatnya menjaga orang yang sedang mabuk, dia ikut merebahkan dirinya di samping Rose. ''Selamat malam juga untuk mu,'' ujar Felix sebelum ikut menutup matanya dan tertidur mengarungi dunia mimpi yang indah.


Pagi harinya.


Felix membuka matanya perlahan sambil meregangkan badan yang pegal-pegal akibat malam panjang mengurus Rose, dia terlonjak kaget melihat wajah Rose sudah ada di depan wajahnya, tidak luput juga tangan gadis itu melingkar di pinggangnya. ''Posisi macan ini, gadis ini senang sekali menggoda ku,'' dengus pria itu.


Dia mengangkat tangan Rose perlahan, mencoba memindahkan tangan mungil yang nakal itu tapi usahanya sia-sia. ''Uhhmmm,'' lenguh Rose semakin mengeratkan pelukan dan merapatkan tubuhnya untuk mendapatkan kehangatan di tubuh besar milik Felix.


''Sial, di bawah sana berdiri,'' kesal pria itu karena Felix junior memberontak di bawah.


Tidak mau kejadian kemarin malam terulang lagi, dia kembali berusaha untuk menjauhkan tubuh Rose darinya sampai berhasil membuat tidur gadis itu terganggu. ''Tuan, anda terlalu banyak bergerak,'' keluh Rose setelah membuka matanya, dengan sadar dia kembali mengeratkan pelukannya yang sempat melonggar akibat ulah Felix.


''Heii jangan mengaturku, kau tak sadar, apa yang telah kau lakukan padaku!'' bentak Felix kesal.


''Apa?'' ujar Rose menatap mata Felix dengan hangat tanpa ada kemarahan sama sekali walaupun Felix membentaknya dengan keras.


Tatapan hangat itu membuat Felix terdiam seribu bahasa, dia hanya sibuk memperhatikan kedua mata yang tengah menatapnya penuh dengan ketulusan. ''Tuan, saya masih mengantuk, tidak bisakah seperti ini sebentar saja,'' ujar Rose lembut, gadis ini sangat senang dengan hangat badan Felix, sungguh membuatnya nyaman.


''Baiklah, tidurlah lebih lama lagi,'' ujar Felix melembut sambil mengelus rambut Rose dengan kasih sayang, dia hanya bisa pasrah dengan sikap manja Rose yang tiba-tiba muncul.


Felix sangat mengisi kekosongan yang selama ini Rose rasakan, dia membuat perubahan besar di hidup gadis belia ini.


Happy Reading 🥰😘🙏♥️


I LOVE YOU 3000♥️😘😘🥰