
Mala tersenyum senang Alibinya mampu mengecoh semua orang bahkan Alice mengungkapkan sesuatu yang di luar dugaannya tanpa dia sangka. "Sungguh Dewi Fortuna berpihak padaku, tak di sangka Alice yang langsung memergoki meraka sedang bersama, makasih Alice, kamu sangat membantu Mama mu ini, kamu memang anak kesayangan Mama." Mala sungguh merasa tinggi hati karena hanya dengan sedikit bicara sudah mampu meruntuhkan pertahanan Felix dan bahkan di bantu oleh anak dan suaminya tanpa dia minta.
"Anda salah sangka Nona Alice," ujar seseorang dari arah luar, suara beratnya menandakan dia pasti adalah seorang lelaki.
"Tuan Anderson?" gumam Alice kaget, baru saja dia menyebut nama Tuan Anderson sekarang sudah ada di hadapannya.
"Maaf semuanya, saya terpaksa ikut campur urusan keluarga ini karena masalah ini sudah menyangkut istri saya," ujar Tuan Anderson yang menggenggam tangan istrinya dengan erat untuk memberikan kekuatan.
"Kemarin malam memang istri saya dan Tuan Felix bertemu tapi ada saya disana, waktu anda datang saya sedang di toilet sehingga anda hanya mendapati Ana dan Felix disana, malam kemarin kami bertemu untuk membahas masalah ini karena saya adalah saksi hidup yang membantu Tuan Felix untuk mencari semua bukti-bukti ini," ujar Tuan Anderson.
"Sial, kenapa Tuan Anderson malah mendukung mereka bukanya marah mengetahui istrinya selingkuh, guna-guna apa sih yang di gunakan Ana sehingga Tuan Anderson tunduk seperti itu, bahkan dia ikut mencari bukti untuk menyerangnya ku."
Mala kesal setengah mati baru saja dia bersenang-senang karena bukti yang di bawa Felix mampu di batah tapi sekarang malah datang lagi pendukung lain.
"Nona Alice, tak mungkin saya ikut berbohong dan menutupi istri saya yang sedang berselingkuh, Kan?
Dan anda Tuan Bayu, anda sudah mengenal dengan baik bagaimana karakter saya, anda tahu saya selalu mendukung orang yang benar, tapi jika kalian tidak percaya saya masih punya bukti cadangan untuk meyakinkan kalian," ujar Tuan Anderson dengan tegas.
"Ayo masuk!" teriak Tuan Anderson.
Masuklah seorang pria tinggi berkulit putih dengan kepala plontos,
pria itu memiliki wajah yang lumayan tampan dan mirip dengan Tuan Anderson.
"Sial, kenapa dia sampai disini? Tapi tenang dia adalah orang yang tak tahu apa-apa tentang masalah ini, dia hanya seorang mata-mata yang di bayar mahal untuk memantau Rose dan Alice." gumam Mala yang sangat kaget kedatangan orang yang selama ini tidak mau menunjukkan diri kepada siapapun selain kliennya.
"Kenalkan dia adalah Santos, sepupu saya," ujar Tuan Anderson memperkenalkan orang asing yang tak pernah meraka lihat sebelumnya.
"Apa hubungannya dia dengan urusan kami?" tanya Tuan Bayu.
"Saya adalah mata-mata yang disewa oleh Nyonya Mala untuk menyelediki anda yang menyimpan seorang gadis di dalam hutan, saya juga di bayar oleh Nyonya Mala untuk memata-matai pergerakan Nona Alice dan Nona Rose." ujar Santos dengan lancar.
"Papa kan sudah tahu kalau Mama mengintai Papa untuk mencari tahu tentang Rose yang Mama kira adalah selingkuhan Papa, sudah kelihatan sekali meraka mengarang untuk memojokkan Mama.
Meraka semua pembohong Pa, lebih baik usir mereka dari sini sebelum terus membuat masalah di tengah keluarga kita," ujar Mala yang berakting memelas di hadapan suaminya.
"Benar kata istri saya, sebaiknya kalian semua pergi dari sini kalau hanya ingin bermain-main dengan keluarga kami." ujar Tuan Bayu yang sudah muak mendengar celotehan dari semua orang yang mengaku paling benar.
"Tunggu!" ujar seorang wanita yang datang menggandeng seorang pria yang hampir sama dengan usianya.
"Mama!" kaget Rose.
"Halo semuanya," sapa Nayla dengan santai seolah-olah tak terjadi sesuatu di dalam rumah itu.
"Saya Nayla yang adalah Ibu dari Felix dan ini suami saya Hima dan kalian pasti sudah tahu kan siapa suami saya hehehe," Dalam situasi seperti ini masih saja Mama Nayla berkelakuan kocak, memang dia adalah wanita paruh baya yang sedikit somplak.
Semua langsung menundukkan hormat karena kedatangan seorang penguasa yang sangat di segani di dunia bisnis, pemilik dari kejaran bisnis yang bernama Himalaya group.
"Mama tadi bilang suami ? berarti pria itu adalah ayah Felix donk?" gumam Rose.
"Angkatlah kepala kalian, ini bukan acara bisnis," ujar Tuan Hima mulai membuka suara. "Disini saya ingin mengatakan sesuatu, Apa boleh Tuan Bayu?" tanya Tuan Hima dengan suara yang tenang.
"Silahkan Tuan Hima," jawab Tuan Bayu yang sungkan untuk menolak permintaan penguasa bisnis itu.
"Santos adalah mata-mata saya untuk mengawasi Felix selama saya berada di luar negeri, bahkan Felix tidak tahu sedang di intai sebelum kejadian ini terjadi.
Saya tidak menghentikan anda karena saya ingin menguji anak saya dalam menyelesaikan masalah," ujar Tuan Hima tersenyum miring.
"Santos tunjukkan semua bukti yang kau dapatkan!" perintah Tuan Hima.
Santos langsung membagikan beberapa photo hasil jepretannya ke semua anggota keluarga.
Terlihat jelas di photo-photo itu Mala yang sedang memberikan amplop coklat ke Adam, ada juga photo dimana Mala sedang berada di belakang dua orang yang sedang memapah Felix untuk masuk ke dalam mobil, ada juga disana photo dimana Mala berada di depan kamar hotel yang bernomor 107 itu dan tengah mengintruksikan anak buahnya untuk membawa Felix masuk, terlihat juga dia memegang kamera di tangannya.
"Apa semua ini belum cukup?" ujar Tuan Hima tersenyum tenang.
"Santos tunjukkan bukti yang lain!" perintahnya lagi.
Santos mengeluarkan pulpen kecil yang adalah alat perekam suara.
Di memencet tombol lalu terdengar lah dengan jelas suaranya dan suara Mala.
"Permisi Nyonya, ada informasi yang ingin saya sampaikan."
"Katakan."
"Nona Alice memindahkan asetnya atas nama Nona Rose,"
"Apa!" pekik Mala.
"Restauran yang Nona Alice bangun selama ini di pindahkan atas Nama Nona Rose."
Brakk.
"Sialan! apa yang di gunakan anak ha...ram itu untuk mempengaruhi Alice,"
"Aku akan segera menghancurkan mu anak har...am itu."
"Apa semua ini masih di sebut rekayasa? apa kalian belum percaya jika wanita itu sangat membenci Rose?" ujar Tuan Hima menaikkan alisnya.
Air mata Alice seketika terjatuh begitu saja setelah mengetahui fakta yang sangat menyakitkan baginya, ibu yang tadi dia bela ternyata memang dalang dari semua masalah ini.
Seketika semua orang terdiam dan menatap Mala dengan tatapan kecewa.
Rose merasa lemas setelah mendengar semua itu, badanya terhuyung kebelakang dan hampir terjatuh tapi langsung di tangkap oleh Felix.
"Kau tak apa?" tanya Felix dengan wajah yang sangat khawatir.
Dengan wajah shock Rose hanya menjawab pertanyaan Felix dengan gelengan kepala.
"Alice nggak menyangka Mama melakukan semua ini, Alice sangat kecewa dengan Mama, Hikss, Hikss," Alice terisak sambil menatap Mala dengan kecewa.
"Kenapa Ma, kenapa!" teriak Alice histeris.
Happy Reading ♥️😘😘🥰
I LOVE YOU 3000🥰😘♥️♥️😘😘